NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Hari ini Dewi kembali ke rumahnya, suaminya juga belum pulang. Dewi tau mungkin dia masih di rumah istri mudanya.

Dewi sedang memasak untuk makan malam mereka ketika dia mendengar suara ribut-ribut di depan rumah.

"Ada apa sih, kok ribut sekali di depan rumah?" Kata Dewi

"Bu....ibu lagi kedatangan tamu tu " Kata Arumi

"Tamu , siapa dek ?"

"Nenek, tante sama om Jack. Kesana aja dulu Bu "

"Oh ya udah... ibu kedepan dulu "

Dewi bisa melihat ibu mertuanya, Rani, Reni, Jack dan juga Mariam serta suaminya. Kening Dewi berkerut melihat mereka datang bergerombolan.

Tidak ada hujan, tidak ada badai mereka tiba tiba datang ke rumah ini.

Ini pertemuan yang tidak bisa Dewi hindari karena mereka datang tanpa memberitahukan kepadanya.

Dewi juga bisa melihat bagaimana adiknya terus berusaha berdekatan dengan Randi.

"Tuhan... Wanita macam apa adik saya ini, apakah dia nggak bisa melihat suaminya nggak nyaman sama dengan dia yang terus berdempetan ?" Batin Dewi

"Loh bu...kapan ke sini? Kok nggak kabari ?" Tanya Dewi

"Ibu udah dari pagi di rumah Rani,kamu udah di kabari kan. emang kamu yang nggak mau ketemu ibu ?" Jawab ibu mertuanya ketus

"Dewi nggak tau ibu ke sini"

"Hi Kak...apa kabar?" Sapaan dari Jack membuat semua orang di sana sampai ternganga menatap Dewi.

"Kenapa malah lihatnya ke saya?" Batin Dewi

Jack tersenyum pada Dewi dan Dewi hanya mengangguk saja tanpa menjawab.

"Bu.. Tumben kesini nggak kabari dulu. Biasanya kan ibu pasti telpon"

"Ibu ke sini karena ibu punya keperluan penting sama kamu nak "

"Ada ya Bu?"

"Hmm.. sebenarnya, ibu.. eehh.. Ibu... "

"Bu.. Nggak usah ngomong berbelit-belit kayak gitu, ibu ngomong aja langsung " Sambung Reni.

"Ada apa Bu ? "Tanya Dewi dengan kening berkerut

Ibu mertua Dewi seperti ragu untuk mengatakan, Suara Reni yang terdengar keras bicara pada Dewi

"Ayah sama ibu lagi butuh uang Wi, mereka mau membantu om Darwin yang akan mengadakan syukuran di kampung" Kata Reni

Dewi bisa melihat raut terkejut di wajah Randi "Loh... Tadi nggak bilang kayak gitu ke saya ?" Kata Randi

"Uang ? Ibu butuh berapa?" pertanyaan Dewi bisa membuat Rani, Reni dan ibu mertuanya tersenyum. Ada harapan mereka pasti di bantu.

"Ibu cuman butuh dua puluh lima juta nak ?"

"Dua puluh lima juta Bu ?" Tanya Dewi tidak percaya

Randi ingin bicara namun Mariam dengan cepat cepat mencubit lengan Randi.

"Semua mau dikasih ke om Darwin?" Tanya Dewi

"Iya nak....selama ini dia yang sudah membantu usaha Ayah Randi dan juga dia pernah membantu uang kuliah Reni. Ibu nggak enak, Darwin datang minta bantuan sama ibu" Jawab ibu mertua dengan nada yang pasrah.

"Ibu mau membantu om Darwin kan ?

"Tapi dewi nggak punya uang sebanyak itu tante,. Dewi nggak ada uang saat ini. Dewi minta maaf nggak bisa bantu tante kali ini " Perubahan wajah ketiga orang itu terlihat jelas, Dewi tau mereka sedang merencanakan sesuatu dan Dewi lah yang harus berkorban.

"Jadi kamu nggak bisa bantu ibu ya Wi" Tanya Rani

"Iya kak..."

"Kamu itu bisanya apa sih Wi ? bantuan kayak gini aja kamu nggk bisa membantu . seharusnya kamu tau mengambil hati mertua kamu,. Setidaknya itu bisa menutupi kekurangan kamu yang udah nggak bisa memberikan mereka cucu. kamu harus tau diri kalau kamu itu mandul " Kata kata Rani menusuk sekali, Jack sampai kaget mendengar mereka memojokkan Dewi.

"Reni kan udah bilang sama ibu, Dia nggak akan bisa membantu. Ibu aja yang nekat mau kesini. Kok bisa sih dulu ibu mau aja kak Randi nikah sama dia yang mandul kayak gini "

Tujuan mereka kesini ingin meminta bantuan Dewi tapi berakhir dengan kata kata hinaan dari mereka. Dewi diam, Dia hanya ingin menunjukkan kalau dia lemah.

"Dewi minta maaf tante, Sekarang Dewi nggak bisa lagi membantu seperti dulu. Dewi nggak punya uang juga" Kata Dewi Lirih

"Ayo Bu, buang buang waktu aja " Kata Reni.

"Bukannya kamu baru saja pencairan kemarin? kamu pinjam ke bank seratus juta kan ?" Reni terkejut mendengar Jack mengatakan itu. Randi dan Mariam juga ikut terkejut.

Dewi tersenyum sinis pada Reni, terlihat tatapan meremehkan Dewi kepada Reni.

"Terus kenapa nggak kamu saja yang membantu ibu kamu Ren? Kamu bilang kak Dewi mandul. Emang kamu tau gimana kamu nanti ? " kata kata Jack telak membuat Dewi bungkam. Jack merasa Reni sudah sangat berlebihan dengan mengatakan Dewi mandul.

