NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Reinkarnasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: KGDan

Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!

Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!

Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24.

Tangan James perlahan mengelus kaki polos Eleanor, membuat handuk yang melilit pada tubuh Eleanor tersingkap.

Eleanor merasakan sentuhan jemari James, membuat ia melepaskan tangannya merangkul leher James.

Tapi, dengan cepat James menahan tangan Eleanor, dengan memegang tangan Eleanor yang berada pada tengkuknya.

Eleanor tidak berupa lagi, untuk melepaskan tangannya merangkul leher James. Dan ciuman mereka semakin menghanyutkan, saat tangan James kembali mengelus kakinya.

Kali ini, tangan James perlahan semakin naik ke atas, mengelus pahanya yang sudah tidak tertutup handuk lagi.

"James... " suara Eleanor terdengar parau, saat jemari James mengelus bagian dalam paha Eleanor.

"Ahh... " Eleanor seketika mendesah, saat James menyesap belah bibir Eleanor.

"Elea, kamu sangat cantik" bisik James parau.

Bibir James perlahan menelusuri leher Eleanor, dan mengecupnya dengan lembut. James melakukannya tanpa tergesa-gesa.

James ingin mereka merasakan momen, yang tidak akan terlupakan di malam pertama mereka.

"Tahukah kamu, sewaktu aku duduk di bangku kuliah saat semester ke dua, Bibi Olivia mengirimi aku foto mu" ucap James sembari bibirnya, semakin turun dan mengecup tulang selangka Eleanor.

"Itu pertama kali aku melihat wajahmu, setelah sekian lama kita tidak bertemu, kamu ternyata tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik"

James tanpa sadar menggigit pelan leher Eleanor, membuat Eleanor meringis kecil. Tapi ia tidak merasa sakit.

Eleanor tidak menyadari handuknya sudah James buka, dan memperlihatkan tubuh polos Eleanor.

"Melihat setiap foto yang di kirim Bibi Olivia, aku semakin jatuh cinta padamu, dan ingin sekali bertemu" bibir James mengecup dada Eleanor.

Dan Eleanor pun baru tersadar, kalau handuk yang menutupi tubuhnya sudah di lemparkan James ke samping.

"James... " tubuh Eleanor seketika hendak duduk, merasakan bibir James mengelus puncak dadanya, dengan ujung lidah James.

"Mmmm... " jawab James membuat tubuh Eleanor seketika bergetar.

Bibir James menyesap puncak dada Eleanor, setelah memainkannya dengan ujung lidahnya.

"James.... " desah Eleanor merasakan tubuhnya seperti meleleh, dengan tindakan James yang tidak terduga.

"Suatu hari, aku tidak tahu kapan persisnya, Bibi mengirimi aku foto mu sedang mengenakan pakaian seksi" ucap James berpindah mengecup dada Eleanor, yang sebelah lagi.

"Dadaku berdesir oleh rasa, yang sulit untuk aku jabarkan, sepertinya Bibi sengaja mengirimi aku fotomu, dengan pakaian seperti itu, agar aku semakin memikirkan kamu"

"Ahhh... " kembali Eleanor mendesah, saat bibir James menyesap, dan memilin puncak dadanya.

"Dan benar saja, setiap hari aku selalu memikirkan kamu, ingin memeluk kamu, dan mengucapkan kata 'aku cinta padamu', lalu mencium kamu dengan dalam dan lama, untuk melepaskan rasa rindu pada diriku"

Bibir James kini turun menelusuri rusuk, dan perut Eleanor, membuat tangan Eleanor meremas rambut James.

"Elea, aku selalu membayangkan saat kamu menjadi milikku, dan tidak akan pernah melepaskan kamu, aku ingin kamu percaya dengan janjiku"

Bibir James mengecup daerah pusar Eleanor, dan menggesekkan lidahnya di sana, membuat tubuh Eleanor semakin meleleh bagaikan lilin yang mencair.

"I.. iya, aku percaya James" bisik Eleanor sembari mendesah.

Jemari Eleanor semakin meremas rambut James. Ia merasakan daerah sensitifnya berdenyut, karena tindakan James tersebut.

"Kita sama-sama baru pertama sekali melakukannya, kuharap.. aku tidak mengecewakan mu, Elea" bisik James mengangkat wajahnya.

Mereka kemudian saling menatap dengan lekat, lalu James mencium kembali bibir Eleanor.

Tangannya pun telah melepaskan piyamanya, dan melemparkannya ke samping.

"Aku akan melakukannya, apakah kamu sudah siap, Elea?" tanya James berbisik dengan suara yang terdengar parau.

"I.. iya, aku sudah siap" jawab Eleanor pelan.

