Saat ia membuka matanya ia berada di dunia lain yang belum sama sekali ia lihat, ditambah lagi seseorang pelayan memanggil nya permaisuri !??
itu membuat nya semakin bingung dengan keadaannya, Dia Qian Seorang anak mafia yang terkenal kejam dizamanya melintas ruang waktu ke zaman kuno
~dynasti~
Seorang permaisuri yang lemah dan mudah ditindas? ayo kita ubah dia menjadi lebih kuat, itu janji Qian dia akan membalaskan dendam Permaisuri tersebut.
ia juga akan menguak sebuah kebenaran, yang tidak ditaburi dirinya, sebuah konflik dan permasalahan lain yang akan ia selesaikan
"Permaisuri yang kejam"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Alikaa chubby", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 25
Xiu Jian datang dan menghampiri Qian Yang sedang duduk sambil menikmati Tehnya, Saat Xiu Jian ingin duduk juga Qian melarang nya.
"Siapa yang menyuruh mu untuk duduk, Tetap berdiri tegak," Perintah Qian
"Qian dimana rasa hormat mu, aku ini lebih
tua darimu, bersikap lah lebih sopan, apa kau tidak pernah diajarkan oleh ibumu, Upsss ibumu kan sudah tiada" ejek Qian.
Mendengar perkataan Xiu Jian membuatnya sakit hati dan lagi pun Qian pada saat zaman modern, sang ibu meninggal kan Qian dan ayahnya demi pria lain.
Walaupun Qian Sanggat mlembenci Ibunya tapi ia tidak akan tinggal diam jika sang ibu dihina,
PLAK
Qian menampar pipi kiri Xiu jika dengan keras nampak merah dan bengkak, para pelayan berkumpul untuk melihat keributan tersebut.
"XIU JIAN, TAMPARAN ITU BELUM SEBERAPA DENGAN PERKATAAN MU ITU, BUKANNYA KAU SEORANG IBU, UPSSS AKU LUPA PUTRI NYA TELAH TIADA, BERARTI KAU BUKAN SEORANG IBU MELAINKAN SEORANG *******"
"HEI APAKAH KALIAN TAU ?? PUTRINYA TELAH DIBUNUH OLEH IBUNYA SENDIRI DEMI HARTA YANG TAK SEBERAPA, MUNGKIN ANAK NYA SEDANG KESAKITAN DI NERAKA" kata Qian yang membesar kan suaranya untuk mempermalukan Xiu Jian
Semua orang membicarakan Xiu Jian dan masih tidak percaya apa yang mereka dengar, tak berapa lama kaisar datang dengan diiringi oleh Xin Lu, Ibu suri dan para selir.
"Ada apa ini??" tanya kaisar.
"apa kau buta??, Tidak lihatkah kau disini sedang terjadi keributan, lebih baik kau diam aku tidak butuh kau untuk bicara" Sahut Qian, Kaisar pun terdiam
"QIAN BERBICARA LAH DENGAN SOPAN" Bentak Xin Lu
"HEI !! KAU MENYURUHKU UNTUK SOPAN, TETAPI AKU TIDAK MEMILIKI SOPAN SANTUN, SEPERTI YANG WANITA INI BICARAKAN, KARENA DARI KECIL TIDAK PERNAH DI AJARKAN, BENARKAH XIU JIAN!" balas Qian lalu mendekati Xiu Jian dan menjambak rambut nya.
"Awww, lepaskan itu sakit" keluh Xiu Jian.
"Sakit??" Qian malah menjabak rambut nya dengan kuat hingga membuat kulit kepalanya berdarah.
"Qian berhenti" Bantah kaisar.
"Jangan kau mendekat" larang Qian.
Qian pun melempar Xiu Jian ketanah dan Xiu Jian pingsann.
"Kaisar, aku ingin bercerai !!, tapi untuk itu aku ingin menghapus tuduhan yang sudah tertuju pada diriku" Ucap Qian yang berbicara didepan kaisar.
"Tidak akan" Tolak kaisar.
"Kenapa ?? Bukannya kau menginginkan nya dari dulu seharusnya kau senang bukan, keputusan ku sudah bulat Tidak bisa dibantah"
Kaisar pun pasrah dan mengiyakan perkataan Qian dan pergi begitu pula dengan yang lain.
"Tunggu, sebelum itu penjara kan wanita itu, no debat" Perintah Qian yang menyuruh Xiu Jian untuk dipenjara kan.
"Qian-" kata Xin lu terpotong.
"NO DEBAT!!" Perjelas Qian.
maka dengan itu Xiu Jian dipenjarakan untuk sementara waktu, Kini semua orang telah bubar hanya ada ibu suri dan Qian..
"Qian ibu mohon untuk tidak bercerai dengan Chang Yi, aku bisa melakukan apa pun untuk mu asalkau membatalkan nya" Mohon ibu suri.
"Maaf ibu suri, keputusan ku sudah tepat dan tidak bisa dilanggar lagi, dan juga aku akan memutuskan hubungan dengan keluarga ku, dengan itu aku bisa bepergian/berpetualang untuk mencari jati diri ku"
"baiklah jika itu keputusan mu, ibu harap kau menjaga diri mu ya, aku menyangi mu" kata ibu suri dan mengusap lembut kepala Qian.
itu membuat hati Qian tersentuh, karena dari dulu ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu.
ibu suri pun pergi, Qian hanya tersenyum manis tanpa disadari nya air mata mulai turun membasahi pipinya.