NovelToon NovelToon
Menikah Karna Jebakan

Menikah Karna Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Obsesi
Popularitas:130.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nora Afridana Ritonga

Setiap orang pasti ingin menikah dengan orang yang di cintainya bukan?

Lalu bagaimana jika kita Menikah Karna Jebakan? Terlebih kita tidak tau jika kita dijebak.

Begitu pula dengan Rafa yang terpaksa menikah dengan teman satu kampusnya saat kuliah dulu karna suatu insiden yang bahkan dia sendiri tidak menyadari atas perbuatannya. Sungguh, dia ingin lari namun ada orang tuanya yang akan kecewa jika mengetahui kalau Putra yang sudah mereka didik dengan susah payah malah berbuat hal yang seharusnya tidak ia lakukan.

Lantas setelah menikah, apakah pernikahan mereka akan berjalan seperti pasangan Suami Istri pada umumnya atau malah sebaliknya?

Cus Capcus ikuti kisah mereka➡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Afridana Ritonga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku tau kau tidak mencintai ku

"Aku tau kau tidak mencintai ku.."

Rafa masih menunggu lanjutan kalimat yang akan di katakan Elsa.

"Aku akan berusaha membuat mu agar bisa mencintai ku Mas."

Rafa masih tak bergeming saat mendengar perkataan Elsa, dia juga bingung harus berkata apa. Jika Elsa bukan Istrinya mungkin dia akan menyuruhnya untuk pergi dan tidak melakukan hal bodoh yang akan merugikan dirinya maupun orang lain.

Namun ini Elsa, wanita yang sudah berstatus sebagai Istrinya itu apakah mungkin dia menyuruhnya pergi? bahkan mereka baru kemarin menikah. Bukan berarti karna tidak mencintai nya Rafa akan mengacuhkan nya, Tidak! Rafa tidak sekejam itu, dia hanya akan menyerahkan segalanya kepada Tuhan nya. Dia percaya bahwa Tuhan selalu bersamanya dan tau juga apa yang terbaik untuk nya.

"Kau benar.."

Elsa yang tadinya menunduk kini mengangkat kepalanya saat mendengar sepenggal ucapan Rafa.

"Aku memang tidak mencintaimu namun aku akan berusaha melakukan kewajiban ku sebagai Suami mu, tapi... maaf sebelumnya aku tidak bisa menyentuh mu sampai aku benar-benar mencintai mu."

Elsa tau bahkan sangat mengerti dengan kalimat terakhir yang di ucapkan Rafa, dia memang ingin seperti pasangan Suami Istri lain nya namun kali ini mereka berbeda, mereka menikah bukan berdasarkan cinta. Ya, Elsa akan berusaha, berusaha membuat Suami nya jatuh cinta kepadanya.

Lantas Elsa hanya mengangguk.

Rafa segera berdiri dari duduknya sambil melipat sajadah nya.

"Biar aku saja Mas." Sambil mengambil alih sajadah Rafa, Rafa hanya mengangguk dan menyerahkan sajadah nya.

"Aku akan lari pagi sebentar, apa kau ingin ikut?"

"Tidak! em.. maksud ku aku akan membantu Umi membersihkan rumah saja."

"Ku pikir kau wanita yang tidak suka dengan pekerjaan rumah." Elsa yang sedang melipat mukenah nya pun menatap Rafa merasa tidak suka dengan perkataan Rafa barusan.

"Aku hidup sebatang kara jadi sudah biasa mengerjakan hal biasa seperti itu." Elsa berucap sambil berjalan ke arah lemari Rafa yang sekarang juga sudah menjadi lemari nya, mengambil celana training dan menyerahkan nya untuk Rafa.

"Maaf jika aku menyinggung mu." Rafa mengambil training dari tangan Elsa, agak bingung juga kenapa wanita itu bisa mengetahui letak letak bagian pakaian nya.

"Umi yang menjelaskan letak pakaian mu kemarin saat membantu ku memasukkan pakaian ku."

Seakan mengerti, Elsa berusaha menjelaskan apa yang sedang di pikiran Rafa.

