NovelToon NovelToon
MAMPUKAH AKU MELEPASMU?

MAMPUKAH AKU MELEPASMU?

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:91k
Nilai: 5
Nama Author: Novisi

Pernikahan Floretta Conie dan Jarvis Meyer telah berlangsung sembilan tahun.

Floretta merasa hati Jarvis belum berlabuh padanya disebabkan pernikahan paksa di masa lalu.

Selama itu, Floretta terus berusaha menjadi sosok yang ceria dan penuh cinta sebagai ibu dan istri.

Fakta baru mengenai perselingkuhan Jarvis di awal pernikahan memantik Floretta ingin mundur dari pernikahannya.

Namun, sebelum semuanya terjadi Floretta didiagnosa mengalami gangguan mental.

Apakah keinginan Floretta melepas suaminya akan terjadi? Lalu bagaimana Jarvis menyikapi gangguan mental istrinya? Apakah Jarvis yang akan meninggalkan Floretta?

Simak novel MAMPUKAH AKU MELEPASMU?

Instagram : @no.vi.si

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novisi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baku Hantam

Dengan tergesa-gesa Jarvis berlari melalui lorong rumah sakit. Jarvis terlambat tiga puluh menit dari janjinya untuk menjemput Floretta.

Rapat internal bersama top manajemen mendadak harus diikutinya, itulah sebabnya tidak dapat menjemput tepat waktu.

Ruangan rawat kosong sewaktu Jarvis memasukinya. Ranjang pasien dan nakas telah bersih dan rapi. Jarvis keluar ruangan, bertepatan seorang perawat melewati dirinya.

"Suster, pasien bernama Nyonya Floretta tidak berada di ruangan," lapornya.

"Nyonya Floretta telah meninggalkan ruangan sekitar lima belas menit yang lalu," ungkap perawat lalu berlalu untuk bertugas.

Jarvis menyender ke dinding ruangan dan memegang pelipisnya. Pulang bersama Walden?

Gegas Jarvis mengambil ponsel dan menghubungi Walden.

"Walden, apakah Nyonya Floretta sudah tiba di rumah?"

"Sudah, Tuan. Baru saja masuk bersama nyonya besar."

Jarvis bernafas lega setelah mendengarnya.

Jarvis meninggalkan rumah sakit  tidak kembali lagi ke kantor, melainkan pulang menuju kediamannya.

Sesampainya di rumah mewahnya, Jarvis menemukan sosok Jadden sedang bermain bersama kedua buah hatinya yang telah pulang dari sekolah.

Jarvis tertegun menyaksikan Dael dan Rosalie tertawa lepas bersama Jadden, padahal mereka hanya bertemu sewaktu diundang makan malam di kediaman keluarga Meyer.

Bertepatan dengan itu, Jadden menoleh ke arah adiknya.

"Kalian bermain dulu, ya. Paman  keluar sebentar."

Jadden menutup pintu ruangan bermain, Dael dan Rosalie bermain diawasi oleh pengasuh masing-masing.

"Ada keperluan apa kau datang kemari?" tanya Jarvis dengan nada tidak suka.

Jadden tertawa. "Ada apa denganmu? Sejak awal bertemu, kau seperti tidak senang aku kembali," tuduh Jadden dengan mendorong pelan bahu Jarvis.

Jarvis menepuk-nepuk bagian jas yang disentuh Jadden tadi, seolah-olah tangan Jadden telah mengotorinya.

"Seharusnya kau menyambut kedatangan kakakmu. Ku akui rumahmu ini cukup mewah untuk seorang pemilik perusahaan kecantikan Kireiguzedes," ujar Jadden berkacak pinggang sembari menyapu pandangannya ke sekeliling rumah Jarvis.

Jadden tidak ingin berlama-lama di sana, ia melangkahkan kaki menjauhi Jarvis. Jarvis malahan mengikutinya sebab arah kepergian Jarvis bukan menuju pintu utama melainkan ke ruang pribadi Jarvis.

"Jadden sebaiknya kau pergi dari rumahku," ucap Jarvis tepat di depan pintu kamarnya.

Mulut Jadden terbuka lebar mendengar ucapan tidak hormat adiknya itu.

"Apa masalahmu, Jarvis? Aku tidak datang untuk mencuri, melainkan ingin mengantarkan Floretta dan melihat keponakanku." Jadden mengatakan kalimatnya dengan raut penuh senyuman.

