Rhea , agen elit berkode sandya 01 , mati ditikam 13 kali oleh seorang CEO dari perusahaan Long Corp di misi terakhirnya.
Saat membuka mata, dia justru terbangun di tubuh wanita gendut 120 kg bernama Rhea juga. Istri yang dibenci, dibuang ke sebuah gudang oleh Rey Long, dan akan dibunuh malam ini demi wanita simpanannya .
Semua mengira Rhea Long bodoh dan lemah. Mereka salah besar. Karena ' istri gendut ' bisa membunuh dengan pulpen, punya IQ 180, dan baru menyusun rencana untuk meruntuhkan Long Corp dari dalam .
Tapi Rey Long tidak tahu , malam ini dia bukan membunuh Istrinya. Dia justru membangunkan pembunuhnya .
Kira-kira balas dendam apa yang pertama kali dilakukan Sandya 01 pada suami pembunuh yang tidak tahun siapa dia hadapi ?
Yang penasaran dengan ceritanya ikuti dari awal hingga akhir ya Guyss 🙏 😊 🤗 🥰
Happy Reading 📝
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
_MANSION UTAMA KELUARGA LEE. RUANG MAKAN. JAM 8 MALAM._
Setelah makan malam bersama, Nyonya Amaris mengelap bibir dengan serbet sutra. Senyumnya lembut.
"Sandra, temani Mama ke pinggir kolam yuk. Angin malam di The Peak bagus buat pencernaan," ajaknya. Tangannya menggandeng Sandra halus ,dan kebetulan wanita itu juga baru saja selesai menghabiskan makanannya .
Adrian ikut berdiri.
TAP!
Tapi Nyonya Amaris segera menyentil jidat putranya memakai kipas giok. "Lebih baik kamu ke ruangan kerjamu , kamu sudah cuti sangat lama jadi pergi lah dan cek laporan saham Lee Group. Anak baik tidak akan menganggu waktu ibu dan menantunya bersantai."
Adrian mengerucutkan bibirnya dengan kesal "...Ma, aku ini CEO , kan ada karyawan ku yang bekerja kenapa harus aku yang turun tangan sih , ."
Nyonya Amaris memutar bola matanya "Iya mama tau kamu ini seseorang CEO jadi kamu harus mengecek saham perusahaan jangan sampai selama kamu cuti saham perusahaan kita menurun , mama akan memotong telingamu satu ." dan setelah mengatakan itu nyonya Amaris segera menggandeng tangan Sandra untuk pergi dari ruang makan .
Adrian tidak bisa melakukan apapun lagi , dia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Di tas Hermes Sandra yang di simpan di kamar , Taixu Jian gantungan kunci berkedip sekali, seperti berkata 'kasihan'.
.
.
.
_DITEPI KOLAM RENANG. JAM 8.30 MALAM._
Kolam renangnya sangat luas , panjang 50 meter dengan tepi kaca tembus pandang langsung menghadap ke taman luas yang terlihat sangat indah , airnya hangat, lampu yang berada di bawah air menyala biru kristal, membuat gelombang air kecil yang berbentuk sisik naga .
Di pinggir kolam ada gazebo marmer carrara dengan pilar ukiran naga dan meja giok hetian , The Pu'er 50 tahun dan juga kue Osmanthus handmade, sudah tersedia di atas , mengebul wangi .
Nyonya Amaris duduk dan memeluk sofa kosong yang ada di samping nya . "Duduk sayang. Jangan kaku. Sekarang kamu Nyonya Muda Lee, bukan agen Sandya 01."
Sandra duduk dengan terlihat sedikit Gugup. Dia masih memakai gaun Elie Saab. Tapi dia merasa gaun itu seperti kostum.
"Mama... Memanggil aku ke sini untuk menceritakan apa ?"
Nyonya Amaris menuangkan teh kedalam cangkir. Asapnya tercium sangat wangi. "Mama mau minta maaf. Dan bercerita cerita."
Sandra mengerutkan alisnya, nyonya Amaris dengan karakternya yang di kenal sangat tegas itu ingin meminta maaf kepadanya .
"Maaf kan mama jika pada saat itu , mama mendatangimu di rumah sakit dan meminta mu untuk melepaskan cincin naga yang diberikan Adrian kepadamu ,dan juga memintamu untuk meninggalkan Adrian" Nyonya Amaris menatap air kolam . "Mama takut. Kamu Sandya 01. Tangan kamu berdarah. Mama takut Adrian kenapa-kenapa."
Sandra diam, dia juga menatap air koma yang terlihat sangat jernih itu .
" maafkan mama , karena mama lah yang menyuruh Sandya 00 untuk datang dan memisahkan mu dengan Adrian , tapi ternyata semua yang mama lakukan itu salah , Sandya 00 justru melukai Adria juga " jelas Nyonya Amaris dia menatap Sandra yang kini sudah menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak .
Perlahan tangan Nyonya Amaris terangkat dan menggenggam tangan Sandra. Dingin.
"Mama salah, sayang. Kamu bukan pembunuh. Kamu... kamu seorang pahlawan yang menghancurkan jantung H buat menyelamatkan nyawa Mama, dan menyelamatkan semuanya ."
Sandra menitikkan air matanya , di kehidupan sebelumnya dia memang seorang Sadnya 01 dengan di didik sebagai seorang wanita yang tidak mempunyai hati dan blas kasihan oleh Sandya 00 gurunya tapi pada saat dia mengenal sosok Adrian di dalam hidupnya Sandya 01 perlahan berubah menjadi wanita lembut dan Sandya 00 membencinya itu salah satu alasan Sandya 00 membunuhnya dulu , karena jika klan naga dan keturunan Valkyrie bersatu makan H tidak akan bisa menguasai dunia .
