"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24 - WANITA PENIPU
Rumah keluarga Besar Winasya
Seluruh anggota keluarga Winasya yang terdiri dari Ilham, Alex, dan Sania terlihat sedang berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan pagi mereka sambil mengobrol santai.
"Papa mendapatkan kabar dari Prancis katanya Vincent - sepupu kamu Ilham akan pulang ke Indonesia hari ini,"
"Vincent?! Mau ngapain dia pulang lagi kesini,"
"Iya, Pa. Bukannya dia bilang dia gak akan pernah mau lagi pulang ke Indonesia,"
"Papa juga masih kurang tau alasannya kembali lagi ke Indonesia. Tapi yang jelas dia akan pulang hari ini dia dan katanya ada hal penting yang harus ia beritahu,"
"Tidak seperti biasanya Vincent kembali kesini pasti ada sesuatu yang mau ia rencanakan," - Batin Ilham.
"Aku harus mulai berhati - hati dengan anak itu karena rahasiaku bisa terbongkar olehnya," - Batin Sania.
Drrrrrtttttt....Drrrrrrttttt....Drrrttttt
Suara getaran handphone pun terdengar. Ilham langsung melihat ke layar handphone miliknya. Ia melihat notifikasi pesan dari Silvana.
"Dia sudah boleh pulang dari rumah sakit ternyata. Aku harus segera menjemputnya," - Gumam Ilham.
"Ada apa, Ilham?," tanya Alex.
"Hmmmm....aku harus segera ke rumah sakit sekarang. Aku pergi dulu ya, Pa, Ma,"
...**************...
Rumah Akbar.
Nayla dan Akbar pun telah sampai di rumah. Beberapa pelayan langsung menyambut kepulangan mereka berdua. Nayla berusaha untuk berbaikan dengan Akbar. Tetapi Akbar sedikitpun tidak mau disentuh oleh Nayla.
"Aku harus memperbaiki semuanya," - Gumam Nayla.
...****************...
Rumah Sakit.
Ilham datang untuk menjemput Silvana sambil membawakan sebuah buket bunga mawar berukuran besar.
"Sayang,"
"Ilham, kamu sudah datang,"
"Iya sayang, ini untukmu,"
"Wah, terimakasih sayang,"
"Kamu suka?,"
"Iya sayang, aku suka dengan bunganya,"
"Baguslah jika kamu menyukainya. Yaudah ayo kita pulang sekarang,"
Silvana dan Ilham pun pulang bersama. Ilham mendorong kursi roda Silvana sampai menuju ke parkiran mobil rumah sakit. Sesampainya disana, Ilham langsung membantu Silvana untuk masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu, Ilham pun langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya keluar dari area rumah sakit.
...*****************...
Cafe Millenium.
Vincent yang baru saja sampai di Indonesia langsung mampir di sebuah Cafe yang dulu menjadi tempat favoritnya. Tetapi tanpa sengaja ia bertabrakan dengan Maudy. Mereka berdua sama - sama terkejut saat bertemu kembali setelah bertahun - tahun berlalu semenjak pertemuan mereka untuk pertama kalinya dulu.
"Maudy?!,"
"Vincent?! Kenapa dia bisa ada disini? Matilah aku," - Batin Maudy.
"Aku harus pergi,"
"Tunggu, Maudy. Kamu mau kemana? Kamu mau mencoba kabur dariku wanita brengsek penipu,"
"Apa kamu bilang tadi, Vincent. Coba ulangi sekali lagi,"
"Wanita brengsek penipu,"
*Plak* Maudy menampar pipi Vincent di depan umum sehingga banyak orang yang mulai memperhatikan keributan yang terjadi di antara mereka berdua.
"Beraninya kamu, Maudy,"
"Iya aku berani, kenapa emangnya. Kenapa aku harus takut sama pria bodoh seperti kamu. Asal kamu tau aja ya, aku itu bukan wanita penipu hanya saja aku mengambil apa yang sudah seharusnya jadi milikku. Kamu kan yang ingin menikahi ku dulu jadi aku gak salah jika mengambil beberapa persen dari aset kekayaanmu. Lagipula setelah aku melakukan itu semua kamu gak jatuh miskin juga sampai saat ini aku lihat kamu masih kaya raya,"
"Beraninya kamu?!,"
"Kenapa? Kamu mau tampar aku. Ayo silakan tampar aku. Kau tampar aku sekali saja maka aku akan berteriak dan bilang bahwa kamu telah mencoba untuk menyiksaku. Kamu paham kan soal hukum kekerasan di Indonesia,"
Vincent pun mencoba untuk menahan emosinya. Sementara Maudy langsung menggunakan kesempatan itu untuk kabur sejauh mungkin dari Vincent.
"Maudy, jangan lari,"
"Dasar wanita brengsek penipu,"
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor