NovelToon NovelToon
My Ustadz Is My Husband

My Ustadz Is My Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: سسكي

happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon سسكي, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 24

Cika, Novi, dan Dinda berjalan beriringan menuju masjid untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah. Tawa ringan mengiringi langkah kaki ketiga gadis itu.

"Vi, Din. Kenapa ya, aku ngerasa selalu ada yang mengawasi aku akhir-akhir ini," kata Cika merasa risih.

"Siapa, Cika? Jangan-jangan ada yang niat jahat pada kamu," jawab Novi.

"Jangan suudzon dulu, Vi dan kamu Cika mungkin perasaan kamu aja, nggak ada orang yang jahat kok disini. Yang mengawasi kamu itu malaikat itu baru benar," timpal Dinda.

"Iya mungkin sih," sahut Cika menyetujui perkataan Dinda.

Perbincangan mereka bertiga berlanjut panjang sampai di masjid.

Setelah selesai sholat, para santri mengikuti kelas mengkaji kitab oleh ustadz dan ustadzah yang ahli dalam bidang itu hingga pukul lima sore.

Selepas kegiatan ngaji kitab, santri diberi waktu untuk beristirahat sebentar dan bersiap-siap berbenah diri untuk melaksanakan kegiatan sholat magrib berjama'ah.

***

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan. Dua bulan telah berlalu, hari ini adalah kepulangan Ustadz Hafid.

Cika sudah berpakaian rapi siang itu, siap-siap akan menjemput Ustadz Hafid di bandara.

Senyum tipis terus terukir di bibir mungilnya, tidak sabar menunggu kepulangan sang pujaan hatinya.

"Sini dulu, Cika." Novi dan Dinda menarik tangan Cika untuk duduk di sisi ranjang.

"Kalian mau apa sih? Aku mau pergi nih!" tutur Cika dengan nada ketus.

"Bentar dulu Cika, kamu harus dandan sebelum pergi jemput suami tercinta kamu tuh, biar tambah cantik , iya 'kan, Din?" tanya Novi meminta persetujuan Dinda.

"Iya, Cika. Kamu tahu ... berhias diri untuk suami itu mendapatkan pahala yang sangat dan sangat besar sekali," ujar Dinda penuh penekanan.

"Din, kecilkan volume suara kamu. Takut kedengaran yang lainnya," ucap Novi memperingati.

Dinda mengangguk paham.

Pernikahan Cika masih dirahasiakan kepada teman-teman lainnya, hanya Novi dan Dinda yang mengetahuinya.

Cika menggelengkan kepalanya cepat. "Aku nggak mau dandan! Aku udah cantik kok," katanya menolak keras.

"Eh, Cika! Kamu harus hati-hati sekarang tuh banyak pelakor. Mau Ustadz Hafid berpaling? Dan nikah lagi?" Novi menakuti-nakuti Cika, supaya sahabat itu mau didandani.

"Trus kamu ditinggalin, ih ... 'kan seram jadi janda diusia yang kamu masih muda. Banyak loh kasus seperti itu sekarang." Dinda ikut-ikutan.

"Kalian berdua jangan menyamakan Ustadz Hafid dengan pria yang diluar sana. Ustadz Hafid bukan gitu orangnya, dia bilang aku istri satu-satunya selamanya," jelas Cika, ia memekik kesal dalam hatinya melihat kedua sahabatnya itu yang masih saja keras kepala untuk mendandani dirinya. Akhirnya, ia pasrah saja.

Cukup lima menit, Novi dan Dinda selesai mendadani Cika dengan alat make-up seadanya.

"Nah 'kan tambah cantik."

"Uww cantik banget. Kita hebat juga, Vi."

Dinda dan Novi bertos ria, sementara Cika hanya diam mematung memperhatikan wajahnya, "Bibir aku, kenapa merah sekali? Kalian pikir aku emak-emak yang dandan menor?!" tanyanya sengit. Cika langsung menghapus lipstick di bibirnya.

"Biar Ustadz Hafid tergoda," sahut Novi dan Dinda serentak, keduanya tertawa cengengesan membuat Cika kian kesal.

"Aduh!"

"Aduh!"

Jerit Dinda dan Novi kesakitan, saat Cika mencubit pinggangnya.

"Bukan seberapa itu, berdebat dengan kalian bikin waktuku habis tahu ...." Cika langsung pergi ke luar dari asrama. Menghentakkan kakinya kesal.

****

Pintu kedatangan bandara di kota itu terlihat sangat padat. Cika masih setia menunggu bersama Ustadzah Laili, dan Ustadz Andre di sampingnya. Menunggu kedatangan ustadz Hafid dibalik pagar pembatas.

