Gadis cantik bernama Ryu Jin mengalami penyiksaan dari kedua orang tua angkatnya dan pengkhianatan Alex kekasihnya. Hampir saja ia terbunuh oleh orang-orang Alex dan diselamatkan Guru Ken.
Ia kemudian bertransformasi menjadi seorang ahli pedang dan pengawal tingkat tinggi. Namun ia belum bisa melupakan masa lalunya dan menyimpan bara dendam dihatinya. Takdir membuatnya bertemu dengan Nicholas yang menyewanya untuk menjadi pengawal pribadi Isabel istrinya. Nicholas menawarkan bantuan pada Ryu Jin untuk membalas dendam dan sebagai balasannya Ryu Jin harus menikah dengannya.
Bagaimana akhir kisah mereka, akankah benih cinta tumbuh diantara Nicholas dan Ryu Jin dan bagaimana dengan Isabel istrinya....akankah mereka bisa bersama?
up setiap weekend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part 25: Paman Yoshida
Pagi-pagi sekali kediaman Guru Ken memulai rutinitasnya. Seperti biasa para murid Guru Ken akan bertugas membersihkan asrama mereka. Tiap-tiap orang memiliki tugas masing-masing. Ada yang membersihkan halaman dari dedaunan kering, membersihkan area latihan, mengepel lantai asrama, merapikan futon-futon para siswa, sampai kebersihan kamar mandi dan toliet. Tidak ada satu pun yang bermalas-malasan.
Sementara para pelayan sibuk menyiapkan sarapan pagi bagi Guru Ken dan murid-muridnya. Staff khusus dapur menyiapkan makanan khusus bagi para tamu Guru Ken.
Paman Honzo berkeliling memeriksa para murid dan mengecek pelbagai hal. Didampingi asistennya paman Honzo menginstruksikan untuk membeli dan menyiapkan bahan-bahan makanan ataupun keperluan rumah tangga lainnya. Sang asisten dengan sabar dan teliti mencatat semua perintah Paman Honzo.
Tak berapa lama handphone nya berdering, ia memicingkan matanya dan menggelengkan kepala, Yoshida calling...
Haaaaish....orang ini...menambah panjang daftar kesibukanku saja...sungguh merepotkan...batinnya
" Selamat pagi Tuan...." jawabnya dengan sopan
Diseberang sana Paman Yoshida berbicara panjang lebar dan Paman Honzo hanya mengangguk kan kepala seolah-olah Yoshida ada di depannya. Sesekali handphone nya dijauhkan dari telinganya karena suaranya melengking keras, Paman Honzo hanya bisa menggeleng dan tersenyum.
" Baik Tuan....akan saya persiapkan .." kata Paman Honzo seraya menutup pembicaraan di telepon.
"What a soooo beautiful day..." gumamnya lirih sambil menggeleng
Terbayang sudah apa yang akan terjadi hari ini di benak Paman Honzo. Paman Yoshida memberitahukan kedatangannya siang ini di kediaman Guru Ken. Kali ini bukan kedatangan seperti biasa, beberapa petinggi Yakuza juga turut bersamanya.
Jamuan makan siang harus segera dipersiapkan. Benar-benar membuat pusing bagi pria paruh baya itu. Karena ia harus menyediakan jamuan spesial untuk dua tamu sekaligus untuk Nicholas dan Yoshida tentu saja dengan rombongannya.
...----------------...
Nicholas dan Adrian memulai harinya di kediaman Guru Ken. Adrian sibuk memeriksa beberapa berkas yang telah dikirim melalui email. Nicholas dan Adrian melakukan meeting melalui sambungan Skype, sesekali Adrian mencatat hal-hal penting.
Ruang pribadi Guru Ken dipinjamkan untuk disulap menjadi kantor sementara. Adrian tampak agak kewalahan apalagi tangannya yang patah belum bisa digerakkan. Nicholas pun sesekali membantunya merapikan berkas untuk Adrian.
Sementara Isabel duduk di gazebo ditemani Bibi Ann dan dokter Leah. Ia menikmati suasana pagi yang tenang. meresapi keindahan bunga sakura yang memang beberapa sengaja ditanam di kebun oleh Guru Ken. Semilir angin musim semi suara gemericik air dari air terjun buatan ditambah dengan keindahan sakura benar-benar memberikan rasa rileks untuknya.
