NovelToon NovelToon
QUEENESYA

QUEENESYA

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Percayalah, bahwa bahagia akan datang pada akhirnya. Kamu hanya perlu bersabar dan selalu bersyukur untuk setiap napas yang kamu hirup setiap harinya.


Ini kisah kehidupan seorang Queenesya, gadis yang tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Petter dan tak hayal mendapat bullying dari Aurel, putri tunggal keluarga Petter.

Siapa yang akan menyangkan bahwa ia adalah putri tunggal dari pengusaha yang tidak bisa dianggap remeh dan merupakan cucu dari ke-empat keluarga besar yang sangat berpengaruh di dunia yang diculik oleh pesaing bisnis Vondrienty ketika baru seminggu ia lahir ke dunia.


karya ini hanya Fantasi Author saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 Demam

Malam semakin larut, gadis itu masih saja berada di halte bus yang jaraknya tidak jauh dari mansion keluarga Petter, tempat dimana dirinya dulu bernaung. Dengan keadaan yang basah kuyup akibat hujan deras yang belum berhenti sedari tadi.

Esya mulai merasakan dingin yang mencekam kulitnya terlebih lagi karena pakaiannya yang tipis, membuat dirinya semakin menggigil.

Sekarnah,Kemana ia akan pergi?, Esya sama sekali tidak memiliki arah dan tujuan. Esya hanya bisa terdiam, meratapi nasibnya buruk yang selalu menimpanya. Bisakah Esya berharap untuk bisa merasakan kebahagian meski itu hanya sebentar saja?, Esya ingin merasakan itu, berkumpul bersama keluarga dan sahabat yang menyayanginya, yang begitu peduli padanya, bisakah?

"Esya..." Panggil gadis itu dari jauh

Esya menoleh mencari darimana sumber suara itu, sebelum kesadarannya mulai menghilang.

Sebuah mobil yang terparkir di seberang halte memutar balik haluannya, lalu tiga orang gadis keluar dari dalam mobil itu dengan perasaan yang was-was, penuh dengan rasa kwatir yang teramat sangat.

"Zee, sebaiknya kita cepat bawa Esya ke mansionmu"

"Kau benar, ayo Eve,Gint. kita harus cepat"

Ginta dengan lihainya membuka pintu mobil untuk mereka lalu dengan cepat ia mengambil ahli kemudi yang sebelumnya ada di tangan Zee.

Untung saja matanya tadi sempat menengok ke arah halte itu, jika tidak entah bagaimana keadaan dan nasib Esya nantinya, jika bukan mereka yang menemukannya.

Dengan kecepatan diatas rata-rata tak butuh waktu lama untuk mereka tiba di mansion keluarga Stone. memarkirkan Kendaraan itu, lalu meminta bantuan pada salah satu penjaga mansion untuk mengangkat tubuh mungil Esya.

"Terima kasih paman" ucap mereka bersamaan

Setelah membaringkan tubuh Esya di atas kasur Queen Size yang terletak di salah satu kamar tamu mansion itu, dengan cekatan Zee mengambil ponselnya, mencari sebuah kontak lalu menelpon kontak tersebut.

Tut...Tut...

"Hallo, kak cepat kemari. Esya ada di tempatkku"

"..."

"Nanti aku cerita sama kakak"

"..."

Tut...Tut...

Setelah panggilan itu berakhir, Zee bergegas menuju kearah dimana Esya sedang terbaring, mengamati tubuh mungil itu. Dengan cepat ia menuju lemari mengambil pakaian baru yang sama sekali belum pernah ia gunakan. Ia hendak ingin mengganti pakaian Esya, yang sudah basah kuyup karena hujan.

Sebelum ia selesai mengganti pakaian Esya yang di bantu oleh Ginta, karena Eve sedang berada di dapur membuatkan bubur dan teh hangat untuk Esya. Mata mereka terfokus pada beberapa tempat dimana di sekujur tubuh gadis itu terdapat luka lebam. Wajah gadis itu juga memiliki luka yang masih baru, karena tadi siang di sekolah wajah Esya masih bersih seperti tanpa goresan di bagian daginya.

Prakkk...

Suara pintu yang terbuka dengan begitu keras berhasil menyadarkan kedua gadis itu, dengan lihainya mereka langsung memakaikan pakaian pada Esya sebelum ketiga manusia berbeda gender dari mereka sampai di hadapan mereka.

"Apa yang terjadi?"

"Bagaimana keadaannya?"

"Mengapa bisa seperti ini?"

Ucap ketiga remaja itu secara bergantian, terdapat rasa kwatir yang besar didalam diri mereka, ketika Dion mendapat telpon dari Zee. Dengan cepat tanpa pikir panjang lagi, mereka langsung meninggalkan aktifitas mereka lalu segera menuju ke mansion keluarga Stone.

"Keadaannya tidak baik" ucap Zee

"Apa maksudmu?"

