Jangan lupa follow akun dedek, kalian bakal nemuin visual di sana🤗🤗
- Instagram @Tantye005
Dia adalah Avegas. Geng motor yang terdiri 200 anggota dipimpin 6 pria tampan penuh tanggung jawab. Menjadi raja jalanan membuatnya mempunyai banyak musuh.
Persahabatan indah mereka harus di uji karena kehadiran satu perempuan yang tidak sengaja masuk ke kehidupan mereka.
Konflik antara ketua dan wakil, mulai terjadi sebab mencintai orang yang sama, membuat musuh mempunyai peluang untuk menyerang dan mengalahkan mereka.
Apakah Avegas akan hancur karena cinta? Ataukah salah satu dari mereka akan mengalah demi keutuhan persahabatan?
Simak kisahnya hanya di sini👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Berkumpul di markas adalah hal yang sangat menyenangkan bagi Anggota Avegas di malam hari, saling melempar canda atau makan bareng sering mereka lakukan. Persaudaraan mereka tidak di ragukan lagi, sangar di luar tepi ramah di dalam itulah Avegas.
Dito. Cowok tersebut sedari tadi mondar-mandir keluar masuk ruang istirahat seperti mencari sesuatu tapi entah apa.
"Lo nyari apa To?" tanya Keenan saat Dito duduk di sampingnya.
"Nyari baju," jawab Dito. Karena ia baru saja membeli baju dan belum sempat memakainya karena sibuk.
"Warna hitam putih bukan?" Ricky
memastikan pasalnya ia pernah melihat baju tersebut.
"Hm."
"Noh." Tunjuk Ricky pada pintu utama di mana seorang cowok tengah berjalan kearah mereka memakai baju kaos hitam putih.
Sontak mereka menatap satu objek hingga umpatan Dito terdegar nyaring.
S*hit!!
Umpatnya, baju yang baru saja ia beli kini di pakai oleh Rayhan teman laknatnya. Sudah tidak heran lagi sih, jika Rayhan memakai bajunya tanpa izin, tapi plislah bajunya masih baru belum ia sentuh.
Rayhan nyengir tanpa dosa duduk di samping Azka.
"Baju lo adem To," ujar Rayhan.
"An*njir gue belum pake bego!"
"Milik lo ... lo ... pada." Tunjuk Rayhan pada Anggota inti yang kini duduk di sofa. "Milik gue juga." Santainya.
"Enak aja kalu ngomong," sungut Keenan tak terima, ia juga salah satu korban Rayhan pasal pakaian, bagi Keenan itu tidak masalah tapi ada kesenangan tersendiri jika menjahili Rayhan.
"Gue balikin nih." Rayhan mengelurkan baju kaos hitam putih tersebut dari tubuhnya lalu meleparakannya pada Dito. "Noh ambil gue nggak butuh."
"Bang*sat!"
Tawa mereka peceh melihat perdebatan Rayhan dan Dito.
"Gue liat Salsa di rumah sakit."
Azka mengalihkan perhatiannya dari layar ponselnya kala mendengar nama Salsa di sebut. Respon Azka selalu berlebihan jika menyangkut gadis tersebut, padahal hubungan mereka hanya Klien dan pengawal tidak lebih.
Rayhan yang di tatap kambali angkat bicara. "Tenang aja, gue udah nyuruh anak-anak jagain dia dari jauh."
"Salsa sakit?" pertanyaan itu keluar dari mulut Keenan, jujur saja ia khawatir dengan keadaan gadis yang berhasil buat pikirannya kacau sejak menginjakkan kaki di SMA Angkasa.
"Nggak tau." Rayhan mengedikkan bahunya "Gue cuma liat dia masuk keruangan nyokap gue."
Sontak Azka bangkit dari duduknya, menyambar jaket hitam kebanggaan Avegas yang tesampir sandaran kursi kemudian mengambil kunci mobil di atas meja.
Mama Rayhan salah satu dokter spesialis dalam, dan itu membuatnya khawatir pada Salsa. Belakangan ini ia sering melihat gadis berambut sebahu tersebut mudah lelah dan telihat pucat, itu lah mengapa beberapa hari yang lalu ia tidak membiarkan Salsa ikut olahraga.
"Gue pinjam mobil lo El."
"Hm."
"Cie ada yang khawatir nih," goda Dito.
"Sudah ada yang jagain," peringatan Keenan pada Azka, toh Rayhan tadi mengatakan kalau Salsa sudah di jaga oleh anggota Avegas lainnya.
Terlebih ia tidak ingin Azka terlau memberi perhatian pada Salsa, bukan tidak suka tapi Keenan takut Salsa mensalah artikan kebaikan Azka.
"Bukan urusan lo," jawab Azka tidak suka jika Keenan terlalu mengaturnya jika berhubungan dengan Salsa. Ia juga tidak mengerti kenapa Keenan bersikap seperti itu.
Jika Keenan cinta sama Salsa? kenapa dari awal mereka mendiskusikan siapa yang akan mendekati gadis berambut sebahu tersebut, Keenan malah mundur dan menyuruh dirinya yang mendekati Salsa.
"Jangan buat di salah mengartikan perhatian lo, jika lo nggak ada niatan untuk membalasnya." peringatan Keenan lagi.
"Lo tenang aja, Salsa bukan gadis yang mudah baper."
...****************...
Jangan lupa komen, like dan vote.
makasih kak othor semoga makin sukses dengan semua karyamu/Good//Heart//Rose/