Belasan tahun terpisahkan dari sang ayah biologis, kini Kagami Rui telah kembali dan menemukan keluarganya kembali.
Saatnya memimpin Doragonshadou, sebuah yakuza legendaris yang selama ini dipimpin oleh sang ayah!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Kejutan
KLLAPP ...
Disaat Rui sedang berdansa bersama Nickhun, tiba-tiba saja lampu padam begitu saja dan seluruh aula ini begitu gelap tanpa ada satupun cahaya penerangan sedikitpun.
Beberapa tamu undangan mulai saling berbisik, bahkan suasana malah semakin menjadi ricuh, karena mereka merasa sedikit khawatir jika sudah ada seseorang yang melakukan sabotase di malam ini.
"Rui. Tetap disini dan pergi kemanapun!" ucap Nickhun semakin memperkuat menggenggam jemari Rui karena Rui sudah hampir pergi meninggalkan Nickhun begitu saja.
Yeap, tentu saja jiwa dari seorang Rui, sang Athena tak akan bisa hanya berdiam diri saja dan menunggu dengan tenang jika sesuatu terjadi di sekitarnya. Rui pasti akan segera bergerak secepat mungkin dan berada di barisan depan untuk melindungi orang-orang yang dia sayangi.
Bahkan sebenarnya Glock Meyer 27 kesayangannya sudah dia siapkan di balik gaun indahnya yang begitu anggun itu, dan senjata api laras pendek itu berada tepat pada pahanya dan diikatkannya.
"Tapi, Nick ... bagaimana jika ini sabotase? Bagaimana jika ini adalah perbuatan dari Kin Izumi? Aku harus menghentikan semua ini! Dia sangat berbahaya!" ucap Rui berusaha meraih Glock Meyer 27 di balik gaun indahnya itu untuk bersiap.
Namun salah satu tangannya masih Nickhun genggam dengan cukup kuat, karena Nickhun tak ingin membiarkan Rui bergerak sendiri dan berada dalam bahaya.
KLAAPP ...
Tiba-tiba lampu mulai menyala kembali. Dan betapa terkejutnya Rui ketila melihat seorang kakek-kakek sedang membawakan sebuah kue ulang tahun berada tak jauh darinya.
Rui yang sedang menodongkan Glock Meyer 27 miliknya ke arah pria tua itu, seketika mulai terlihat begitu terharu. Bahkan sepasang mata kecoklatannya kini terlihat begitu berkaca-kaca.
"Happy birtday Rui ... happy birthday Rui ... happy birthday ... happy birthday ... happy birthday Rui ..." pria tua itu menyanyikan lagu ulang tahun dan menatap hangat Rui, semakin membuat Rui tak bisa menahan tangis harunya.
"Kakek ..." ucapnya lirih dan berjalan beberapa langkah mendekati pria tua yang tak lain adalah Kin Makoto.
Kin Makoto adalah kakek Rui ( ayah Kin Izumi ) yang begitu menyayangi Rui. Setelah kepergian Rui, Cloud, dan Kin izumi 18 tahun yang lalu meninggalkan Jepang, kesehatan Kin Makoto begitu memburuk. Bahkan dia juga mulai menderita sakit Alzheimer.
Namun setelah kepulangan Rui ke Jepang beberapa bulan yang lalu, kesehatan Kin Makoto mulai sedikit membaik. Meskipun hanya sedikit saja. Dan malam ini adalah sebuah kejutan luar biasa untuk Rui, karena sang kakek terlihat begitu sehat.
"Kakek ..." ucap Rui begitu lirih yang kini sudah berada tepat di hadapan Kin Makoto. Rui juga membungkam mulutnya dengan jemarinya.
"Selamat ulang tahun, Rui sayang." ucap Kin Makoto dengan begitu hangat dan menyodorkan sebuah kue yang begitu minimalis masih dengan lilin yang menyala.
Dengan hati yang yang begitu terharu, kini Rui mulai membuat sebuah permohonan sebelum akhirnya Rui meniup lilin di atas kue berwarna putih keemasan itu.
Sungguh sebuah kejutan dan hadiah yang begitu tak terduga olehnya. Kakeknya sudah sepenuhnya sehat kembali serta tiba-tiba saja datang pada pesta ulang tahunnya. Bisa dibayangkan betapa bahagianya Rui saat ini? Bahagia sekali!
Kagami Gumi, yang merupakan kakek Rui dari pihak Kagami Jiro yang juga merupakan sahabat baik dari Kin Makoto kini mulai menghampiri mereka berdua.
