NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Time Travel / Tamat
Popularitas:270k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 24

Aroma tanah basah dan sisa hujan masih pekat di udara. Di atas rumput hijau Istana Chengmeniang, waktu seolah berhenti. Shen Yuhan merasakan beban tubuh Mu Lian yang menindihnya, hangat dan nyata. Mata mereka bertatapan dalam jarak hanya beberapa inci, sebuah momen keintiman yang langka di tengah badai konspirasi istana.

Namun, momen itu hancur berkeping-keping saat suara teriakan yang memekakkan telinga menggelegar dari pintu gerbang taman.

"LANCANG! LEPASKAN KAKAKKU, PANGERAN MU LIAN!"

Yuhan tersentak. Ia segera mendorong dada Mu Lian pelan dan bangkit dengan wajah yang memerah hebat. Di sana, Shen Lan berdiri dengan wajah yang diselimuti kemarahan. Pedang peraknya sudah terhunus, memantulkan cahaya senja yang tajam. Aura Pemurnian Qi tingkat keempat miliknya bergejolak, menciptakan tekanan udara yang cukup kuat hingga kelopak bunga di sekitar mereka berguguran.

"Lan! Kecilkan suaramu!" tegur Yuhan sambil merapikan gaun sutranya yang berantakan karena tanah.

Shen Lan melangkah maju, matanya tidak lepas dari Mu Lian yang kini sedang dibantu Wu Sheng untuk kembali ke kursi roda meskipun kakinya sudah bisa menapak dengan lebih kuat. "Kakak, apa yang dia lakukan padamu? Pria cacat ini berani menyentuhmu dengan tidak sopan?"

"Dia tidak sengaja jatuh, Adik bodoh!" Yuhan melangkah mendekat dan—

TAK!

Ia menyentil dahi Shen Lan dengan keras.

"Aduh! Kakak Yuhan!" Shen Lan memegang dahinya, raut wajah sangarnya seketika luntur menjadi ekspresi bocah yang sedang merajuk.

"Kau tahu apa hukuman bagi siapa pun, termasuk Pangeran, yang berani masuk ke area pribadi Maharani tanpa izin dan mengintip kegiatan rahasia?" Yuhan melipat tangannya di dada, menatap Shen Lan dengan tatapan mengancam yang dibuat-buat. "Hukuman cambuk atau pengasingan ke perbatasan utara? Pilih salah satu."

Shen Lan menelan ludah. Ia tahu kakaknya yang sekarang tidak bisa diajak bercanda dalam hal otoritas. Ia segera menjatuhkan diri, berlutut dengan satu kaki. "Hamba memohon ampun, Yang Mulia Maharani. Hamba hanya... hamba hanya khawatir."

Mu Lian, yang kini sudah duduk stabil di kursi rodanya, terkekeh pelan. "Pangeran Keempat, kekhawatiranmu terkadang lebih tajam dari pedangmu."

"Dan kau, Pangeran Lian!" Yuhan berbalik, matanya kini tertuju pada suaminya. "Kenapa kau ceroboh sekali? Baru bisa melangkah dua kali saja sudah ingin bergaya seperti pahlawan yang bisa menangkapku? Kalau kau jatuh dan sarafmu putus lagi, aku tidak akan mau mengobatimu untuk kedua kalinya!"

Mu Lian terdiam, ia hanya bisa menunduk pasrah menerima omelan Yuhan. Wu Sheng yang berdiri di belakangnya menahan tawa, melihat sang Jenderal Besar yang ditakuti musuh di medan perang kini dikuliahi oleh seorang wanita.

Shen Lan berdiri, ia menatap Mu Lian dengan sorot mata yang masih penuh keraguan. Meskipun ia terkejut melihat Mu Lian mulai bisa menggerakkan kakinya, di matanya Mu Lian tetaplah titik lemah bagi kekuasaan Yuhan.

