NovelToon NovelToon
The Prince Woman

The Prince Woman

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: @Miss_Kha11

[CH 01-145 END]
Apa yang akan kau lakukan jika kau terjebak di dalam tubuh Putri Mahkota yang sangat dibenci oleh Sang Pewaris Tahta?

****

"Dimana ini?" Pertanyaan itu terlontar bersamaan dengan kebingungan sang gadis menatap sekelilingnya, tempat itu begitu asing dan bisa ia bilang sedikit kuno.

"Nona sudah sadar?"

Gadis itu mengernyit kebingungan saat di depannya ada orang dengan pakaian kuno.

"Apakah kita sedang syuting drama kolosal?"

Gadis itu kebingungan, pasalnya hal terakhir yang ia ingat adalah terjun ke danau karena menghindari ibunya. Ia kira ia sudah mati tetapi jika mati tidak mungkin ia masih bisa bernafas dan bertemu dengan manusia juga bukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 24: Perasaan Sang Bunga

Pelayan memoleskan bedak tipis di wajah Haerin, hanya bedak dan pemerah bibir yang sangat tipis. Ia tidak suka jika wajahnya dirias terlalu berlebihan sekalipun posisinya sekarang adalah Wanita nomor satu Joseon yang tentunya harus selalu cantik. Menurutnya kecantikan alami itu akan lebih natural dan terlihat indah.

Pagi ini Haerin harus memberi salam kepada ibu suri, rutinitas setiap bulan. Sebenarnya ia sedikit malas mendengarkan ocehan manis yang menyimpan parang di dalamnya. Ibu suri selalu saja membencinya. Padahal dulu tidak terlalu seperti ini. Ibu suri tidak memiliki banyak pendukung dan itu memang sudah dari dulu, sehingga istana dalam di kelola oleh Haerin. Mungkin itu adalah alasan ibu Suri membenci Haerin.

Setelah selesai dirias ia langsung beranjak untuk menuju Istana timur. Istana Timur? Ia akan menemui Jae yoon sekalian, pasti anak itu tengah melihat ikan lagi. Karena memang ia sangat suka dengan ikan koi.

Rombongan Haerin sampai di depan kediaman Ibu Suri, pengawal mengumumkan kedatangan Haerin lalu Haerin langsung masuk. Sementara para dayang yang mengantar Haerin hanya tinggal di depan.

"Salam Daebbi-Mama semoga anda panjang umur seribu tahun"

Haerin membungkuk dan mengangkat tanganya untuk memberi hormat. Ibu Suri mengangguk lalu meminta pelayan menuangkan teh untuk Haerin.

"Duduklah Jungjeon"

"Bangaimana kabarmu?" tanya Ibu Suri.

"Tentu saja baik, bagaimana dengan anda sendiri?"

Haerin tersenyum manis ia sudah siap jika sebentar lagi ibu Suri akan memberikan kata-kata pedas.

"Seperti yang kau Lihat"

"Cuaca sangat dingin karena sebentar lagi akan datang salju. Saya merajut pakaian hangat khusus untuk anda"

Haerin menoleh lalu memanggil dayangnya diluar, dayang itu membawa baju rajutan kepada Ibu Suri. Ibu suri hanya tersenyum menerimanya.

"Jungjeon, jangan terlalu lelah kau harus menjaga tubuhnya agar bisa cepat hamil" ucapnya pelan.

Haerin yang dengan jelas mendengarnya sangat terkejut. Apa kah benar baru saja Ibu Suri yang mengatakanya? Setahunya ibu suri tidak oernah mendukungnya sama sekali. Lalu apakah maksud dari ucapan itu. Jika Ibu suri sedang berpura pura baik tidaklah mungkin. Wajahnya tidak berkata begitu.

"Ye Daebbi-Mama"

"Jika sampai kau tidak memiliki keturunan Posisimu akan terancam oleh wanita itu"

Haerin sangat paham maksut dari kata Wanita itu. Rupanya ibu Suri tidak suka dengan Nae Ri lalu mengapa selama ini ibu Suri selalu memojokan Haerin dan hari ini berubah 180° sungguh hal yang aneh bukan?

