NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAK KU

JANGAN AMBIL ANAK KU

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Konflik etika / Tamat
Popularitas:65.1k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Asyifa yang lugu dan polos, menjadi korban permainan kotor dari sepasang suami istri.

Pernikahan Asyifa dengan Randa, ternyata hanyalah bagian dari rencana busuk Randa dan Nikita untuk segera mendapatkan keturunan.

Setelah Asyifa melahirkan anaknya, Asyifa shock ketika Nikita datang tiba-tiba membuka jati dirinya sebagai istri pertama Randa dan berniat untuk merebut Safina anaknya.

Asyifa berjuang keras mempertahankan anaknya Safina. Segala cara yang dilakukan Nikita, selalu bisa ia gagalkan.

Namun suatu hari, Randa yang sudah dilanda cemburu buta karena melihat Asyifa bersama pria lain, berhasil kabur membawa Safina anaknya dari tangan Asyifa.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Asyifa dan Safina bisa bertemu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Siang itu, Asyifa yang hendak membeli bahan kue di pasar, kembali melewati jalan dimana pemuda pelukis itu kemarin memajang lukisannya. Dia ingin sekali melihat lukisan sketsa wajahnya yang tak bisa dia bawa pulang sebab tak punya uang untuk membayar pelukis muda itu.

Asyifa tercenung, tatkala sosok yang dia cari tak ia temukan disana. Jalanan itu tampak sepi tanpa ada keramaian orang yang biasa berkumpul menyaksikan lukisan, begitu juga dengan pajangan-pajangan lukisan yang biasanya berjejer terpajang di tempat itu.

"Kemana dia pergi? Apakah dia tidak melukis hari ini?" tanya Asyifa berkata dalam hati.

Sepasang bola matanya yang indah, berpendar ke sekeliling tempat, berusaha mencari keberadaan pemuda itu. Asyifa hanya menarik nafas pelan, saat sekeliling tempat itu tampak sepi tanpa menemukan sosok pemuda pelukis yang ia cari.

"Sudahlah, aku lebih baik cepat pulang." Gumam Asyifa dengan nada kecewa.

Tubuh mungilnya berbalik, melangkah menuju arah ke rumah nenek Zaki. Saat dia melewati sebuah gang kecil, mendadak sebuah tangan kekar menyergap Asyifa dari belakang.

Asyifa kaget, dan hendak berteriak. Namun mulutnya keburu ditutup dengan telapak tangan orang yang menyergapnya. Berulangkali Asyifa mencoba meronta melepaskan diri, sayangnya, kekuatan orang itu jauh lebih besar. Asyifa sulit untuk melawan.

"Akhirnya kau kutemukan juga Asyifa!" suara suaminya Randa yang teramat dikenal Asyifa, membuat Asyifa terkejut.

Sosok suaminya Randa, yang sudah beberapa lama ini ingin dia lupakan. Tiba-tiba hadir dihadapannya bersama Wahyu yang sangat Asyifa takuti. Rasa kaget dan takut, bercampur aduk menjadi satu. Namun, Asyifa sempat bersyukur, karena Wahyu ternyata masih hidup sehat tanpa ada cacat akibat kejadian waktu itu.

"Mas Randa...,? Mas Wahyu...,?" tubuh Asyifa gemetar hebat penuh ketakutan tatkala menyadari siapa yang telah menyergapnya.

Randa yang sangat marah pada Asyifa, istri keduanya itu, bergegas merenggut Asyifa yang sedang berada dalam dekapan Wahyu.

Pria itu pun menyeret Asyifa ke sudut tembok gang dengan kasar, dipandangi Wahyu yang memperhatikan Randa dengan sikap acuh tak acuh.

"Dimana bajing*n itu? Dimana tempat persembunyian kalian hah?! Dasar perempuan murahan!" bentak Randa sembari melayangkan sebuah tamparan ke pipi Asyifa.

Plak!

Sebuah bekas tamparan berwarna merah seketika menghiasi pipi Asyifa yang berkulit putih dan bersih.

Asyifa hanya meringis pelan menahan sakit tanpa mengeluarkan jeritan sedikitpun. Dia sadar, Randa akan terus menyakitinya jika dia menjerit dan menangis.

