NovelToon NovelToon
FRIENDS WITH BENEFITS

FRIENDS WITH BENEFITS

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Chida

Spin off Kawin Lari & Langit Jingga

Kegagalannya dalam menjalin hubungan dengan seorang gadis, membawanya ke dalam keterpurukan yang terasa menyakitkan.

Demi ambisi dan egonya dalam meneruskan perusahaan keluarga yang sedang berkembang pesat, dia menyia-nyiakan cinta seorang gadis yang selama dua tahun selalu menunggunya kembali. Dan pada akhirnya dia benar-benar harus melepaskan cintanya pergi.

Pertemuannya dengan gadis lain yang merupakan anak dari teman bisnis orang tuanya, membawanya kembali terhanyut akan ambisi nya yang sempat tertunda.

Hingga perjanjian itu pun muncul di kepalanya dan di setujui oleh gadis bermata indah itu, demi keuntungan kedua belah pihak.

Akankah perjanjian itu berubah menjadi cerita indah antara mereka berdua? Ikuti kisahnya di karya ke enam Chida.

Enjoy reading 😘

update santai ya, kalo khilaf bisa sampe 1 minggu full up🤭

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman?

Matahari masih terlalu pagi menyinari bumi, Raka terbangun ketika bunyi ponselnya berkali-kali berdering. Matanya perlahan terbuka, masih pukul setengah empat pagi. Tangannya meraba-raba mencari ponsel yang tergeletak di atas nakas.

"Apa, Ted? gue baru sampe jam 11 malam tadi lo udah ganggu aja," gerutu Raka.

"Gue baru dapet kabar, ada kecelakaan di proyek," jelas Teddy di seberang sana.

"Serius lo?" Raka membenarkan posisi tidurnya. "Berapa banyak korban?"

"Sejauh ini dua orang," ujar Teddy.

"Siapa yang bertanggungjawab di sana?"

"Ardi."

"Jemput gue, kita berangkat sekarang ke Solo," ujar Raka menyibak selimutnya.

Tepat pukul 11 siang, Raka dan Teddy sampai di Solo. Mereka langsung menuju proyek menanyakan kronologis kejadian. Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan rest area itu dikarenakan kelalaian yang dilakukan oleh pihak pekerja sendiri. Untung saja korban tidak mendapatkan luka yang berat.

"Sementara gue di sini dulu kayaknya, Ted ... lo urus kantor untuk beberapa hari ke depan," ujar Raka pada Teddy saat mereka sampai di hotel.

"Baik ... kalo ada yang nyariin lo?"

"Pertanyaan lo suka mengada-ada, Ted ...."

"Gue serius, Ka ... kalo Zurra gimana?"

"Ya tinggal lo bilang, gue ke Solo, Ted ... susah amat."

"Gue suruh samperin kesini, ya?"

"Sembarangan lo, anak gadis orang itu."

Teddy tertawa, sepupunya itu masih saja terlihat kaku jika menghadapi seorang wanita.

"Zurra kayaknya suka sama lo, Ka."

"Kata siapa?"

"Keliatan lah ... keliatan dia suka sama lo, lo nya aja yang nggak peka."

Raka terdiam, sebenernya bukan Raka tidak peka, hanya saja saat ini yang dia pikirkan hanyalah yang menjadi ambisinya sekarang, memajukan perusahaannya. Bahkan iming-iming yang sempat Azzura tawarkan untuknya mendapatkan proyek sebagai langkah awalnya, jelas Raka tanggapi dengan serius.

"Pikiran lo pasti, deketin anaknya dapetin bapaknya atau sebaliknya ... sekali mendayung dua tiga pulang terlampaui, hati-hati malah jadi maen hati, Ka."

*****

"Baru sampe dari Bangka kemarin malam dan sekarang kamu udah ada di Solo? jam terbang kamu luar biasa, Ka," seloroh Azzura dari seberang sana.

"Ya mau gimana lagi, profesional kerja dan tanggung jawab, bener nggak?" Raka membenarkan posisinya bersandar pada bantal yang dia letakkan di punggungnya.