Haerin tidak begitu mempermasalahkan posisinya yang nantinya akan terancam. Tetapi, ia merasa menjadi wanita yang sangat tidak sempurna untuk Hwan. Walaupun Hwam selalu berkata tidak begitu mempermasalahkan itu tetapi ia dapat melihat dari raut mata Hwan jika lelaki itu sangat menginginkan seorang anak darinya. Ia ingin membuat rumah tangganya sempurna.

"Maafkan aku Jungjeon jika selama ini aku selalu berbicara tidak pantas padamu, aku tahu itu perbuatan yang sangat tidak pantas"

"Tidak Daebbi, anda tidak pernah melukai hati saya"

"Terima kasih Jungjeon"

Di dalam hatinya Haerin masih bertanya tanya. Hal apa yang membuat Ibu suri berusah sikap kepadanya. Ia masih sangat ingat seperti apa ibu suri dulu. Semoga saja ibu Suri tulus dan tidak ada kebohongan dibalik sikapnya ini.

֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟  LITTLE PEONY֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟

Ui-Bin terlihat berjalan tergesa gesa menuju Istana barat. Istana barat adalah tempat pelatihan militer kerajaan dan juga tempat tinggal pada jenderal dan kasim. Wanita itu sesekali melirik untuk memastikan tidak ada orang yang mengikutinya. Seolah sedang menyebuntikan sesuatu sehingga takut diketahui.

Setelah sampai di salah satu paviliun yang sedikit besar ia berhenti karena menemukan orang yang ia cari. Ia beranjak mendekati orang itu.

"Jamsiman-yo"

"Nee, ah Mama ada keperluan apa anda datang kemari"

"Aku ingin berbicara denganmu jenderal Min"

Jenderal muda itu memasang wajah yang terlihat penasaran. Ia sungguh terbaik dalah akting. Sebenarnya ia sudah tahu apa yang akan Nae ri bicarakan. Apalagi kalau bukan mengenai kerjasama untuk merugikan orwng lain.

"Tentu saja Mama, silahkan"

Nae ri tersenyum lalu duduk.

"Aku ingin menawarkan sesuatu yang sangat besar untukmu"

"Apa itu Mama?"

Jenderal Min terlihat penasaran.

"Tentu saja apapun yang menguntungkan"

"Memamgnya apa yang ingin anda lakukan"

Lelaki bernama lengkap Min Yeosang itu terlihat memancing. Ia sudah paham arah pembicaraan. Tetapi Naeri tidak sadar jika sedari tadi Yeosang tersenyum tipis.

"Aku akan menjadi Ratu-"

Nae Ri menghela nafas pelan.

"Kau pasti paham kan maksudku?" lanjutnya.

Menjadi Ratu artinya adalah menyingkirkan Ratu saat ini. Tidak mungkin juga ia akan bergabung dengan Naeri untuk menyikirkan Haerin. Ia lumayan dekat dengan Haerin dan tidak mungkin ia mneghianati Ratu nya itu. Jika Hwan sampai tau pasti ia akan langsung dipenggal atau bahkan lebih parah. Apakah Naeri tidak tahu jika Yeosang adalah orang kepercayaan Haerin.

"Maaf sekali Mama, tetapi untuk itu saya perlu memikirnya lebih ka-"

"Kumohon"

Yeosang tersenyum.

"Bukankah itu akan sangat menguntungkan"

"Saya perlu memikirkanya, Permisi"

Yeosang memang sangat pandai dalam memakai topeng. Benar saja jika Nae ri sama sekali tidak curiga. Yeosang adalah jenderal muda yang memiliki nama cukup baik. Ia mewarisi posisi ayahnya yang dulunya juga sama sama salah satu jenderal. Di usianya yang ke 29 ia sudah sering memimpin pasukan baik untuk mengawal maupun berperang.

Meninggalkan Naeri Yeosang langsung pergi ke Istana Bintang untuk menemui Haerin. Jika Maeri sudah berani mengajaknya berarti ada irang yang sudah bersekokongkol dengan Naeri untuk menyikirkan Haerin. Ia harus memberi tahu Haerin untuk selalu hati hati.

