NovelToon NovelToon
My Hot Lawyer

My Hot Lawyer

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Playboy / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Defri yantiHermawan17

Kasus perceraian yang sering dia tangani membuatnya trauma saat mendengar kata pernikahan.

Menjalin hubungan dengan banyak wanita namun tidak pernah berpikir untuk menikahi mereka. Itu adalah salah satu sifat bajingan yang di miliki oleh Antonio Dexter. Pengacara muda yang tidak pernah mengenal kata cinta, lalu bagaimana reaksinya saat ada seorang wanita muda datang dan meminta bantuannya, untuk lepas dari jeratan suaminya?

Apa dia akan berkerja secara profesional atau akan ada kisah baru dalam hidup mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MHL Bab 24

Gemercik air shower menyamarkan des*ahan seorang pria yang tengah menggapai kenikmatan surga dunianya. Walaupun bermain secara solo, dia berusaha memuaskan dahaga yang sudah tidak dapat di tahan oleh Sang Serigala Gurunnya.

Padahal diluar kamar mandi tadi ada sebuah oase yang siap untuk memuaskan dahaganya, tapi entah mengapa saat dirinya mulai menyentuh bagian itu, bayangan seseorang melintas di kedua matanya.

Naf*su yang kiranya sudah berada diatas ubun ubun, kini kembali turun menuju kaki dan akhirnya hilang tersapu angin. Bahkan dia mengusir calon oasenya tanpa peduli dengan gerutuan dan makian yang perlahan mampu membuat naf*sunya kembali naik.

Terlebih saat bayangan seorang wanita kembali melintas dan kini tengah menjadi objek khayalannya.

"Aahh- A-Anna," de*sahnya kala semua beban yang sudah tidak dapat dia tahan akhirnya hilang.

Kedua tangan kekarnya menopang sisi wastafel, napasnya terengah- keringat mengucur di dahi serta area tubuh lainnya. Serigala Gurun miliknya masih berdiri tegap, sedikit berkedut saat kesadarannya mulai kembali.

"Fu*ck!" umpatnya.

Air kran menyala, dia segera membasuh wajahnya yang perlahan dingin. Padahal tadi rasanya seperti terbakar, kala dirinya tengah mengejar bayangan nakal seorang wanita yang terus saja menggodanya.

"Kau bahkan berhasil menggagalkan waktu bercintaku dengan Beatrix. Ada apa dengan mu Luciana? atau seharusnya pertanyaan itu cocok di berikan untukku?" gumamnya.

Napas pria itu masih terengah, kedua mata indah dan tajamnya terus saja menatap cermin. Salah satu sudut bibirnya terangkat kala melihat kondisinya saat ini.

Memalukan!

"Antonio Dexter, kau loser!"

Dexter keluar dari kamar mandi setelah dia puas memaki dirinya sendiri, pria yang tidak memakai sehelai benang pun itu berjalan santai menuju sofa.

Pria itu memungut boxer serta celana bahannya yang tercecer di lantai, dengan tubuh telanjang dia mendudukkan dirinya disana. Masih termenung, sampai akhirnya kesadarannya kembali saat mendengar suara dering ponselnya.

Dexter berdecak, setelah memakai celananya dengan sempurna dia bangkit dan berjalan menuju nakas. Dexter merogoh jasnya untuk mengambil benda sialan itu dari sana.

Warning!

Danger!

Luciana!

Tiga kata itu berhasil membuat Dexter mendelik. Ternyata itu bukan sebuah panggilan melainkan alarm yang sengaja Dexter buat beberapa waktu yang lalu dengan mengandalkan sensor GPS.

"Shi*it!" umpatnya.

Tanpa berpikir lagi pria itu segera meraih kemejanya, memakainya asal dan tidak lupa dengan sepatu serta perlengkapan lainnya. Jantung Dexter berdetak lebih kencang, pria itu terus saja mengumpat kala sepatu yang hendak dia pakai entah kemana.

Dia panik, khawatir dan kesal.

Sementara di tempat lain, Luciana terlihat sudah berdiri di depan sebuah pintu gerbang besar. Pintu gerbang yang melindungi sebuah rumah mewah bergaya Eropa dan bercat emas, sangat elegan.

Kedua mata wanita itu menatap lekat, terlihat kosong tapi penuh keyakinan.

"Suruh Tuan mu keluar!" ucapnya entah pada siapa.

Tapi tidak lama gerbang itu terbuka, namun Luciana tetap berdiri di tempatnya tanpa ingin masuk. Kedua matanya terus saja menatap lurus, dia terlihat tenang walaupun ada beberapa penjaga mulai mendekat ke arahnya termasuk pria botak kepercayaan suaminya.

"Selamat datang Nyonya-,"

"Suruh Tuan mu keluar! kalau dia memang menginginkan ku." selanya cepat.

"Aku sudah menyerahkan diriku, sekarang giliran dirinya yang datang kepadaku!" imbuhnya.

