Seorang pria yang mempunyai kekuatan supranatural yang mana kekuatan tersebut tidak dapat diidentifikasi asal dan jenisnya bahkan oleh dirinya sendiri.
Namun dunia dimana ia berada saat ini, sangat jarang atau mungkin hanya dia seorang diri yang mempunyai kekuatan supranatural.
Sehingga bagi mereka yang telah mengetahui kekuatannya, merasa takut dan menjauhinya bahkan keluarga terdekatnya termasuk orang tuanya.
All hasil, ia terpaksa menjadi seorang penyendiri menjalani hidup yang membosankan dan tak berwarna.
Sampai suatu ketika saat ia sedang tidur di kamarnya, terjadi sebuah fenomena aneh yang membawanya ke dunia yang sama sekali tidak ia kenali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enigma
Arena pertarungan kerajaan ras demi human, saat ini di tengah-tengah pergelaran kompetisi pemilihan panglima pada tahap 2 ronde 3, keheningan sedang berlangsung.
Keheningan tersebut tidak lain disebabkan oleh aksi Shiran yang menjatuhkan lawannya tanpa diketahui kronologinya oleh siapapun kecuali Shiran sendiri.
Para pengamat yang menyaksikan hal itu secara langsung, hanya melihat adegan dimana Shiran menghindari serangan sang lawan dan tidak sengaja terjadi kontak fisik kecil diantara mereka.
Setelah itu hal yang tidak disangka pun terjadi, dimana sang lawan ambruk tak sadarkan diri begitu saja tanpa mengeluarkan reaksi apapun seperti kesakitan.
All hasil, seperti yang dapat disaksikan sekarang para pengamat tengah mencoba menganalisis proses terjadinya peristiwa itu di dalam benak mereka.
Hal ini berlaku pula bagi Ryugo maupun Ryugen yang merasa cukup terkejut dan bingung karena tidak mengetahui bagaimana Shiran melakukannya.
Namun bagi mereka yang mempunyai pola pikir singkat dan sederhana segera mengeluarkan berbagai spekulasi
"Mungkinkah itu hanyalah sebuah kebetulan ?
Mungkinkah tempat terjadinya kontak fisik diantara mereka merupakan bagian terlemah dari sang lawan ?
Mungkinkah sang lawan yang terlalu gegabah sehingga memfokuskan semua tenaganya dalam serangan itu dan mengakibatkan ia kehabisan tenaga ?
Dll !"
kurang lebih seperti itulah seruan spekulasi yang terdengar dari mereka hingga spekulasi terkonyol bahkan mendekati kemustahilan.
Dan lebih konyolnya lagi, masa malah memilih untuk membenarkan spekulasi-spekulasi tersebut dan kembali fokus pada pertarungan.
Saat ini ditengah arena, ke-9 kelompok yang rencana awal mereka gagal oleh peristiwa itu, memutuskan untuk mundur dan mengatur ulang rencana.
Begitu pula bagi Sekushi dan Ryugo yang bergegas mendekat ke sisi Shiran.
Tidak seperti sebelumnya Ryugo yang benar-benar mengabaikan Shiran, kali ini mulai sedikit memperhatikannya.
Saat mereka berdiri berdampingan, dengan senyum sinis Ryugo berkata
"Hehe,, lumayan !
Sepertinya kau mempunyai keberuntungan yang sangat menjanjikan !"
pujinya sarkasme sebagai kalimat pertama yang ia ucapkan kepada Shiran.
Bukannya tersinggung, Shiran malah menanggapinya dengan senyum iba tanpa memandang kearah Ryugo.
Berbeda dengan Sekushi yang hendak meluncurkan serangan kepada Ryugo tapi dihentikan oleh Shiran tanpa mengatakan apapun.
Menyaksikan hal itu, akhirnya ketenangan Ryugo mulai goyah dimana emosinya mulai meluap saat melihat senyum iba yang ditujukan Shiran kepadanya.
Tentu saja ia mengetahui makna dibalik senyum itu yang tidak lain
"Pengungkapan rasa kasihan Shiran kepadanya karena tidak mengetahui apapun !"
Mencoba mengendalikan emosinya, Ryugo hanya tersenyum paksa akan hal itu dan tidak mengatakan apa-apa lagi.
Terutama, karena sebelumnya ia sempat merasakan aura membunuh yang begitu kuat dari Sekushi yang benar-benar berbeda dari sebelumnya.
Bukannya Ryugo takut akan hal itu, melainkan jika ia benar-benar bertarung dengan Sekushi dan menang sekalipun, ia tidak akan memperoleh keuntungan apapun dan malah sebaliknya.
Meskipun terlihat begitu santai pada kompetisi ini, jauh di lubuk hatinya Ryugo sangat menginginkan gelar panglima itu sekali lagi untuk dirinya.
Malahan, ia menganggap hal itu sebagai media pembuktian untuk menyatakan dirinya sebagai petarung terbaik pada generasinya diantara ras demi human.
Oleh karena itu, menilai kemurkaan Sekushi kepadanya yang saat ini telah berada di ambang batas, ia memutuskan agar tidak menariknya lebih jauh lagi yang dapat mengakibatkan terjadinya bentrokan diantara mereka sebelum mereka dinyatakan lolos ketahap 3.
Karena apa bila itu terjadi, mereka otomatis akan segera dinyatakan gagal pada tahap ini walupun berhasil memenangkan ronde.
Sebab, kelompok mereka tidak lagi memenuhi syarat untuk lolos ketahap 3 akibat kehilangan salah satu anggota.
