Nayara Almeera adalah anak bungsu dari tiga bersaudara, wanita yang saat ini sudah terbiasa berdiri di kakinya sendiri setelah drama dikhianati oleh kisah masa lalunya membuat Nayara menjadi sosok yang lebih tertutup.
Sampai akhirnya sebuah perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya, mempertemukan Nayara dengan Adrian seorang CEO yang lebih tenang, dewasa dan sulit untuk ditebak atas akan yang dilakukan olehnya.
Berawal dari sebuah kesepakatan yang perlahan berubah menjadi sebuah kisah yang tidak pernah
Nayara bayangkan.
Mendapatkan kasih sayang dan dicintai dengan cara yang begitu tulus, tanpa Nayara sadari perjodohan itu tidak hanya mengubah hidupnya, tetapi juga telah mengubah hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Makan Siang Dan Setangkai Perhatian
Hari pertama kembali bekerja setelah cuti pernikahan, terasa sedikit aneh meskipun semua rampak sama. Gedung yang masih sama, meja kerja, ruang rapat, bahkan tumpukan dokumen masih sama tidak ada yang berbeda.
Tapi hati Nayara merasa ada perbedaan, ada sesuatu yang terasa lebih hangat sejak pagi tadi. mungkin karena sebelum berangkat Adrian dengan penuh perhatian membantu merapihkan rambut Nayara yang berantakan " jangan terlalu capek ya, Sayang" atau mungkin karena saat Nayara turun dari kendaraan Adrian masih sabar menunggu dan memastikan jika sang istri sudah masuk ke lobi sebelum Adrian pergi.
Hal-hal kecil yang terlihat sederhana seperti itu tapi membuat hati Nayara terasa hangat dan penuh cinta, kini Nayara melangkah masuk ke Gedung Almeera Group dengan senyuman kecil yang tidak bisa disembunyikan.
Livia sang sekretaris berjalan disamping Nayara sesekali memperhatikan perubahan ekspresi dari Nayara.
" Ibu kelihatan cerah, sepertinya bahagia sekali pagi ini padahal hari pertama kerja setelah cuti" Ucap Livia dengan langkah yang masih berjalan.
" Bisa saja, memangnya kelihatan ya?" Nayara menoleh sekilas.
" Kelihatan jelas sekali, Bu" Livia menganggukkan kepalanya cepat.
" Mungkin karena suasana hati Saya yang sedang bagus" Nayara tertawa pelan.
" Apakah Pak Adrian?" Livia menatap wajah Nayara penuh arti.
" Kamu ini" Nayara menggelengkan kepalanya pelan dengan menyembunyikan senyumnya.
Pagi ini suasana hati Nayara memang sangat baik, setelah menikah dengan Adrian semua terasa lebih sempurna. Sesampainya dirumah kerja kesibukan mulai mendekat, beberapa berkas yang perlu di tanda tangani, belum lagi jadwal dua rapat yang sudah menunggu.
Panggilan dari divisi operasional yang datang silih berganti membuat waktu berlalu begitu cepat, namun disela-sela kesibukan itu Nayara masih sempat tersenyum setiap kali melihat pesan yang dikirim oleh sang suami.
" Sayang, jangan lupa minum air putih"
" Kalau capek, istirahat sebentar"
Pesan sederhana yang diterima oleh Nayara membuat perasaannya begitu tenang dan hangat, seperti ada seseorang yang diam-diam menjaga dirinya dari kejauhan.
Menjelang siang Nayara masih berada dirumah meeting, diskusi yang belum selesai dan pikiran Nayara terasa mulai lelah apalagi perut yang mulai lapar tapi rapat masih belum memungkinkan untuk berhenti.
Tok... Tok... Tok...
" Maaf mengganggu, Bu" ucap Livia pelan.
" Ada apa, Liv?" tanya Nayara.
" Ada paket untuk Ibu" Livia mendekat dengan membawa satu kotak makan siang mewah dan sebuket bunga mawar putih sederhana namun indah.
Seketika ruang meeting mendadak sunyi dan fokus peserta meeting kini beralih pada Nayara.
" Ini dari siapa, Liv?" tanya Nayara berbisik.
" Dari Bapak, Bu" Livia tersenyum kecil.
Nayara menganggukkan kepalanya pelan, tidak ada yang tahu jika jantung Nayara sudah berdetak lebih cepat dari biasanya.
" Untuk istriku yang sibuk...
jangan hanya mengurus pekerjaan saja,
perutmu juga harus diperhatikan,
Selamat makan siang ya ❣️.
--- Suami tercinta ---
Begitulah isi pesan saat Nayara membuka kartu kecil yang terselip di tangkak bunga mawar putih.
Nayara sekuat tenaga menahan senyum yang tiba-tiba saja tidak bisa tertahan untuk membentuk bibir tipisnya, pipi terasa hangat bahkan semua rasa lelah yang tadi menumpuk mendadak mencair.
" Romantis sekali suaminya, Bu" salah satu peserta rapat tersenyum.
" Ahh.. Maaf ya kita break dulu makan siang" Nayara tersenyum malu.
Begitu rapat berhenti Nayara langsung membawa kartu kecil itu ke neha meja kerja, matanya kembali fokus membaca tulisan sang suami dan entah mengapa air matanya keluar begitu saja. Bukan karena sedih tapi karena merasa begitu di perhatikan dan dicintai begitu besar oleh sang suami.
Begini ya rasanya dicintai dengan begitu hebat, tidak dengan hadiah besar atau dengan sesuatu yang mewah. Tapi dengan perhatian kecil yang datang tepat saat dibutuhkan.
Dan itu....
Terasa jauh lebih berarti dari apapun.
" Hallo Sayang..." suara Adrian terdengar tenang diseberang sana.
" Mas... Kamu kirim bunga dan makan siang?" Nayara tersenyum hangat ketika mendengar sapaan dari sang suami.
" Ohh sudah sampai ya?" terdengar tawa kecil dari Adrian.
" Sudah, kenapa tiba-tiba kirim makan dan bunga, Mas?"
" Karena Mas tahu, kalau istri Mas bekerja suka lupa makan apalagi hari ini pasti sangat sibuk" jawab Adrian.
" Terimakasih banyak suamikuuu... Aku senang sekali" rengekan manja mulai diperlihatkan oleh Nayara.
Dikantornya Adrian sedang duduk tenang diruang kerja Mahendra Corp, memegang ponsel dengan senyuman kecil membayangkan wajah sang istri yang mungkin sedang tersipu membuat hatinya hangat.
" Mas cuma kirim makan siang dan bunga, Sayang tidak berat" ucap Adrian.
" Aku tidak pernah diperlakukan sebaik ini, terimakasih ya Mas" jawab Nayara.
" Oke noted, mulai sekarang Mas akan lebih kreatif lagi untuk perhatian sama istri Nas yang cantik ini" Adrian tertawa pelan diseberang sana.
" Jangan terlalu baik, Mas. Nanti aku manja gi..."
" Harus dong, Manja sama Mas apapun sama Mas jangan sungkan" Potong Adrian.
Telpon ditutup setelah obrolan ringan dan romantis itu berakhir, tapi senyum Nayara dan Adrian masih belum hilang.
Bahagia ternyata sesederhana ini, seseorang yang mengingatkan jam makanmu dan seseorang yang memastikan kamu tidak merasa sendirian.
Seseorang yang memperhatikan detail kecil dalam hidupmu, dan hari itu....
Ditengah kesibukan kantor dan tumpukan pekerjaan, Nayara merasa dicintai dengan sangat lembut.