NovelToon NovelToon
Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:406.1k
Nilai: 5
Nama Author: MAMAK DIBA

Tidak semua yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Tidak semua yang kita rencakan berjalan sesuai kemauan.
Pasti ada masanya kita jatuh dan terpuruk.

Dan di saat aku jatuh dan terpuruk itulah selalu ada orang setia berada di sampingku.

Seindah apapun Pelangi akan kalah sama yang namanya Matahari,karena yang indah sesaat akan kalah dengan yang selalu ada setiap saat.


***


"will you be wife and mother to my daughter" tanya Alan yang belutut di depanku.

"tapi kita masih sama-sama terjebak masa lalu Mas, lantas bagaimana kita bisa memulai hubungan baru kalau masalalu kita masih terus menghantui" jawabku menatap matanya sendu.

"kita pasti bisa sama-sama bangkit dari rasa sakit ini Nay" ucapnya. "Trust me" lanjutnya mengiba.

aku berdecak pelan sebelum mengangguk.

"I will try" lirihku.

Alan lekas berdiri dan memeluk tubuhku setelah menyematkan cincin di jari manisku.





Ikuti terus kisah Naya dan Mas Duda ya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Di perjalanan pulang aku dan Alan tidak ada yang berbicara, Ara pun sudah terlelap di bangku belakang.

Aku memilih memejamkan mata karena aku tidak menyukai situasi canggung seperti ini. Tak lama aku membuka mata dan ingin ke kamar mandi.

"Mampir ke Pom bensin dulu ya Mas, aaya mah ke kamar mandii" ucapku.

"Hmm" dehemnya lalu membelokkan mobil ke Pombensin.

Aku segera turun begitu mobil Alan berhenti.

Aku lekas ke kamar mandi , setelah itu mencuci tangan dan kembali ke mobil.

Aku sengaja masuk dan langsuung duduk di bangku belakang.

"Kenapa pindah?" Tanyanya dengan dahi berkerut.

"Gapapa, saya hanya ingin di dekat Ara saja" jawabku.

"Pindak ke depan Nay, saya bukan supir!" Ucapnya .

"Nggak mau, sata disini saja"jawabku keras kepala.

"Kamu tuh kenapa sih" tanyanya sedikit ngegas.

"Bapak yang kenapa?aneh tiba-tiba aja diem, trus swkarang malah marah-marah" jawabku nyolot.

Alan mengusap wajahnya kasar berulang kali lalu menatapku lembut.

"Maaf Nay, saya hanya lelah. Tolong oindah ke depan ya , kita ngobrol biar saya nggak ngantuk" pintanya lembut.

"Nyalain radio aja, saya sudah terlanjur PeWe disini" ketusku.

Alan membuang nafas dan mengalah lalu melajukan mobil. Aku sebenarnya kasihan tapi aku juga dongkol. Apa selahku? Kenapa dia tiba-tiba baik lalu tiba-tiba diam lalu marah.

Begitu sampai di hotel aku langsung menggendong Ara dalam dekapanku.

"Ara langsung tidur sama saya saja" ucapku begitu lift membawa kami ke lantai tempat kami menginap.

Saat aku akan menutup pintu tangan Alan mencegahnya membuatku mau tak mau membiarkannya masuk karena menggendang Ara cukup membuatku pegal.

Aku meletakkan Ara di kasur, melepas sepatu san menyelimutinya.

Aku menghadap Alan yang kini tengah menatapku.

"Saya benar-benar minta maaf Nay" ucapnya. Aku terdiam laku menghembuskan nafas perlahan.

"Baiklah, saya sudah memaafkan Mas. Sekarang saya mohon Mas Alan kembali ke kamar Mas,.saya juga ingin istirahat"pintaku.

"Baik, selamat malam" ucapnya mengusap puncak kepalaku lalu beejalan keluar kamarku.

"Malam" jawabku memegang kepalaku yang tadi di usapnya.

Tak ingin berlarut dalam ke-Baperan, aku langsung ke kamar mandi untuk berganti baju dan mencuci muka, berlanjut crim malam. Dan merebahkan diri di samping Ara.

Aku mencari ponselku di tas lalu mengirim pesan ke Given.

Me [gue besok mau ke Surabaya, sore mau balik dari Surabaya, lu mau balik bareng apa gimana?] Send

Aku mematikan ponsel lalu merangkai keindahan di alam mimpi.

*

Keesokan paginya aku sudah siap mengemas pakaianku dalam koper.

Toktoktok

"Lu mau ketemu Rizwan dulu di Surabaya" tanya Given begitu aku membuka pintu.

"Assalamualaikum dulu napa siih, gak sopan banget lu"protesku.

"Walaikumsalam, buruan jawab pertanyaan gue tadi" desaknya.

"Iyalaahh, mumpung dekat gini" sinisku.

"Minggir sana, gue mau keluar. Lu mau ikut pulang nggak ?" Tanyaku

"Gue ntar sore balik naik kereta dari sini"ucapnya." Lu ati-ati"lanjutnya.

"Kuylah" jawabku lalu keluar bersamaan dengan Alan dan Ara yang keluar dari kamarnya.

"Sudah semua, nggak ada yang ketinggalankan ?" Tanyanya.

"Gak ada mas" ucapku.

Kami chek-out dan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

"Nanti saya turun di taman Suroboyo aja mas" ucapku.

"Oke"

Sungguh akau berdebar seperti remaja yang akan bertemu kekasihnya.

