Kehidupan Bryan Lionel Woodrow (30) yang penuh misteri. Pemuda tampan menawan memiliki sejuta pesona dan misteri. Bahkan di setiap langkah pemuda ini selalu menebar senyum tipis menawan, tetapi palsu.
Bryan sendiri adalah seorang Komisaris di Woodrow Corporations sekaligus Dosen baik hati serta jadi idola kaum hawa. Dia adalah sosok sempurna bagi semua orang, tetapi siapa tahu kalau dirinya adalah psychopath sejati yang menakutkan.
Angelica Sonja Cornelius (20) mahasiswa populer, primadona kampus. Gadis baik hati, polos dan ramah. Dia juga memiliki segudang prestasi membuatnya menjadi idol para Mahasiswa.
Siapa sangka Angel sangat mengidolakan sang Dosen (Bryan), hingga suatu hari mengetahui rahasia sang Dosen. Angelica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Dosen favoritnya adalah seorang psychopath.
Mampukah Bryan melabuhkan hati serta menjadikan Mahasiswinya sebagai tambatan hati?
Rahasia kelam membuat Bryan menjadi iblis berkedok malaikat. Akankah Angel bisa menerima Bryan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL – Tranquilizers!
"Bagai rembulan yang sangat cantik, aku mengagumi.
Rembulan indah yang menyinari bumi saat malam kelam, dan kamu menyinari diriku saat terpuruk dalam duka.
Bagai sang surya menyinari bumi tanpa lelah, begitu pun dirimu yang menyinariku tanpa peduli petang.
Wahai sang surya, teruslah bersinar agar aku terus diterangi olehnya!" sair Bryan tersenyum teduh menatap Angelica.
"Wow, Pak Bryan! Aku baru sadar kalau Bapak pandai buat puisi. Aku sangat kagum ....!!!" seru Angelica penuh kekaguman.
"Kamu itu. Hai, istriku sayang. Sair itu buat dirimu, jadi bagaimana, apa kamu suka dengan sairnya?" tanya Bryan lembut sembari mencium kening Angelica mesra.
Angelic menangis haru mendengar ucapan Bryan. Dia sangat senang, Bryan memanggilnya dengan sebutan Istriku. Rasanya melayang sampai Nirwana, dan dia tambah bahagia saat mendapatkan sair indah. Sungguh Angelica wanita paling bahagia di dunia.
"Aku sangat bahagia mendengarnya. Aku sangat mencintaimu, Bryan. Hiks, jangan pernah berubah, tetaplah begini penuh cinta. Aku sangat bahagia mendapatkanmu!" pinta Angelica lembut sembari mencium rahang tegas Bryan penuh perasaan.
"Aku yang seharusnya bilang begitu. Aku juga sangat mencintaimu, Angel. Jangan pernah lari dari ku saat kamu tahu kebenaran tentangku. Aku bukan lelaki yang baik, melainkan lelaki brengsek!" tegas Bryan seraya menangkup pipi gembil Angelica.
"Aku sangat mencintaimu, Bryan. Hatiku yang memilihmu sebagai pendamping hidupku. Diri ini tidak akan lari, jikalau itu terjadi, maka tempatku untuk pulang hanya pada mu. Seberapa jauh aku berlari, yang pasti aku akan kembali lagi padamu. Jadi tidak perlu khawatir untuk itu!" pungkas Angelica lembut seraya menangkup rahang tegas Bryan penuh perasaan.
"Kamu terlalu mencintaiku, tapi aku sangat senang mendengarnya. Sebisa mungkin aku akan mempertahankan kamu jikalau ada musuh memintamu. Biarpun nyawa menjadi taruhan, aku pasti akan mempertahankan hubungan kita. Lalu aku akan mengejarmu jika kamu lari. Aku akan berusaha mempertahankan hubungan ini walau retak. Karena bagiku, kamu patut di pertahankan dengan nyawa!" tegas Bryan penuh keseriusan.
Angelica tidak mampu membalas perkataan Bryan. Hanya derai air mata haru mengiringi senyum manis.
"Bryan, hiks. Aku sangat mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu, Angel."
Mereka berciuman penuh makna. Tidak ada lumatan dan gairah. Ini hanya ciuman sebatas menyalurkan perasaan yang besar. Ciuman sangat dalam yang serat akan makna. Entah kenapa, Bryan merasakan firasat buruk yang akan terjadi pada hubungan mereka.
Bryan memperdalam ciumannya. Hingga bunyi telepon menghentikan kegiatan mereka. Dia tersenyum kecut merasakan kegiatan panas terganggu.
"Hello, What?" ucap Bryan sebal.
"Hello, My Brother. Aku berharap sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Ah jangan, nanti jiwa Psychopath-mu kambuh setelah beberapa hari tidak aktif!" cetus pemuda penelepon.
"Apa maumu? Jangan bertele-tele, karena aku akan mempertahankan milikku sampai mati. Aku tidak peduli jika kamu Adikku, karena aku sudah muak dengan tingkahmu. Kita akan bersaing. Lakukan apa maumu!" tegas Bryan terlihat sangat marah. Ia memutus sambungan sebelum Bryce menjawab.
"Bryan, ada apa? Kenapa berbicara begitu emosi? Dia Adikmu, kan? Tapi kenapa bisa begitu? Jawab aku, Bryan!" tandas Angelica khawatir dan penasaran.
"Dia menyukaimu, dan dia ingin merebutmu dariku. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi, karena kamu milikku!" marah Bryan.
Angelica terperangah mendengar ucapan Bryan. Dia tidak salah dengar kan Kekasih yang sangat dia cintai dan sayangi menanggung beban begitu berat. Siapa Adik, Bryan, kenapa dia begitu tega merusak kebahagiaan Kakaknya?
"Bryan, dengar. Aku tidak akan meninggalkan kamu dan tidak akan pernah pergi. Mari berjuang mempertahankan hubungan kita. Tidak akan ada orang lain di antara kita. Jangan takut!" tegas Angelica menenangkan sang kekasih.
"Kamu benar, Angel. Mari kita berjuang bersama mempertahankan hubungan ini. Terima kasih, Sayang!"