NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 - Kota Hei Lou

Kabut hitam menggantung rendah di atas Kota Hei Luo.

Di kota itu, siang dan malam nyaris tidak memiliki perbedaan. Cahaya matahari tertahan oleh lapisan energi keruh yang menyelimuti langit, dan di setiap sudut jalan tercium aroma logam serta darah samar yang bercampur bau arak tua—menciptakan suasana menyesakkan bagi mereka yang belum terbiasa hidup di tempat ini.

Berbeda dengan para pengunjung asing, kultivator aliran hitam di wilayah Hu Nang dan singgah di Kota Hei Lou akan menganggap tempat tersebut sebagai surga. Ini karena... hampir semua yang mereka inginkan bisa didapatkan di kota ini.

Ada sebuah bangunan berlantai tiga di tengah hiruk-pikuk suasana yang penuh bisikan gelap. Bangunan itu tampak sederhana, sama sekali tidak mencolok ataupun terlihat mewah. Namun bagi mereka yang mengetahuinya, tidak akan pernah menganggapnya remeh.

Bangunan itu disebut Paviliun Jiwa Senyap.

Di lantai paling atas paviliun dan tersembunyi di balik dinding berlapis formasi peredam suara—sebuah ruangan khusus menjadi saksi pertemuan beberapa orang. Udara saat itu bahkan terasa berat.

Salah seorang di antara mereka adalah Wei Zhang Zihan. Pemuda itu duduk tegak dengan satu tangan yang tidak pernah jauh dari gagang pedangnya. Tatapannya tajam—tidak bergeser sedikit pun.

Wei Zhang Zihan bukan menatap Chu Kai yang duduk di sampingnya, atau Long Yang Wang. Melainkan pada sosok yang berdiri di dekat jendela.

Xiao Shuxiang.

Bayangan tubuh sosok itu memanjang di lantai kayu, diterangi cahaya redup dari luar. Dia berdiri diam, memandang ke arah kota yang diselimuti kegelapan, seolah seluruh dunia ini tidak lebih dari sekadar permainan yang membosankan di matanya.

Tidak ada aura yang menyeruak dari tubuh Xiao Shuxiang, termasuk tekanan berat yang menindas. Tetapi justru karena itulah kehadirannya terasa jauh lebih berbahaya.

Di sisi lain ruangan, Wei Shezi bersandar santai pada dinding. Kedua tangannya terlipat di dada, dan matanya sesekali melirik ke arah Xiao Shuxiang seakan sedang mengamati sesuatu yang langka—atau mungkin… sesuatu yang menarik perhatiannya lebih dari seharusnya.

"Aku bertemu dengannya... di Hutan Móguǐ."

Suara Chu Kai terdengar pelan.

Wei Zhang Zihan mendengar setiap kata itu dengan jelas,namun pandangannya tidak goyah sedikit pun. Tatapannya tetap terpaku pada Xiao Shuxiang—sosok yang menjadi sumber dari semua kekacauan yang terjadi.

Chu Kai melanjutkan, suaranya sedikit berat. "Dia sebenarnya sedang dalam suatu kondisi. Roh di dalam tubuhnya rusak... dan tanpa itu, dia tidak akan bisa mempertahankan keberadaannya."

Udara di dalam ruangan terasa semakin dingin. Chu Kai menarik napas, "Dia membutuhkan roh makhluk hidup dan aku... aku membutuhkan kekuatan untuk membalas Sekte Bulan Mati. Itulah awalnya... kami membuat kesepakatan."

Keadaan menjadi sunyi, namun sunyi yang tidak menyenangkan. Situasi itu mempunyai tekanan yang terasa aneh, seperti sesuatu yang perlahan menunggu untuk meledak.

Di dekat jendela, Xiao Shuxiang akhirnya bergerak. Sangat perlahan.

Kepalanya sedikit miring... Seolah menyadari bahwa sejak awal—dia tidak pernah benar-benar luput dari tatapan Wei Zhang Zihan.

"Aku tahu bahwa tindakanku salah." Chu Kai kembali bicara. Suaranya berat dan tangannya terlihat mengepal kuat hingga urat-uratnya menonjol.

Dia menunduk semakin dalam, "Aku tahu... bahwa aku salah. Tapi aku... tidak punya pilihan."

"Tidak punya pilihan?" untuk pertama kalinya, Wei Zhang Zihan mengalihkan pandangannya. Tatapan matanya kini mengarah lurus pada Chu Kai. "Jadi kau sadar dengan yang kau lakukan... tapi tidak berhenti?"

Kata-kata Wei Zhang Zihan tidak keras, tetapi justru karena itu terasa jauh lebih menekan.

"Aku..."