"Didi tau ya, ada kecelakaan kerja?"

"Sepertinya tau ... nggak mungkin nggak tau, berita akan cepat tersebar. Yang penting nggak ada korban jiwa yang parah."

"Em ... terus kamu kapan balik ke Jakarta?" tanya Azzura hati-hati.

"Aku belum tau, Ra ... mungkin akan di sini untuk satu minggu ini, mengawasi jalannya proses pembangunan ini, tinggal beberapa persen lagi."

"Oh ...." Lalu Azzura terdiam.

"Kenapa?"

"Nggak kenapa-kenapa. Ka ... ketemu di Jakarta ya," ujar Azzura yang akhirnya mengakhiri pembicaraannya secara sepihak.

Raka terkejut saat telpon itu tertutup, dia hanya memandangi layar ponsel itu sambil tersenyum.

*****

Satu minggu berlalu , Raka kembali ke Jakarta. Lelaki itu memasuki ruang kantornya dengan banyak tumpukan pekerjaan. Teddy sudah sedari tadi menunggunya, ada beberapa pekerjaan yang harus mereka diskusikan.

"Hari ini kita meeting dengan perusahaan Langit Kelana jam dua siang," ujar Teddy.

"Gue sebenernya lagi nggak enak badan, Ted ... bisa lo aja?"

"Tumben," ujar Teddy.

"Serius gue, ini gue dateng juga karena mau beresin ini ke elo," ujar Raka memberikan beberapa kontrak kerjasama. "Udah gue cek, udah gue tanda tangani tinggal lo urus pake pajak apa nggak," tutur Raka lagi. "Gue mau ke dokter," ujarnya meneguk botol minum air mineral.

"Iya ntar gue urus, tapi emang muka lo pucat sih ... perlu gue anter ke dokter?"

"Masih bisa gue bawa mobil, santai aja," ujar Raka kembali meraih tas punggungnya.

Menjelang sore, Raka sudah berada di unit apartemennya, setelah pulang dari memeriksakan dirinya ke dokter. Lelaki itu merebahkan dirinya di sofa, hingga tertidur.

"Ted, ini aku udah di depan apartemen tapi nggak di bukain pintunya, kali dia tidur ya. Ponselnya aku hubungi juga nggak bisa, gimana nih?" tanya Azzura pada Teddy.

"Masuk aja kalo gitu," ujar Teddy.

"Gimana caranya, kamu tau nomernya?"

"Ulang tahun Jenna," jawab Teddy.

"Jenna?"

Menekan nomer yang Teddy berikan padanya, akhirnya pintu apartemen itu terbuka. Azzura menemukan Raka terbaring di sofa, lelaki itu terlihat pucat. Satu gelas air putih yang hanya tinggal setengah dengan satu kantung yang berisi tiga macam obat tergeletak di atas meja.

Azzura memegang kening Raka, suhu tubuhnya tidak terlalu panas, keringat dingin pun sudah mulai terasa di telapak tangan Azzura. Gadis itu melangkah ke dapur kecil, mengeluarkan beberapa makanan yang sempat dia beli tadi sebelum sampai di apartemen Raka.

"Ka ... bangun dulu yuk, kita makan, biar perut kamu terisi," ujar Azzura pelan.

Raka membuka matanya perlahan, dilihatnya gadis itu sudah membawa mangkuk berisi bubur dihadapannya.

"Ra? kok bisa masuk?" tanya bingung.

"Makan dulu, nanyanya nanti ... ayo, makan." Raka merubah posisinya, terduduk di sebelah Azzura masih dengan wajah bingung.

"Kok bisa masuk?" tanyanya lagi.

"Tadi ketemu Teddy di kantor, aku tanya kamu dimana, Teddy bilang kamu sakit, ya aku kesini. Aku ketuk, aku pencet bel nggak ada jawaban, aku telpon Teddy lagi, dikasih nomernya," tutur Azzura menyuapkan satu sendok bubur pada Raka.

