WARNING ! JANGAN DI BOOM LIKE! KASIH JEDA WAKTU minimal 3 menitan.
Selamat membaca!
Julia, gadis baik hati yang mempunyai seorang sahabat bernama Dela, namun setiap Julia tertarik pada seorang lelaki, sahabatnya ini selalu menginginkan pria itu.
"Apakah aku harus merelakan Kevin untuk Dela? ataukah aku haru memperjuangkan cintaku?"
Saat Julia ingin memperjuangkankan cintanya, takdir berkata lain, karena Julia terkena penyakit. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Julia bisa sembuh dan berdampingan dengan Kevin, pria yang ia cintai? Atau kan Kevin akan bersanding dengan Dela, sahabat Julia? Skuylah simak kisah Cinta Julia dan Kevin.
jangan lupa like, komen and vote
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cemas
2 hari kemudian...
"hmm.. julia ini kenapa masih belum ada kabar sih.. apa dia pindah planet ya.!" gerutu dela sambil menekan nekan pulpennya ke buku.
"benar del.. sudah beberapa hari ini dia belum masuk sekolah.. " kevin terlihat cemas
"apa sebaiknya nanti sepulang sekolah kita ke rumah julia ya?" usul kevin.
"aish.. aku kemarin sudah dari sana kevin.. tapi pembantunya bilang julia dan kedua ortunya belum pulang." tolak julia
"lalu kau tidak bertanya mereka kemana?" kevin mulia semangat mengharapkan sebuah jawaban yang memuaskan.
"hmm masalahnya tak ada satupun pelayan disana yang mau memberitahuku kevin.."
"hadeehhh.. kau tidak pandai membujuk" ledek kevin memutar mata bosan
"isshh kau ini tau apa sih.. aku itu kemarin sudah memohon-mohon tau.. ish seharusnya pelayan kan yang harus memohon .. lah kenapa aku coba." dela kesal.
"ish sampai segitunya khawatir pada julia.. apa apaan sih. " batin dela
"sekalian saja kau bersimpuh bahkan bersujud pada mereka." ledek kevin lagi
"cih. ih sory ya. nggak level *****." dela berdecak kesal.
***
disisi lain di RS
di luar pintu kamar julia ayah julia mondar mandir.. sambil memegangi kepalanya yang pening.
"pa.. bagaimana ini. hiks.." ibu julia mulai menangis campur cemas
"ma. kita tunggu andre dulu.. semoga julia baik-baik saja." ayah julia mencoba menenangkan.
"baru saja ia sadar dan andre mengatakan kondisinya mulai membaik.. kenapa tiba-tiba julia pingsan lagi sih.. hiks.." ibu julia meremas jari-jarinya mencoba mengalihkan sakit di hatinya.
"aarggh!!! aku tidak mengerti ma. kehidupan memainkan putri kita." ayah julia mengacak rambutnya..
selang beberapa menit kemudian dr. andre pun keluar dari kamar rawat julia dengan raut muka yang agak murung.
ayah julia segera mendekat ke arah dr. andre.
"andre.. katakan.. bagaimana putriku." tanya cepat ayah julia
"iya.. bagaimana kondisi julia. hiks." ibu julia tetap belum bisa tenang.
"maafkan andre om.. andre sudah berusaha semaksimal mungkin.. tapi tuhan berkehendak lain." jawab andre lemas
"maksudnya?!!" ayah julia mulai cemas campur emosi
"kondisi julia kembali memburuk om,.tante.. "
"ti-tidak.. kau pasti salah andre. periksa lagi. tolong. hiks" ibu julia mulai histeris..
"maafkan andre om, tante. tapi ini sudah di luar batas andre.. saat ini.. nyawa julia di tangan tuhan.. kita banyak berdo'a ya.. andre permisi dulu.." andre pun berlalu.
ortu julia pun segera masuk ke dalam.. di belainya wajah ayu putri mereka yang pucat pasi..
"sayang" ibu julia menggenggam tangan julia.
"eennggh" lenguh julia tiba-tiba.
"sayang.. kamu sudah siuman.." ucap ayah julia.. julia hanya m3ngangguk.
"papa akan panggil dr. dulu." ucap ayah julia semangat.. tapi tangan jari lentik julia menahan tangan ayahnya. ayah nya menoleh.. julia menggelengkan kepalanya.
"jangan." ucap julia dengan suara serak parau.
"kenapa sayang." tanya ibu julia.
"jangan.." ucap julia lagi..
"tapi nak-"
"aku mau minta tolong boleh.?" tanya julia dengan nada lemah.. ia bersyukur suaranya bisa keluar lagi.
"boleh.. tentu boleh.. ayo katakan.. kamu mau apa nak" ayah julia girang. begitupun ibunya.
"pa, ma.. tolong ambilkan buku diary julia di kamar.. boleh?:"
"hanya itu? ada lagi?" tanya ayah julia
"itu saja pa.. tolong aga cepat ya.. keburu waktunya habis." jawab julia.
hati ortu julia berdesir.
"apa yang kau bicarakan sayang. jangan ngawur." bantah ayahnya cepat.
julia hanya tersenyum
"baiklah.. papa pulang dulu ya.. assalamu'alaikum."pamit ayah julia.
"wa'alaikum salam." jawab julia dan ibunya.
1 jam kemudian..
ayah julia telah kembali ke Rs beserta buku diary milik julia.
"sayang.. ini bukunya." ucap ayah julia menyodorkan buku diary itu.
"terima kasih pa.. maaf merepotkan." ucap julia
"hush.. jangan berkata begitu." bantah ayah julia.
"heheh"
lalu julia membuka buku itu dan merobek 2 lembar kertas yang telah ia tulisis sesuatu beberapa hari lalu sebelum ia masuk RS.
julia melipat kertas-kertas itu .
"ma, ada pulpen?" tanya julia.. ibu julia segera merogoh tas nya berharap ia membawa pulpen.
"ini nak." ibu julia pun menyodorkan pulpen itu.
julia pun menuliskan nama kevin dan dela di tiap-tiap kertas tadi.
"aku harap.. aku tidak terlambat.. aku.. aku merindukan kalian.. terlebih pada kevin.. ya tuhan jangan ambil nyawaku sebelum aku bertemu mereka.. ku mohon." batin julia
"pa. jam berapa sekarang.." tanya julia.
ayah julia melirik jam tangannya.
"jam 10 sayang. ada apa."
"jam 10 ya.. berarti di sekolah sedang istirahat.. aku boleh minta sesuatu lagi tidak" tanya julia
"tentu boleh." jawab ibu julia mengelus pipi putrinya
"julia ingin bertemu kevin dan dela.. sekarang.." pinta julia memelas.
tanpa pikir panjangpun ortu julia mengiyakan keinginan julia..
sedih bgttt, keren banget ceritanya
knapa mesri mati sich
knapa mesri mati sich
Thor, mau Baksonya yang pedas pakai lontong.
Eh, Julia kamu sakit apa