Mereka mencoba menjatuhkan mental Dewi dengan kekurangan Dewi saat ini.

"Bu.....Yan sama adek udah lapar " Tiba tiba Yan masuk di antara mereka memanggil Dewi.

"Hi bro, om nggak lihat kamu..kapan ni main ke tempat om ?" Jack menyapa Yan. Dewi bisa melihat Yan juga senang.

"Hari Sabtu aja ya om "

"Ok sip bro"

"Oh iya tante Reni, Yan boleh ngomong sesuatu?"

Reni tidak menjawab...

"Ibu saya nggak mandul, dia udah melahirkannya dua orang anak. Seharusnya tante berpikir seperti itu. ada Yang sama Arumi. Jadi ibu saya nggak mandul "

"Hummm.... Hebat kamu nak, tapi kamu bener banget. Kak Dewi punya anak kok "

Jack menatap mereka semua, tatapannya berhentikan pada sosok laki laki yang merupakan suami dari wanita yang di kagumi Jack.

"Kak Randi tau sebenernya kalau kak Dewi nggak bermasalah, tapi kakak diam diam saja"

Randi terpaku...

"Terus kamu mau salahin kak Randi " pembelaan Mariam membuat tawa kecil terdengar dari mulut Dewi.

"Dek.... Ini masalah keluarga kakak, kamu nggak perlu ikut campur ya. Ini bukan urusan kamu. Di sini kamu bukan siapa-siapa, kakak nggak mau kamu ikut di salahin " Kata Dewi dengan suara yang begitu lembut pada Mariam dan kata kata itu sukses membuat Mariam, Rani dan Reni harus menahan marah.

"Apa kak Randi nggak malu jadiin saya sapi perah terus ? Kak Randi tau yang sebenarnya tapi pura pura nggak tau apapun" Kata kata Dewi sengaja Dewi arahkan ke Randi. Dewi menatap Randi.

"Nggak seperti itu sayang, tadi ibu bilang mau jalan-jalan aja ke sini "

Dewi mengangguk anggukkan kepalanya tanda ia mengerti apa kata suaminya.

"Saya minta maaf nggak bisa membantu ibu" Jawab Dewi.

"Ya udah kita pulang sekarang, percuma datang ke sini " Sahut Rani.

Ibu mertua Dewi bersama kedua anaknya keluar tanpa pamit, Mariam masih berdiri di samping Randi. Jack menyusul keluar , satu kedipan mata sukses membuat Dewi kaku.

"Kamu nginap sini ya dek ?" Kata Dewi sengaja

"Eh..eh nggak kak, ini mau pulang kok "

"Kok kamu lebih betah tinggal sama kak Rani? padahal kamu punya kakak di sini " Kata Dewi lagi

"Sa.. saya...."

"Ayo Mariam" Rani tiba tiba saja menarik tangan Mariam.

"Randi... Ayo anterin ibu " teriakan ibu mertua Dewi dari luar rumah. Randi juga tergopoh gopoh berlari ke luar.

Dewi melihat sedang Randi sedang bicara dengan ibunya di tempat yang sedikit jauh dari mereka.

Tidak lama kemudian, Randi masuk kembali kedalam rumah mereka.

"Loh kakak nggak ikut?"

"Nggak...malas ". Jawab Randi berlalu masuk kedalam kamar

Randi merasa kesal dengan ibu dan kedua saudaranya, dia juga malu pada Jack. Dia sebagai suami Dewi malah membiarkan Dewi di hina oleh adiknya di depan Jack dan yang membela Dewi justru Jack.

Randi keluar dan menatap Dewi yang sedang menata makanan diatas meja.

"Wi..kamu nggak bisa ya membantah kata kata Reni dan kak Rani ?

"Kata kata yang mana ?"

"Mereka mengatakan kamu mandul, Apakah kamu nggak bisa menjawab yang mereka katakan , kenapa kamu pasrah gitu aja ?"

"Saya menjawab juga apa gunanya kak, emang kenyataan kan saya nggak bisa hamil. Kakak sendiri tau itu dan kakak juga udah pernah bilang saya perempuan mandul "

"Saya minta maaf, saya memang pernah mengatakan itu di depan ayah dan ibu "

"Nggak apa-apa kok, yang penting kan kakak jadi menikah dengan wanita yang pernah kakak ingin dia jadi ibu dari anak anak kakak"

Randi tidak menjawab....

"Kalau kakak ingin sekali memiliki anak, saya dulu baru kakak menikah lagi. Saya nggak mau mengulangi hal yang pernah di alami ibu saya dulu hingga ibu meninggal "

Dewi mengingat kembali alasan kenapa Dewi tidak pernah mengisikan Randi menikah lagi, tapi sekarang dia tau kalau Randi dan Mariam sudah menikah.

Kehadiran Rama membuatmu harus bertahan menjadi istri pertama. Dewi juga ingin melihat bagaimana reaksi mereka semua ketika tau yang sebenarnya tentang Randi.

"Kak Randi nggak perlu menjaga perasaan saya, semua baik baik saja kak " Kata Dewi saat ini dia tidak ingin Rama mengusik dai dan kedua anaknya.

Dewi bukan tidak tau niat Rama, dia sudah mencari tau sedikit tentang Raman dan yang Dewi dengar Rama belum memiliki anak hingga saat ini, itu membuat Dewi khawatir. Dewi tidak lagi mencari tau tentang Rama, tentang siapa istri Rama. Karena Dewi memang tidak ingin tau.

"Saya harus bertahan bersama Kak Randi, saya nggak mau Rama mengusik kehidupan saya dan anak anak". Batin Dewi

.

.

.

.

Bersambung....

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers 😘😘

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!