"Oh."

"Ulang tahunnya Jenna," ucap Azzura lagi.

Raka hanya terdiam.

"Aku buatin teh hangat ya?" Azzura beranjak dari tempat duduknya namun tangan gadis itu di cegah oleh Raka.

"Duduk di sini aja," ucap Raka. "Lagi," katanya lalu membuka mulutnya meminta Azzura menyuapkan makanan ke mulutnya.

Mata Raka tak lepas menatap gadis yang berada di hadapannya itu. Rasa tak percaya jika Azzura datang hanya untuk merawatnya. Azzura tersenyum lalu menyeka sudut bibir Raka dengan tisue, lelaki itu kembali menahan tangan Azzura.

"Makasih, ya," ucap Raka pelan.

"Sama-sama," jawab Azzura tersenyum. "Jam berapa minum obat tadi?"

"Satu setengah jam lalu," jawab Raka.

"Kamu mau ganti baju? atau membersihkan diri dulu? biar aku siapin."

"Ra ... nggak usah repot-repot, aku bisa sendiri."

"Mulai sekarang, kalo kamu sakit jangan sungkan hubungi aku. Nggak ada yang bakal rawat kamu, kalo ada apa-apa sama kamu, gimana?"

"Aku nggak apa-apa, aku udah sehat, udah ke dokter juga."

"Iya, tapi tetep aja kamu bikin khawatir," ujar Azzura sambil membereskan alat makan yang digunakan Raka tadi.

"Perhatian banget ...."

Azzura hanya tersenyum. "Karena teman harus ada saat temannya membutuhkan," ujar Azzura memberikan segelas air pada Raka.

Raka terdiam, meneguk air itu hingga tandas, lalu meletakkannya di atas meja. Mendekatkan tubuhnya pada Azzura.

"Teman?"

Mata Azzura menatap wajah yang mendekati wajahnya itu.

"Teman yang saling membutuhkan," ucap Azzura.

"Seperti ini?"

Raka menautkan bibirnya pada bibir Azzura. Mata gadis itu terbelalak dan terkejut mendapati perlakuan Raka yang berubah tiba-tiba seperti saat ini.

**Bakaheuni, 11 Desember 2021

enjoy reading 😘**

1
Puput Gendis
kisah nami sm kala ada gak author 🥰
Ira Suryadi
Luar Biasa
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Dina Okta
hallo kk cida kk teman nya KK jus kelapa yaaa??? aku pembaca nya karya kk njusss.izin mampir ya di karya kk🙏🙏🙏
Vlink Bataragunadi 👑
woooow kereeeeen asliii/Angry/
Vlink Bataragunadi 👑
hooh ih, ribet deh wanita.... termasuk aku /Facepalm/
snow Dzero
Luar biasa
SariRani
Baguuus ❤️
SariRani
Baguus bangeeet 😭
Kezie fitri
chida kemana ya?

ini udh 2024 lloh hampir 2025, udh lama ga apdate novel baru, semoga KA chida baik2 Ajja ya
May Keisya: dmn Thor yg KBM bkn
total 2 replies
Aisyah Zahra
ganggu aja sih tedy bear /Joyful/
Aisyah Zahra
kasian juga diposisi jenna
Wina Destania
ihh Raka nyebelin kesannya jadi azura yang nyosor
Wina Destania
baca ulang 2024 sangat menghibur untuk aku yang lagi kehilangan baca ini berulang ulang ngerasa benar ada sosok seperti raka
Chida: lelaki redflag banyak kak makanya kudu kita green in🤭
total 1 replies
May Keisya
apakah bima???
mamaqe
keren
Lee Yana Mariyaanie
omooo...genk duda akutt...omooo..kangen dean iiih......
Mega Girl
smua certa y bagus² semua, semangat sellau thor
Mega Girl
maniss bgt cerita² y, semamgat selalu thor
w03lan7ulian
Luar biasa
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
aaaaaa gk nyangka akhirnya aq baca sampai end....
konfliknya ringan tapi sweet 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!