NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit / Tamat
Popularitas:486.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Hans menyerahkan sampel rambut Yura pada dokter keluarga Wijaya secara langsung.

“Dua hari,” kata dokter itu singkat.

“Hasilnya akan keluar dua hari lagi.”

Hans mengangguk. “Saya minta ini dirahasiakan. Tidak satu pun anggota keluarga boleh tahu.”

Dokter itu paham, nama Wijaya bukan nama yang bisa diperlakukan sembarangan. Begitu keluar dari ruang dokter, ponsel Hans berdering.

Hans menghela napas pendek sebelum mengangkatnya.

[Kak Hans,] suara Putri terdengar manja seperti biasa, [jemput aku, dong. Aku di restoran—]

“Tadi kamu berangkat pakai apa?” potong Hans dingin.

Putri terdiam sesaat. [Mobil taksi … kenapa?]

“Kalau begitu pulang sendiri. Pesan taksi, jangan manja.”

Nada Hans datar, tidak ada kelembutan dan tidak ada kesabaran.

[Kakak kenapa sih?] Putri mulai meninggi. [Sejak acara itu kamu berubah! Aku cuma minta dijemput!]

Hans berhenti melangkah.

“Aku tidak punya kewajiban menjemputmu setiap kali kamu mau,” jawabnya dingin, nyaris kejam. “Belajar mandiri.”

Putri tersulut.

[Kakak kejam! Semua ini gara-gara perempuan itu, kan?! Gara-gara Yura!]

Hans menutup matanya sesaat.

“Jaga ucapanmu, Putri.”

[Kalau Kakak tidak mau jemput, aku tidak pulang!] bentak Putri. [Aku akan buat masalah! Aku—]

“Lakukan sesukamu,” potong Hans tanpa emosi. “Tapi jangan seret namaku.”

Telepon diputus sepihak.

Hans menatap layar ponselnya lama. Ada sesuatu yang runtuh perlahan di dadanya, bukan rasa bersalah, melainkan jarak

Di restoran itu, Putri berdiri tiba-tiba hingga kursinya terseret keras ke belakang.

“Brengsek!” teriaknya sambil melempar ponsel ke atas meja.

Beberapa tamu menoleh. Musik lembut yang semula mengalun terasa sumbang di telinga Putri. Dadanya naik turun, napasnya tersengal oleh amarah yang tak lagi bisa ia kendalikan.

“Sejak perempuan itu muncul, semuanya berubah!” geram Putri, matanya memerah.

Salah satu teman wanitanya mencoba menenangkannya. “Put, tenang dong. Semua orang lihat—”

“Diam!” bentak Putri. “Kalian tahu apa? Aku dipermalukan di depan umum, dipaksa berlutut, sekarang kakakku sendiri memperlakukanku seperti orang asing!”

Tangannya mengepal kuat hingga kuku menancap ke telapak. Bayangan malam pesta ulang tahun itu kembali terputar di kepalanya, kamera, tatapan jijik para tamu, suara Arga berteriak, dan tatapan Hans yang dingin. Tidak membela dan tidak melindungi.

Putri tertawa pendek, tapi suaranya bergetar.

“Yura … kamu pikir kamu menang?” gumamnya pelan, penuh kebencian. “Kamu hanya pengganti. Perempuan murahan yang beruntung.”

Ia menyambar tasnya dengan kasar.

“Kalau Kak Hans tidak mau menjemputku,” katanya lirih tapi beracun, “aku akan memastikan dia menyesal telah memilih perempuan itu.”

Putri melangkah keluar dari restoran tanpa peduli tatapan orang-orang di belakangnya. Tumit sepatunya menghantam lantai dengan keras, seolah setiap langkah adalah sumpah.

Malam itu angin berembus pelan di balkon kamar Yura. Lampu taman di halaman rumahnya menyala temaram, dan di sanalah seperti beberapa malam sebelumnya, mobil Sky terparkir dengan tenang, seolah pemiliknya tak pernah lelah menunggu.

Yura menghela napas panjang.

“Lagi-lagi dia,” gumamnya.

Ia turun ke bawah. Di ruang tamu, Mario sudah berdiri dengan ponsel di tangan.

“Dia datang lagi,” lapor Mario singkat.

“Aku yang urus,” jawab Yura tenang, matanya dingin.

Beberapa menit kemudian, Yura berdiri di samping mobil itu dan mengetuk kaca jendela. Ketukan pelan, tapi tegas. Sky menoleh, lalu menurunkan kaca.

“Kamu tidak capek?” tanya Yura datar.

Sky tersenyum kecil. “Kalau demi kamu, tidak.”

Yura mengangkat alis. “Buka pintunya.”

Tanpa banyak bicara, Sky membuka kunci mobil. Yura langsung masuk dan duduk di kursi penumpang. Pintu tertutup, menyisakan keheningan yang tiba-tiba terasa berat.

“Sekarang katakan,” ujar Yura. “Untuk apa kamu datang?”

Sky memutar tubuhnya sedikit, menatap Yura tanpa bercanda seperti biasanya. Tatapannya serius, jujur, dan anehnya ada rasa hangat.

