NovelToon NovelToon
Cahaya Untuk Tuan Bisma

Cahaya Untuk Tuan Bisma

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / CEO / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Akia tengah lari dari Ayahnya, yang menikah lagi pasca kepergian Ibunya. Kia bersembunyi dan bekerja di sebuah Rumah sakit sebagai seorang perawat disana. Akia dipertemukan oleh seorang pasien dengan trauma kecelakaan yang menyebab kan pengelihatan nya hilang.

Bisma Guntur Prayoga. Seorang pria yang harusnya menjadi ahli waris untuk hotel besar milik Ayahnya, justru memiliki nasib tragis dengan harus kehilangan cahaya dari matanya.

Kedua dipertemukan dalam sebuah instiden, ketika Kia dituduh akan mencelakai Bisma. Padahal, itulah yang membuat Bisma sadar dari tidur panjangnya selama ini.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Akan kan mereka akan bersatu, dan Kia menerima Bisma sebagai pengisi cahaya dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau, bukan Dia.

"Aku yang memblokirnya. Mau apa, kau?"

Surya langsung menoleh, terkejut dan nyaris tersentak akan kehadiran Kakak iparnya itu disana.

"Ka-Kak Bisma, sejak kapan-...."

"Sejak kau belum masuk, aku disini. Kau mau apa dengan uang perusahaan?"

Wajah marah yang tadi, langsung Bisma rubah menjadi wajah ramah dan penuh senyum. Walau Ia tahu, jika Bisma tak akan pernah melihat itu darinya. Tapi setidaknya ada Daksa yang selalu mengintainya disana.

Surya langsung melangkah dan menghampiri Bisma, lalu duduk disebelahnya, "Begini, Kak. Chesi kan mulai banyak kebutuhan. Susu pun harus susu alergi, dan itu harganya mahal. Untuk semua perlengkapan, baju, celana, sepatu dan yang lain. Jinan hanya ingin yang terbaik untuk putri kami."

"Mobil?" terucap dengan wajah datar, tapi terdengar sebuah amarah dari nadanya. Surya pun langsung melirik sinis pada Daksa, tapi pria iti hanya mengedik kan bahunya.

"Itu.... Mobilku sudah mulai rewel, Kak. Kadang harus keluar kota pulang pergi, kadang macet di jalan." alasan terucap lagi dari mulut pria itu. Kali ini, tanpa respon berarti dari Bisma.

Surya mulai basa basi lagi, sok akrab untuk meraih hati meski sebenarnya begitu malas ketika Bisma si buta tak terlalu merespon nya. Ia menceritakan semua perkembangan Chesi, yang kini mulai aktif dan mulai merangkak membuat Mamanya selalu kelelahan dalam menjaganya. Apalagi, Ia tak membayar pengasuh untuk membantu Jinan mengurus Chesinya.

Bisma sebenarnya mendengarkan itu, hingga muncul rasa rindu nya pada sang keponakan. Tapi, Ia tak bisa lagi menggendongnya seperti biasa. Padahal, biasanya Chesi lebih dekat dengan dirinya di banding dengan Papanya sendiri yang selalu sibuk tanpa kepentingan yang berarti.

Obrolan dihentikan, ketika Daksa membahas waktu untuk keduanya. Dengan alasan kontrol mata, keduanya pergi meninggalkan Surya di kantor dengan segudang pekerjaan yang ada.

"Buta, sok sibuk. Bisa apa, Dia?" ledek Surya. Padahal baru saja kekuasaan itu memblokir aksesnya pada keuangan hotel.

"Kita melakukan perjanjian di restaurant. Aku akan membawamu kesana, dan aku mengawasimu dari kejauhan. Jangan macam-macam,"

"Kau kira aku bisa apa? Menyerangnya dengan agresif ?" tukas  Bisma. Daksa hanya menggeleng, dan membantu Bisma masuk ke dalam mobilnya. Ia pun menyetir dengan segera, membawa nya ke tempat pertemuan itu di langsungkan.

Tiba di restaurant itu. Daksa segera membawa kembali Bisma ke tempat yang telah Ia boking sejak tadi pagi. Dengan suasana yang nyaman, dengan kursi yang akan membuat Bisma tak terlalu lelah duduk disana. Hanya tinggal menunggu gadis itu, dan mereka akan bertegur sapa entah bagaimana keadaan nya nanti.

"Aku tak bisa membayangkan? Kenapa justru aku yang tegang?" gumam Daksa, yang duduk dengan segela syrup dalam genggaman nya.

Ia menatap suasana sekitar yang lumayan ramai dengan pengunjungnya, hingga Ia melihat seorang wanita masuk dan menghampiri Bisma di tempatnya. Ia langsung menduga, jika gadis itu lah yang di tunggu Bisma saat ini.

"Cantil juga. Mantep selera Bisma, meski ngga bisa lihat itu cewek." puji Daksa pada gadis itu.

"Permisi? Tuan Bisma?" sapa seorang gadis. Bisma mempersilahkan nya duduk, dan gadis itu langsung menurutinya. Sayangnya, wajah Bisma tampak datar dan tak seriang yang dibayangkan. Daksa memperhatikan nya dari kejauhan dan sedikit cemas akan hal itu.

"Tuan perkenalkan, saya...."

"Kau bukan Dia..." ucap Bisma, seketika membuat Nanda gugup dan gemetar. Bagaimana bisa, seorang pria tanpa melihat tapi mengenali orang yang Ia tunggu.

1
Arsyila Syafika
😍😍
Anne Siregar Siregar
rasain.. org curang..!!!
juwita
mampir
Indah Islamiyah
sekar tuh Oma nya atau Mama nya sih?
koq rubah² mulu
Siti Hadijah
Luar biasa
Nur Khikmah
jujur aggak pusing juga sebenarnya omanya apa mamanya yg menjaga ko sama namanya Sekar???
guntur 1609
basi tahu...ada2 saja harus ada adegan ulang
guntur 1609
kok terlalu bertele2. masa seorang bisama gak bisa menyelesaikan hanyabseorangbtikus yg bernama surya
guntur 1609
mamous kau arman. terlalu egois
guntur 1609
sebetulnya semuanya dalah arman. seharusnya biarkan lisa mendekati kia dulu. ni gak. baru meninggal istrnya fia sdh mencari istri baru. gmna kia gak kecewa sm ayah.ya
guntur 1609
apa surya pura2 baik. atau dia yg merencanakan krcelakaan bima
Nabila Nisa
ya Allah kasian ibunya itu
L A
Biasa
Mama Pesek
Luar biasa
vit
Kok nggak ada bochapnya kk author? Penasaran bgt soalnya 🤔🤔
vit
Keren bgt 😍😍
vit
Kurang kerjaan emg si surya 😅😅
ann
😄😄😄😄😄😄😄
Siti Sarah
Tulisannya maaf ga jauh2 dr perrawat dan kecelakaan kayak ceritanya bagas dan istrinya
Maliq kumbara: Terus?
total 1 replies
Irni Yusnita
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!