"Kalau kau mau menjadi laki-laki sukses, jangan pernah hadirkan wanita dalam hidup mu!!! Karena wanita hanya akan membuat hidup mu hancur!!!"
Itulah kata-kata yang terngiang-ngiang dalam otak Dave Winstone. Satu nasehat yang selalu Ayahnya katakan jika Dave ingin menjadi orang sukses.
Dave pun mengikuti saran sang Ayah, di usianya yang menginjak 35 tahun, tak pernah sekalipun Dave menjalin hubungan serius dengan seorang wanita, sampai-sampai banyak yang mengatakan kalau Dave adalah seorang penyuka sesama jenis.
Meski begitu, dia berhasil mewujudkan impiannya menjadi pengusaha muda yang sukses.
Hingga suatu hari dokter salah memberikan hasil diagnosa penyakit, Dave dinyatakan mengidap penyakit kanker otak stadium tiga.
Dave yang bingung akan memberikan semua hartanya kepada siapa, akhirnya memutuskan untuk mengontrak seorang wanita untuk melahirkan keturunannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Mari kita ikuti cerita Pernikahan Kontrak CEO Arogan 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Nath, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
🍁 Happy Reading 🍁
"Tenang saja Tuan, yang akan memberikan treatmen pada Anda bukanlah wanita Tuan, tapi..." Alfred menggantung kata-katanya sambil menggelembungkan pipinya menahan tawa.
"Tapi apa?" Tanya Dave dengan tatapan curiga.
"Tapi-"l
KRIIIING...
Tiba-tiba telepon yang ada di meja kerja Dave berdering.
Dave pun mengangkat gagang telepon.
"Halo." Jawab Dave.
Ternyata yang menghubungi meja kerja Dave adalah resepsionis.
"Halo Tuan, orang-orang dari salon Beauty Aura sudah datang." Jawab resepsionis.
Dave melirik Alfred sesaat.
"Baik." Jawab Dave lalu menutup teleponnya.
"Kamu bilang satu jam lagi. Tapi kenapa orang salon sudah datang?" Tanya Dave.
"Benarkah? Mungkin treatmen yang di lakukan akan memakan waktu lama, makanya mereka mempercepat jadwal." Jawab Alfred yang juga tidak tahu kenapa orang salon lebih cepat datang.
"Dan kenapa kamu memakai salon dari luar? Bukan salon dari hotel?" Tanya Dave.
"Maaf Tuan, salon Beauty Aura salon khusus untuk memberikan treatment bagi pasangan yang akan menikah." Jawab Alfred.
"Memang apa bedanya dengan fasilitas salon yang ada di hotel kita?" Tanya Dave.
"Kalau salon di hotel kita hanya untuk creambath, body massage, Tuan." Jawab Alfred.
"Apa bedanya!! Saya rasa semua salon sama saja!"
Alfred menghela nafasnya kasar.
Sudah lah percuma saja berdebat dengan Tuan Muda yang satu ini, dia tidak akan mengerti.
Dumel Alfred dalam hati.
Mendengar perdebatan Alfred dan Dave, Dhea yang masih kesal dengan Dave pun tiba-tiba berdiri dari duduknya.
"Jadi Anda mau di treatment atau tidak? Jangan membuang-buang waktu. Kalau mau, ya sudah ayo turun dan temui orang salon! Bukan malah protes! Seperti perempuan saja banyak protes!" Ucap Dhea dengan nada yang sedikit meninggi.
Mendengar Dhea memarahi bos-nya, Alfred sampai terbengong.
Sama dengan Alfred, Dave juga bengong mendengar Dhea marah-marah padanya.
Namun tak lama Dhea tersadar.
"Ma-af Tuan, saya bukan bermaksud memarahi Anda." Ucap Dhea tak enak hati.
"Mungkin karena saya sedang PMS sekarang makanya agak sedikit sensitif kalau mendengar orang berdebat. Sekali lagi saya minta maaf." Kata Dhea lagi.
"Kalau begitu, saya permisi dulu untuk menemui orang salon." Kata Dhea lagi lalu keluar dari ruang kerja Dave.
Woaaah.. Anda sungguh berani Nona. Empat jempol untuk mu.
Puji Alfred dalam hati setelah Dhea keluar dari ruang kerja Dave.
"Al..." Panggil Dave dengan ekspresi wajah yang masih tercengang.
"Ya Tuan."
"Kosongkan jadwal ku. Suruh petugas salon menunggu ku di kamar ku." Ucap Dave.
"Baik Tuan." Jawab Alfred.
Alfred pun keluar dari ruang kerja Dave untuk menemui orang salon sekaligus mengantar orang yang akan memberikan treatmen pada Dave ke kamar pribadi Dave yang ada di hotel itu.
Kamar yang hanya Dave tempati saat dirinya sangat merindukan sang Mama. Karena di kamar itu, Dave menyimpan barang-barangnya sewaktu kecil yang memiliki kenangan dengan sang Mama. Di kamar itu Dave bisa sepuasnya mengeluarkan sisi kesepiannya, titik terendahnya sebagai manusia yang tidak pernah orang lain ketahui, yang tidak pernah Dave tunjukkan pada siapapun. Termasuk pada almarhum Papa-nya.
Kembali pada Dave.
Mendengar suara pintu tertutup, Dave langsung menyandarkan punggungnya kasar ke sandaran kursi kebesarannya.
"Kenapa rasanya seperti baru kena marah Mama?" Lirih Dave seraya memegang dada-nya dimana saat ini jantungnya sedang berdegup sangat kencang.
Mendengar Dhea marah seperti tadi, entah kenapa Dave merasa senang bukannya emosi.
🍁🍁🍁
Meninggalkan Dave yang sedang terngiang-ngiang dengan amarah Dhea, di luar ruang kerja Dave ada Alfred yang melihat Dhea memukul-mukuli kepalanya sendiri di depan pintu lift.
"Ekhem.." dehem Alfred.
Sontak Dhea berhenti memukul kepalanya dan menoleh ke arah Alfred.
"Tuan, Tuan Dave tidak akan membatalkan kontrak pernikahannya kan? Mati aku kalau sampai Tuan Dave membatalkan kontrak pernikahannya. Uang darimana untuk mengembalikan uang yang sudah Tuan Dave keluarkan untuk keluarga ku!!"
Alfred tersenyum tipis.
"Tidak akan Nona, percayalah pada ku." Jawab Alfred.
"Apa Anda tahu Nona, Anda sungguh keren tadi." Puji Alfred seraya mengacungkan jempolnya ke arah Dhea.
Keren apanya!! Nyawa ku terancam sekarang!!
Keluh Dhea dalam hati.
"Sudah ayo, kita temui orang salon." Ajak Alfred lalu menekan tombol untuk membuka pintu lift.
🍁🍁🍁
Bersambung...
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
...🙏🙏🙏...