"Mu Lian," panggil Shen Lan dengan nada keras dan meremehkan. "Kau pernah menjadi naga yang ditakuti di Dinasti Shen. Tapi lihat dirimu sekarang. Kakakku sedang mempertaruhkan nyawanya melawan serigala-serigala seperti Perdana Menteri dan pejabat korup. Dia butuh penopang yang sempurna, pelindung yang tangguh, bukan beban yang harus dipapah setiap kali melangkah!"

Mu Lian mendongak, matanya yang tenang beradu dengan api kemarahan Shen Lan.

"Jika kau benar-benar ingin menjadi suami sah yang pantas bagi Maharani Shen Yuhan, buktikan!" tantang Shen Lan, suaranya menggelegar. "Segera sembuhkan kakimu sepenuhnya dan tingkatkan kultivasimu melampaui levelku! Jika dalam satu bulan kau masih terlihat seperti orang lemah ini, aku sendiri yang akan menyeretmu keluar dari istana ini, peduli setan dengan statusmu!"

"Shen Lan! Jaga bicaramu!" bentak Yuhan, namun ia terhenti saat Mu Lian mengangkat tangannya.

"Aku terima tantanganmu, Pangeran Keempat," jawab Mu Lian dingin namun mantap. "Kau tidak perlu menyeretku. Jika aku gagal melindungi istriku, aku akan pergi dengan kepalaku sendiri."

Yang tidak pengeran keempat ketahui, jika tingkat kultivasi Mu Lian sudah 2 tingkat di atasnya.

Shen Lan mendengus, mencoba menyembunyikan rasa puasnya bahwa Mu Lian masih memiliki harga diri seorang ksatria. Sebelum ia berbalik pergi, Shen Lan teringat sesuatu.

"Dua hari lagi ada Festival Lampion di pusat kota," ujar Shen Lan, nadanya sedikit melunak saat menatap Yuhan. "Kak Yuhan, kau harus pergi bersamaku. Kita akan melihat lentera di sungai seperti saat kita kecil. Tapi ingat... hanya kita berdua. Jangan ajak orang lain, terutama orang-orang yang hanya akan menyusahkan perjalanan dan membuat kita harus mendorong kursi roda sepanjang jalan."

Shen Lan melirik tajam ke arah Mu Lian sebelum akhirnya berbalik dan pergi dengan jubahnya yang berkibar tertiup angin.

Sementara itu, di sisi lain ibu kota, atmosfer penuh dengan kerja keras yang nyata. Li Ming berdiri di pinggir lahan luas di samping istana. Tanah yang dua hari lalu retak-retak kini mulai terlihat gembur karena sisa hujan.

"Kumpulkan semua abu pembakaran kayu kemarin!" perintah Li Ming kepada ratusan pekerja yang ia pimpin. "Taburkan secara merata! Jangan sampai ada jengkal tanah yang terlewat!"

Li Ming berjalan di antara para petani, sesekali ia ikut mencangkul tanah untuk memastikan instruksi Yuhan dijalankan dengan sempurna. Abu kayu dicampur dengan daun-daun kering yang telah dibusukkan, sebuah teknik pemupukan yang diperintahkan Yuhan melalui buku panduan rahasianya. Meskipun para petani senior menganggap ini aneh, mereka tidak berani membantah saat melihat aura wibawa Li Ming yang kini mengenakan seragam pejabat kerajaan.

Setelah hari yang melelahkan, Li Ming kembali ke kediaman barunya yang diberikan oleh Maharani. Sebagai pejabat tingkat lima, ia kini memiliki rumah yang asri dengan halaman belakang yang luas.

Di halaman belakang itulah, Li Ming menjalankan tugas yang paling krusial. Ia melihat berderet-deret tanaman langka yang sedang ia kembangbiakkan. Ada bibit padi unggul, gandum perak, hingga tanaman obat yang aromanya sangat kuat, semuanya adalah bibit dari Ruang Dimensi Yuhan yang diberikan kepadanya untuk diuji coba.