" Nyonya...obatnya..." kata Bibi Ann mengingatkan
Isabel tersenyum dan meraih beberapa obat dari tangan Bibi Ann. Dokter Leah memeriksa tekanan darahnya dan menanyakan kondisi Isabel.
" Apa anda merasa tidak enak badan Nyonya?"
" Tidak....aku baik-baik saja Leah..."
" Sebaiknya kita jangan berlama-lama diluar Nyonya cuaca dingin bisa berpengaruh pada kesehatan anda. " dokter Leah mengingatkan
" Leah....aku baik-baik saja...tenanglah ini tidak terlalu dingin...aku sangat menikmati perjalanan ini.." sahut Isabel sambil memejamkan matanya.
...----------------...
Siang itu iring-iringan mobil datang memasuki halaman di kediaman Guru Ken. Beberapa pelayan menyambut kedatangan Paman Yoshida, Paman Honzo tampak setengah berlari menyambutnya. Beberapa pengawal dengan ciri khas tato diseluruh tubuhnya mengikuti dari belakang.
Guru Ken menanti kedatangan Paman Yoshida di sisi lain rumah utama yaitu di Aula pertemuan khusus yang diperuntukkan untuk jamuan para tamunya.
" Kau datang..." sapa Guru Ken
" Yah...seperti yang kau lihat Ken." sahutnya
" Bagaimana Ryu-chan ku apa dia sudah membaik? " tanya Paman Yoshida to the point
" Dia sudah siuman....hanya tinggal memulihkan tenaga dan beristirahat saja."
" Anak itu benar-benar luar biasa....andai dirinya tidak mengetahui ilmu bela diri tubuhnya hancur sudah." kata Paman Yoshida
" Heeem....kau benar racun itu tidak terlalu mematikan hanya dampaknya sangat merusak jaringan tubuh tapi Ryu-chan luar biasa bahkan tubuhnya seolah bisa mengobati dirinya sendiri. " sahut Guru Ken
" Kau benar-benar beruntung menemukannya Ken...dia menjadi muridmu yang istimewa apalagi satu-satunya wanita disini."
" Aaaah....andai aku memiliki putra sudah kunikahkan dia untuk anakku, supaya aku bisa memilki penerus yang kuat dan unggul darinya. " seru Paman Yoshida
Guru Ken terkejut dan tertawa bersama Paman Yoshida.
" Rasanya baru kemarin aku berteriak padanya untuk keluar dari klub milikku, dan lihatlah hari ini Ryu-chan telah menjadi putri kesayanganku." kata Paman Yoshida
" Apa kau ingat saat dia mengamuk dengan membawa samurainya.....dia membuat anak buahmu lari kocar kacir... hahahaha..." ujar Guru Ken mengingatkan Paman Yoshida
" Hahahaha....tentu saja aku ingat...betapa kesal aku padanya waktu itu...rasanya ingin membunuhnya langsung dengan tanganku."
" Bayangkan saja hampir setiap malam dia datang dan membuat keributan menantang satu persatu anggotaku." lanjut Paman Yoshida
" Huh...aku benar-benar pusing dibuatnya dan yang membuatku heran kenapa anak buahku tidak ada satu pun yang bisa mengatasinya." kata Paman Yoshida menggelengkan kepalanya
" Dan kau harus turun tangan sendiri menghadapinya.." sahut Guru Ken terkekeh
" Bagaimana tidak....dia tiba-tiba datang dan masuk ke dalam rumahku, berteriak dan menantang ku. Untunglah saat itu aku sedang berbaik hati padanya jadi kubiarkan saja ia mengoceh. "
" Kutantang dia bermain Shogi ( Catur Jepang) dan tak kusangka dia justru menang telak. Huuuh....luar biasa sekali putri angkatmu itu."
" Otaknya encer seperti kau Ken...padahal jika dipikir-pikir dia bukan asli Jepang bukan?" tanya Paman Yoshida
" Hmmmm....kau benar, aku hanya menemukan dan membawanya kemari." kenang Guru Ken
Paman Honzo datang mendekat dan memberitahukan bahwa makan siang telah siap. Guru Ken mengangguk dan mempersilakan Paman Yoshida menuju ruang makan. Ia kemudian mengedarkan pandangannya lalu bertanya,
" Ken...dimana para tamu itu apa mereka tidak bergabung dengan kita?" tanya Paman Yoshida
" Tidak....mereka ada Di Balai Tamu....tentu saja mereka tidak kuijinkan bersamamu, apa kau lupa dirimu siapa... bisa-bisa tamuku jantungan melihat kau dan yang lain berjajar didepannya.." ujar Gur Ken
" Hahahaha.....ya...ya....ya...kau benar Ken...hanya Ryu-chan ku yang tak pernah gentar berhadapan dengan kami." ujar Paman Yoshida
Mereka pun tertawa bersama dan melanjutkan makan siangnya. Sambil menikmati makan siang sesekali mereka membahas permasalahan penting. Guru Ken kemudian mengajukan pertanyaaan,
" Apa consigliere Cassano menghubungimu?"
