NovelToon NovelToon
Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Madu Dan Racun (Bukan Kontrak Biasa)

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Romansa / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:191.7k
Nilai: 5
Nama Author: wulan_zai

Kisah pembunuhan berantai yang menggemparkan publik. Tak di sangka berita yang biasanya hanya di lihat dalam Televisi kini menghampirinya.

Nara Clarissa, seorang perawat teladan di salah satu rumah sakit. Usianya kini menginjak 24 tahun. Namun sejak berusia 10 tahun ia di tinggal orang tuanya dan melanjutkan hidup bersama Neneknya. Pertengkaran sering terjadi antara Nara dan Neneknya. Hingga suatu hari hal mengejutkan terjadi. Neneknya tewas mengenaskan di dalam rumah, dengan tiga tusukan pisau. Ya itu adalah ulah Pembunuh berantai.

Situasi memojokkan Nara sebagai pelakunya, ia tak memiliki bukti hingga akhirnya ia mendekam di dalam penjara. Tak di sangka hal mengejutkan lainnya datang. Seorang wanita cantik nan kaya datang padanya membawakan kontrak pernikahan. Ia adalah Irene Dawson, putri sulung dari perusahaan GT grub. Ia meminta Nara untuk menikahi adiknya, Ammar. Irene berjanji akan membebaskan Nara asal ia mau menikahi adiknya.

Apa yang akan di lakukan Nara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Dendam balasan

Nara menggeliat kecil, kemudian ia menyadari bukan sedang tidur di atas bantal. Jantung nya sudah berdetak tak karuan membayangkan apa yang telah ia lakukan semalam.

Perlahan ia mendongak, bersamaan dengan Ammar yang baru membuka matanya. Tatapan mereka bertemu, kedua pasang netra itu terkunci dalam sekejap. Kedua nya bungkam, apa ini mimpi?

Nara langsung bangkit saat menyadari itu bukan mimpi. Mereka sama-sama membuang muka. Nara berdiri merapikan rambutnya sambil bergegas ke kamar mandi. Sementara Ammar masih mematung di tempat dengan wajah kaku.

"Apa yang terjadi.." gumamnya sembari memegangi tengkuk yang terasa kaku dan pegal.

...~...

Sekarang Nara sudah tiba di kantor Detektif. Sam dan Sandra menemukan kejanggalan antara Irene dan Ammar. Untuk itu ia akan bertanya pada Nara, adakah sesuatu yang menurut Nara demikian.

"Anak sulung Damar, dia bukan putra kandung istri Pak Damar. Apa Kau tau hal ini?" tanya Sam. Dan Nara menggeleng, jangankan tentang itu. Anak Pak Damar pun Nara tidak kenal.

"Korban berusia 45 tahun yang di bunuh 7 tahun silam, seorang pembawa berita terkenal. Kami menemukan bukti bahwa korban dan Pak Damar pernah berselingkuh. Dan Anak sulung yang sekarang duduk di kursi Direktur, adalah anak wanita itu."

Nara memotong penjelasan Sam.

"Jadi Pak Damar membunuh selingkuhannya?"

"Wanita itu di bunuh tepat saat dia akan menyiarkan berita ekslusif tentang tragedi yang menewaskan orang tua Ammar. Namun setelah Kami selidiki, bukan berita sungguhan. Melainkan berita yang ia putar balikkan untuk merusak nama baik Pimpinan. Judul berita nya Pimpinan menggelapkan sejumlah uang milik para investor." Sam menunjukkan laporan berita yang akan di bawakan waktu itu.

"Maksud mu, untuk apa Pak Damar membunuh koloni nya. Dan mungkin tuduhan Kita salah, begitu?"

"Tepat.." Sam menjentikkan jari ke arah Nara. Tumben otaknya lancar jaya hari ini.

"Lalu, apakah Direktur Ryan?" tanya Nara lagi.

Sam menggeleng, "Berita itu tak ada sangkut pautnya. Kami memang sedang menyelidiki beliau tentang obat penenang itu, tapi ternyata ia tak ada sangkut pautnya sama sekali. Dia dan Damar murni bekerja sama untuk mengembangkan obat itu. Damar hanya sebagai penyuntik dana. Sedangkan Bu Mina, dia orang yang melakukan pencucian uang untuk Direktur Ryan. Dan Kami menyelidiki lebih dalam, seluruh korban yang terbunuh adalah orang yang pernah bekerja sama dengan Damar. Jadi kemungkinan pelaku merupakan pihak ke tiga yang ada di tengah-tengah Ammar dan Damar."

"Siapa..?" Nara membuka lebar telinganya.

"Entah lah.." Sam semakin bingung, di sisi lain bukti kuat tentang Damar dan tragedi kebakaran sudah ada di tangan mereka. Namun tanpa terungkapnya kasus pembunuhan berantai itu, kasus tersebut takkan bisa di angkat lagi. Ia yakin betul Pembunuhan dan tragedi itu memiliki jalinan yang sama. Antara dendam yang belum usai, atau membalas dendam.

"Aku ingin Kau melakukan tugas penting..." Sam memberi arahan pada Nara, ia yakin Nara bisa melakukannya.

"Hahh..?" Nara mencebik, ia tak yakin melakukan itu dengan baik.

"Aku percayakan ini pada mu." ucap Sam mantap.

...~~...

Setelah seharian di introgasi oleh tim Detektif, Nara pulang ke rumah pukul Tujuh malam. Saat membuka pintu rumah megah itu, ia mendapati pemandangan yang langkah. Yakni lampu ruangan yang menyala terang benderang.

Ia masuk langsung menuju kamar, namun Irene memanggilnya. Ia meminta Nara makan malam bersama Ammar juga.