Jarvis menanggapinya dengan tatapan dingin.

"Wajah datarmu itu sangat menyebalkan, Jarvis. Barangkali ekspresi seperti ini yang dilihat oleh Floretta selama sembilan tahun, pantas saja kau digugat cerai."

Darah Jarvis menggelegak mendengar ucapan merendahkan dari Jadden. Jarvis mengepalkan tangan dan melayangkannya ke wajah Jadden sampai pria itu tersungkur di lantai.

Jarvis menduduki kakaknya dan kembali mencoba meninju Jadden. Tubuh mereka hampir sama besar, pergulatan tidak terelakkan.

Jadden berusaha menghindar, menangkis, bahkan menjatuhkan Jarvis ke lantai. Hiasan guci mahal milik Floretta sampai pecah berkeping akibat tersenggol tubuh Jarvis.

Jadden berdiri membalas dengan menggebuki Jarvis dengan tendangan ke arah perut adiknya.

Pintu kamar yang tidak tertutup seluruhnya membuat Stephanie mendengar suara keributan, ia keluar dari kamar Jarvis, tadi Stephanie menemani Floretta buang air dan berganti pakaian di kamar kecil.

"Apa yang kalian lakukan?!" jerit Stephanie melihat keributan anak laki-laki keturunan Meter itu. Stephanie panik melihatnya, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa selain berteriak-teriak memanggil nama kedua putranya.

Keributan dan jeritan Stephanie mengundang pelayan berdatangan. Mereka kebanyakan perempuan, segera salah seorang memanggil Kazem, Walden, dan penjaga rumah untuk melerai keduanya.

Floretta pun penasaran dengan kekacauan yang terjadi di depan pintu kamarnya. Ia melangkah keluar dan turut terkejut mendapati Jarvis dan Jadden terlibat baku hantam.

Refleks sebagai seorang istri Floretta ingin menghalangi Jadden yang berniat untuk memukuli Jarvis.

"Jadden, sudah. Kau bisa membunuh suamiku," teriaknya sambil menarik lengan Jadden.

Jadden yang telah diliputi emosi sama seperti Jarvis tidak bisa lagi mendengar kata-kata dengan baik. Tanpa sengaja Floretta jadi terpental akibat tangan Jadden terus memukul Jarvis.

Walden yang telah hadir di sana seketika menangkap tubuh Floretta. Untung saja, Walden hadir tepat pada waktunya.

Sementara itu, Kazem dan penjaga rumah melerai keduanya, menjauhkan Jadden dari Jarvis.

"Jangan pernah datang ke rumah ini lagi!" teriak Jarvis dengan sudut bibir berdarah dan wajah babak belur.

"Kau memang sudah gila, Jarvis!" balas Jadden semakin menjauh. Kondisi Jadden juga tidak jauh berbeda dari Jarvis.

"Yang lain silakan bubar!" perintah Stephanie, ia mengikuti arah ke mana Jadden dibawa.

Syukur saja Dael dan Rosalie tidak terganggu dengan keadaan di luar. Ada beberapa ruangan di kediaman Jarvis yang memang sengaja dipasang dinding kedap suara.

Floretta telah melepaskan diri dari Walden yang langsung turut keluar mengamankan Jadden. Floretta mendatangi suaminya yang terduduk menyender ke dinding dekat pintu kamar. Jarvis menutup matanya, memegangi perut yang sakit terkena tendangan Jadden.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Floretta menyamakan rendah tubuhnya, tangannya ragu gemetaran ingin menyentuh Jarvis.

Dengan mata tertutup dan nafas terengah-engah Jarvis menganggukkan kepalanya. Pakaian Jarvis sudah tidak serapi tadi, beberapa kancing kemejanya sudah tidak lagi di tempatnya, tetesan darah juga menodainya.

"Apa... apa... kita perlu ke rumah sakit? Sepertinya kau sangat kesakitan," nilai Floretta cemas, setitik dua titik air matanya turun menyentuh kedua pipi Floretta.

Jarvis menolak lalu menggelengkan kepala, air mata terasa menggenangi kelopak mata bawahnya.

Segera Jarvis berdiri berniat masuk ke kamarnya. Jarvis tidak ingin terlihat lemah di mata Floretta.

Sewaktu Jarvis berdiri lalu berjalan selangkah masuk ke kamar, keseimbangan tubuhnya buruk mengakibatkan Jarvis terhuyung dan terjerembab kembali ke lantai.