Tatapan Luciana mengarah pada pria berkepala botak. Terlihat dingin dan tidak bersahabat, bahkan penuh dengan perhitungan.

"Tuan ku menunggu anda didalam, jadi anda harus-,"

"Temui aku disini atau tidak sama sekali!" selanya lagi.

Luciana kian terlihat serius, dia tidak akan pernah masuk kedalam sana. Fharcot memintanya kembali ke rumah ini, kembali bukan berarti harus masuk bukan?

Si pria botak hanya memberi perintah lewat matanya pada salah satu bawahannya. Tanpa bertanya lagi diantara mereka sigap, segera berlari menuju kawasan rumah kediaman Simoncelli untuk menjemput Sang Boss.

Cukup lama Luciana berdiri, wanita itu masih tetap di tempatnya. Dan tidak lama sebuah mobil yang biasa digunakan para pemain golf mendekat ke arahnya, membawa seorang pria yang sama sekali tidak ingin Luciana temui kalau tidak terpaksa.

"Halo Luci-ku, akhirnya kau pulang." pria itu turun, kedua kaki jenjangnya melangkah santai mendekat pada Luciana.

Kedua tangannya merentang, berharap kalau wanita yang beberapa waktu ini membangkang segera masuk kedalam dekapannya. Tapi sepertinya keinginannya tidak terkabul, wanita itu tetap diam di tempat- hingga membuat dirinya berdecak tapi berusaha mempertahankan senyumannya.

"Kau tidak merindukanku, hm?"

Luciana tetap diam, matanya menatap tak berekspresi pada Marcho yang tengah menampilkan senyuman kemenangannya.

"Baiklah, aku saja yang merindukan mu Luci sayang." lanjutnya.

Marcho terkekeh pelan, lalu mendekap Luciana tanpa izin. Mendekap erat tubuh itu, seakan enggan untuk melepaskannya. Sementara Luciana masih terdiam, membiarkan Marcho mendekap sepuasnya. Hingga tanpa mereka sadari, Dexter yang baru saja tiba melihat adegan itu.

Dexter sudah keluar dari mobil dan siap mendekat pada Luciana, tapi saat melihat interaksi Marcho dan sang klien, langkahnya berhenti begitu saja. Kedua tangannya mengepal, umpatan keluar dari bibir dan hatinya.

Sang Pengacara terlihat tidak rela, bahkan dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Luciana.

"Apa yang kau lakukan, Anna?!" desisnya.

Di depan sana Luciana belum melakukan apa pun. Wanita itu masih pasif, hingga tanpa di sadari oleh siapa pun termasuk Marcho- jari jemari lentiknya merogoh sesuatu di pinggang pria yang tengah mendekapnya sekarang.

'Aku yang mati, atau kau yang mati! mungkin kita berdua akan mati!' batinnya setelah dia mendapatkan benda itu, lalu menempelkannya di dada Marcho.

"Lepaskan aku, Marc! suka rela atau terpaksa!" cetusnya.

Marcho yang sadar apa yang sedang terjadi hanya terdiam, dia menunduk menatap benda dingin yang menekan dada kirinya.

Sebuah pistol dan itu miliknya sendiri.

"Luci," panggilnya dengan nada rendah.

GIMANA BANG SEHAT?

CARA TERAKHIR

LU NGESELIN SIH

1
Zul Denayu
lhooo2,emang siapa itu yg bergelantungan tidak sopan 🤔🤣🤣🤣
Konok Neng
gk sabaran amat thorr end nya.. berasa nanggung bacanya
Konok Neng
bangs** banget jadi ayah,, biarkan saja luci blokir saja
Konok Neng
sycopat gila,,
Konok Neng
hah kau di jual oleh ayahmu sendiri,, aku curiga jika luci bukan anak kandung..
Dari
makanya jujur jan diem2 bae 🤭🤣🤣
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
thor kalau bisa jangan terus pasang foto visualnya di tiap bab jadi kesannya menurutku menggaggu saat baca... karna maaf bukan aku munafik tapi cukup 1 kali saja pasang visualnya biar lebih bagus ke ceritanya.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
semoga Luciana bisa cepat terbebas dari Marcho.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ya ampuuunnn ternyata semengerikan itu Marcho memperlakukanmu, tapi ayahmu bahkan lebih condong padanya ketimbang kamu anaknya...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baguslah se ngga'nya keberanianmu muncul ngelawan Marcho dan semoga kamu dapat cepat terbebas dari pernikahan toxic Liciana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh percuma kamu kabur tapi masih takut berhadapan dengan Marcho, Luciana... di kirain bakal ngelawan.. malah mlempem.🤦‍♀️🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
halaaahhh.. sekarang bilang nolaak ga bakal tergoda sama Luciana tapi tar juga kamu yg bakal malu dan menelan ludahmu sendiri Dexter
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baca awal bab malah di suguhin adegan h0t sam author.🫣🫣
fahri lampung
ceritanya bagus👍👍👍👍
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
@Al**
/Good/
Nety
menyusut cnh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Nety
seru
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
dwi'x
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!