NovelToon NovelToon
TIDAK ADA MAAF

TIDAK ADA MAAF

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis Ringkas

Kayla selalu menjadi wanita sempurna—cantik, pintar, dan selalu juara sejak kecil. Namun setelah menikah muda dengan pria yang dicintainya, Adrian, hidupnya perlahan berubah. Demi menjadi istri yang baik, Kayla mengorbankan impian, penampilan, dan dirinya sendiri.

Sayangnya, semua pengorbanan itu justru membuat Adrian bosan.

Saat Adrian mulai berselingkuh dengan Bianca, Kayla tetap bertahan… sampai akhirnya ia lelah menjadi satu-satunya orang yang memperjuangkan pernikahan mereka.

Setelah dua tahun penuh luka, Kayla memilih bercerai.

Tak ada yang menyangka bahwa setelah pergi dari Adrian, Kayla kembali bersinar. Ia melanjutkan kuliah, meraih karier impian, dan berubah menjadi wanita yang begitu mempesona.

Di saat Adrian mulai menyesal dan mati-matian ingin mendapatkannya kembali, hadir Julian—CEO muda sekaligus kakak senior kampus yang diam-diam telah lama mencintai Kayla.

Namun hati Kayla sudah terlalu hancur untuk percaya pada cinta lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah yang Tidak Lagi Sama

Sudah hampir pukul sebelas malam.

Kayla masih duduk diam di balkon apartemen, memeluk kedua lututnya yang ditekuk ke dada. Dari lantai dua belas tempatnya berada, lampu-lampu kota terlihat samar berkelap-kelip di kejauhan. Angin malam bertiup pelan, dingin, dan memainkan ujung rambut panjangnya yang terurai.

Biasanya, pada jam-jam seperti ini, matanya tak akan lepas dari layar ponsel. Ia akan terus menunggu, berharap ada pesan masuk atau panggilan dari Adrian. Menunggu kabar kecil apa pun yang memberitahunya kapan suaminya akan pulang.

Namun malam ini berbeda.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama hidup bersama, pikirannya tidak sepenuhnya dipenuhi oleh sosok Adrian dan keberadaannya. Melainkan, ada satu pertanyaan kecil yang terus berputar dan mengganggu benaknya:

Kapan terakhir kali Adrian benar-benar mendengarkanku, menatapku, dan memberiku perhatian sederhana seperti yang dilakukan Julian tadi siang?

Dan pertanyaan itu membuat dadanya terasa aneh. Bukan karena ia mulai menyukai Julian. Sama sekali bukan.

Tapi karena ia baru sadar… betapa laparnya dirinya akan hal-hal sederhana itu. Betapa besar rasa hausnya akan perhatian, perbincangan yang bermakna, dan rasa dihargai yang sudah lama hilang dari rumah ini.

 

Suara kunci pintu diputar dan bunyi engsel yang berderit pelan membuat Kayla tersadar dari lamunannya. Adrian pulang.

Kayla langsung berdiri pelan, merapikan pakaiannya, lalu melangkah masuk ke dalam ruangan yang hangat. Pria itu tampak sangat lelah, melepas jas luarnya dengan gerakan lambat, lalu melonggarkan ikatan dasi di lehernya yang terasa mengikat.

“Kamu belum tidur?” tanyanya tanpa menoleh banyak.

“Belum. Nunggu kamu,” jawab Kayla pelan, kalimat yang sudah biasa terucap.

Jawaban itu membuat Adrian menoleh sekilas ke arahnya. Namun hanya sekilas. Hanya tatapan singkat yang kosong.

“Aku sudah bilang berkali-kali, nggak usah nunggu. Tidur aja duluan,” ucapnya datar.

Nada suaranya tidak kasar. Tidak marah. Tapi cukup datar dan dingin untuk membuat suasana hati Kayla kembali jatuh ke titik terendah.

Kayla tetap berjalan mendekat, berusaha menjaga kebiasaan lamanya. “Kamu sudah makan di luar? Atau aku siapkan sesuatu untuk kamu makan?”

“Udah makan. Nggak perlu,” jawabnya cepat.

Lagi. Jawaban yang sama hampir setiap malam. Selalu sama.

Kayla mengangguk kecil pasrah. “Oke. Kalau gitu.”