Jarvis tidak kuat lagi berdiri, ia merebahkan tubuhnya terlentang di lantai kamar beralaskan permadani lembut.

Floretta menangis melihat suaminya. Meskipun Jarvis telah menyakiti hatinya begitu dalam, walakin Floretta tidak tega melihat Jarvis terkapar kesakitan.

"Jarvis, aku akan meminta dokter untuk datang." Floretta berlutut menyentuh perut Jarvis masih berbalut kemeja.

Mendadak gerak Floretta yang akan berdiri terhambat oleh pegangan tangan Jarvis di pergelangan Floretta.

"Tidak usah," ucap Jarvis berbisik. Untuk mengeluarkan suara pun Jarvis hampir tidak mampu. Ia hanya ingin beristirahat dari beban masalah yang menderanya.

Jarvis merasa dirinya seperti pecundang, kalah mengatur emosi diri sendiri. Setelah hampir saja membunuh Alleta, Jarvis dengan tega menghajar kakaknya walaupun disertai perlawanan dari Jadden.

Jarvis merasa buruk sekali, dengan ketidakmampuan untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Jarvis terbiasa memandang relasi secara transaksional sehingga saat satu kejadian tidak sesuai dengan harapannya, ia akan langsung memutuskan memakai emosi.

Perkataan Jadden tadi seakan-akan menguak fakta bahwa benar Jarvis tidak pantas bersanding dengan Floretta dan layak untuk diceraikan. Selama sembilan tahun, mungkin saja Floretta telah menanggung kesakitan yang bertumpuk.

Jarvis benar-benar berada di titik bawah. Genggaman tangan Jarvis pada lengan Floretta mengendur hingga terlepas sempurna.

Jarvis membuka matanya, tatapan keduanya beradu. Jarvis melihat manik Floretta memerah karena menangis. Jarvis merasa hitam dan kehilangan harapan.

"Flo, aku akan menceraikanmu."

1
Sky Blue
Masih stia mnunggu klanjutnnya nie kax🥰
Fenda_Wijaya
dilanjut lagi thor ceritanya
Fenda_Wijaya
karya bagus dan menarik
ayoo thor dilanjut lagi ceritanya
Yuliana Haryani
kok gak di terusin lagi kak?? ato pindah platform lain.. aq dah ngg2 lho kelanjutan nya..
Novisi
Kisah ini aku tamatkan dan tidak lanjut menulis di platform ini. Terima kasih telah membaca, Readers. Jangan ditunggu, ya.
Tipa Ghorky
ga lanjut kah Thor , padahal nabung bab biar puas baca nya tapi ga up2
Yati Oktaviani
yah......sayang banget padahal bagus lho ceritanya kok gantung sih
Kiki Min
ini udah end ya, kok gantung ?
nel alvareaz (luccyloucahan)
betul dugaan klu tidak kazem iya walden, ternyata benar, salah satu diantara mereka, lanjut
Yuliana Haryani
bagus banget.. apalagi di selingi cerita psikologis.. baru kali ini aq baca cerita yg berbobot di platform
rini susanti
karyamu bagus Thor,lnjutkan
Tipa Ghorky
berat banget Flo hidup mu , terus berjuang utk sembuh ya demi anak2 mu lepaskan laki2 yg ga pernah menghargai mu
Tipa Ghorky
please Thor jgn bikin hidup Flo menderita terus kok ngenes banget
Tipa Ghorky
kasihan Flo kapan dia bahagia dr kecil sampe skrg ga pernah bahagia malah skrg sakit parah ,,
nel alvareaz (luccyloucahan)
apakah walden atau kazam
nel alvareaz (luccyloucahan): apakah salah satu diantara mereka yg menjadi pengkhianat
total 2 replies
Yuliana Haryani
walden??
Novisi
Penuh misteri Walden
Yuliana Haryani
sudah.. jgn ada tambah lg.. nanti jd kyk sybil dong ato sally
Yuliana Haryani: ada jg itu yg cowok pnya kepribadian 3 tp lupa nama nya.. dan itu nyata.. bayang kan.. di real life
total 3 replies
Tipa Ghorky
walden si pria misterius , pengen liat Jarvis makin tersiksa dgn perubahan Flo
Tipa Ghorky
makin seru makin penasaran pengen Double up Thor ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!