“Aku datang karena aku menyukaimu, Yura.”

Yura terdiam sejenak, lalu tertawa kecil tanpa senyum.

“Menyukai? Kamu bercanda?”

“Aku tidak pernah bercanda soal perasaan,” jawab Sky pelan. “Aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu di kediaman Arga. Bukan sebagai pengganti. Bukan sebagai asisten tetapi sebagai Yura.”

Yura menoleh ke arah jendela, menatap lampu-lampu kota di kejauhan.

“Kamu tahu siapa aku sekarang,” katanya dingin. “Aku Lartika. Nama itu membawa masalah, musuh, dan darah.”

“Aku tahu,” Sky mengangguk. “Dan aku tidak peduli.”

Yura menatapnya tajam. “Kamu Kakaknya Nona Shasmita. Tunangan Hans. Terjebak di tengah keluarga Wijaya dan Pradipta. Kamu sadar apa artinya mendekatiku?”

Sky tersenyum tipis. “Artinya aku memilih jalan yang rumit. Tapi aku tidak pernah hidup dengan memilih yang mudah.”

Hening kembali turun. Detik terasa panjang.

“Aku bukan perempuan yang bisa kamu lindungi dengan janji manis,” ucap Yura akhirnya. “Aku tidak butuh penyelamat.”

Sky mengangguk pelan. “Aku juga tidak ingin jadi penyelamatmu. Aku hanya ingin berdiri di sampingmu, kalau kamu mengizinkan.”

Yura menatap Sky lama, terlalu lama. Ada sesuatu di matanya yang bergetar, tapi segera ia sembunyikan.

“Kamu datang terlambat,” katanya lirih. “Hatiku sedang kosong. Dan orang kosong bisa jadi kejam.”

Sky tersenyum lagi, kali ini lebih lembut.

“Kalau begitu, izinkan aku menunggu. Aku tidak minta jawaban sekarang.”

Yura membuka pintu mobil. Sebelum turun, ia berhenti sejenak.

“Sky,” katanya tanpa menoleh, “kalau suatu hari aku menyeretmu ke dalam kekacauan yang tidak bisa kamu kendalikan … jangan salahkan aku.”

Sky menjawab tanpa ragu,

“Kalau hari itu datang, aku tetap di sana.”

Yura turun dan menutup pintu. Ia melangkah masuk ke rumah tanpa menoleh lagi.

1
mimief
mungkin hans deketin Mitha juga karena mukanya mirip kyk Yura..
atau adiknya
mimief
apa pernah amnesia kl...
Thor aku mampir disini sambil nunggu ara
Syalari sholeh
semua yg cowok suka setelan abu²
Syalari sholeh
lah knp mesti pindah² hotel?
Lucyana H
makasih thor udah ngabulin permintaanku ,Yura akhirnya sm sky,biasanya wanitanya gampang memaafkan si pria padahal udah sering di sakitin👍😘💪😍
Lucyana H
bagus sky..balas orang orang yg udah nyakitin Yura,😘💪💪
Lucyana H
suka sm sikapnya Yura thor,biarin hans terus ngerasain penyesalannya,dan Yura jgn mudah memaafkannya buat siapapun yg pernah menyakitimu,termasuk arga
Lucyana H
sebentar lg karma menuju ke Arga dan putri.....
Lucyana H
si putri ga sadar diri,bukan Adek kandung aja gaya selangit,ntar jgn syok ya klo ternyata perempuan yg kmu benci itu adalah adek kandungnya Hans Wijaya,semoga kmu ga gila🤭
Lucyana H
thor...nanti endingnya Yura sm sky aja,jgn Arga,aku ga terima sm Arga,sebagai suami Arga ga pernah ada perhatiannya...
Lucyana H
thor ..aku rasanya pengen nonjok si Arga ....aja....kesel thor
Lucyana H
jangan jangan adik kandung si hans,Yura lg....
Lucyana H
waaaw..ternyata..shasmita orang baik,Arga siap siap tggu pembalasan Yura.....mantap...shas..aku padamu...👍💪
Lucyana H
thor tlg ya utk Arga si pria yg paling kejam tlg bikin nyesel,biar tau rasa,dan utk Yura jgn mudah memaafkan Arga....💪
Gintania nia
bagus dong
Annie Soe..
Trm kasih karyabya thor..
Annie Soe..
Ada hubungan apa yura-shasmita ?
Apa hanya krn shasmita mo balas budi ke yura ?
Lanjuutt thor..
Ko
Dr awal cerita aku emosi terus. Dihatiku penuh amarah. Bukan apa, tp krn ketidakadilan yg yura dapatkan. Tp diakhir cerita aku turut bahagia krn yura bahagia sudah. Cuma sedikit ragu krn ada Claire dipenghujung cerita. But it's ok krn ada hans & sashmita yg melindungi yura dr disakiti jika suatu saat nnt Claire jd duri dlm rmh tangga yura & sky.. ❤️
Ko
Semoga tdk berniat menjadi pelakor si Claire ini..
Ko
Knp pula ada Claire disaat acara kumpul keluarga yura? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!