Aku membayangkan bagaimana aku dan Rizwan saat bertemu nanti.

Setelah hampir dekat Taman aku mengirim pesan ke Rizwan.

Me [aku ada di Surabaya , kamu ada dimana? Ayo kita bertemu 🥰]

Ting

Rizwan [aku sedang pergi bersama temanku Nay, kamu sama siapa kesini?]

Me [kamu pergi kemana]

"Nay ini udah sampai, kamu mau di tunggu disini atau kami tinggal ke pantai Kenjeran"

Suara Alan mengalihkanku dari ponsel.

"Di tinggal aj...bentar bentar" ucapku lalu lekas turun dari mobil begitu melihat Rizwan dari kejauhan.

"Rizwaann" teriakku dan dia menoleh.

Aku berlari dan memeluknya, tapi aku tidak merasakan Rizwan membalas pelukanku.

"Hai, kamu gak kangen aku" ucapku begitu melepas pelukanku. Aku memperhatikan wajah Rizwan yang pucat dan badannya yang sedikit kurus.

"Kamu sakit?" Tanyaku

"Dia siapa Wan?, katanya tadi sama temen" tanyaku lagi karena Rizwan masih bungkam hanya menatapku.

"Kamu kenapa diem aja? Jawaaaab Rizwan jawaab" aku mengguncang tubuhnya.

Rizwan langsung memeluk'ku erat.

"I miss you, i miss you so bad"suaranya terdengar lirih dan sedikit serak , aku juga merasakan bahuku sedikit basah.

Baru saja aku akan tersenyum dan akan membalas pelukannya, Rizwan mengucapkan kata yang membuat air mataku yang tadi ku tahan langsung luruh.

"Kita putuss ya Nay" ucapnya melepas pelukannya. "Aku nggak pantes buat kamu" lanjutnya.

"Enggak, aku nggak mau Wan. Please , jangan becandaa dong" raungku berjongkok menutup wajahku dengan kedua tanganku, aku tak peduli sekalipun jadi perhatian semua orang.

"Aku nggak bercanda, aku serius. Aku harap kamu mau ngerti" ucapnya.

"Tapi kenapaa?apa alasannyaa Wan" tanyaku penuh emosi bercampur kekecewaan.

Pertemuan yang aku harapkan sekarang hanya tinggal hayalan, semua hancur lebur.

"Aku nggak bisa kasih tahu alesannya apa, kamu pulang ya. Kamu sama siapa tadi kesininya" ucap Rizwan memegang pundak'ku dan mencari seseorang di sekitar kami.

Rizwan menggandeng tanganku, dan membawaku ke samping mobil yang Alan sewa.

"Tolong ajak Naya oulang ya Mas, tolong jaga Naya" ucap Rizwan menepuk bahu Alan pelan lalu beralih menatapku.

"Kamu ati-ati pulangnya ya.love you and sorry" ucap Rizwan lirih mengecup keningku lama membuat air mata kami sama-sama menetes.

Aku menatap ke Arah Rizwan dan dia tersenyum lembut.

Aku memeluknya, menumpahkan tangisku di dalam dekapannya dan Rizwan terkekeh sambil mengusap punggungku.

"It's okay Nay, maaf yaa kalau selama ini aku ada kurang ataupun salah sama kamu" ucapnya aku jawabi dengan gelengan.

Rizwan melepas pelukanku dan megusap airmataku.

"Udah jangan nangis lagi, aku duluan yaa. Ayo Nda" ucapnya pada gadis yang beraamnya tadi .

"Iyaaaa" ucap gadis itu lalu menyelipkan kartu nama di tanganku tanpa sepengetahuan Rizwan.

Dr. Wanda Ayunda S.PD.

Spesialis penyakit dalam. Batinku menatap Rizwan dan Dr.Wanda yang menjauh.

1
Junita Makakombo
ceritanya bagus
Aprillia
lanjut Thor👍🏼👍🏼💪🥰🥰🥰🥰
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya buat kaka Author🌸🌸
Widia Aja
Tamat?????????
Widia Aja
Naya,
Kamu tuh sebenernya juga cinta sama Alan, tapi kamu keras kepala, keras hati, egois..
Widia Aja
Jangan keras kepala dan egois deh Naya
Widia Aja
Almer anak nya Nah dan Given atau anaknya Desti?
Widia Aja
HUUUUAAAAA......😭😭😭😭😭😭
Widia Aja
Nah looooh.....
Widia Aja
🥺🥺🥺
Widia Aja
Rizwan koma???
Widia Aja
bab berikut akan mengandung bawang nih kayak nya
Widia Aja
Si Bibi ama anak nya yg hamil, tetap di rumah nya aja, jangan di kasih atau ditanggung segalanya...
keliatan bibit pelakor nya, ibu nya juga mendukung selama cowoknya ganteng dan kaya...
hati2 ya Nay..
nanti senjata makan tuan
Widia Aja
yawdah gak apa2
Widia Aja
Udah dikasih gratis jangan minta kamar VIP ya bi...
Widia Aja
Lanjoooooott.....
Widia Aja
bertambah lah rasa pinisirin kuh
Widia Aja
Alan jangan jadikan Nay bodyguard anak nya dong..
Widia Aja
Pertemuan yg "indah"
Widia Aja
Waaahh.....
Jesy ternyata siluman ulat bulu yg kegagalan ama duda kaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!