"Aku tak mengerti apa maksudmu mas? Bajing*n mana yang kamu maksud?" ujar Asyifa menahan air matanya yang hendak jatuh seraya memegangi sebelah pipinya yang terasa perih.

"Tentu saja selingkuhan mu itu, Kenzie!" tuduh Randa tanpa pikir panjang.

Asyifa tercenung seketika saat Randa menyebut nama Kenzie sebagai selingkuhannya. Entah fitnah apa lagi yang telah diceritakan Wahyu pada Randa. Asyifa sangat sedih, betapa mudahnya Randa mempercayai perkataan orang lain ketimbang perkataan istrinya. Perasaan Asyifa pada Randa pun semakin pupus dan memudar sudah.

"Kamu salah paham mas, aku tak pernah bertemu Kenzie, apalagi berselingkuh dengannya." Asyifa mencoba meyakinkan suaminya.

Randa yang kurang senang mendengar jawaban Asyifa, seketika menarik rambut Asyifa yang terikat ekor kuda sehingga kepala perempuan malang itu terdongak keatas. Sesaat sepasang mata mereka yang telah dipenuhi kemarahan dan kebencian bertemu pandang. Hal itu membuat emosi Randa kian memuncak.

Randa tak menyangka, istri mudanya menantang kedua matanya dengan penuh keberanian.

"Sudah berani melawan kau ya? Jangan berbohong lagi Asyifa! Akan ku beri kau pelajaran, biar kau tau rasa!" Tangan kekar milik Randa terangkat tinggi hendak menampar Asyifa sekali lagi.

Namun, aksi Randa yang mulai brutal mendadak dihentikan oleh sebuah suara yang berteriak menghardik perbuatannya.

"Hentikan kelakuan busuk mu itu pria tua!" teriak seseorang dari arah belakang Wahyu yang sedari tadi berdiri saja memperhatikan kelakuan Randa.

Randa dan Wahyu seketika berpaling pada arah suara itu berasal. Mereka berdua terkejut melihat lima sosok pemuda yang berpenampilan seperti pengamen, sedang menatap kearah mereka dengan tatapan marah.

"Zaki?" batin Asyifa seketika gembira melihat kehadiran Zaki dan teman-temannya.

Dengan sekuat tenaga, Asyifa mendorong tubuh Randa yang menghalanginya, hingga dia bisa bebas berlari mendekati Zaki dan teman-temannya.

"Kalian jangan ikut campur! Ini urusan kami dengan perempuan ini. Pergilah anak muda, sebelum gigi kalian copot satu persatu!" kecam Wahyu menggertak Zaki dan teman-temannya.

Sorot mata Zaki yang penuh kemarahan, mendelik tajam kearah Wahyu. Dia memperhatikan sosok Wahyu dengan teliti. Sepertinya dia pernah melihat orang itu di suatu tempat. Tapi Zaki lupa, dimana dia pernah melihat pria itu.

"Enak saja, Dia adalah Kakakku! Kalian telah lancang mengusik dirinya!" bentak Zaki lantang.

Wahyu dan Randa saling berpandangan mendengar ucapan Zaki. Sebuah senyuman penuh ejekan terukir dibibir mereka berdua.

"Kakak? Apa kamu bermimpi anak muda? Sejak kapan Asyifa punya adik gembel sepertimu?" ledek Wahyu mencibirkan bibirnya.

Zaki yang masih muda berdarah panas, seketika terbakar emosi mendengar ledekan Wahyu.

"Dasar brengs*k kau! Teman-teman, hajar mereka!" jerit Zaki yang tanpa pikir panjang, memberi aba-aba kepada teman-temannya untuk menyerang Randa dan Wahyu.

Melihat gelagat yang kurang bagus, Randa dan Wahyu seketika bergerak mundur melihat reaksi kelima pemuda yang berjalan pelan mendekati mereka dengan memasang kuda-kuda.

"Sial*n! Sepertinya kita bisa babak belur dihajar para bocah pengamen ini. Lebih baik kita pergi dari sini 'Yu, aku tak mau mati sia-sia ditempat ini!" ucap Randa setengah berbisik kearah Wahyu.