Keheningan kembali menyelimuti ruang tamu. Adrian berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum, meninggalkan Kayla yang berdiri canggung di tengah ruangan.

Dulu, mereka tidak pernah secanggung ini. Dulu, bahkan saat diam pun rasanya nyaman dan hangat. Keheningan itu terasa seperti kedamaian.

Sekarang… keheningan justru terasa seperti jarak. Sebuah jurang pemisah yang makin lebar di antara mereka.

“Kamu habis dari mana tadi siang sampai sore?” tanya Adrian tiba-tiba dari arah dapur.

Kayla sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Jarang sekali Adrian menanyakan kegiatannya.

“Aku?”

“Hm.”

“Tadi… keluar sebentar saja.”

“Ke mana?”

“Keliling di mal dekat sini.”

Adrian mengangguk pelan sambil meneguk air minumnya. Namun beberapa detik kemudian, saat ia berjalan kembali ke ruang tengah, ia bertanya lagi dengan nada yang terdengar biasa saja namun penuh selidik.

“Sama siapa ke mal-nya?”

Kayla terdiam sebentar. Entah kenapa pertanyaan sederhana itu membuatnya sedikit gugup dan ragu.

“Sendiri,” jawabnya pelan.

Itu tidak sepenuhnya bohong. Karena ia memang berangkat sendiri, berjalan-jalan sendiri, dan pulang sendiri. Hanya saja di tengah jalan ia tidak sengaja bertemu Julian dan duduk sebentar.

Dan entah kenapa… Kayla tidak tahu alasan pasti kenapa ia tidak langsung menceritakan pertemuan itu. Mungkin karena sudah terlalu lama Adrian tidak terlihat tertarik pada kehidupan pribadinya. Mungkin juga karena ia takut percakapan mereka kembali berubah dingin atau menjadi pertengkaran tak berguna.

Adrian tidak bertanya lagi. Namun tatapannya sempat berhenti cukup lama, beberapa detik lebih lama dari biasanya, pada wajah Kayla.

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama… pria itu sadar ada yang berbeda pada istrinya malam ini. Ada cahaya kecil yang kembali menyala di matanya. Ada aura yang sedikit lebih hidup.

Meski hanya sedikit, tapi Adrian menyadarinya.

 

Keesokan paginya, Kayla terbangun jauh lebih awal dari biasanya.

Anehnya, suasana hatinya terasa sedikit lebih ringan, lebih lega, dan lebih tenang dibandingkan beberapa minggu atau bahkan bulan terakhir yang berat. Ia bergerak lincah di dapur sambil menyiapkan sarapan, dan tanpa sadar bibirnya bersenandung kecil menyanyikan lagu lama yang lembut.

Hal sederhana itu sudah sangat lama tidak ia lakukan.

Saat Adrian keluar dari kamar tidur dengan rambut sedikit berantakan dan mata yang masih berat, ia langsung menyadari perubahan kecil itu.

“Kamu kelihatan senang banget pagi-pagi begini,” ucapnya tiba-tiba sambil duduk di kursi makan.

Kayla sedikit tersentak, berhenti mengaduk masakan. “Oh? Ah… iya?”

“Hm. Cerah banget mukanya,” jawab Adrian pelan sambil memperhatikan istrinya diam-diam.

Sudah lama sekali ia tidak melihat Kayla seperti ini. Matanya tidak lagi terlalu kosong dan mati. Senyumnya terlihat lebih tulus, lebih lepas, dan lebih nyata.

Dan anehnya… alih-alih merasa senang melihat istrinya bahagia, dada Adrian justru terasa tidak nyaman. Ada rasa ganjil yang mengganjal di hatinya, rasa yang ia sendiri tidak paham asalnya.

“Mau kopi seperti biasa?” tanya Kayla ramah.

“Iya. Terima kasih.”

Kayla menuangkan kopi panas ke dalam cangkir kesukaan Adrian dengan gerakan pelan dan hati-hati. Lalu tanpa ada niat untuk menyembunyikan apa pun, ia pun bercerita santai.

“Kemarin pas di mal, aku nggak sengaja ketemu senior kampus aku dulu.” ucapnya sambil tersenyum kecil.

Sendok kecil di tangan Adrian berhenti bergerak sepersekian detik. Gerakan itu sangat cepat, tapi cukup jelas terlihat.

“Oh ya?”

