NovelToon NovelToon
Asmaradhana Putri Ningrat

Asmaradhana Putri Ningrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:328.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Dua tahun Sitha dan Danu berpacaran sebelum akhirnya pertunangan itu berlangsung. Banyak yang berkata status mereka lah yang menghubungkan dua sejoli itu, tapi Sitha tidak masalah karena Danu mencintainya.

Namun, apakah cinta dan status cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan?

Mungkin dari awal Sitha sudah salah karena malam itu, pengkhianatan sang tunangan berlangsung di depan matanya. Saat itu, Sitha paham cinta dan status tidak cukup.

Komitmen dan ketulusan adalah fondasi terkuat dari sebuah hubungan dan Dharma, seorang pria biasalah yang mengajarkannya.

Akankah takdir akhirnya menyatukan sepasang pria dan wanita berbeda kasta ini? Antara harkat martabat dan kebahagiaan, bolehkah Sitha bebas memilih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Lepas Tangan

"Hentikan, Ambar. Aku tidak percaya kalau sekarang kamu telat," ucap Danu dengan perasaan begitu kesal.

"Tidak percaya bagaimana, Mas? Kamu yang sudah meniduriku," balas Ambar dengan emosi.

Mendengar semuanya itu, Danu mengusap wajahnya dengan kasar. Dia justru sama sekali dengan sikap Ambar yang seperti ini. Setelah itu, Danu menatap Ambar.

"Itu hanya beberapa saja, dan kamu sudah telat? Mustahil."

Ambar kemudian menangis. Padahal dia sungguh-sungguh telat datang bulan, tapi Danu tidak percaya dengan apa yang dia sampaikan.

"Kalau kamu tidak percaya, kita lakukan tes pemeriksaan sekarang juga," balas Ambar.

"Tidak mau. Aku tidak butuh itu."

"Aku butuh karena yang aku kandung ini adalah anakmu," balas Danu.

Ketika Ambar mulai bermain api, dia menggoda tunangan sahabatnya sampai Danu akhirnya benar-benar jatuh kepadanya. Tindakan mereka juga kelewat batas karena sudah sampai 'tidur' bersama. Namun, sekarang Danu tampak mengelak dan tidak ingin tanggung jawab kepada Ambar. Wanita itu merasa kecewa. Dia pikir ketika sudah memberikan tubuhnya kepada Danu, pria itu akan menerimanya dan menikahinya. Memang Ambar mengincar pria yang stabil secara ekonomi. Dia menginginkan hidup yang stabil atau mungkin berlimpah ketika usai menikah nanti. Mangsanya tepat yaitu Danu yang adalah putra taipan di kota Solo.

Sayangnya, respons Danu sekarang sangat mengecewakan Ambar. Danu tak merespons dengan baik dan seperti tak ingin bertanggung jawab. Sungguh sangat menyakitkan hati Ambar.

...🍀🍀🍀...

Di Tempat Berbeda ....

Dharma menemani Sitha. Dengan ucapan Ambar itu rasanya Sitha juga bersedih, walaupun Sitha terlihat biasa saja sekarang. Dharma justru yang memikirkan kondisi Sitha.

"Kamu tidak apa-apa, Dek?" tanya Dharma.

"Tidak apa-apa. Tadi aku hanya emosi, maaf."

Ya, tadi ketika Danu mengajaknya berbicara dan meminta Sitha untuk mempertimbangkan lagi untuk menerimanya, Sitha menjadi begitu sangat emosi. Setelah semua yang terjadi, Sitha tidak akan memberikan kesempatan kedua. Bagi Sitha, tindakan Danu dan Ambar di belakangnya benar-benar tidak bermoral.

"Maaf ya, Mas. Aku emosian," kata Sitha.

"Tidak apa-apa. Respons dan ekspresi yang kamu tunjukkan sudah wajar. Aku memandangnya bukan emosi, tapi bentuk ketegasan kamu kok," jawab Dharma.

Sitha tersenyum, dia menarik napas dalam-dalam. Padahal Sitha sudah mengakui kepada Dharma bahwa memang dia emosi. Sudah tidak ada lagi kesempatan kedua atau selanjutnya untuk Danu.

"Orang Jawa itu pernah berkata,'Watuk bisa ditambani, tapi watak itu dibawa sampai mati.' Batuk bisa diobati, tapi tidak dengan watak. Sangat memungkinkan bila Danu nanti meniduri wanita-wanita lain di luar sana? Aku lebih melindungi diriku sendiri. Temanku kuliah dulu, dia bersih, sampai akhirnya usai nikah temanku terkena Sifilis tipe ringan, rupanya suaminya yang suka jajan di luar. Masalah kesehatan biologis kita juga harus dijaga. Menjadi halal hanya bagi pasangan sah kita saja," cerita Sitha.