"Mama melihat semuanya walaupun pada saat itu mama setengah sadar,"
"Bukan hanya mama saja tapi kakek, 12 Tetua, dan 10.000 nyawa leluhur menyaksikannya" Nyonya Amaris mengusap air mata Sandra dengan menggunakan sapu tangan sutra. "Itu sebabnya Kakek membuat kalung giok putih itu, dan kalung itu bukan kalung kawin biasa. Itu kalung Pengampunan Klan Lee. Artinya semua dosa masa lalu lunas."
Sandra menunduk dan mengelus kalung di lehernya. Ukiran 2 naga saling menggandeng.
Nyonya Amaris tersenyum. "Mulai besok, tugas Mama selesai , dan giliran kamu yang akan mengambil alih tugas itu."
"Tugas?" tanya Sandra
"Tugas menjadi Nyonya Lee," Nyonya Amaris tersenyum lembut.
" tugasnya cukup muda , kamu buat saja Adrian sibuk dengan pekerjaan kantornya, siapa suruh dia sudah mengambil cuti dalam waktu yang lama " ucap nyonya Amaris
Sandra tersenyum mendengar ucapan dari mertuanya itu .
.
.
.
_JAM 10 MALAM. KAMAR UTAMA. SAYAP TIMUR._
Sandra merebahkan dirinya di atas ranjang King Size.
Adrian melangkah masuk dia sudah memakai piyama sutra tidurnya. Rambutnya terlihat masih basah.
"Mama bicara apa tadi ?" tanya Adrian seraya beranjak naik ke atas ranjang dan memeluk Sandra dari belakang.
Sandra muter tubuh nya menghadap ke Adrian " tidak ada kami hanya mengobrol hal biasa saja " jawab Sandra
Adrian menganggukkan kepala
Dan Sandra dia memeluk balik balik Adrian dengan sangat kencang.
Hening hanya ada suara AC dan detak jantung mereka berdua .
"San," bisik Adrian.
"Hm?"
"Kata Mama... kalung itu artinya semua dosa lunas. Jadi..." tangannya turun dan mengelus perut Sandra yang rata. "Kapan kita akan membuat dosa baru? Dosa yang lucu. Yang rambutnya seperti kamu dan matanya seperti aku."
Sandra mengerutkan keningnya mendengar ucapan Adrian " Dosa ... ? memangnya kita ini pasangan yang tidak sah " tanya Sandra
Adrian tertawa dan setelahnya dia mengecup kening Sandra dengan lembut " iya juga ya .... Jadi bagaimana sayang apa malam ini kamu sudah bersedia bertempur dengan ku , kasihan kebanggaanku ini yang sudah sangat lama menanti " ucap Adrian dengan menaik turunkan alisnya
Sandra menampar pipi Adrian dengan pelan "Tunda bukan depan" ucap Sandra
Adrian yang mendengarnya membulatkan matanya yang benar saja , dia sudah menahannya dengan sangat lama , sebagai seorang pria normal dia juga membutuhkan kebutuhan biologis tapi hanya kepada wanita yang dia cintai .
" Sayang ini tidak adil .... kasihani lah aku yang sudah menantinya dengan sangat lama , tau gak kebanggaanku ini sudah lama sekali tidak pernah berdiri itu karena kamu pergi dalam waktu yang sangat lama" ucap Adrian
Sandra menahan tawanya mendengar ucapan dari suaminya itu , Sandra mendekatkan bibirnya di telinga Adrian dan berbisik " malam ini aku milikmu , tapi ingat satu hal Adrian tubuh ini masih belum tersentuh sebelum nya " ucap Sandra mengingat , karena memang Raga Rhea Long itu seorang wanita yang masih suci dan tidak pernah di sentuh oleh Rey Long sebelumnya .
Adrian tersenyum senang dan dengan cepat dia langsung mencium bibir Sandra dengan lembut dan Sandra membalas ciuman dari suaminya itu .
"Terimakasih sayang ... kamu sudah kembali kedalam pelukanku lagi , menjadi wanitaku menjadi cintaku dan menjadi pelengkap hidup ku " bisik Adrian dengan suaranya yang terdengar sangat serak
Sandra memejamkan matanya. mendengarkan detak jantung Adrian yang terdengar sangat tenang .
"Sama-sama... Pangeran."
Lampu kamar di matikan oleh Adrian dan adengan panas pun di mulai .
Di atas nakas, tas Hermes terbuka dengan sendirinya . Taixu Jian gantungan kunci berkedip 1x, lalu berputar. dan setelah nya kembali tidur lagi, dan kali ini gantungan kunci itu tersenyum .
.
.
.
Jangan lupa Like , komen , vote dan berikan dukungan nya ya guys 🙏 🙏😊 🥰 🤗
Maaf jika masih banyak Typo nya 🙏 😊.
.
.
.
tggal kehidupan yg bahagia ,,
yg akan mereka jalani ,,
nyonya lee udh berdamai dg kesalahan ny ,,
maaf maaf niih Adrian skraaang cuma ad sandraaa di hati mama mu 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, jdi ank tiri sebentar gpp x yaaaa ,, 😁😁😁
ad apa siih km kedap kedip truus ,, 😒😒😒
jgn dulu ad kucing garoong yx ,,
baru menikah looo ini ,,
masa mau perang pake gaun pengantin 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁
meski d masa lalu mereka jga udh menikah ,,