NovelToon NovelToon
Dunia Akan Lebih Baik Jika Kita Bersama

Dunia Akan Lebih Baik Jika Kita Bersama

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:108.5k
Nilai: 5
Nama Author: Liu woile

Denisa tak menduga perjalanan cinta jarak jauhnya dengan Rayend berakhir dengan kenyataan kalau Denisa lah menjadi orang ketiga di pernikahan Rayend. Lalu pertemuan tidak sengaja dalam sebuah kecelakaan membawa Denisa bertemu sosok lelaki yang selanjutnya selalu muncul tiap Denisa mengalami kesusahan. Lelaki itupun mulai menunjukkan ketertarikan kepada Denisa. Namun Disisi lain lelaki itu juga mempunyai trauma masa lalu yang kelak akan mempengaruhi hubungan cintanya dengan Denisa. Sanggupkah mereka terus bersama menghadapi setiap masalah yang silih berganti menggoyahkan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liu woile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembuktian perasaan

Catra menghela nafas panjang. Memandang Denisa dengan intens. Sementara Denisa hanya berani menatap Catra sebentar dan langsung menunduk sambil menerka apa isi hati Catra. Setelah beberapa saat akhirnya Catra menepuk punggung Denisa lembut.

" Baiklah kalau itu mau kamu. Disini posisi ku hanya mensupport kamu saja. Semua keputusan ada di kamu. Semoga ini tidak menjadi penyesalan dikemudian hari "

Mata Denisa berbinar ceria " Terima kasih banyak ya" sekarang dia sudah berani menatap Catra.

" Tapi ada beberapa permintaan dari aku, apakah kamu bisa wujudkan? " ujar Catra

" Apa?"

" Aku tidak ingin kamu tinggal lagi ketempat kost itu. Dan perjanjian damai itu haruslah jangan terlalu mudah. Harus dibuat berliku. Nanti biar aku yang mengurusnya" ujar Catra sambil menyeringai.

" Yang pertama oke. Yang ke dua... please tra. Sudahi saja, kasihan menyiksa orang terlalu lama. Aku yakin dia cukup kapok"

Catra hanya menaikkan bahunya

" Please tra..." Denisa memohon

" Baiklah " ujar Catra sedikit tak rela.

" Nah gitu dong" Denisa tersenyum ceria.

Catra merasakan detak jantung nya berpacu lebih cepat melihat senyum lepas Denisa.

Kebahagiaan tampak begitu menguasai Denisa. Sehingga tanpa sadar dia berkata "Peluk sini peluk " sambil merentangkan kedua tangannya. Catra terdiam sejenak meredakan detak jantung nya. Lalu bahasa tubuhnya seolah berkata silahkan untuk permintaan Denisa.

Denisa menggeser tubuhnya untuk memeluk Catra. " Terima kasih banyak ya " ujarnya terdengar sangat lembut ditelinga Catra.

Catra terhanyut dalam pelukan dan suara Denisa. Ini kali ke tiga dia berpelukan atau memeluk Denisa. Pertama ketika Kecelakaan kereta, kedua ketika Denisa di bully warga dan saat ini. Tentunya pelukan saat ini terasa sangat berbeda untuknya. Tanpa sadar tangan Catra membelai rambut Denisa dengan lembut.

Dan Denisa pun merasakan sedikit terhanyut dalam pelukan itu dan semakin mengeratkan lingkar lengannya ditubuh Catra. Wajahnya sepenuhnya berada tepat disamping leher Catra. Hembusan nafas Denisa dileher Catra membawa getaran aneh di hati Catra

Namun Catra tersenyum dalam hati. Dia seolah mendapat jawaban pasti dari pertanyaan nya selama ini. Dan Catra merasa senang karena ternyata orientasi seksualnya tidak menyimpang karena selama hidupnya takut berinteraksi dengan wanita. Nyatanya dirinya saat ini merasakan ketertarikan yang dalam dengan wanita di dalam pelukannya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan Catra berbisik ditelinga Denisa " Niat aku menikahi mu. Tolong dipikirkan lagi. Kita sudah sedekat ini apakah belum cukup dijadikan alasan kita melangkah bersama "

Denisa sedikit kaget dengan perkataan Catra dan perlahan melepaskan pelukannya. Wajah Denisa terlihat malu. Catra tersenyum " Lihat wajah kamu merah. Kamu seperti anak abg lagi kasmaran saja " ledeknya

Denisa melotot ke arah Catra.

