setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yang sebenarnya
Di sisi lain, ifan kembali ke rumah orang tuanya.Dia berjalan dan masuk ke dalam rumah, terlihat seorang wanita yang duduk di sofa, dan surya yang berdiri di sampingnya. Wanita tersebut adalah ibu Tiri dari ifan yaitu Elga
Ifan mengepal jari jemari tangannya dan menghampiri surya, sebuah pukulan melayang dan menghantam pipi kanan nya
“Apa yang kau lakukan” ucap Elga sambil membantu putranya yang tersungkur di lantai
“Jaga putramu itu dengan baik, jika sampai dia mengganggu rencana yang sudah aku buat, aku pastikan dia akan sengsara seumur hidupnya” jawab ifan dengan penuh amarah. Ya inilah sifat ifan yang sebenarnya, semua yang dia katakan pada Tasya hanyalah bualan belaka
“Kau itu pria gila” teriak surya
“Surya jangan” ucap Elga yang mencoba menghentikan amarah surya
“Lepaskan aku ibu, sudah cukup kita di permainkan oleh nya” balas surya. Elga semkain khawatir, dia takut akan terjadi sesuatu kepada surya jika dia berani mengusik ifan. Surya menepis tangan ibunya dan berjalan mendekati ifan, matanya memerah, dan ujung bibir nya robek lantaran di pukul oleh ifan tadi
“Kali ini kau tidak akan mendapatkan nya, aku sudah mengirimkan sesuatu yang akan membuat Tasya mengetahui segalanya. Dia akan tau siapa kau sebenarnya” surya juga mengatakan jika pembunuhan yang terjadi di dekat rumah Tasya adalah perbuatannya.Elga terkejut mendengar ucapaan surya, ternyata pembunuhan yang terjadi di komplek dekat rumah Tasya adalah perbuatan surya untuk mengecoh ifan agar dia pulang menemuinya. Ifan semakin geram, amarahnya memuncak. Dia kembali menghajar surya dengan membabi buta
“Kau!!”teriak ifan
Elga hanya bisa menangis mencoba menghentikan kedua putranya yang sedang saling menyakiti satu sama lain
“Hentikan ifan, hentikan” teriak Elga. Surya terkapar di lantai dengan luka di wajahnya, Elga langsung mendekap anaknya yang tengah merintih menahan sakit
“Apa yang kau lakukan, dia Adik mu” ucap tangis Elga. Ifan hanya terdiam dingin menatap mereka berdua, Tak bergeming sedikitpun melihat surya yang terkapar di hadapannya
“Cepat, singkirkan semua kaki tangan surya. Jangan sampai ada satu orang pun yang berhasil lolos dan menemui Tasya” ucap ifan kepada bawahan nya
“Aku tidak akan melakukan ini jika kalian tidak mencampuri urusan ku, tapi sekarang semuanya bisa saja hancur. Aku tidak akan membiarkan nya terjadi” ifan menyuruh kaki tangannya yang lain untuk membawa surya dan mengasingkan nya di sebuah pulau agar dia tidak bisa mengganggu rencana nya
Elga menangis dan memohon pada ifan agar dia tidak membawa putranya, dia menangis bahkan sampai berlutut di kaki ifan namun ifan hanya terdiam menatap dingin kepada mereka
“Aku mohon, aku mohon... jangan bawa dia. Dia adalah adikmu ifan, aku akan melakukan apapun untukmu. Tapi aku mohon jangan bawa putraku” pinta Elga menangis dan memohon
Ifan membungkukkan tubuhnya dan menatap Elga dengan tatapan tajam
“Saat dulu aku memohon padamu seperti ini, apa kau melepaskan ibuku? Apa kau melepaskan nya!!” Teriak ifan pada Elga
“Jangan angkat suaramu pada ibuku” teriak surya
“Diam kau!!” Balas ifan semakin marah
“Kau memisahkan aku dengan ibu ku, kau menyiksanya sampai dia mati dengan mengenaskan. Apa kau pernah mendengar permohonan ku? Tidak. Kau tidak memperdulikan kami, kau hanya ingin menyingkirkan aku dan ibuku” timpal ifan. Terlihat amarah dan kebencian yang terpancar dari mata ifan ketika dia melihat Elga dan juga surya. Dia mengingat akan kenangan dulu yang di lihatnya ketika elga menyiksa ibunya dengan sangat kejam
“Itu adalah salahku, bukan salah surya. Dia tidak bersalah. Tolong lepaskan putraku” ucap Elga kembali memohon pada surya