"Jangan bercanda"

"Cepat jelaskan pada kami"

Dengan perlahan Zee dan Ginta menarik napasnya dengan pelan, lalu mulai berjalan menjauhi tubuh Esya, agar ketiga remaja itu bisa melihat kondisi dari gadis itu.

"Kami tidak bercanda, banyak luka lebam disekitar tubuhnya. Diwajahnya juga ada luka yang kami yakini masih baru, karena pagi tadi wajah Esya masih bersih" Ucap Ginta panjang

Dengan sangat yakin dan pasti, Zee mulai menceritakan bagaimana dan dimana mereka menemukan Esya tadi.

Setelah mendengar ucapan Zee, timbul rasa marah dalam benak mereka, terlebih ketika melihat dan mendengar dari Ginta bahwa Esya memiliki banyak luka lebam.

Dion berjalan kearah jendela, merogoh saku celananya, lalu mengotak-atik ponselnya hendak ingin menelpon seseorang.

Tut...Tut... Bunyi ponsel yang menandakan bahwa panggilan itu tersambung

"Cari tau mengenai kegiatan Esya hari ini" ucap Dion langsung tanpa memperdulikan seseorang di seberang sana .

"..."

Tut...Tut...

Dengan cepat Dion memutuskan panggilannya secara sepihak, tanpa mau mendengarkan penuturan Lawan bicaranya tadi. Dion menatap kelima remaja itu secara bergantian, entah apa yang sedang mereka bicarakan, yang jelas Dion tidak akan mau ikut campur dalam obrolan mereka.

Berjalan kesisi kasur yang berukuran Queen zise itu, menatap lekat wajah seorang gadis yang masih saja tertidur. Terlihat damai, dan entah mengapa mampu menghadirkan senyum simpul diwajahnya.

"Wah serius kak Dion barusan tersenyum" Heboh Eve yang mampu menarik perhatian yang lain.

Pasalnya, menurut para gadis itu Dion adalah orang yang cuek,dingin, bahkan sangat atau hampir tidak bisa tersenyum. Namun, berbeda dengan kedua saudaranya, yang sudah beberapa kali mendapati fenomena seperti itu, semenjak mengetahui firasat Gion mengenai pertemuan mereka dengan seorang gadis yang kini mereka yakini sebagai Queenesya, adik mereka serta merupakan cucu perempuan tunggal di dalam keluarga mereka.

Sejak fenomena aneh Dimana pertama kali Dion tersenyum bahkan pernah sekali dalam sehari Dion lebih banyak bicara, dalam hati mereka timbul rasa syukur karena dengan perlahan sifat asli Dion yang begitu aktif seperti sejak dulu dimana mereka masih kanak-kanak bahkan lebih tepatnya ketika mereka masih di golongkan sebagai balita.

1
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Erlina Ibrik
gambarnya gk bisa di buka
Endang Iswahyuni
benar²kakak goblok seharusnya kasih tahu keluarganya biar melindunginya lu bocah sok kepinteran lihat akibatnya sekarangnya
Epijaya
maaf sampai dgn bab ini ceritanya tidak nyambung dgn judul sbb sampai bab tidak menceritakan tentang qunsya.tp LBH yg lain.jd kurang menarik.
Hasanah Ana: ya tidak menceritakan Quensya TPI menceritakan keluarga x
total 1 replies
Epijaya
knp ceritanya tidak ada kisah Quensya?
Wulan Dari Sidyan
seru cerita ada sedih nya ada bahagianya semua campur aduk
Insan Kuratun Jannah
wah cerita ini sangat seru selali
Nadyah Tambunan
ini kenapa sekelas esya sama evan
Nadyah Tambunan
bukannya sibevan seumuran sama Dion saga Gion😏😏
Nur Ain
jahat gitu MCM manA nak jd kakak ipar
Nur Ain
hahaha parkir dulu..thor2
SeYeolSoo
wait mo nanya sebenernya nama ayahnya si kembar dan esya tuh lucas apa yohan?
Nadyah Tambunan: yohan
total 1 replies
Rini Andriani
single
Asry Sagala
kalo anak2 menyelidiki bakal enggak dapet Thor soal nya cuma banyak bacot doang udah tau saudaranya bukan di kasih tau sama orang tuanya tunggu mati biar di kasih tau
Carlos Sianturi
makin berbelit. aneh aja secara diprolog udh keren tuhh silsilah keluarganya 4 klan besar. tpi kok goblok yaaa... anak sendiri disekitar ga tau. buat lahh dia nutupi warna matanya pakai sf, nahh apa kabar dengan gelang dan nama panggilan? dan masa ga nanya nama lengkapnya selama tinggal bersama membengongkan
Siti Nurain
👍
Mrytl22
"Gion ganteng, Gion sabar"
MaMy
g bisa nulis namanya sendiri itu ntar
Anonim
suka
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses...semangatthor
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!