" Lihat mata kamu melotot kaya ikan lohan lagi marah"

" Catra...." Denisa berteriak sambil berusaha mencubit Catra. Catra menghindari Denisa dan berlari kedalam rumah. Denisa mengejarnya lalu Catra berlari kecil ke arah Bu Ratni yang sedang menonton tv.

" Bu... tolong.. mau dicubit orang galak" teriaknya ke Bu Ratni. Dan duduk disamping Bu Ratni seolah olah ingin sembunyi padahal badannya lebih besar dari Bu Ratni.

Denisa berhenti di sebelah kiri Bu Ratni dan Catra disebelah kanan.

" Dih geer, siapa yang mau cubit kamu. Orang salah memang suka ketakutan sendiri." ujar Denisa sambil berpura pura nonton tv.

" Dih tadi ngejar mau nyubit" ujar Catra sambil ikutan melihat ke arah TV.

" Kena.." Denisa berteriak kegirangan ketika berhasil mencubit Catra yang lengah.

Bersamaan dengan Catra yang berpura menggaduh kesakitan " Aduh sakit" teriaknya.

Denisa tersenyum merasa menang. Bu Ratni hanya menggeleng melihat tingkah mereka berdua.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Sore ini Denisa akan mengambil motornya ke bengkel milik Gilang. Tadi pagi Catra sempat memaksa nya untuk menyuruh orang bengkel saja untuk mengantar motor kerumah. Tapi Denisa menolak dengan alasan kalau ada yang masih tidak enak dari motornya bisa langsung di setel mesinnya. Catra akhirnya hanya bisa membiarkan Denisa mengambil motornya sendiri. Tak lupa dia mengingatkan Denisa untuk membawa helm dan jaketnya.

Selesai jam kerja Denisa memesan ojek online untuk menuju ke bengkel Gilang. Sampai disana ternyata Gilang sudah menunggu nya.

Denisa menyapa Gilang dengan ramah " Sore mas Gilang " sambil menjulurkan tangan nya untuk bersalaman.

" Hai Denisa, panggil aku Gilang aja ya " menyambut uluran tangan Denisa .

" Baik.. Oh ya motor nya gimana ? udah oke semua?" tanya Denisa sambil menunjuk motornya.

" Beres dong kamu test aja "

Denisa pun permisi untuk segera mengetes motornya dan ternyata semua sudah sesuai.

" Oh ya berapa biayanya?" tanya Denisa setelah selesai mengetes motornya.

" Biaya sudah dibereskan Catra" ujar Gilang sambil tertawa.

" Ok baik lah. Hutang ku makin banyak saja " ujar Denisa sambil mengambil helm nya. Melihat Denisa yang tampaknya ingin segera pergi, Gilang mencoba menahannya.

" Bisa kita ngobrol sebentar?" tanya Gilang. Denisa mengangguk lalu Gilang mengajak Denisa masuk ke dalam kantor yang terletak di salah satu sudut bengkel.

" Mau minum apa? " tanya Gilang

" Tidak usah repot-repot , aku bawa Tumbler minum" ujar Denisa sambil menunjuk ke tasnya.

" Oh ya. dengar-dengar kamu tidak melanjutkan kasus dan memilih jalan damai?"

" Iya, Catra sudah cerita ya? "

" Kenapa ?" Tanya Gilang serius.