Li Ming membelai helai daun tanaman obat itu. "Jika ini berhasil, rakyat tidak akan lagi kelaparan."

Tiba-tiba, seorang pelayan pria berlari masuk dengan wajah pucat pasi. Napasnya tersengal-sengal, kakinya bahkan tersandung tumpukan kayu di koridor.

"Lapor... Lapor Tuan Ming! Ada masalah besar!" teriaknya panik.

Li Ming berdiri tegak, tangannya secara refleks memegang gagang pedang di pinggangnya. "Bicara yang jelas! Masalah apa?"

"I-itu Tuan... Bi-bit kentang! Bit-bit kentang pilihan yang baru saja kita siapkan di gudang persemaian untuk ditanam besok pagi... semuanya telah dirusak!"

"APA?!"

1
Murni Murniati
mentri pengkhianat kapan dihukum, aplg han tan ini
Murni Murniati
tp dia bgtu sm Mei ini krn dberi racun uga, biar dia tak ingat sm sekali,
Amelia
semoga ada penguasa yg benar, lebih setia, tulus melebihi mu Lian untuk Matahari... biar plot lebih kocak dan seru daripada sekedar cemburu buta..
mu Lian jadi suami kedua.. hahaha..
semangat Thor
sasa adzka
baru mampir kak othor.. ehhh sudah dapat suguhan lelaki yg menutupi dada nya🤣🤣🤣🤣 takut d perkoas ya sama yuhan🤭
Nana Maulana
gak jelas
Yanti Kumari
yuhan terlalu kasar sm suami ny , gk hormat sm suami ny. klu dia maharani jd suami ny kn raja. dia gk hormat lgsg, yuhan byk selir gpp giliran suami ny yg lupa ingatan ,yuhan udh merasa jd korban .mabuk n ciuman sm gundin ny..adeeehhh,,,.
WeGe
luar biasa, kak Thor. alurnya mudah diikuti. konflik yang berat tapi sangat menarik. terimaksih sudah menyajikan cerita yang sangat bagus, banyak intrik dan pelajaran yang bisa dipetik. 🙏🏻
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: terimakasih akak atas dukungan 😘
total 1 replies
WeGe
hampir saja🤭
💞DARRA💞💖
sepertinya Maharani sedang hamil 😍
Kharisma Nasruddin
ceritanya bagus bangetttt, aku suka cerita yang susunan katanya tertata dan rapi pokoknya bagus banget dan wajib dibaca💕
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: terimakasih akak..😘
yuk lanjut season 2 nya ya.. 🤭
total 1 replies
Yuyun Zampiet
🤣🤣🤣 syok pangeran, dikira malam pertama sekalinya mengobati 😄
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya Thor ditunggu sesi ke 2
🏘⃝Aⁿᵘ𝐇⃟⃝ᵧꕥᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉🤎: sudah tayang kak.. bisa cek diprofil😘
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
wahhhh dah end aja ini berarti waiting session 2 😍🤭👍🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋: meluncur 🤭🤣🤣🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
pangeran ke-lima Mu Lian datang tapi terlambat sedikit jadinya kan Li Ming tadi yang mendampingi Maharani Yuhan 😏
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD 🍁😋
ihhhh keselllll pangeran ke-lima Mu Lian tak menepati janji 🥺/Left Bah!//Right Bah!/
Zeny Zen
maharani hamil kali👍
chataleya
apapun masalahnya, jika suami istri masalah akan selesai di atas ranjang. 🤣🤣🤣 ternyata berlaku jg untuk seorang maharani
Tiara Bella
pantesan banyak bab twnya mw tamat....
perempuan klu marah ya mending diajak ke kasur tar marah nya ilang wkwkkw ...
chataleya
Maharani juga manusia. 😄 bisalah oleng dikit
chataleya
Maharani bermain api
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!