NovelToon NovelToon
Pernikahan Tanpa Cinta

Pernikahan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:20.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: _Ecyy_

Berjuang mendapat hati sang suami, meski terluka fisik dan batin. Dia tetap bertahan ... dalam kesakitan yang di rasakan dalam pernikahannya. Dia selalu yakin dengan rencana besar Allah yang di berikan padanya suatu hari kelak.

Ketabahan dan kesabarannya tidak usah di ragukan lagi dari sosok Famira Az-zahra wanita shalihah yang sangat tegar dalam menghadapi ujian demi ujian yang di berikan Allah kepadanya dalam pernikahannya.

Bagaimana akhir pernikahan yang tidak didasari cinta?


SELAMAT MEMBACA!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _Ecyy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

━━━━━━━⊰✿✿⊱•━━━━━━━

Angin tidak berhembus

untuk menggoyankan pepohonan,

melainkan untuk menguji

kekuatan akarnya.

[Ali bin Abi Thalib]

━━━━━━⊰✿✿⊱•━━━━━━━

Satu bulan kemudian ...

Bara sudah banyak berubah, Ia kini menjadi pribadi yang lebih baik. Semuanya berkat sosok Famira yang selalu membantu dan merangkul Bara ke jalan yang benar dan tentu lebih dekat dengan-Nya.

Keluarga mereka semakin hari, semakin harmonis. Tidak ada perlakuan kasar atupun perkataan yang membuat Famira sakit hati. Bara tidak ingin membuat wanita yang sudah sangat Ia cintai dan Ia sayangi mengeluarkan tetesan air mata, gara-gara perbuatannya.

"Masak apa sayang?" Bara yang baru pulang shalat subuh jamaah dari masjid langsung memeluk tubuh Famira dari belakang.

"Astaghfirullah mas, buat Famira kaget saja." pekik Famira yang terpelonjak kaget.

"Terimakasih buat tadi malam," bisik Bara di telinga Famira.

Famira tersipu malu mendengar penuturan Bara dan mengingat kejadian semalam.

"Mas, Famira lagi masak. Sudah dong peluknya."

"Sebentar saja, mas sangat suka wangi tubuh kamu sayang."

"Pagi-pagi sudah mesum deh ...," kesal Famira lalu mencubit pinggang Bara.

"Adududu sakit ... mas cuman becanda sayang." lirih Bara pura-pura kesakitan.

Famira mengerucutkan bibirnya karena kesal. Bara akhir-akhir ini terus menerus menggodanya dan menjahilinya.

"Jangan menggoda mas Famira." Bara menelan saliva-nya melihat bibir Famira yang sangat menggoda imannya.

"Suamiku yang paling ganteng, pergi tunggu di meja makan ya." pinta Famira lalu mengelus lembut pipi Bara.

Bara terdiam, menerima sentuhan lembut dari tangan Famira. Dan menatap setiap inci wajah Famira.

"Kamu bisa saja mengetahui kelemahan mas." Bara mengacak gemas rambut panjang Famira.

Famira tersenyum sumringah. "Lima menit selesai kok Famira membuat nasi goreng telur ceplok."

"Jangan lama ya, mas sudah sangat lapar sayang." Bara merengek seperti anak kecil.

"Nggih, hush ... pergi tunggu sana." usir Famira, sementara Bara tersenyum geli.

Bibi Ina yang sedari tadi memperhatikan mereka ikut senang dan bahagia melihatnya.

"Non Famira, bibi bangga sama Non. Tuan Bara banyak sekali berubah karena Non." puji bibi Ina.

"Alhamdulillah Bi, ini berkat Allah. Berkat doa bibi juga."

"Semoga pernikahan Non dan Tuan bisa seperti ini, selamanya."

"Aamiin allahumma aamiin Bi."

Tidak butuh waktu lama, Famira akhirnya selesai memasak nasi goreng telur ceplok kesukaan Bara.

"Ini mas," ucap Famira lalu menaruh piring nasi goreng di atas meja makan.

"Suapin." kata Bara memohon.

"Tapi Famira ma–"

"Mas tidak suka penolakan!" Bara menarik tangan Famira yang hendak pergi dan menyuruh duduk di sampingnya.

"Mas manja ya."

"Nggak apa-apa kalau sama istri sendiri. Hitung-hitung pahala buat kamu."

"Nggak usah pakai sendok, pakai tangan kamu saja." cegah Bara, kepada Famira yang ingin mengambil sendok untuk menyuapinya.

"Baca doa dulu mas."

"Sudah sayang."

Famira pun menyuapi makanan kepada Bara dengan penuh kelembutan.

Bara tak henti-hentinya memandang wajah Famira. Sehingga membuat Famira risih dan gugup.

"Jangan lihat Famira segitunya mas. Mas makan sendiri aja deh."

"Ngambek ...,"

"Dikit."

"Kamu cantik sih, jadi mas tidak bisa berhenti melihatmu."