Sesampainya di Istana bintang suasana cukup sepi Haerin belum kembali dari kunjunganya ke Ibu Suri.

"Dimana Wangbi?" Tanyanya kepada salah satu pelayan.

"Wangbi Mama tengah mengunjungi Daebbi-Mama"

"Katakan-"

"Yeosang-ssi"

Yeosang menoleh begitu mendengar suara itu. Ia tersenyum lalu sedikit membungkuk. Yeosang dan Haerin lumayan dekat karena kejadian beberapa tahun silam. Haerin bahkan tidak sungkan menyebut nama Yeosang tidak menyebutnya dengan sebutan jenderal Min.

"Ada apa?"

"Ada yang ingin saya bicarakan Mama"

"Baiklah marilah"

Mereka pergi ke Paviliun. Wajah Yeosang sangat serius sehingga membuat Haerin bertanya tanya.

"Apakah Jeonha belum kembali?"

"Belum, Mengapa kau menanyakan Jeonha?"

"Ada yang akan saya bicarakan"

"Apa?"

"Ui-Bin merencanakan sesuatu untuk menurunkan posisi anda Mama"

"Apa yang kau katakan yeosang ah"

"Saya berkata Jujur Mama, anda harus sangat berhati hati mulai sekarang. Saya yakin Ui-Bin tidak sendiri dalam ini"

Haerin tersenyum. Apalagi ini? Ia sedang pusing memikirkan bagaimana caranya memiliki anak dan sekarang ada masalah baru yang datang.

Naeri adalah gadis baik. Dari dulu dalam pikiranya tidak pernah ingin berbuat jahat bahkan mengahancurkan hidup seseorang. Tetapi sejak pemilihan Sejabin pada bertahun2 silam ia benar benar berubah. Ia dekat dengan Hwan tetapi tidak terpilih menjadi Sejabin. Hwan juga tidak pernah memberikan kejelasan tentang hubungan mereka itulah yang membuat hati Naeri perlahan beku dan juga pikiranya menjadi berubah.

Dan sekarang walaupun Hwan sudah memberinya kemurahan untuk tinggal di istana. Karena lelaki itu tidak tega melihat Naeri dihukum karena kesalahan besar. Naeri lama lama semakin terlena dengan kehidupan istana. Ia menginginkan kebebasan. Hwan selalu melarangnya untuk berkeliaran sembarangan di istana. Ia ingin mendekati Hwan. Ingin mendapatkan posisi lebih tidak hanya sekedar menjadi Bin pajangan.

֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟  LITTLE PEONY֍۪۪̣̣۪۪۪⃟᎒⃟

1
Maya Audina
thor..aku dah mengulang ke sekian, aku kangen haerin&hwan😍
Khalisa: waaa makasihhh kak sudah mampir lagii😍
total 1 replies
arfan
up
Nanik Lestari
Membosankan
Nanik Lestari
Dari awal cerita cengeng
Nanik Lestari
Terlalu naif bodoh apa Oon
Nanik Lestari
cengeng
Nanik Lestari
Nangis lagi, ya ampun
Nanik Lestari
Goblok
Nanik Lestari
Orang modern tapi cengeng
Nanik Lestari
lemah semua perempuan nya
Maya Audina
aku sudah dua kali baca Thor..aku suka kangen sama Hwan &haerin
Nuzlie🎭eiLzun
aku juga tidak mencintai siapa2 d dunia ini.. kerna itu mencari cerita cinta d sini wkwkwkwkw
Nuzlie🎭eiLzun
sayanya ga skip thorr.. tapi.. bacanya laju🤭🤭
Minarni Saranani
aq bingung pilih yg mana 😁
Khalisa: hehe jangan bingung kak 🤣😁
total 1 replies
Tien Kumalasari
bagus..
Khalisa: Termina kasihhh 🙏😍
total 1 replies
Selamet Kabu
ff CC ffuhyili
Susan Elga Pontoh
keren
Mien Mey
serasa nontor dakor🤗
Jamilah Bee
coba haerinx punya kelebihan gitu,, jago beladiri kh,, pintar politik
Amrih Ledjaringtyas
thor senja di kahuripan tdk ada di pencarian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!