Wajah Eleanor tampak begitu merona, dengan bibir setengah terbuka. Ia memandang tubuh polos James, tanpa rasa canggung lagi.

Eleanor sangat menyukai bentuk tubuh James, yang sepertinya rajin berolahraga. Terlihat dari perut rata dan lengannya yang berotot.

Eleanor diam saja saat tangan James membuka kakinya, dan mulai melakukan penyatuan, untuk melengkapi hubungan mereka sebagai suami istri.

James dengan hati-hati melakukan tugasnya, "Elea, katakan sesuatu jika aku salah melakukannya" bisik James.

"Iya.. " jawab Eleanor, yang sudah semakin meleleh, merasakan sentuhan ujung milik James menyentuh miliknya.

Dengan pelan James mengarahkan miliknya, tepat pada posisi milik Eleanor yang harus ia buka.

"James, sakit" rintih Eleanor, saat James menekan miliknya.

Tubuh James bergetar oleh rasa, yang sangat sulit ia lukiskan. Rasanya ada semacam kupu-kupu berterbangan di sekitar perutnya.

Ia sangat tidak sabaran ingin merasakan milik Eleanor di dalam sana. Tapi ia harus bersabar, tidak boleh terburu-buru ingin melakukannya.

Karena Eleanor merintih kesakitan, ia pun melakukan sesuatu, agar Eleanor semakin melayang, tidak merasakan sakit saat ia melakukanya.

James menyetuh milik Eleanor dengan jemarinya, lalu setelah itu ia kecup dengan bibirnya. Dan tindakannya itu membuat tubuh Eleanor menggeliat.

Merasa Eleanor sudah siap lagi, James pun kembali mengarahkan miliknya, dan menggerakkan pinggulnya membuka milik Eleanor.

Dengan penuh kesabaran, akhirnya James berhasil melakukan malam pertama mereka dengan sempurna.

James tersenyum bangga, ia akhirnya telah menjadi pria seutuhnya. Dan Eleanor menjadi miliknya sepenuhnya.

Tubuh mereka terkapar dengan perasaan bahagia, sembari saling mendekap di bawah selimut.

Bersambung......

1
naura✨
👍
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Ning Suswati
buat apa saling ancam, biasanya mai ciduk dan hilang, selesai, gk perlu main adu mulut, dari awal sih ceritanya adu mulut mak2 comber
Ning Suswati
lucu juga udah pada tuwer masih aja sombong, apalagi cuma jalangkung, pelakor, sok2 an bersih emak2 sosialita
Ning Suswati
terlalu lembek sih, sibuk aja berdebat kaya anak TK, terus baikan lagi, lagi dan lagi, gk ada habisnya mulut kaya mak mak rombeng
Ning Suswati
gila tuh manusia serakah ingin kaya, hidup enak cara singkat, tdk tau dg siapa lawan bicara nya
Ning Suswati
aq suka alurnya, tadinya sempat curiga kalau2 serangan kepada aleanor akan berhasil, tapi sungguh cantiq, aq suka
Ning Suswati
dasar manusia iblis, gk ada yg bener, maunya enak sendiri, opsesi, rakus, tamak, apalagi y🤔
Ning Suswati
masa cuma sekretaris mau minta dijemput mantan bos, emang ada apa2nya kali y🤔
Ning Suswati
ceritanya jadi kaya anak2 TK, saling hujat
Ning Suswati
iiiikkkkkhhhh jadi ikutan emosi, tadinya melani sekarang diana, ceritanya jalan di t4, gk maju2
Ning Suswati
kok banyak manusia2 berhati iblis dan tak tau diri
Ning Suswati
jadi ceritanya kaya orang kampungan, memalukan katanya konglo kok jadi kongkalikong, masa sdh pakaian pengantin berdebat gk habis2,
Ning Suswati
kapan pesta nya mulai, masa pestanya konglomerat tdk ada pengamanan khusus, kaya orang kampung pengantin berdebat dg manusia2 sampah, dilayani
Ning Suswati
kan udah pakaian pengantin, kok jadi kaya kampungan gitu,
Ning Suswati
kayanya si pembaca diajakin jadi gila juga kayanya, kok gk abis2 melani2 melulu kaya dikampung aja ketemuan terus
Ning Suswati
kemana aja pengawal james, kok keadaan genting begini, masih main sandiwara2an apa drama komedi y, bikin mual aja jadinya
Ning Suswati
kan ada undangn, tanya dong mana kartu undangannya, kok melani bikin ribut dilayani, apa gk malu2in tuh
Ning Suswati
aq suka semuanya lancar, emang enak diabaikan, nikmatin aja tuh si melaninya kan sdh sah
Ning Suswati
menangislah darah sekalian richard syukurin dikadalin jalangkung, gk nyadar2, ya begitulah laki2 pecundang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!