"Iiii suka benar goda Famira terus ya." kata Famira dengan pipi memanas dan kembali mencubit pinggang Bara.

"Aduh kasus KDRT nih," keluh Bara.

"Biarin, mas ngeselin sih." kata Famira memalingkan wajahnya.

"Maaf ya hehe ...," Bara mengacak-acak rambut hitam Famira.

"Famira tidak mau memaafkan mas."

"Kenapa gitu? mas cuman becanda sayang. Maaf ya," ucap Bara memohon dengan kedua tangannya di lipat di depan dada.

"Mau sih, ada syaratnya tentu."

"Syarat?"

"Iya."

"Syaratnya apa?" tanya Bara.

"Nanti pulang dari perusahaan, mas beliin martabak rasa cokelat ya. Famira ke pengen makan."

"Cuman itu syaratnya." kata Bara menaiki sebelah alisnya.

"Iya."

"Mau sekarang?"

"Nanti sore pas mas pulang kerja saja, beli yang di pinggir jalan itu ya mas. Soalnya di situ langganan Famira."

"Gampang. Nanti mas beliin sama gerobaknya sekaligus," ucap Bara lalu mencubit gemas pipi Famira.

"Sayang!" ucap seseorang di ambang pintu.

Sontak saja Bara dan Famira menoleh ke arah pintu, di lihatnya Vina sudah tersenyum manis di sana.

"Ck, sialan," gerutu Bara kesal melihat kehadiran Vina.

"Aku sangat merindukanmu," ucap Vina lalu memeluk tubuh kekar Bara.

Vina baru saja pagi ini sampai di Indonesia, Vina memilih mampir ke rumah Bara terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah. Vina tidak terima dengan Bara, yang ingin memutuskan hubungan mereka. Ia sudah sangat mencintai Bara dan tak akan mau melepaskannya.

"Lepasin Vin, buat apa kamu datang ke sini. Kita tidak punya hubungan apa-apa lagi!" tegas Bara penuh penekanan.

Ada raut kecemburuan di wajah Famira melihat Bara dan Vina. Tentu saja Bara menyadari, Ia segera mungkin melepaskan pelukan Vina.

"Pasti gara-gara perempuan ini mas Bara memutuskan aku. Dasar perempuan nggak tahu diri." cibir Vina, tangannya ingin sekali melayangkan satu tamparan keras di pipi Famira. Namun Bara segera menghentikannya.

"Jangan sekali-kali kamu melakukan hal ini kepada wanitaku. Aku tidak segan-segan membuat hidupmu sengsara!"

Tenggorokan Vina bagaikan kering mendengar ancaman Bara. Vina tidak pernah menyangka bahwa Bara akan berubah secepat ini kepada dirinya. Bahkan Vina dapat melihat dari sorot mata Bara, sudah ada Famira di sana.

"Aku tidak akan pernah mau mengakhiri hubungan kita mas, karena aku sekarang hamil anak kamu." kata Vina penuh penegasan dan penekanan di kalimat hamil.

Deg!

Famira yang mendengar itu, tubuhnya terasa melemah. Bulir air mata ingin jatuh dengan derasnya. Dan tak terkecuali dengan Bara Ia ikut terkejut mendengarnya.

"Aku tidak percaya!"

Vina mengeluarkan test pack dari tas selempangnya. Sebagai bukti bahwa Dia tidak berbohong.

"Aku positif hamil mas."

Famira tidak kuat lagi mendengar lanjutan dari perkataan Vina. Ia berlari menuju kamarnya, dan air matanya langsung tumpah di sana.

"Ya Allah, kenapa ini harus terjadi di saat kami ingin membangun rumah tangga yang lebih baik. Apakah memang kami tidak di takdirkan untuk bersama," isak Famira menyembunyikan kepalanya di atas lekukan lututnya.

1
Dedeh Rokayah
Luar biasa
Dedeh Rokayah
Lumayan
pena_sf:)
si iblis akting
pena_sf:)
ah si bara setan
pena_sf:)
psikopat kali
pena_sf:)
perlu di matiin laki2 kayak begini
pena_sf:)
laki - laki gila
Alam Pratama
sedih bnget ceritanya smpai mewek AQ...😭😭
Olly O Krisen
👌😍
Lala 89: simpan dulu ah nanti kesini mampir lagi buat baca kaya nya seru
total 1 replies
Kak Jum
hari tu bilang cerai
Yulihar Bayanti
ok
Dewi Sri
knp Rendi hrs meninggal sih thor jd gk seru dech
Umriyah Purnawati Sholikhah
kaos navy wrn hitam..?maksudnya
juni
👍👍
juni
👍👍
juni
👍👍👍
juni
bara cepet sekali berubah🤔
Raynafsir Nafsir
Famisa cekalkan hati mu jadi lah wanita yang tegas dan pemberani. jangan jadikan diri kamu sebagai wanita penurut.
Mut Mainna
kalau aku pux laki kaya bara aku isi dalam karung terus aku buwang kelautan
Siti Mujimah
aq klik koq gk ad kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!