Wahyu yang berada disamping Randa terpaksa mengiyakan ucapan Randa. Dia juga tak berani melawan lima anak muda yang berperawakan lumayan besar dan mempunyai tenaga yang pastinya lebih kuat dari mereka yang sudah mulai uzur.

"Lalu, bagaimana dengan Asyifa?" bisik Wahyu lagi membalas bisikan Randa.

"Kali ini dia beruntung, lain kali kita akan menangkapnya kembali." Jawab Randa dengan nada geram.

"Baiklah, ayo kita lari sebelum mereka makin mendekat!" tutur Wahyu dengan nada sedikit bergetar.

Tanpa aba-aba, Randa dan Wahyu secepat kilat berlari meninggalkan kelima pemuda yang sudah hampir mendekati mereka.

Zaki dan teman-temannya langsung kaget melihat reaksi kedua pria setengah baya itu.

"Woi... Jangan lari!" teriak salah satu teman Zaki berupaya mengejar Randa dan Wahyu yang kabur, diikuti temannya yang lain.

Zaki yang berniat untuk ikut mengejar, mengurungkan niatnya, dia pun berbalik menuju kearah Asyifa yang tampak masih shock dengan kejadian barusan.

"Kakak tidak apa-apa?" tanya Zaki khawatir.

"Kakak baik-baik saja Zaki," sahut Asyifa mencoba tersenyum walau tampak terpaksa.

"Ayo kita pulang." Ajak Zaki mencemaskan keadaan Asyifa yang terlihat sangat ketakutan.

Asyifa mengangguk pelan, membiarkan tubuh mungilnya di papah Zaki sepanjang perjalanan pulang ke rumah nenek Zaki.

"Pipi kakak memerah, kenapa pria itu menampar kakak seenaknya?" tanya Zaki penasaran bercampur marah melihat keadaan pipi Asyifa yang sedikit bengkak dan memerah bekas tamparan dari Randa.

Asyifa tak menjawab, dia cuma diam dan menundukkan wajah menyembunyikan setitik air matanya yang perlahan jatuh tanpa sanggup ia tahan lagi.

"Zaki tahu, banyak hal yang kakak sembunyikan dari Zaki. Termasuk tentang pria tadi." Ujar Zaki membuat Asyifa tertegun sejenak.

"Siapa lelaki yang menampar kakak itu? Apa dia saudaramu? Ataukah...," pertanyaan Zaki terhenti tatkala Asyifa menghentikan langkah kakinya dan memandang Zaki dengan raut wajah sedih.

"Dia suamiku, ayah kandungnya Safina." Jawab Asyifa dengan nada serak.

Dhuar!

Zaki kaget setengah mati, seakan mendengar suara mercon disamping telinganya saat mendengar jawaban Asyifa yang penuh kejujuran.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👋
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Gak mungkin bisa memilih, karena dia mau ke dua nya🤣🤣
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Mana ada seorang ibu yang mau menyerahkan darah daging nya untuk di asuh orang lain. Emang gampang ya mengandung dan melahirkan, kalo mau anak mah bikin aja sendiri🤣🤣
Oma yeni*🦋: ya ampyuun kamu beneran baca ya say 🤭✌️ makasih sygku, cintaku, kamu udah mampir baca /Kiss//Rose/
total 1 replies
Mr.Arez-Jr
lanjut karya baru 😍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Asyifa astagfirullah deh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf bru mampir lagi kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
gara2 lukisan itu hampir aja ketahuan Asyifa
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
smoga ga ktemu
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
syifa harus hati-hati nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
bapak2 hdeh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
niki lgi banyak pikiran
🌺Bunga_Ros⁹⁷
Oma @Afriyeni Official maaf baru sempat mampir lagi..😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Jika ada alvino, dia pasti berseru bukan muhrim/Grin//Joyful/
Oma yeni*🦋: kalau ada Alvino, novelnya jadi seru 🙃
total 1 replies
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa tuan arif yang gerak cepat /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Rasanya aaaa sekali mendengar dan melihat assyifa
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Astaga, kenapa harus di permalukan sih /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa sih, demen banget ngosip. Nanya langsung aja sama Assyifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!