“Aku bisa saja menjebloskan nya langsung ke penjara dengan kasus pembunuhan yang dia lakukan. Tapi aku tidak melakukannya, apa nanti kata orang orang saat tau adik dari ifan Rahardian menghabisi nyawa orang lain. Dan apa kata ayah nanti saat dia tau, coba pikirkan. Seharunya kau bersyukur aku tidak menjebloskan nya ke dalam penjara”ucap ifan. Surya langsung di seret oleh kaki tangan ifan, Seberapapun surya mencoba melepaskan dirinya tapi dia tak bisa, Elga menangis histeris melihat putranya yang akan di asingkan
“Tidak, jangan bawa putraku” teriak Elga sambil mencoba membantu surya. Usahanya gagal, dia di dorong oleh pria yang sedang menyeret surya sampai terjatuh di lantai
“Ibu” ucap surya ketika melihat ibunya terjatuh
“Kau” Elga menujuk ke arah ifan dengan amarah dan kebencian padanya
“Kau akan mendapatkan karma dari perbuatan mu. Kau akan mendapatkan buah dari apa yang kau tanam. Kau tidak akan bahagia seumur hidupmu” teriak Elga. Ifan hanya tersenyum miring melihat wanita yang dulu menyiksa ibu dan dirinya menangis dan memohon padanya
“Karma? Oh sepertinya sekarang kau sedang mendapatkan buah dari apa yang kau tanam dulu” ucap ifan menyeringai. Elga terdiam, dia tak bisa berkata kata karena memang ini mungkin adalah karma atas perbuatannya dulu pada ifan dan juga ibunya
“Jika kau menjaga dan merawat ayahku dengan baik, aku tidak akan menyakiti putra mu itu” timpal ifan lalu pergi meninggalkan Elga yang masih tergeletak di lantai
**************************************
Sementara itu, di sisi lain ada Tasya yang hendak pergi bersama raya, mereka sudah berjanji akan bertemu di suatu tenpat
“Kenapa raya belum datang? Ini sudah jam 7 malam” ucap Tasya. Dari kejauhan terlihat seorang pria berpakaian hitam dan memakai topi berjalan menghampiri Tasya, dia teringat kejadian yang terjadi kemarin malam. Pikirannya kacau, dia ketakutan lalu berlari
Pria tersebut mengejar Tasya dan memanggilnya. Tasya terus berlari sambil menangis. Pikirannya kacau, lalu dia masuk ke dalam gang dan ternyata jalan buntu. Tasya berbalik melihat ke arah pria tersebut
Tubuhnya gemetar saat pria itu terus berjalan mendekatinya
“Tunggu” ucap pria tersebut. Ketika dia merogoh kantong jaketnya, raya datang dari belakang dan memukul kepala pria tersebut degan kayu
Pria tersebut terjatuh, namun dia segera bangkit dan menarik rambut raya sampai dia menangis histeris dan berteriak. Tasya mencoba melepaskan raya, Tasya tak tinggal diam, dia mengambil kayu yang di bawa oleh raya tadi lalu memukul pria tersebut
Tasya di dorong oleh sang pria lalu tersungkur di tanah. Dengan berusaha keras raya melepaskan dirinya dari Cengkraman pria tersebut
Raya di hempaskan oleh pria tersebut sampi dia terjatuh dan kepalanya terbentur dan berdarah, pria tersbut berjalan mendekati Tasya. Raya tak tinggal diam, dia melihat ada besi tajam di sampingnya
“Jangan dekati dia” ucap raya lalu menancapkan besi tersebut ke dalam perut sang pria. Tangan raya bergetar, dia menangis melihat darah membasahi tangannya. Pria tersebut terjatuh di depan raya sambil merintih kesakitan
Tasya memeluk raya yang tengah menangis dan terlihat ketakutan melihat tangannya yang penuh dengan darah. Pria tersebut ahirnya pergi meningalkan raya dan Tasya ketika mendengar suara yang memanggil Tasya
“Aku.... melukai seseorang. Aku melukainya” ucap raya sambil menangis histeris. Tasya memeluk temannya tersebut sambil mencoba menenangkan nya. Tak lama kemudian, helmi datang menghampiri mereka berdua
Dia terkejut melihat keadaan Tasya dan juga raya
“Kalian tidak papa” tanya helmi. Karena syok, raya pingsan di pelukan Tasya. Helmi segera membopong raya dan membawanya ke mobil lalu pergi ke rumah sakit
BERSAMBUNG.....
Jan lupa like komen vote share and pavorit nya😊