Sinopsis
Apakah jadinya jika seorang bos restoran menikahi karyawannya sendiri karena perjodohan??Apakah dia mau??
Erika darmawan putri dalah seorang perempuan yang hobby shopping, perempuan yang sangat suka dengan barang-barang limited edition, dan menyukai dunia yang penuh dengan kemewahan. Tetapi memiliki sifat yng agak judes dan ketus terhadap sekitar. Tetapi kadang-kadang hangat tergantung moodnya.
Erika juga adalah seorang pemilik restoran yang terkenal dinegaranya. Karena sifatnya yang memiliki sifat ketua dan dingin dia malah dijodohkan oleh ayah dan ibu tirinya dengan seorang karyawan direstoran nya, agar sifat dingin dan ketua nya bisa berkurang dan juga rasa bencinya dengan ibu tirinya bisa memudar.
Laki-laki tersebut bernama arka gunawan, ia adalah seorang anak yatim. Akan kah dia bisa mengubah sifat dingin Erika?? Dan juga rasa bencinya. Atau malah sebaliknya, rasa benci malah bertambah besar karena ada perjodohan ini.
Ayo ikutin terus ceritanya.
Jangan lupa follow instagram authorr
Sandradewi_kim.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu sudah ingat.
"Permainan baru dimulai girl,kamu pikir bisa bodohin aku gitu aja.Kamu berhadapan dengan orang yang salah."*Batin Erika tersenyum smirk.
Setelah mengatakan hal tersebut Renata mengajak Erika untuk bermain game di ponselnya dan Erika pun menyetujui hal itu.
Berbeda dengan Arka dan Jonathan,mereka masih saja memperdebatkan masalah Renata didepan.Karena tidak ingin terlalu lama berdebat akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk kembali ke kamar rawat Erika.
Krek..
Saat Arka membuka pintu,pandangan nya menangkap Erika dan Renata yang tengah tertawa bersama sambil memainkan ponsel mereka masing-masing.
Kadang terlihat Erika dan Renata yang tengah menyapu sudut mata mereka menggunakan punggung tangan mereka karena saking lucunya.
"Aku rasa tuduhan mu kepada, Renata, salah. Aku sangat mengenal, Renata dan aku yakin dia tidak akan melakukan hal sekeji itu," yakin Jonathan sambil berlalu didepan Arka menghampiri Erika dan Renata.
"Aku sangat yakin Jo, aku tidak mungkin salah."*Batin Arka.
" Hei kalian sedang apa? Seperti nya seru." menghampiri Erika dan Renata.
"Hai, Jo, kami sedang menonton stand up comedy. Mereka lucu sekali," ucap Erika diiringi gelak tawa melihat tayangan stand up comedy diponsel nya.
"Emang segitu lucunya ya?" tanya Jonathan penasaran.
"Iya, Jo, ini sangat lucu. Ayolah menonton bersama kami," ajak Renata.
"Emm... Nggak udah deh," tolak Jonathan.
"Jo, pulang yuk. Aku takut mami nyariin, " sembari menaik-turunkan alisnya memberi kode pada Jonathan.
"Yahh... Kenapa cepat sekali," lesu Erika.
"Emm.. Maaf ya Er, Aku tadinya janji sama mami perginya sebentar saja."
"Emm.. Nggak papa deh. Kapan-kapan kamu kesini lagi ya." pinta Erika.
"Ya pasti, nanti aku akan kesini lagi ikut Jonathan kalau ada waktu kosong."
"Siip, Aku tunggu."
"Kita kan masih bisa chat di WA. Kamu kan udah punya nomor ponsel ku Er," ucap Renata mengingatkan Erika.
"Yaudah, yuk pulang." ajak Jonathan.
"Iya." sahut Renata.
"Er, aku anterin Renata dulu ya. Nanti aku balik lagi kesini." pamit Jonathan sambil mencium kedua pipi Erika.
"Emm.. Hati-hati, Jo."
"Iya."
"Kami pulang dulu ya, bye, Erika. Sampai bertemu lagi," pamit Renata.
"Bye, Ren."
Renata dan Jonathan pun keluar pergi setelah berpamitan kepada Erika dan Arka.
Saat sampai diparkiran RS, Renata segera memasuki mobilnya dengan wajah yang ditekuk. Jonathan yang menyadari dengan perubahan raut Wajah Renata hanya bisa menahan senyumnya.
Jonathan duduk dikursi pengemudi namun tidak ada tanda-tanda untuk menjalankan mobilnya. Renata menatap Jonathan dengan tatapan kesalnya. Merasa dirinya sedang ditatap oleh sang tunangan, Jonathan pun memutar kepala nya dan menghadap Renata.
"Ada apa?" tanya Jonathan pura-pura b0d0h.
"Apa kamu sengaja ingin berlama-lama disini?" tanya Renata kesal.
"Bukan begitu hanya saja mobil ini tidak mau berjalan jika ada wanita yang sedang ngambek," sindir Jonathan.
"Oh, ternyata begitu. Baiklah, Aku akan turun."
belum sempat Renata membuka pintu mobilnya, Jonathan sudah menahan tangan Renata terlebih dahulu.
"Sayang, kamu kenapa?kok ngambekan begitu sih. Kamu lagi cemburu ya."
"Ya iyalah, Aku cemburu. Siapa juga yang tidak cemburu melihat tunangan nya mencium perempuan lain di depan matanya," jawab Renata kesal.
"Oh, ternyata itu alasan nya."
"Terus, Kamu pikir alasannya apa?"
"Kamu lagi kedatangan tamu," Jawab Jonathan menahan tawanya.
"Ih, Jonathan!" memukul pundak dan dada Jonathan menggunakan tasnya.