"Kin Makoto! Sudah lama tidak berjumpa dan kamu malah terlihat begitu sehat. Mari berbincang bersama!" ajak Kagami Gumi yang rupanya begitu merindukan sahabatnya juga.
Kedua pria tua itu akhirnya malah melenggang bersama dengan perbincangan yang disertai canda tawa yang begitu hangat meninggalkan aula utama. Sementata para tamu lain mulai melanjutkan kembali pesta malam ini.
Tak aku sangka, kakek sudah sembuh dan kelihatan sangat sehat. Syukurlah ...
Batin Rui tersenyum hangat menatap kepergian kedua kakeknya yang sudah cukup lama bersahabat itu.
"Rui. Minumlah ...".tiba-tiba saja Liu sudah datang dan memberikan segelas jus jeruk untuk Rui.
"Terima kasih, Liu." Rui menyauti ramah dan menerima jus jeruk yang sudah dibawakan oleh Liu.
Pesta ulang tahun malam ini berlangsung dengan lancar dan sangat meriah. Karena pada akhirnya Li Zeyan juga menyanyikan sebuah lagu yang begitu populer di masa keemasan Li Zeyan saat itu.
...🍁🍁🍁...
Malam itu Rui mengajak Nickhun untuk pergi ke suatu tempat. Karena saat ini Rui hanya merasa leluasa untuk melakukan aksi bersama dengan Nickhun. Namun rupanya diam-diam Kenzi dan Kenzou mengikuti mereka berdua yang sedang bepergian bersama dengan pakaian pesta.
Dan sebenarnya Rui sudah mendapatkan sebuah informasi akan penembak sniper itu melalui salah satu orang kepercayaannya. Dan saat ini orang itu sedang berada di sebuah pesta yang berada di salah satu villa di daerah gunung Fuji. Dan sangat dicurigai, jika sniper itu adalah orang yang menggaku sebagai Kin Izumi.
"Rui. Ada yang mengikuti kita!" ucap Nickhun mulai menangkap sebuah mobil mewah yang melaju di belakang Supercar Lamborghini hitam metalik milik Rui.
Rui memicingkan sepadang mata kecoklatannya menatap dari kaca spion di sisi samping mobilnya. Terlihat sebuah Lamborghini Veneno berwarna merah menyala yang memang sedang mengikuti mereka berdua.
"Itu adalah mobil Kenzi." gumam Rui begitu yakin.
"Tuan muda Kenzi?" gumam Nickhun yang sesekali melihat mobil itu melalui kaca spion di sisi samping mobilnya.
"Benar, Nick! Tapi ... darimana dia tau jika kita akan pergi? Padahal seharusnya tak ada yang mengetahuinya." gumam Rui dengan kening berkerut.
"Aku juga tidak tau, Rui. Aku tidak mengatakan hal ini kepada siapapun." jawab Nickhun masih fokus untuk mengemudikan mobilnya.
Belum menemukam jawaban dari pertanyaannya sendiri, kini tiba-tiba saja sebuah melodi yang begitu tak asing mulai mengalun berasal dari ponsel Rui.
Rui segera meraih ponselnya dan melihat nama si pemanggil. Terlihat nama Kenzou pada layar benda pipih itu. Tanpa pikit panjang, Rui segera menggeser tombol hijau itu ke samping dan mulai membenarkan earpieces yang sudah terpasang pada telinga kanannya saja.
"Hallo, Kenzou. Ada apa?" sapa Rui berpura-pura untuk bersikap tetap tenang dan tidak tau jika sebenarnya Rui sudah menyadari jika dirinya sedang diikuti oleh kedua adik kembarnya saat ini.
"Kamu mau pergi kemana? Gara-gara kamu pergi tanpa pamit, ayah meminta kami untuk mengikuti kamu!" ucap Kenzou begitu dingin.
"Kenzou ... sebenarnya ... kakak ingin mendatangi sebuah pesta ulang tahun teman Nickhun." ucap Rui berkilah.
Karena sebenarnya Rui tak ingin membuat salah satu dari mereka kembali berada dalam bahaya. Bahkan sebenarnya kali ini Nickhun ikut bersama dengan Rui, karena Nickhun yang memohon kepada Rui ingin menemaninya pergi. Dan sebenarnya Rui ingin mengakhiri Kin Izumi dengan tangannya sendiri, tanpa membahayakan orang-orang yang sangat disayanginya.