NovelToon NovelToon
Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Target Transmigrasi: Berhenti Jadi Istri Durhaka Sang CEO Bucin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Anak Genius / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Jangan pakai namaku untuk karakter mati tragis, Elodie!"
​Peringatan Blair diabaikan. Ia justru terbangun sebagai Charlotte Lauren Blair, istri durhaka dan ibu kejam dalam novel sahabatnya. Di naskah asli, ia akan mati mengenaskan dikhianati selingkuhannya, Andreas.
​Misi Blair hanya satu: Batalkan Kematian!
​Namun, rencananya terhambat oleh suaminya, Ralph Liam Alexander. CEO dingin yang ditakuti dunia itu selalu menatapnya tajam. Tapi tunggu... kenapa Blair bisa mendengar suara hati suaminya yang sangat berisik?
​Liam (Dingin): "Jangan harap kau bisa bercerai dariku!"
Suara Hati Liam (Bucin): [Tolong jangan pergi... Aku mencintaimu sampai mau gila. Satu langkah kau menjauh, aku akan mengurungmu di kamar selamanya!]
​Ternyata, sang "Monster" adalah simp kelas berat yang takut kehilangan dirinya! Bisakah Blair mengubah alur tragis ini, meluluhkan hati putranya yang membencinya, dan bertahan dari obsesi gila sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Aliansi di Balik Kamar Kerja

Suasana di dalam mobil menuju pulang terasa sunyi, namun bukan kesunyian yang mencekam. Tangan Liam tidak pernah lepas dari jemariku, menggenggamnya seolah aku adalah sauh yang menjaganya agar tetap berpijak di bumi. Tatapannya lurus ke depan, namun aku bisa mendengar badai di kepalanya.

[Dia tadi menemui Elodie sendirian. Apa yang mereka bicarakan? Kenapa Blair tampak begitu puas sekaligus sedih? Siapa 'penulis' yang dia maksud? Aku tidak peduli siapa pun yang mencoba menyakitinya, aku akan meratakan mereka semua. Tapi... kenapa aku merasa Blair sedang menyimpan rahasia besar dariku?]

Aku menoleh, menatap profil samping wajahnya yang sempurna. "Liam, berhentilah berpikir terlalu keras. Kau bisa membuat kepalamu meledak."

Liam tersentak, sedikit melonggarkan genggamannya namun segera mengeratkannya lagi. "Aku hanya tidak suka kau menemuinya tanpa pengawalan ketat, Blair. Wanita itu... dia berbahaya dengan cara yang tidak logis."

"Aku tahu. Tapi dia tidak bisa menyentuhku lagi sekarang," sahutku tenang. "Dia sudah kehilangan senjatanya."

Sesampainya di mansion, kami tidak langsung menuju ruang makan. Aku menarik Liam ke ruang kerjaku—tempat di mana sketsa-sketsa perhiasanku berserakan. Aku butuh tempat yang privat untuk membicarakan langkah selanjutnya.

"Duduklah," aku menunjuk kursi beludru di depan meja gambarku.

Liam duduk, matanya menyapu ruangan yang kini beraroma grafit dan kertas itu. Ia tampak lebih rileks di sini daripada di ruang tamu yang formal.

"Liam, aku butuh semua data aset Andreas yang tidak tercatat di publik," ucapku sambil menyandarkan tubuh di pinggiran meja. "Bukan hanya penggelapan dana di perusahaannya, tapi aset pribadinya yang dia gunakan untuk membiayai Elodie."

Liam menyipitkan mata, auranya seketika berubah menjadi predator bisnis yang dingin. "Kau ingin menghancurkannya sampai ke akar-akarnya?"

"Bukan hanya menghancurkan, Liam. Aku ingin dia merasakan apa itu kemiskinan yang sebenarnya. Sama seperti caramu mengumpulkan bunga pinjaman yang menumpuk," aku tersenyum tipis, teringat keahlianku sebagai pegawai bank. "Aku tahu celah pajaknya. Jika kita gabungkan dengan data auditmu, dia tidak akan punya uang bahkan untuk membeli sepotong roti."

Liam terdiam sejenak, menatapku dengan binar kekaguman yang tak tertutup.

[Istriku... dia bukan hanya cantik dan jenius mendesain. Dia sangat mematikan. Cara dia bicara tentang celah pajak dan audit... kenapa itu terdengar sangat seksi? Aku ingin menciumnya sekarang, tapi dia sedang bicara tentang strategi perang. Fokus, Liam! Fokus!]

"Aku akan menyuruh tim IT-ku—maksudku, Axelle—untuk mencarinya malam ini," sahut Liam kaku, mencoba menyembunyikan telinganya yang memerah.

"Axelle?" aku terbelalak. "Kau benar-benar akan melibatkan anakmu?"

"Dia yang memintanya," Liam berdiri, melangkah mendekatiku hingga jarak kami terkikis. "Dia bilang, dia ingin melindungi Mamanya dengan caranya sendiri. Dia sudah meretas sistem keamanan apartemen Andreas sejak tadi sore."