Apa yang Sitha ceritakan memang benar terjadi. Seorang wanita yang benar-benar menjaga dirinya, tapi tanpa sepengetahuannya si suami sering jajan di luar. Setelah beberapa saat lamanya, si wanita mengeluh bagian sensitifnya gatal hingga cairan kepu-tihan berwarna dan mengeluarkan bau tidak sedap. Terkadang ketidakjujuran dalam rumah tangga atau perilaku suami yang tak setia bisa merusak istri yang sejatinya hanya berdiam diri di rumah. Sitha sangat peduli dengan kesehatan biologisnya juga, lagipula memang belum terlambat.

"Gagalnya pernikahan memang adalah musibah, tapi aku melihat ini adalah berkah di masa yang akan datang. Semoga saja ada pria yang benar-benar mencintaiku tulus tanpa memandang status sosialku dan juga membentengi dirinya dari berbagai godaan termasuk godaan wanita. Menjadi halal untuk satu sama lain sampai benar-benar akhir usia," kata Sitha.

Ketika mengatakan itu ada setitik air mata yang jatuh begitu saja. Bagi Sitha, memang belum terlambat. Selain itu, dia menuntut ingin seorang suami yang bisa menjaga diri, hati, bahkan syah-watnya. Hal yang sangat wajar, tapi sering dilupakan.

Dharma tersentuh mendengarnya. Rupanya si putri ningrat ini tidak melihat status sosial seseorang, melainkan Keseriusan dan kesungguhan untuk menjalani pernikahan secara sehat. Kini, Dharma juga tahu apa yang Sitha inginkan.

"Jangan menangis," kata Dharma. Tangan pemuda itu terangkat, seolah ingin menyeka air mata yang sedikit membasahi pipi Sitha. Namun, tangan itu terasa menjadi begitu kaku, dan tidak berani untuk melanjutkan.

Sitha malahan tersenyum setelahnya. "Udah deh, aku gak mau sedih-sedih. Gagal menikah kalau prianya kayak Danu, kayaknya aku juga enggak rugi kok. Semangat Sitha!"

Dharma langsung tersenyum. Inilah kekuatan seorang Sitha. Tidak berlarut-larut ketika dia merasa sedih, tapi segera menyemangati dirinya sendiri untuk bangkit dan berani melawan apa yang tidak benar.

"Semangat, Dek!"

"Makasih, Mas. Aku sejujurnya malu, berapa kali aku emosi dan sedikit menangis saat sama kamu," kata Sitha.

"Tidak apa-apa, Dek. Aku tidak keberatan. Aku juga tahu semua perilaku Danu dan Ambar. Boleh aku berkata jujur?"

Sitha menganggukkan kepalanya perlahan. "Tentu saja boleh."

"Aku adalah satu di antara beberapa orang yang justru bersyukur ketika pernikahanmu dengan Pak Danu gagal. Kamu begitu baik, kamu tak seharusnya dikhianati seperti ini. Kamu akan menemukan kebahagiaan, aku percaya."

Sitha kemudian tersenyum lagi. "Padahal dulu wajahnya Mas Dharma pertama kali lihat aku ketika aku masuk kerja pas seharusnya masa pingitan terlihat sedih dan penuh teka-teki loh," balasnya.

"Ya, karena hanya beberapa hari usai akad. Dek, seharusnya akhir pekan nanti adalah hari akadmu dengan Pak Danu."

"Oh, iya. Akhir pekan nanti. Namun, tidak akan terjadi apa-apa, aku bahagia justru sekarang."

"Teruslah bahagia, Dek."

Dharma mengatakan itu dengan sungguh-sungguh. Dia menginginkan dan mengharapkan Sitha akan selalu bahagia. Gadis yang berdiri di sampingnya itu lalu menjawab.

"Mas Dharma juga harus bahagia. Katanya Mas Dharma menyukai seorang gadis yang sukar digapai. Sebaiknya dicoba saja untuk mengutarakan, Mas. Kita tidak pernah tahu bagaimana jawabannya," kata Sitha.

"Walau jarak sosial di antara kami sangat jauh?" tanya Dharma.

"Coba saja. Daripada tidak diungkapkan nanti kalau gadisnya dinikahi pria lain jadi penyesalan seumur hidup loh."

