Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?
Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~
Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗
Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24. Tato di Leher
Baru saja Emeery ingin merebahkan tubuhnya kembali, ponsel di atas nakas malah berdering nyaring, ada panggilan video grup dan dia tak mungkin melewatkannya. Dengan cepat gadis itu meraih smartphone-nya dan menggeser ikon berwarna hijau.
"Ada apa, guys?" seru Emeery, wajah ketiga sahabatnya terpampang jelas di layar, dan mereka menunjukkan ekspresi yang hampir sama, seperti sedang menelisik sesuatu hingga berulang kali mendekatkan wajah.
"Tunggu, Mer, itu apaan di leher kamu?" tanya Talita penasaran, karena ada beberapa tato hidup, sisa cumbuan Gerry semalam. Emeery lupa untuk menutupnya.
Emeery langsung meraba lehernya dan tidak menangkap apa pun. Dia benar-benar belum sadar. "Apaan? Nggak ada apa-apa kok," jawab Emeery dengan polos."
Sedangkan yang di atas kasur sudah senyum-senyum sambil memainkan ponsel. Weekend kali ini dia benar-benar bebas dan puas, karena bisa bersenang-senang tanpa hambatan. Di sisi lain sudah bisa menaklukkan Emeery, Gerry juga tidak perlu mengasuh anak-anaknya.
"Kayak bekas gigitan gitu nggak sih?" ujar Zoe dengan kening yang berkerut. Sedangkan Nino memilih untuk tidak berkomentar, karena sepertinya dia sudah tahu jelas apa yang ada di leher sahabatnya.
"Gigitan?" cicit Emeery, kemudian matanya mendelik. Dia langsung menutup lehernya menggunakan satu tangan. "Tadi emang aku abis digigit nyamuk sih karena nguras kolam di belakang rumah Mommy."
"Dih tumben banget kamu rajin, Mer," cibir Talita yang sudah mengenal betul bagaimana tabiat gadis itu. Jangankan hari libur, hari biasa saja dia sangat pemalas.
"Hehehe iya lagi pengen aja, kebetulan kan sama anak-anak," jawab Emeery yang langsung disambut oleh tawa membahana suaminya di belakang.
Emeery melirik tajam. Entah apa yang Gerry tertawakan, sesuatu yang di ponsel atau justru perkataan Emeery barusan.
"Aduh kita ganggu ya, Mer?" Zoe menyadari bahwa sang sahabat tidak sedang sendiri.
"Langsung ke maksud dan tujuan aja deh biar nggak lama," sambar Nino, sebagai sahabat laki-laki, dia jadi tak enak pada Gerry. Takut malah dicemburui.
"Kita mau pergi nonton hari ini, lanjut ke karaoke. Kira-kira kamu bisa ikut nggak, Mer?" tanya Zoe menjelaskan rencana mereka di akhir pekan ini. Mereka bukan tidak tahu diri mengajak Emeery yang sudah bersuami, mereka hanya takut Emeery tersinggung, karena soal Emeery ikut atau tidak itu urusan belakangan.
Emeery melirik Gerry sekilas. Tidak mungkin dia keluar rumah dan meninggalkan anak serta suaminya di rumah kedua orang tuanya. Bisa habis diceramahi tujuh hari tujuh malam. Ditambah tubuhnya juga masih terasa tidak nyaman.
"Buat sekarang kayaknya kalian aja deh yang pergi. Next time ya, aku baru selesai banget beres-beres soalnya, mau istirahat aja di rumah," jawab Emeery yang lagi-lagi mengundang tawa suaminya. Ketiga sahabatnya sampai terheran-heran, tapi tak berani berkomentar.
"Oke deh kalo gitu, kita ngerti kok, Mer," balas Talita sambil senyum-senyum, yang lain juga entah kenapa memberikan reaksi yang sama.
"Kalian kenapa?" tanya Emeery dengan kening mengernyit.
"Selamat bulan madu ya pengantin baru!" seru ketiganya berbarengan sambil tergelak. Sebelum Emeery merespon panggilan sudah dimatikan, Emeery pun menganga dibuatnya karena sebenarnya mereka sudah paham satu sama lain apa yang terjadi dengan gadis itu.
"Kenapa?" tanya Gerry dengan alis terangkat saat matanya bersitatap dengan Emeery. "Mau ketemu Megumi lagi? Aku mau ayok aja!"
"Ish apaan sih, Kak, jadi Megumi terus. Aku kira siapa, ternyata uler kaduttt!" cebik Emeery yang membuat Gerry tergelak kencang. Teringat saat mandi, Emeery minta kenalan.
'Lucu juga nih bocah.'
**
Sedangkan di sisi lain, Mona sedang berusaha menghubungi Anjas, dia ingin meminta pemuda itu mempertemukannya dengan Gerry di sela kepadatan aktivitasnya sebagai dokter.
"Pokoknya aku mau ketemu Kak Gerry dalam waktu dekat ini!" cetus Mona saat panggilan baru saja terhubung. Anjas hanya bisa menyugar rambut, repot urusannya jika Gerry tahu dia membantu Mona.
"Tapi, Kak—"
"Nggak ada tapi-tapian, aku bayar kamu 2 kali lipat!" tandas Mona, memberi penawaran yang jauh lebih menggiurkan.
Janjimu akan di tagih terus
Q yakin nih Gery gak akan mau ketemu dengan Mona,karena Gery juga udah mengenalkan Meguminya sama istri bocahnya yaitu Emery😄
Kutunggu Megumi beraksi lagi😄
Tadi malam baru makan, sudah bertahun² puasa 🤣🤣
Bagus bener nama dedeknya Gery🤣🤣