Rafa hanya manggut manggut.

*****

"Selamat pagi Umi!" Sapa Elsa saat tiba di dapur melihat Sinta yang sedang berkutat dengan masakan nya.

"Pagi sayang.. apa tidurmu nyenyak?"

Sinta sekilas melihat ke arah Elsa kemudian melanjutkan masak nasi goreng nya.

"Tentu saja Umi, ada yang bisa Elsa bantu Umi?" Sambil melihat lihat sekitar barang kali ada yang bisa di bantu nya.

"Kalau bisa siapin peralatan yang dibutuhin ke atas meja makan saja El."

"Siap Umi."

Elsa segera melaksanakan perintah Sinta dengan semangat dia mengerjakan nya, baginya itu pekerjaan yang mudah bahkan sangat mudah.

*****

"Rafa dimana El?" Tanya Sinta yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa wadah berisi nasi goreng serta satu piring berisi telor ceplok.

"Sedang lari pagi Umi, oh ya.. Abi dimana Umi?"

"Oh.. Abi sedang membaca koran di halaman belakang sekalian berjemur."

Elsa hanya manggut-manggut.

"Assalamualaikum.." Samar- samar terdengar suara dari arah pintu utama yang diyakini mereka itu adalah Rafa.

"Itu pasti Rafa, biar Umi lihat." Sinta akan melangkah namun Elsa menghentikan nya.

"Biar Elsa saja, Umi panggil Abi saja."

Sinta hanya mengangguk, awalnya dia memang hanya ingin mengetes Elsa, dan tes nya berhasil.

*****

"Waalaikumsalam.. Mas sudah selesai?"

Sapa Elsa saat sudah tepat di hadapan Rafa.

"Iya.. dimana Umi dan Abi?"

"Umi sedang memanggil Abi di halaman belakang, Mas mau mandi dulu atau sarapan dulu?"

"Aku akan mandi terlebih dahulu, kau kalau sudah lapar pergi sarapan lah terlebih dahulu."

Elsa hanya mengangguk, setelahnya Rafa pergi naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk membersihkan badan nya yang penuh keringat.

Sedangkan Elsa, dia bergegas ke meja makan yang sudah terlihat kedua mertuanya duduk di kursi nya masing masing, bukan untuk sarapan terlebih dahulu melainkan ingin berpamitan kalau mereka tidak bisa ikut sarapan bersama dikarenakan Rafa yang sedang mandi, dan kedua mertuanya pun mengiyakan.

Setelah berpamitan, Elsa pergi menuju kamar nya dan Rafa. Sesampainya disana dia tidak melihat ada Rafa tapi terdengar olehnya suara gemercik air dari arah kamar mandi yang menandakan bahwa Rafa sedang mandi. Dia segera mengambilkan pakaian casual untuk Rafa karna dia tau hari ini Rafa tidak masuk bekerja.

Elsa meletakkan pakaian Rafa di atas ranjang kemudian dia duduk di sofa, sambil menunggu Rafa mandi dia memainkan ponselnya, entah apa yang sedang dikerjakan nya namun dia tampak serius.

Hingga terdengar oleh nya suara pintu kamar mandi terbuka membuat Elsa mendongak namun dia terkesiap saat melihat Rafa yang hanya dililit handuk putih di pinggang nya sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Elsa segera menundukkan kepalanya kembali mengambil ponselnya yang sempat di letakkan nya di atas meja sofa.

"Pakaian Mas ada di atas ranjang."

Rafa yang awalnya tidak mengetahui bahwa ada orang selain dirinya langsung berbalik melihat ke arah Elsa yang tampak sedang menunduk.

"Kenapa kau disini?" Sambil berjalan ke arah ranjang.

"Jika bukan disini aku harus dimana?"

Elsa masih setia menunduk, menatap ponselnya yang tidak menyala.

"Bukan nya tadi ku katakan..."

"Aku tidak lapar."

Pangkas Elsa cepat, dia tidak mau berlama lama bercakap dengan Rafa yang sedang setengah telanjang.