" Sebenarnya aku tak suka keributan. Mau hidup yang damai dan tenang saja. Salah faham sudah berlalu. Yang salah pun sudah minta maaf. Buatku itu cukup''

" Tapi nama baik kamu tercoreng"

" Biarlah, kan mereka juga janji akan membersihkan namaku. Lagipula aku kan tidak akan tinggal disitu lagi. Duniaku tidak terlalu luas, jadi pindah ketempat lain pun tak akan ada yang mengenalku."

" Tapi ulah mereka akan menyisakan trauma di diri kamu nantinya. "

" Gilang please.. kamu lagi tidak disuruh Catra untuk mempengaruhi aku kan?" potong Denisa cepat. Seakan akan tau arah pembicaraan nya.

" Sudah tau rupanya." ujar Gilang sambil tertawa lebar.

" Aku tidak akan apa-apa tenang saja. Terima kasih atas kebaikan dan bantuan kamu buat ku sampai saat ini Gilang" ujar Denisa tulus.

" Aku tidak melakukan apa-apa kok, justru Catra lah yang banyak berperan dalam membantu mu"

" Kalau hal itu jangan diragukan lagi. Dia seperti malaikat yang dikirim untuk menjagaku"

" Apa benar kalian bertemu di kecelakaan kereta itu?" tanya Gilang ingin tau.

" Iya Lang"

" Kamu tau ga sih? Ini kali pertama Catra bisa dekat dengan wanita"

" Oh ya? Aku pasti ga tau. Kan aku belum lama kenal dia"

Gilang tersenyum jahil kepada Denisa " Aku udah kenal Catra dari sekolah menengah pertama"

"Oh ya.. Senangnya punya sahabat sejati yang sudah bersama sejak lama" ujar denisa kagum.

" Kamu mau dengar cerita rahasia tentang Catra tidak?"

" Apakah aku pantas mendengar nya.?"

" Pantas lah. Aku lihat hubungan kalian lumayan dekat"

" Tapi kok aku merasa kamu akan bergosip ria" Denisa tertawa pelan

1
Elly Supriaty
Bravo Author dari pertama baca sampe akhir aku sangat suka novel mu thor ,....
smg sll sehat thor ,sll sukses dengan karya mu yg semangkin greget ,ku tunggu karya mu yg lain ...
Author its the best 💪💪💪👍👍👍❤❤❤❤
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
Trimakasih atas karyanya author......semakin maju n sukses dlm berkarya, saya tunggu karya selanjutnya.
Wina Faujji
dari awal sampe akhir cerita nya saya suka, saya tunggu karya mu yg baru...
Yuli Yuliah
sukses buat author,happy ending
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
saya suka....saya suka ceritanya Thor. Sukses sll ya thor. gbu
Yuli Yuliah
Thor kemana dirimu
Isri Nurhidayah
hamil kali Denisa nya
Wina Faujji
ngak ada visual nya ya thor
Yossi Yosvizar
Haadeh delisa kenapa dibikit ribet sendiri pikiran jelek hrs segera di konfirmasi jd ngga salah paham .rumah tangga hrs salibg terbuka dgn apa yg mengganjal dihati dan pikiran 😔😔😔
Yossi Yosvizar
thor catra jgn dibikin jd orang yg ribet kasian denisa hrs sabar dan kuat.😔😔
Isri Nurhidayah
semoga bukan masalah baru
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
ceritanya bagus....semangat thor .
Yossi Yosvizar
Denisa tipe perempuan hebat tp ngga sadar kalau dia hebat walau penuh kekurangan
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
aku suka thooor
Yuli Yuliah
kok blm up Thor,aku dah bolak balik intip nih
Tera Dwi Retina
selaluuuu menungguuu
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
ikut seneng baca nya thor.....
Wahyu Dwi Ardiah Miswari
banjiiiiirrrr......tapi seneng
Tera Dwi Retina
akhirnya aaaaaa
Wina Faujji
akhirnyaaa ..... semangat terus ya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!