Berbeda dengan Shiran yang juga berpikir begitu namun dengan alasan yang lebih sederhana yakni, jika ia memenangkan kompetisi ini maka ia berkesempatan untuk bertarung melawan Ryugen sang raja.
Dan itu disadari oleh Sekushi, yang hanya bisa pasrah mematuhi Shiran dan mencoba mengendalikan emosinya.
Disisi lain ke-9 kelompok yang menjadi lawan mereka, saat ini tengah mengalami perdebatan diantara mereka sendiri.
Perdebatan itu tidak lain disebabkan oleh protes dari pemimpin kelompok yang anggotanya telah dijatuhkan oleh Shiran sebelumnya.
Namun protesnya bukan tertuju pada Shiran melainkan pada kelompok lain karena secara tidak langsung telah menjadikan kelompoknya sebagai tumbal.
Frustasi karena tidak lagi memiliki peluang untuk lolos, sang pemimpin beserta anggota kelompok tersebut memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertarungan.
Dengan itu, kini tersisa 8 kelompok dengan jumlah anggota 40 orang yang akan bertarung melawan kelompok Shiran.
Menimbang peluang kemenangan mereka tidak lagi sebesar sebelumnya, kali ini mereka memutuskan membuat strategi dengan bebagai pertimbangan.
Sebagai hasi awal, mereka membagi 3 kelompok dimana 14 orang melawan Ryugo, 13 orang melawan Sekushi, dan 13 orang melawan Shiran.
Namun mengingat kemampuan Shiran yang masih dipertanyakan, ke-13 orang yang melawannya sekali lagi dibagi menjadi 3 kelompok.
Dan sebagai hasil akhir, 18 orang melawan Ryugo, 18 orang melawan Sekushi, dan 4 orang sisanya melawan Shiran.
Berbeda dengan sebelumnya dimana mereka sangat meremehkan Shiran dengan mengirim anggota terlemah, kali ini mereka mengirim salah satu diantara ke-4 orang tersebut yang merupakan pemimpin dari salah satu kelompok.
Sedangkan ke-3 lainnya, merupakan masing-masing anggota acak dari 3 kelompok berbeda.
Membulatkan kesepakatan untuk menggunakan strategi itu, mereka bergegas menjalankan.
Saat 3 kelompok pertarungan terbentuk sesuai rencana, pertarungan pun dimulai sekali lagi.
Pada kelompok Sekushi dan Ryugo, masing-masing lawan mereka segera memulai serangan tanpa mengatakan sepatah katapun.
Berbeda dengan kelompok pertarungan Shiran, dimana keempat orang yang terpilih melawannya malah memberikan pandangan meremehkan kepadanya saat salah satu diantara mereka berkata
"Hmmm ?
Sepertinya kami terlalu tinggi menilai dirimu !
Namun sayang, kali ini kau tidak akan lagi memiliki keberuntungan seperti sebelumnya !"
kata seorang yang merupakan salah satu pemimpin kelompok diantara mereka setelah melakukan pengukuran singkat terhadap kekuatan Shiran.
Menanggapi hal itu, Shiran hanya tersenyum santai dan berdiri tegap sambil meletakan kedua tangan dibalik badannya tanpa berkata-kata.
Melihat ketenangan Shiran yang mengabaikan provokasi mereka, ke-4 orang tersebut tidak lagi mengatakan apapun dan segera meluncurkan serangan.
Namun sekali lagi, para pengamat dibuat terkejut akan hasilnya yang tidak jauh berbeda dari sebelumnya.
Dimana setelah melancarkan serangan dengan pola gerakan yang berbeda-beda, ke-4 orang tersebut mengalami hal yang serupa seperti yang dialami lawan pertama.
Kali ini masa benar-benar dibungkam tidak lagi percaya diri menyuarakan spekulasi mereka.
Terutama bagi mereka yang awalnya berspekulasi bahwa itu hanyalah suatu kebetulan.
Masih dalam keadaan terkejut dan kebingungan, tanpa mereka sadari pertarungan Sekushi dan Ryugo juga telah berakhir dimana keduanya keluar sebagai pemenang.
Dengan ini, mereka bertiga dinyatakan lolos ketahap berikutnya yang tidak lain merupakan tahap akhir pada kompetisi ini.
Pada ronde-ronde selanjutnya, pertarungan tidak lagi terkesan meriah bahkan sampai selesainya ronde terakhir pada tahap 2.
Penyebabnya tidak lain, masa yang belum bangun sepenuhnya dari keterkejutan serta kegundahan mereka akibat masih mencoba menganalisis bagaimana cara Shiran mengalahkan lawan-lawannya.
Hal ini berlaku pula bagi Ryugen dan Ryugo yang tidak henti-hentinya mencuri waktu untuk mengamati dan mengukur kekuatan Shiran dengan kemampuan pengamatan mereka.
Namun sekeras apapun mereka mencoba, jawaban yang mereka dapatkan tetaplah sama yakni, tidak berhasil mengorek informasi apapun dari pengamatan itu.
Hal itu terus berlanjut hingga Ryugen mengumumkan berakhirnya tahap 2 kompetisi dan akan dilanjutkan keesokan harinya yang akan diikuti oleh 53 orang peserta yang tersisa.
up up up up
up up up
up up
up
Satu hal lagi, kalau sudah pakai kata 'berkata' gak perlu lagi pakai kata 'katanya' itu adalah pemborosan kalimat. Lagipula pada dasarnya arti kedua kata itu sama saja. Intinya terlalu banyak pemborosan kata. Kurang lebihnya mohon maaf, aku juga pemula. Tapi saling membagi ilmu tidak ada salah bukan? Sekian, semoga bisa direvisi jadi lebih baik lagi.