Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Sekar langsung menoleh saat mendengar pertanyaan dari Eksa. tak lama sebuah senyuman tipis pun terbit dari bibirnya.
" aku nggak apa-apa, Makasih udah nolongin aku. Jujur aja aku tertekan sama tingkah laku mantan suami aku itu, tingkahnya itu kayak orang yang lagi kasmaran Padahal dia yang dulu sia-siain aku karena aku belum juga hamil. "
Tanpa sadar, Sekar mencurahkan isi hatinya dengan ekspresi wajah penuh kesedihan. namun tak lama perempuan itu kembali tersentak saat menyadarinya.
"ah, maaf, nggak Seharusnya aku ngomong gitu sama kamu. " Sekar tersenyum canggung mencoba untuk mengalihkan topik obrolan mereka sebelumnya.
Eksa tersenyum tipis dan tanpa diduga langsung meraih tangan segar kemudian menggenggamnya dengan erat.
Tentu saja, Hal itu membuat Sekar merasa terkejut. dengan secepat kilat Sekar mencoba untuk menarik tangannya kembali. namun tangan besar Eksa, dengan erat masih menggenggamnya.
" Sekar, " panggil Eksa dengan nada suara yang sedikit agak lain.
Dan Jujur saja itu membuat Sekar merasa sedikit merinding. beberapa kali tangan perempuan itu mengusap belakang lehernya yang terasa meremang.
"y-ya? " entah Sejak kapan perempuan itu membalas sapaan Eksa dengan terbata.
" Sebenarnya aku udah lama suka sama kamu bahkan mungkin dari kita sekolah dulu. tapi kamu selalu menghindar dan berakhir kamu menikah sama orang lain. dan jujur saja itu buat aku sempat Down " terang Eksa dengan tatapan kosong.
Sekar kembali tersentak saat melihat reaksi yang ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya saat ini.
Perempuan itu tidak menyangka bahwa raut wajah yang dia buat untuk menghindari agar perasaan Eksa tidak semakin jauh, justru membuat laki-laki itu sendiri merasa hancur.
Ada terbersit perasaan bersalah yang sempat menggerogoti hati Sekar. namun saat menyadari sebuah kenyataan bahwa mereka berasal dari status sosial yang berbeda, rasa bersalah itu perlahan-lahan mulai menguap.
" kalau kamu mengizinkan, Aku ingin kembali menjalin hubungan sama kamu. " kata laki-laki itu dengan nada suara pelan nyaris tidak terdengar.
Sekar dengan spontan langsung menoleh ke arah Eksa dengan mata membulat lebar. dengan cepat kepala perempuan itu menggeleng.
" Maaf Kayaknya aku nggak bisa, " lirih Sekar dengan mengalihkan pandangan ke arah lain.
Eksa tersenyum pahit dengan tatapan sendu, " apa nggak ada kesempatan buat aku? " tanya laki-laki itu dengan nada suara serak.
Sekar yang awalnya memalingkan wajah seketika langsung menatap mata laki-laki itu dengan tatapan dalam.
" status kita berbeda, kamu seseorang yang terlahir dari keluarga pengusaha, sementara aku hanya keluarga menengah ke bawah. kita sama sekali nggak setara. " jelas Sekar.
" tapi ini buat kebaikan kamu, kalau kita jalin hubungan, mantan suami kamu nggak akan pernah berani buat deketin kamu lagi. " Eksa masih berusaha untuk mencari alasan agar bisa tetap bersama perempuan Pujaan hatinya.
Sekar hanya diam mendengar penuturan laki-laki itu.
****
Sementara di sisi lain, Rangga Tengah mengamuk saat mendapati Mantan istrinya sudah memiliki Tambatan Hati lain.
" nggak Sekar, sampai kapanpun juga kamu masih akan tetap menjadi milikku. nggak akan ada orang lain yang berani rebut kamu dari aku. " gumam Rangga dengan tangan terkepal kuat.
Tak lama tetap hanya teralihkan saat seseorang menghubungi ponselnya. Seketika dengan kasar langsung keluar dari mulutnya.
Mendadak nama yang tertera di layar ponsel menjadi sesuatu yang tidak menarik di mata Rangga.