Ada apa gerangan? biasanya jika matahari terbenam rumah itu seperti tak berpenghuni. Kenapa hari ini mendadak ingin makam malam bersama?

Nara duduk di kursi, pelayan mengambilkan nasi untuknya. Tepat di depannya Ammar duduk. Pandangan mereka bertemu sesaat, mengingat momen samar yang terasa membekas. Nara sungguh merasa malu jika mengingat kejadian itu. Tak lama, mereka saling membuang pandangan lagi.

Irene yang memperhatikan itu hanya menyipitkan matanya. Ia meneguk Wine dengan wajah dingin dan tajam seperti biasa.

"Jadi Kau tadi malam tidur di rumah Nenekmu? Kenapa tidak memberitahu?" tanya Irene membuat detak jantung Nara tak beraturan. Apakah Irene akan memarahinya?

"Tapi Saya..."

"Lain kali beritahu Kami dulu." imbuh Ammar bernada agak ketus. Tentu itu menimbulkan pertanyaan di benak Nara. Apakah Ammar ke sana tanpa sepengetahuan Irene?

"b..baik.." Nara mengangguk, ia menerima tatapan dalam dari Ammar yang seakan menyuruhnya untuk menutup mulut.

Irene memindahkan sorot matanya pada Ammar.

"Kau juga, Aku semalaman mencari mu. Tapi Kau malah tidur di Apartemen. Kau selalu lari dariku jika sedang berselisih."

"Aku malas berdebat." tukas Ammar bertambah ketus.

Kini Nara tau, Ammar pergi dari rumah karena sedang berselisih dengan Irene. Tapi kenapa harus di rumah Neneknya? Padahal ia mempunyai banyak tempat yang lebih layak.

"Bilang pada Para Detektif itu untuk segera mengeluarkan surat penggeledahan di kantor Damar. Besok Aku akan membawakan bukti lengkap mengenai penggelapan dana yang ia lakukan."

"Kenapa Anda tidak menelponnya saja?" Nara memotong, jika untuk menyampaikan hal seperti itu harusnya secara pribadi kan?

"Kau harus menjadi saksi besok, jadi siapkan dirimu." titah Irene sambil tersenyum misterius.

Nara mengangguk saja, walau ia tak tau kesaksian macam apa yang di butuhkan. Kini ia harus berperan ganda. Melakukan apa yang di minta Sam, juga melakukan perintah Irene.

Apapun akan ia sanggupi. Demi mengusut pembunuh Neneknya, benarkah itu ulah Damar yang belum menuntaskan dendamnya. Atau ulah seseorang yang hendak membalas dendam.

...**************...

1
Rina Kurina
Luar biasa
Rina Kurina
Lumayan
handa_seokjin🥀
jdi gtu ending y, oh bahagia y q😘💜💜💜💜💜
f~~
ko jadi inget film India yang judul nya kalo ngga salah arohi atau apa ya lupa
Mis moon: masa iya beb? Otor mah terinspirasi dari drakor😅
total 1 replies
Esti Restianti
suka banget babnya panjang" hihi
Mis moon: iya, otor suka yang panjang2😅
total 1 replies
DPuspita
Ya... sebelum bercerai ke Disneyland dulu, Nara. Abis itu baru cerai 😁
DPuspita
Ada gak ya adegan Ammar ketangkap basah lagi makanin semua snack yg dia ambil dr kamar Nara? 🤔 Pasti mualu banget tuch... 😅
DPuspita
Mungkin bukan perkelahian x ya thor? tapi pertengkaran.
DPuspita: it's okay othor... Soalnya ngebayangin nenek berkelahi dg cucu kok serem amat ya... kecuali neneknya pendekar 😁
total 2 replies
Esti Restianti
ucapan adalah do'a,maka berhati"lah saat akan berucap,terutama kepada anak
Mis moon: iya bener..😘😘😘
total 1 replies
Esti Restianti
aku mampir..
baru bab pertama aja sudah campur aduk gini sih kak,sedih,sakit,dan juga bingung,klu aku jadi Nara aku mending kabur deh
Mis moon: makasih udah mau mampir😘😘😘
total 1 replies
Dee Na
keren Thor, ceritanya menegangkan cm endingnya kurang greget biar lain drpd yg lain lah😂😂
Dee Na: 😂😂😂, demo balik
total 2 replies
Dee Na
pikiranku sama kaya Nara klu Ammar nyuruh seseorang buat "ngurus" mertuanya.
Jannah Nurstiy
bagus
Anis Yafi Mairah
kak Wulan,pengen extra part deh disini🙏🥰
Mystera11
akhirnya tamat...😌 makasih thor utk karyamu ini,,, bener2 bikin penasaran sampe bacanya hrs marathon saking penasaran dgn akhir dari critanya...👏👏👏
Mystera11: 😂😂 aq suka baca crita ttg mafia atau ssuatu yg brhubungan dgn tekateki thor jd qta ngg hanya trpaku dgn alurnya sj tp qta jg dibuat ikut brpikir atw sekedar menerka2 biar otak ngg mumet jg😄😄
total 2 replies
Mystera11
wooowww... critanya keren...
Mystera11
akhir yg pelik,,, 😩
Mystera11
nah...akhirnya trjawab rasa curigaku...
Mystera11
suka sm alurnya thor,,, pnuh tekateki, mskipun dah tamat aq sllu baca berurut. tiap bab reader d buat utk brpikir kritis dan mnduga2😅 aq malah mikir klo Ammar dan irene bukanlah sodara...🤔🤔
Mis moon: hehehhe
total 1 replies
Mystera11
sudah aq duga dr awal...pasti Irene lah pelaku pmbunuhan nenek Nara😌
Mis moon: heheheh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!