Rafa hanya mengangkat bahu nya acuh melihat tingkah Elsa kemudian beranjak ke kamar mandi untuk memakai pakaian nya.

Seperginya Rafa, Elsa bernafas lega kemudian kembali meletakkan ponselnya ke atas meja sofa sambil menunggu Rafa keluar dari kamar mandi.

Rafa keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian kasualnya dengan kaos hitam nya serta celana pendek selutut, walau begitu sangat tampak tampan dimata Elsa sampai-sampai dia tidak berkedip menatapnya.

"Hey.. Elsa!." Seru Rafa saat melihat Elsa yang sedang melamun sambil menatap dirinya.

"Ah ya kenapa?" Seperti orang bodoh, Elsa bertanya membuat Rafa mengernyitkan dahinya.

"Kau mau sarapan atau tidak?" Rafa mengulangi pertanyaan nya beberapa saat tadi.

"Tentu saja, ayo kita sarapan." Sambil berjalan mendahului Rafa.

Rafa yang melihat tingkah aneh Elsa hanya menggelengkan kepalanya, setelahnya mengikuti Elsa yang sudah terlebih dahulu berjalan meninggalkan nya.

****

Elsa dan Rafa sampai di meja makan saat Sinta dan Boy baru saja menyelesaikan sarapan nya.

"Ehem.. pengantin baru gimana malam tadi nyenyak gak tidurnya?" Goda Boy saat Rafa dan Elsa baru saja mendudukkan pantat mereka ke kursi makan.

"Apaan sih Bi." Rafa tentu tau maksud Abi nya berkata seperti itu namun dia hanya akan mengelak tak ingin memperpanjang nya, Abi dan Umi nya tidak perlu tau masalah antara dirinya dan Elsa.

"Humm.. mentang mentang udah nikah belagu amat." Boy masih berusaha memprovokasi Rafa.

Memutar kedua bola matanya malas sambil mengambil piring yang di berikan Elsa berisi makanan untuk nya.

"Udah.. udah.. Abi ini suka banget gangguin Rafa, gih Abi duluan ke depan Umi mau beresin bekas makan kita dulu."

"Gak perlu Umi! biar Elsa aja nanti yang beresin setelah kita selesai sarapan." Cegah Elsa.

"Gapapa emang?"

"Ya gapapa dong Umi."

"Yaudah, kalau gitu Abi sama Umi duluan ke depan ya." Sinta berpamitan dan segera beranjak ke ruang keluarga bersama sang Suami.

_

_

_

**Like, komen, vote😎

Happy reading💋**

1
Xu Zhibin
Bagus Alur & penulisan ceritanya...
Xu Zhibin
Sayang banget ceritanya gk di lanjutin Thor... padahal bagus loh...😍
Xu Zhibin
Gak adil bua Rafa dong... Rafa nya blm pernah pacaran N dekat sama Cewek... Dapatnya Elsa yg udh gak Bersegel... apalagi yg merawanin Elsa itu Kai sahabatnya sendiri.. pasti kecewa banget kalo Rafa tau yang sebenarnya..
Abdul Rahim
lanjut thor !
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Haslinda
nama bpknya lbih keren,,,boy🤦🏻‍♀️
Star Beauty Colection
ra tegel le moco
Piona Karisa
Thor aq ngk rela Rafa nikah sama Elsa😭
Humairoh Humairoh
lanjut thorr yg bnyk yak up nya hhe
Humairoh Humairoh
lanjut dong thor aelah:(
Wulandari Mey
Yaampun thor di tungguin udh lama banget hiatus semoga lanjut ya thor ceritanya sampe taman aku suka banget semangat thor 😎😎😎
Hikmah Juteck
semangat kak
Rusminah Lasio
ini othor y kmana yaaak,kok semua novel dia gabtung dri bln november
Gì cũng được💚
hadir
Mei
Semangat kak
Zakia Rosida
ceritanya baguss knp gak di lanjutin thorr kuasih penasaran ending gmn
Machan
3 like kak
Dewi Lily
keren deh
Eda Sally
keren say😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!