Chu Kai terdiam. Suaranya terhenti di tenggorokan, seakan apa pun yang ingin ia ucapkan tidak akan pernah cukup untuk membenarkan dirinya. Saat itulah terdengar suara helaan napas ringan dari sisi ruangan.

"Hah..." Xiao Shuxiang menyilangkan tangan, lalu bersandar santai di dinding dekat jendela. Tatapannya beralih perlahan ke arah Wei Zhang Zihan, kosong, datar, dan tanpa emosi.

"Hei, pemuda baik hati." suara Xiao Shuxiang tenang, bahkan cenderung malas—namun setiap katanya terasa seperti duri yang menyusup ke dalam pikiran.

"Aku menahan diri sebelumnya karena orang itu mengenalmu." Xiao Shuxiang menunjuk Chu Kai dengan tatapan matanya. "Dan meski Yang Mulia ini sangat menyukai darah.. aku bukan tipe yang sembarangan membunuh orang."

Sudut bibir Xiao Shuxiang sedikit terangkat. "Hmph. Jadi bisakah kau berhenti bersikap menyebalkan?"

"Kau—"

"Tsk. Padahal kupikir ini akan menyenangkan karena tidak ada yang menghalangi dan tidak akan ada gangguan. Tapi entah di sana ataupun di sini... selalu saja ada orang baik keras kepala yang muncul sebagai penghalang. Benar-benar luar biasa."

Tatapan Xiao Shuxiang bergeser dan berhenti tepat pada sosok Wei Shezi yang sejak tadi berada di sampingnya.

Xiao Shuxiang menyipitkan mata. Nada suaranya berubah ringan, "Aah... kau roh itu, kan?"

Wei Shezi berkedip. Untuk pertama kalinya sejak tadi, ekspresinya terlihat sedikit goyah.

"Ehm... i-iya?"

"Kau yang menyembunyikan usia ‘Senior’ itu... dan membohongiku." Xiao Shuxiang menunjuk, "Aku mengenali aroma dari energi spiritualmu."

"A-Ah... itu..." Wei Shezi tergagap dan bahunya menegang tanpa sadar. Dia melirik cepat ke arah Chu Kai—jelas mencari bantuan, atau setidaknya petunjuk agar tidak salah bicara.

"Jadi sebenarnya..." suara Xiao Shuxiang kembali terdengar. Tatapannya seperti menyelidik, "Orang di sana itu bukanlah leluhur rekanku, kan? Kalian berbohong."

"Aku..." Wei Shezi membuka mulut, tapi tidak ada kata yang keluar. Tatapannya kembali berpindah, kali ini menjadi lebih panik.

"Luar biasa." Xiao Shuxiang menghela napas panjang. Nada suaranya terdengar benar-benar kagum. "Ini pertama kalinya ada yang mengerjaiku lintas dimensi."

Xiao Shuxiang berbalik, kali ini sedikit menatap langit gelap di luar jendela. "Jadi sebenarnya ini bagian dari dunia lain? Bagian masa lalu... atau masa depan?"

Mata Xiao Shuxiang menelusuri keramaian Kota Hei Luo yang dipenuhi cahaya redup dan bayangan bergerak. Dia menarik napas, bergumam pelan.

"Karena terlalu banyak mengalami reinkarnasi... aku benar-benar mulai bingung. Aku bahkan tidak akan terkejut jika ternyata aku berada di planet kultivasi lain."

Xiao Shuxiang mendengus, "Hal seperti ini... sudah terlalu sering terjadi."

Gumaman pelannya nyaris seperti sedang berbicara pada dirinya sendiri. Seulas senyum tipis kembali terukir pada wajah menawannya.

"Kalau dipikirkan lagi... sepertinya memang hanya Yang Mulia Xiao Shuxiang ini yang bisa pergi ke dunia lain. Tsk, aiya.. apa ini salah satu risiko karena memiliki kemampuan yang terlalu luar biasa?"

******

1
uh uh
up mna
uh uh
woy Sialan apa apan up satu
uh uh
sialan GK ad up
ind@h
/Coffee/ meluncur..
ind@h
👣👣👣👣
ind@h
hahhh..langsung merasa aman dari suaminya..
ind@h
kangen narsismu yang mulia...
uh uh
mana up sialan
uh uh
un mna
uh uh
up mna
uh uh
mna up sialan
uh uh
mna up
uh uh
up mana sialan👺
uh uh
mana up
enda harahap
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Indah Hidayat
roh pedangnya cantik
Alw
orang tidak waras itu kembali
Nanik S
Kong Yang akhirnya bisa melihat ibunya
Nanik S
Ibunya mengenali Aura dari Anaknya
Nanik S
Keren dan keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!