"Au, Maaf, Sayang."
Renata berhenti memukul Jonathan dan kembali duduk tenang dikursi nya tetap tetap dengan wajah yang ditekuk.
"Sayang.." panggil Jonathan lembut.
"Hem.." memalingkan wajahnya menghadap Jonathan.
Dengan perlahan Jonathan mendekati Renata lalu menahan tengkuk Renata menggunakan sebelah tangan nya. Renata memejamkan matanya disaat wajah Jonathan sudah sangat dekat dengan nya. Jonathan hanya tersenyum elihat tingkah Renata.
Cup💋
Kecup4n lembut itu mendarat di dahi Renata, Renata kembali membuka matanya dengan tersenyum setelah mendapat kan kecup4n manis tersebut.
Jonathan kembali menatap Renata setelah melepaskan kecup4n nya. Jonathan mengusap ke-2 pipi Renata dengan jari-jarinya dan menatap Renata dengan tersenyum.
"Sudah merasa baikan?" tanya Jonathan.
Renata hanya menganggukan kepala nya.
"Jangan cemburu lagi, itu tidak baik untuk mu. Kita berdua sudah bertunangan dan aku mencintaimu. Tolong jangan salah paham, aku hanya ingin menolong Arka," jelas Jonathan.
"Em, Aku mengerti. Ayo kita jalan-jalan lagi," ajak Renata diiringi senyuman manisnya.
"Ayo," Menghidupkan mobilnya dan mulai untuk menghabiskan waktunya bersama Renata.
❤❤❤
"Ka," panggil Erika.
"Em.." Jawab Arka.
"Kamu seperti nya sangat tidak menyukai, Renata."
"Tidak, Aku sangat tidak menyukai nya. Sudahlah jangan bahas itu, sungguh tidak penting." kesal Arka hendak berjalan keluar.
Tapi tiba-tiba saja terhenti karena ucapan Erika.
"Sudah lah, Arka, tidak bisakah kamu memaafkan, Renata? Aku saja sudah memaafkan nya atas kejadian kemarin."
"Apa maksud kamu?" berbalik menghadap Erika.
"Aku sudah melupakan kejadian tempo hari, tidak bisakah kamu melupakan nya?" pinta Erika.
"Kejadian tempo hari maksud kamu?" tanya Arka masih tidak mengerti.
"Pertengkaran kita di mall itu, Aku tau Renata ada disana. Tapi kita tidak boleh berprasangka buruk dulu pada Renata. Bisa jadi ini hanya rencana seseorang yang mau memisahkan kita."
Arka terdiam dan melotot kearah Erika seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Ka-kamu.. "
Seolah tau apa yang hendak dikatakan oleh Arka, Erika mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
Arka langsung mengembangkan senyum nya dan berhambur memeluk Erika dengan erat seolah takut kehilangan Erika.
"Ini beneran kan? Kamu nggak pura-pura kan?"
"Iya Arka, ini aku Erika istri yang kamu," Jawab Erika meyakinkan.
"Tapi bagaimana bisa secepat ini?"
"Entahlah," mengedikkan bahunya sambil tersenyum.
Flashback on
Setelah kepala Erika terbentur tadi,Arka segera membawa Erika ke ruangan Dokter. Arka membaringkan Erika ke ranjang, Arka pun diminta keluar oleh sang dokter.
"Mohon keluar sebentar ya pak, saya akan memeriksa istri anda."
"Baiklah."
Arka pun keluar sesuai dengan permintaan dokter.Arka mondar-mandir didepan Ruangan dokter berharap tidak terjadi apa-apa kepada Erika.
Dokter pun mulai memeriksa Erika, dimulai dari denyut nadi, suhu badan dan juga benturan yang terjadi pada kepala belakang Erika.
Setelah memberikan suntikan vitamin pada Erika, dokter tersebut bersiap untuk keluar dan menyampaikan kabar bahagia itu untuk Arka. Tapi, belum sempat dokter keluar, Tiba-tiba saja Erika tersadar dari pingsannya.
"Arkh.." rintih Erika.
"Nona sudah sadar?" tanya dokter.
"Kepalaku sakit. Aku di mana?" Sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut kamar perawatan.
"Kamu ada di Rumah sakit nona."
"Dimana suami ku?"
"Dia sedang ada di luar. Apakah aku harus memanggilnya. Dia pasti akan sangat senang sekali mendengar anda sudah mengingat kembali."
"Tunggu, dokter bilang senang saya sudah mengingat lagi. Maksudnya apa ya dok?" tanya Erika tidak mengerti.
"Kamu mengalami hilang ingatan sebagian 1 minggu terakhir ini. Pagi anda terjatuh didepan dan suatu mukjizat, karena kejadian itu kamu mendapatkan kembali ingatan kamu. Karena biasanya hilang ingatan membutuhkan waktu yang lama untuk kembali seperti semula."
"Dok, bisakah saya minta tolong sesuatu kepada dokter?"
"Apa itu?"
"Tolong rahasia kan hal ini dari suami saya."
flashback off
🌼 Bersambung 🌼
Erika jelas sudah melakukan kesalahan fatal saat tidar sadar dia sudah melakukan kontak fisik dan bermesraan dengan pria lain didepan suaminya dan pada saat sudah sadar pun dia masih melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya dan masalahnya Erika tidak merasa bersalah sama sekali pada suaminya
kalian novelis wanita sadar tidak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya adalah kesalahan fatal tapi kenapa kalian anggap itu hal biasa yang tidak perlu dibesar2kan
dari sini kita bisa lihat betapa egois kalian para author masak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya pula bukan kalian anggap suatu kesalahan
miris pola pikir kalian