Pandangan Cika tidak berpaling dari pintu menelisik tiap celah untuk menemukan Ustadz Hafid.

"Ustadz Hafid!" Cika berteriak histeris, melambaikan tangan ke atas.

Pria yang menggunakan kemeja navy blue itu, menoleh ke arah sumber suara yang memanggil namanya.

Ia tersenyum tipis, melihat gadis yang selama ini dirindukan. Dengan langkah cepat Ustadz Hafid berjalan ke arah istri kecilnya. Tidak sabar ingin memeluk tubuh mungilnya istri kecilnya.

"Rindu." Ucapan itu keluar bersamaan dari bibir kedua insan tersebut. Cika meraih punggung tangan Ustadz Hafid lalu menciumnya.

Ustadz Hafid menarik tubuh Cika ke dalam dekapannya. Melepaskan kerinduannya selama ini.

Tidak ada penolakan dari Cika, ia juga tidak dapat membohongi perasaannya. Ia juga sangat rindu.

"Kenapa kurus sekarang? Pipinya nggak tembem lagi?" tanya Ustadz Hafid menarik lembut pipi Cika.

"Jarang makan, Tadz. Cika mau makan kalau disuapin sama, Ustadz," ucapnya dengan manja.

Ustadz Hafid terkekeh kecil mendengarnya, ingin mencium puncak kening Cika. Namun, tindakannya terhenti.

"Fid, tempat umum nih," ujar Ustadz Andre menggoda.

"Nggih, Ndre."

"Kak, adek sendiri dilupain." Ustadzah Laili meraih punggung tangan kakaknya itu dan menciumnya. Wanita ini juga rindu dengan kakaknya, ia memeluk tubuh Ustadz Hafid.

Cika menjauhkan tubuhnya sedikit dari Ustadz Hafid, memberikan celah untuk Ustadzah Laili mengobrol dengan Ustadz Hafid.

"Mana mungkin, Dek." Ustadz Hafid mengusap lembut kepala Ustadzah Laili yang dibaluti jilbab itu.

Kriuk! Kriuk! Kriuk!

Perut Cika berbunyi, cacing-cacing dalam perutnya itu sudah berdemo kelaparan. Cika malu, mendengar bunyi perutnya itu," Tadz, ayo kita pulang. Udah lapar!" Cika sudah merengek.

Ustadz Hafid mengangguk setuju. Meraih tangan Cika dan menggengam dengan erat. Mereka berdua berjalan bersama menuju mobil.

"Tadz, kok aku baru sadar Ustadz Hafid ganteng."

"Hm. Baru nyadar suamimu ganteng?"' tanyanya menaikkan sebelah alisnya.

"Hehehe ...." Cika tertawa cengengesan memperlihatkan sederet giginya yang rapi. Ustadz Hafid dibuat gemas melihat tingkah laku Cika.

1
pretty girl's
luar biasa
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪🙏🏻
egata_syla
heh aku udah berkaca" malah masuk lagi air matanya😭
LalanaStr
wkwkwk
bunda syifa
Luar biasa
bunda syifa
lah langsung cinta aja si ustadz, apa yg kemaren adalah kesempatan dalam kesempitan
Ella Ella
capek bacanya Thor ..kurang suka sm karakter Cika ,kpn dewasanya
Ella Ella
kurang suka karakter Chika ,kekanakan
Susanti Susanti
Luar biasa
Andina Jahanara
Ini kok berduaan ya? padahal bukan mahram
Mutia
aku kalo nakal gitu juga, nekatan banget🤣🤣🤣😂😂😂
karissa 🧘🧘😑ditama
adoohhhj kacaau dah akhh
karissa 🧘🧘😑ditama
ampoooonnn dehhh makk akhh🤣🤣🤣🥴🥴
Mursiti Elbina
Maa syaa Allah langsung terbayang suara beliau Thor,kalau ada quotes atau kata-kata dari beliau ini adem rasanya maa syaa Allah,
sashi kirana
Luar biasa
Hesti Hesti
Lumayan
Sulaiman Efendy
SIALAN,, TERNYATA PRANK MIMPI..
Sulaiman Efendy
JIAHHH ENDINGNYA MLH SEDIH, GK SERU BANGET CERITANYA
Sulaiman Efendy
KOQ GK DIJELASIN SIAPA COWOK YG SUKA SAMA CIKA, TRUS GMN PRASAAN ANDRE KE CIKA, TRUS APA IVAN & AUDY SDH TAU CIKA SDH NIKAH
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!