Dharma menghela napas. Haruskah dia mencoba? Haruskah dia berusaha berani melangkah ketika dia dan gadis impiannya memang terpisah jarak yang jauh yang bernama Strata?

...🍀🍀🍀...

Malam Harinya ....

Ambar terlihat gusar karena dia berusaha menghubungi Danu beberapa kali, tapi pria itu tak membalas pesannya. Teleponnya juga tidak diterima.

"Kamu kemana, Mas Danu. Setelah semua yang kamu lakukan kepadaku, jangan harap kamu bisa lepas tangan begitu saja. Aku akan mengejarmu dan memastikan kamu untuk menikahiku."

Ambar menangis dengan penuh emosi. Dia kemudian memotret hasil testpack miliknya dan mengirimkannya kepada Danu. Benar-benar terdapat dua garis merah di sana yang menunjukkan bahwa Ambar memang positif hamil.

Sekali lagi, Ambar berusaha menghubungi Danu. Telepon itu tersambung, berarti memang handphone milik Danu dalam posisi aktif, hanya saja memang teleponnya tidak diangkat.

"Sitha mengatakan culas, ternyata kamu lebih culas, Mas. Kamu berusaha menghindar dan cuci tangan begitu saja. Kamu salah Mas Danu, aku akan tetap mengejarmu sampai kapanpun. Jangan sebut namaku Ambar, kalau aku tidak bisa membuatmu menikahiku."

Ambar sudah merasakan darahnya mendidih. Apa pun akan dia lakukan supaya Danu mau menikahinya. Bagi Ambar, dinikahi Danu seolah menjadi pencapaian puncak baginya. Padahal Ambar tidak akan mengetahui apa saja yang terjadi setelahnya. Menikah pun bisa menjadi bencana besar bagi mereka kedua.

1
Yuni Martopo
Luar biasa
tina vio
kak aplikasi oranye nya apa nyari ga ktm2😣
Kirana Pramudya: Halo Kak..
Nama penanya sama, Kak.
Kirana Pramudya🙏🏻
total 1 replies
jhon teyeng
memang banyak penulis yg kesaldan kecewa sama nT bahkan mgkn sdh banyak yg tdk selesai karyanya sebab nT bikin aturan yg membingungkan. kalau memang nT sdh tdk sanggup ya sdh tutup saja kasihan pemula yg semangat hrs down hanya karena aturan yg tdk jelas standartnya.
Lisa
koq g ada kelanjutannya ?
Afternoon Honey
jadi ini dianggap tamat ya author Kirana 🤔
WaTea Sp
semangat danu....
WaTea Sp
astagfirulloh.....
WaTea Sp
bener tuh si ambar kurang bersyukur......nyesel baru rass lo mbar
WaTea Sp
ambar ambar sadar sedikit knapa, wong asalmu jg bukan orkay kok
WaTea Sp
ambar maaih aja sombong gak ada berubahnya....twpok jidat
Windy Veriyanti
semoga Author berkenan meneruskan cerita yang apik dan indah ini 🙏🌹
tetap semangat ✊
Gusti Allah tansah mberkahi 🍀🌸❤🌸🍀
Windy Veriyanti
si Ambar uni kudu dipentokkin tiang dulu kayaknya, biar pikirannya jadi lempeng...
Windy Veriyanti
senang sekali jika ada seseorang yang memahami sejarah dan budaya daerahnya, serta mampu menceriterakan dengan begitu baik...seperti Shita
Windy Veriyanti
step by step, Mas Dharma...
disyukuri walaupun hanya ada selintas ingatan yang masih samar di benak Shita
Windy Veriyanti
si Ambar ini berasa nyaman banget jadi manusia antogonis 😆😁
jhon teyeng
aku sdh tahu ternyata itu ya orange juice nya aku smpt lht tp ragu dg nama yg takutnya sama
jhon teyeng
orange bisa disebutkan nggak
Windy Veriyanti
Kisah hidup seseorang dari kalangan ningrat atau bangsawan, selalu memiliki daya tarik tersendiri untuk disimak.
Terlebih didalamnya banyak terdapat sentuhan wawasan Budaya Jawa yang tentunya akan memperkaya pengetahuan si pembaca.
Saestu...sae sanget 👍
Roma Pasaribu
Tasya apa Sitha, Thor 😁
Enisensi Klara
Kirain mas Dharma mau susu yg lain 🤣🤣🤣🤣🤣🤣ntar lain cerita itu mah 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!