Aku tertawa kecil, merasakan haru yang luar biasa. "Keluarga ini benar-benar penuh dengan orang-orang berbahaya, ya?"

Liam merangkul pinggangku, menarikku masuk ke dalam dekapan hangatnya. "Hanya berbahaya bagi mereka yang berniat jahat pada kita, Blair."

Ia menunduk, menatap mataku dengan sangat dalam. Suasana di ruang kerja itu mendadak menjadi sangat intim. Suara rintik hujan di luar jendela seolah menjadi musik latar bagi kami berdua.

"Blair," panggilnya lirih.

"Hm?"

"Siapa pun kau... dari mana pun asalmu... terima kasih sudah tidak meninggalkanku kemarin," bisik Liam.

[Aku tahu kau bukan Blair yang dulu. Blair yang dulu tidak tahu cara mengaudit pajak. Blair yang dulu tidak akan pernah menatapku dengan tatapan selembut ini. Tapi aku tidak peduli. Kau yang sekarang adalah satu-satunya alasan aku ingin pulang ke rumah setiap hari. Jangan pernah pergi, kumohon.]

Aku tertegun mendengar suara hatinya yang begitu jujur. Aku tidak bisa memberitahunya tentang transmigrasi ini sekarang, karena itu akan terdengar gila. Tapi aku bisa menjanjikan satu hal padanya.

"Aku tidak akan ke mana-mana, Liam. Selama kau membutuhkanku, aku akan tetap di sini," aku mengalungkan tanganku di lehernya, sedikit berjinjit untuk mengecup rahangnya yang tegas.

Liam mengerang pelan, membenamkan wajahnya di ceruk leherku. "Aku selalu membutuhkanmu. Setiap detik."

Kami berdiri di sana dalam diam untuk waktu yang lama, hanya menikmati detak jantung satu sama lain. Sebelum akhirnya, suara ketukan pintu yang ragu-ragu membuyarkan suasana.

"Ma? Papa? Apa kalian di dalam?" itu suara Axelle.

Liam segera melepaskan pelukannya, berdehem kaku dan merapikan jasnya yang sebenarnya tidak berantakan. "Ya, Axelle. Masuklah."

Axelle masuk dengan laptop di tangannya, wajahnya tampak sangat bersemangat. "Aku sudah menemukannya. Rekening rahasia Andreas di bank lepas pantai. Dia mentransfer hampir empat puluh persen keuntungan perusahaannya ke sana atas nama Elodie."

Aku dan Liam saling pandang. Sebuah senyuman kemenangan terkembang di bibir kami.

"Bagus, Axelle," ucapku sambil mengusap kepalanya. "Sekarang, mari kita buat rencana untuk menjatuhkan bom ini tepat di depan wajah mereka besok pagi."

[Keluargaku... ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan berlian apa pun. Aku akan melindungi kalian berdua sampai napas terakhirku.]

Malam itu, di ruang kerja kecil itu, kami bertiga duduk melingkar. Bukan sebagai penguasa dan bawahan, tapi sebagai sebuah tim. Sebuah keluarga yang siap menghancurkan siapa pun yang berani mengusik ketenangan mereka.

1
umie chaby_ba
jadi mau Lo apa heh maxim??? kudu nya si Blair Sama Liam gituan didepan mata Lo?
Ariska Kamisa: oopsss.. 🤭🤭🤭🤭
sabar kak.. maxim lagi menguji kesabaran Blair dan Liam 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kan ga jadi cerai iiihh... Maxim ngeselin!
Ariska Kamisa: iyah Maxim ini resek yaa 🤭🤭🤭
total 1 replies
Ariska Kamisa
ceritanya ini tentang transmigrasi gitu yaa...
semoga bisa menghibur semuanya...
umie chaby_ba
waduh... ada LG aja nih musuhnya /Shy/
umie chaby_ba
kasian banget nasib penulis 🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
good job Axelle👍👍👍👍👍
umie chaby_ba
Elodie pengen banget si Blair mati kayanya 🫣
umie chaby_ba
Axelle lucu nih pembela mama nya banget
umie chaby_ba
ngeselin Liam /Panic/
umie chaby_ba
sweet banget🤭🤭🤭
umie chaby_ba
bagus Blair....
umie chaby_ba
bagus Axelle 👍👍👍
mending kalian berdua pergi biar Liam nyesek/Right Bah!/
umie chaby_ba
Adeline pelakor
umie chaby_ba
dih bimbang sih Liam /Sleep/
umie chaby_ba
penulis emang seenaknya sih 🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: aku dong....🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
wow ada karakter baru nih
umie chaby_ba
sang penulis dibuat ketar-ketir 🫣
Ariska Kamisa: iyah hehehe
total 1 replies
umie chaby_ba
so sweet😍
umie chaby_ba
penulisnya kewalahan
Ariska Kamisa: terimakasih kak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
wwiihh keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!