“Iya. Kebetulan banget. Udah bertahun-tahun nggak ketemu, jadi pas ketemu kemarin. Ngobrol sebentar deh,” cerita Kayla ringan.

“Cowok ya?”

Kayla mengangkat kepala menatap suaminya. Dan untuk pertama kalinya… ia melihat sesuatu yang asing dan jarang terlihat di mata Adrian.

Bukan marah. Bukan kesal. Bukan curiga.

Tapi seperti… terganggu. Seperti ada sesuatu yang tidak ia sukai.

“Iya. Namanya Julian,” jawab Kayla pelan. “Dulu senior organisasiku.”

Ruangan makan itu langsung terasa sedikit lebih sunyi dan berat. Adrian pura-pura fokus mengaduk kopinya, menatap cairan hitam itu seolah ada hal penting di sana.

“Dekat banget sama kamu dulu?” tanyanya lagi tanpa menoleh.

“Nggak juga. Cuma kenal dan sering ketemu kegiatan kampus saja. Biasa saja kok.”

“Hm.”

Namun sejak mendengar nama itu, suasana hati dan raut wajah Adrian tiba-tiba berubah drastis. Kebahagiaan kecil Kayla pagi itu seolah menjadi racun baginya.

Kayla bisa merasakan perubahan itu dengan jelas. Dan itu membuatnya semakin bingung.

Karena selama ini Adrian terlihat sama sekali tidak peduli padanya. Selama ini Adrian seolah tidak punya waktu untuknya. Tapi kenapa sekarang, saat ada orang lain yang sekadar menyapanya, pria itu terlihat sangat tidak nyaman?

 

Siang harinya, Adrian berada di kantor bersama Bianca dan beberapa rekan kerja lain. Mereka sedang mengadakan pertemuan kecil di ruang diskusi untuk membahas kelanjutan proyek.

Namun sejak pagi, pikiran Adrian sama sekali tidak fokus pada pekerjaannya. Di kepalanya terus berputar satu hal saja: Julian. Nama itu, sosok itu, dan fakta bahwa Kayla terlihat jauh lebih bahagia setelah bertemu pria itu.

“Adrian?”

Suara Bianca memecah lamunannya. Wanita itu menatapnya dengan dahi berkerut.

“Hm? Iya?”

“Kamu fokus nggak sih dari tadi? Sudah dua kali aku tanya, kamu diam saja,” ucap Bianca sedikit mengeluh tapi dengan nada manja.

Adrian mengusap wajahnya kasar, berusaha mengusir rasa pusing yang tiba-tiba datang. “Maaf. hanya ada sedikit hal yang kupikirkan.”

Bianca memperhatikan wajah pria itu cukup lama, menatap lekat-lekat seolah ingin membaca isi kepalanya, sebelum akhirnya ia tersenyum tipis dan bertanya lembut.

“Lagi ada masalah di rumah ya? Ribet sama istri lagi?”

Pertanyaan itu membuat Adrian diam sesaat. Ia terdiam cukup lama.

Lalu ia menjawab pendek, suara rendah dan berat. “Nggak ada apa-apa.”

Namun bahkan dirinya sendiri tidak yakin dengan jawaban itu.

Karena kenyataannya… akhir-akhir ini, sejak hal-hal kecil mulai berubah, sejak nama Julian muncul, sejak Kayla mulai terlihat berbeda… rumah mereka memang tidak lagi terasa sama.

Rumah yang dulu menjadi tempat ternyaman, kini perlahan berubah menjadi tempat yang penuh pertanyaan, rasa curiga, dan jarak yang makin jauh.

 