" Consigliere...tidak...tepatnya ia tidak menghubungiku secara langsung, hanya orang suruhannya menemui ku beberapa waktu lalu. " jawab Paman Yoshida
" Apa berhubungan dengan penculikan itu? "
" Ah tidak...mereka lebih banyak bertanya tentang kegiatan kami, hanya saja....sewaktu aku menanyakan keberadaan Antonio mereka enggan menjawabnya dan terkesan menutupinya. "
" Apakah hal itu tidak menganggumu? " tanya Guru Ken
" Sedikit...tapi aku abaikan saja...aku malas jika harus berurusan dengan mafia Italia. Lebih baik aku berurusan dengan yang lain..." jawabnya enteng
" Setidaknya drama penculikan sudah berakhir, dan semua kembali dengan normal." sahut Guru Ken sambil menenggak minumannya
" Bolehkah aku menemui Ryu-chan ?" tanya Paman Yoshida
" Tentu setelah ini kita kan menengoknya, dia sudah menantimu dengan sejuta pertanyaan " jawab Guru Ken
" Huh....aku sudah menduganya...apa lebih baik aku pulang saja setelah ini."
" Jika kau siap menghadapi kemarahannya ditempatku silakan ....hahahaha..." sahut Guru Ken sembari tergelak
" Iiissssh .....bahagia sekali kau Ken..."
...----------------...
Ryu Jin baru saja menghabiskan makan malamnya ketika ia mendengar suara lantang mendekati kamarnya. Ia menoleh ke arah pintu kamar, dan sesuai dugaannya Paman Yoshida datang.
" Ryu-chan ku....akhirnya kau siuman...aku kira aku kehilanganmu nak..." seru Paman Yoshida seraya memeluk Ryu Jin
" Aku wanita kuat Paman....mana mungkin aku mati semudah ini." jawab Ryu Jin
" Hahahaha.....aku tau sayang....aku tahu itu..."
" Bagaimana bahumu masih sakit?"
" Tidak Paman....setidaknya tidak sesakit telinga ku saat mendengarmu berteriak.." goda Ryu Jin
" Kau.....hahahaha...anak kurang ajar, bisa-bisanya menggodaku disaat tubuhmu lemah begini bosan hidup kau..." Paman Yoshida tergelak
Yakuza...huh...Yakuza darimana buatku Paman Yoshida tidak ada seram seramnya lihatlah itu suara tawanya saja membuat aku geli...andai tidak ada pengawal bertato di depan kamarku tidak ada yang percaya dia pemimpin Yakuza itu....batin Ryu Jin
Paman Yoshida sangat menyayangi Ryu Jin, sejak ia terpesona dengan kecantikan dan keberanian Ryu Jin menantangnya.
Paman Yoshida adalah salah satu pemimpin Yakuza yang disegani di Jepang. Jaringannya berada dimana-mana terselebung diantara pemerintahan dan negara-negara lain.
Ciri khasnya dengan tato hampir diseluruh tubuhnya. Bagi Yakuza tato itu adalah sebuah perlambang dari kehidupan Yakuza secara simbolis. Jika anggota geng lain menganggap tato sebagai lambang superioritas mereka, Yakuza menganggapnya sebagai lambang spiritual dan kesetiaan. Pembuatan tato Yakuza masih dilakukan secara tradisional yang disebut Irezume, yang jauh lebih menyakitkan jika dibandingkan dengan cara modern.
Pan Yoshida dan Guru Ken berteman baik sejak lama. Hubungan mereka seperti layaknya simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan. Mereka saling membantu jika salah satu berada dalam kesulitan. Saling menghibur saat sedih dan tertawa bersama saat senang.
uda seribu purnama saya gk
say hello.... jd rindu
padahal saya gk d rindukan 🤣🤣🤣🤣🤣
Wkwkwkwkwkkwkkkk
Hanzo yg ada di anime Naruto..