Genre: Sistem, Fantasi Timur, Reinkarnasi, Fanfiction, Over Power 🔥🔥
Li Yao mati, lalu sistem memberinya lima tubuh sekaligus di dunia Shrouding the Heavens, kemudian pergi begitu saja. Dengan satu jiwa dan lima takdir, ia harus berkembang dalam diam dan menyatukan kelimanya saat menembus ranah Four Pole. Zona Terlarang, makhluk tertinggi, bahkan para Kaisar Agung? Mereka semua akan berlutut, karena seorang penguasa sejati telah lahir! Li Tiandi:
"Zaman dan Era telah berubah."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA.AM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 — Kitab Suci Kaisar Barat
Li Yao menghela napas panjang di mulut gua, menatap bintang-bintang yang mulai bermunculan. Langit malam begitu dalam, gelap, dengan gugusan susu membentang seperti sungai kabut tipis. Udara pegunungan tandus membelai wajahnya yang masih terlihat kekanak-kanakan.
Li Yao berhasil menembus lapisan pertama Istana Dao. Kekuatan jantungnya kini terbuka, dipenuhi energi spiritual yang liar namun terkendali. Li Yao masih belum puas, karena masih ada empat ranah lagi untuk mengolah ranah Istana Dao.
Dan untuk mengolah alam ini harus menggunakan Kitab Suci. Meskipun bisa melakukan dengan teori dan deduksi untuk mengolah Istana Dao, tetapi Li Yao tidak ingin tersesat.
"Sebaiknya aku mencari kitab suci untuk berlatih diranah Istana Dao. Untuk level kitab suci, syarat minimum adalah kitab suci Kaisar."
Sebuah pikiran melayang dibenak Li Yao, ia memikirkan tubuh ketiganya. Tubuh Primordial yang lahir dari batu peninggalan Kaisar Wu Shi berada di Tanah Suci Yao Chi, di Wilayah Utara. Jauh dari Kerajaan Yan.
Selama bertahun-tahun, tubuh itu hidup dan berkembang di lingkungan yang kaya sumber daya, diajar oleh Ibu Suri Barat sendiri, dan pasti memiliki akses ke berbagai tempat rahasia Yao Chi.
Li Yao mengingat kembali cerita asli yang pernah ia baca. Potongan kitab Suci Kaisar Barat ditemukan di reruntuhan Yao Chi lama oleh Ye Fan dan Hei Huang, diukir di dinding batu oleh Kaisar Barat sendiri sejak zaman kuno.
Tubuh ketiganya, sebagai bagian dari Tanah Suci Yao Chi, mungkin sudah mendapatkan potongan dari kitab tersebut. Sebagai salah satu dari Li Yao sendiri, dia pasti berpikir untuk mendapatkan potong Kitab Suci Kaisar Barat.
Mungkin tidak seluruhnya, tapi setidaknya bagian-bagian yang cukup untuk membantunya memahami setiap rahasia Istana Dao.
Li Yao tidak perlu mencari sendiri di reruntuhan. Cukup dengan berbagi informasi dengan tujuan tubuh ketiga nya. Selama ini, kelima tubuhnya bisa merasakan keberadaan satu sama lain. Yah walaupun tidak bisa bertukar informasi secara langsung, tapi Li Yao sendiri tau keberadaan ke empat tubuh lainnya.
Untuk itu, Li Yao harus pergi ke Wilayah Utara terlebih dahulu. Tanah Suci Yao Chi berada jauh di utara. Perjalanan ke sana akan memakan waktu berbulan-bulan jika hanya mengandalkan terbang biasa.
Jadi Li Yao berencana mencari platform teleportasi untuk pergi ke wilayah Utara. Jadi tujuan pertama sudah pasti,
Ibu Kota Kerajaan Yan.
Dari Hutan Purba, ibu kota tidak terlalu jauh. Beberapa hari perjalanan ke barat laut melewati hutan dan bukit. Li Yao sudah memikirkan ini. Ia perlu mengisi kebutuhan seperti peta yang lebih detail dari Kerajaan Yan dan wilayah sekitarnya, perbekalan untuk perjalanan jauh, dan bahan sementara untuk memperbaiki Pagoda Kekacauan miliknya.
Pagoda kecil itu tersimpan di dalam Lautan Pahitnya, masih terlihat jelas retakan menutupi seluruh permukaannya. Setelah menyerap serangan singa api, prototipe itu nyaris hancur.
Beberapa rune hampir memudar. Li Yao butuh logam berkualitas, besi spiritual atau perunggu kuno, untuk menyambung kembali strukturnya. Ibu kota pasti memiliki pedagang kultivator yang menjual bahan semacam itu.
Selain itu, Li Yao juga butuh istirahat. Bukan kelelahan secara fisik, tubuh Kekacauan telah mengembalikan kekuatan Li Yao ke puncak nya. Ia butuh ketenangan duniawi untuk menghilangkan kelelahan batinnya.
Setelah pertarungan melawan singa api dan proses menembus Istana Dao, Li Yao perlu waktu untuk menyusun rencana. Ibu kota adalah tempat persinggahan yang cocok. Kerajaan Yan kecil, tapi ibu kotanya tetap ramai. Pedagang dari berbagai wilayah singgah di sana. Ada penginapan, toko, dan informasi yang bisa ia kumpulkan.
Dari ibu kota, ia bisa mencari jalur terbaik menuju Wilayah Utara.
Li Yao kembali ke dalam gua, duduk bersandar di dinding batu. Di luar, angin malam semakin kencang. Suara lolongan serigala terdengar dari kejauhan.
Ia tidak perlu ragu tentang tubuh ketiganya. Mereka awalnya adalah satu jiwa. Jika Li Yao sampai di Wilayah Utara dan membutuhkan potongan Kitab Suci Kaisar Barat, tubuh Primordial pasti akan memberikannya. Bukan karena kebaikan hati, bukan karena utang budi, tapi karena itu adalah keinginannya sendiri. Satu jiwa, tidak ada kata meminta atau memberi. Hanya berbagi dengan dirinya sendiri.
Setelah sampai di Wilayah Utara, Li Yao akan mencari cara untuk menghubungi tubuh ketiga-nya. Bukan bertemu secara langsung, itu terlalu berisiko.
Identitasnya saat ini masih harus disembunyikan, cukup untuk saling bertukar informasi tentang potongan Kitab Suci Kaisar Barat.
Besok pagi, Li Yao akan berangkat ke ibu kota Kerajaan Yan. Membeli perlengkapan, beristirahat. Lalu melanjutkan perjalanan ke Wilayah Utara.
"Perjalanan selanjutnya mungkin cukup sulit, tapi sudah berada di arah yang benar."