1
awesome moment
lucu bgts. cinta tp menduakan. menyakiti. slengki. hati sm fisik. cinta model barukah?
awesome moment
julian beda dgn bianca. bianca dtg masuk krn kamu ijinkan, adrian. bahkan kamu rela bohong dan menyakiti kay. tp julian...dtg tanpa diundang. tp semesta halu yg mengijinkan
awesome moment
thor, jgn ngegiring harapan kay sm juluan dwh. klo ujungnya dibalikin lg sm adrian. enak x jd laki. udh nyakitin bgitu rupa. msh dicintai. msh dpt kes4an. oon x jd perempuan. udh disakiti bgitu rupa. msh ngasih kes4an. ternyata, cinta tulus tu kt lain dri buta yg oon
awesome moment
bianca sll hadir disaat yg tll tepat. 😄😄😄tepat utk membuat kay makin lelah
awesome moment
koq lucu. yg sah dunk yg jelas. dia tu siapa. smp nyalahin kay
awesome moment
kay, jgn kembali utk disakiti lg. julian, siapkan side plan.
awesome moment
smg g balik sm adrian.
sunaryati jarum
Nah gitu Kayla , biarkan Adrian merenungi semua kesalahannya , biarkan Adrian hidup dalam penyesalannya.Bangkit dan cari kebahagiaan kamu sendiri Kayla.Biarksn Adrian kembali pada wanita penyakitan itu.Adrian kau mengakhiri hubungan kamu dengan Bianca saat kau melakukan hal yang menjijikan di depan Kayla.
Uthie
telatttttt 😝😝😝😝😝
awesome moment
kay mutusin kembali ke adrian😄😄😄julian...jauh2. kamu tu hanya cadangan. klo kay butuh sandaran, d kamu yg jd sandaran. tp skrg adrian udh balik. milih kay. jd...minggir99x😄😄😄
awesome moment
keknya julian mo dibuat cinta sndiri lg n. 🤭🤭🤭knp jg dimunculin sosok julian klo cm dijadiin cadangan. klo mmg julian mo dijadiin cadangan, minimal beri pasangan yg selevel. sma2 jd cadangan. biar seimbang
awesome moment
cinta boleh. bodoh bin oon? jangan. sm j bundir pelan2 klo kek gitu
sunaryati jarum
No komen
sunaryati jarum
Siapa yang mau menerima janji palsumu, Adrian
Uthie
Hmmm... akan terus bodoh kalau masih terus mengulang pola yg sama 😌
Uthie
Yaaa iyaalahhhh... masa mauu teruss terusan di jadiin pilihan kedua terus sama si cewek Lemah and Cengeng ituuu 😝😝😝😝
dan bodohnya kamu juga yg terus terusan bikin si cewek itu kaya gtu... gak ada ketegasan!! dan jahatnya kamu sama istri kamu yg cinta nya
besar buat kamu 😤😡
Uthie
Yaaa iya lahhh.. pantas Kayla milih keputusan itu 😏

sudah berapa banyak kesempatan yg sudah diberikan Kayla padamu Adrian, terus apa pembuktian yg kau tampakkan pada Kayla?! Hanya janji palsu yg terus akan lebih memilih si perempuan yg selalu jual kesedihan dan kesakitan nya itu kan!? 😡😡

intinya kau sdh diberikan kesempatan beberapa kali!!!! dan beberapa kali pula kau langgar janji tsb!!!! paham tak kauuu!!! 😤
Uthie
Tau tuhh cowok gak mau sadar juga apa😡

udahlahh... kalau kau terus akan merasa bersalah dan kasian pada wanita lain, sehingga ketika dia panggil kau terus-terusan pula kau datang dan lebih memilih ia daripada istrimu, lebih baik kau lepaskan saja istrimu itu daripada kau siksa terus hatinya karena tingkah mu itu yg telah mendua 😡😡😡
sunaryati jarum
Cepat masalah keduanya selesai jika gugat cerai segera gugat , Adrian sudah mengakui dan kamu melihat sendiri.Adrian tak janji ,kamu ingin terus merawat Bianca ya lanjutkan.Untuk berhenti nangis dan bangkit.Jangan buat muter-muter terus,baikan , capek,baikan lagi,gitu terus cuma muter-muter gak pusing???
sunaryati jarum
Kayla cinta ya cinta tapi lihat realita.Adrian berkali-kali janji tapi juga berkali-kali mengingkari . Masa orang seperti itu kau tangisi segitunya.Ysng kau tangisi saja selalu meninggalkan kamu dan memberi perhatian dan kehangatan pada wanita lain.Maka Adrian semakin besar kepala dengan selalu ninggalin kamu demi Bianca, karena hanya janji di mulut saja kamu luluh.Jadi berhenti menangis jangan seperti wanita murahan demi suami yang hatinya plin- plan.Bangkit dan buang rasa cintamu ingat pengkhianatan Adrian dan malu menangis lagi Besok kalau masih mengandalkan tangisan tak deled kisahmu .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!