Yuri, gadis polos yang menjadi korban kedengkian sepupunya, harus kehilangan kekasih bahkan pergi meninggalkan keluarga dalam keadaan hamil. Lima tahun kemudia, Yuri kembali bersama anak laki-lakinya yang cerdas. Yuri kini telah berubah, dia kembali untuk menemukan ayah dari anaknya serta mengambil apa yang seharusnya menjadi milik Yuri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedengkian Satomi
"Mengapa kau bisa datang ke acara tadi?" tanya Yuri pada Kei sepulang pesta.
"Mereka memberikan untuk perusahaanku. Awalnya aku tidak berniat datang, tetapi anak buahku mengatakan bahwa kau ke sana. Jadi, aku menyusul. Maafkan aku, sepertinya tadi aku sedikit terlambat." Mungkin itu adalah kali pertama bagi Kei mengucap kata 'maaf'.
"Anak buah? Kau memata-mataiku?"
Yuri menunjukkan ekspresi kemarahan. Secara logika, dia merasa bahwa hidupnya tidak bebas lagi. Tentu hal itu sangat tidak menyenangkan.
"Itu kulakukan demi keselamatanmu dan Lucas," ujar Kei santai.
"Suruh anak buahmu berhenti memata-mataiku. Itu membuatku tidak nyaman."
Kei tak menjawab. Raut wajahnya terlihat dingin. Pandangannya lurus ke depan dan konsentrasi mengemudikan mobil.
Kau dan anakku adalah sesuatu yang berharga. Tidak mungkin aku membiarkan ada orang yang menyentuh atau membuat masalah untuk kalian. Kei membatin.
"Hei, Tuan Muda sombong, apa kau mendengar perkataanku?" seringai Yuri. Kei tetap tak menjawab hingga mereka tiba di apartemen. Yuri yang kesal pun semakin emosi. Imbasnya, Yuri melarang Kei bertemu dengan Lucas malam ini.
...****************...
Kebencian Satomi semakin menjadi-jadi. Semalam, dia yang seharusnya menjadi pusat perhatian sebagai pengantin wanita. Akan tetapi, Yuri telah mencuri semua itu. Cincin berlian yang digunakan Kei untuk melamar sepupunya itu jelas lebih indah dan mahal. Status Kei dan Yuki pun tak dapat dibandingkan. Perbedaannya terlalu jauh.
Dulu, Satomi berusaha merebut Yuki karena status sosial keluarga laki-laki tersebut dan karena wajah tampannya. Kini, setelah Satomi berhasil mendapatkan semua itu, tidak disangka Yuri justru mendapatkan berkali-kali lipat lebih baik.
Kei secara terang-terangan melamar Yuri. Acara lamaran dadakan itu pagi ini bahkan menjadi tranding topik di berbagai media. Semua jejaring sosial dan televisi menayangkan berita tersebut. Sedang acara pernikahannya seakan tenggelam. Meski Satomi telah membayar beberapa awak media, tetapi nyatanya pemberitaan tetap didominasi oleh lamaran Kei-Yuri.
"Ini tidak adil, sungguh tidak adil. Seharusnya, aku yang memperoleh semua itu, bukan dia!" teriak Satomi saat melihat berita online di ponselnya.
"Tenangkan dirimu! Jangan berbuat hal bodoh lagi! Jika kau mengusik Yuri lagi, sama halnya kau mencari permusuhan dengan Kei Yamamoto. Sekarang, kau pasti sudah tahu profil laki-laki itu dan keluarganya. Kita bukan apa-apa dibandingkan kekuasaan keluarga itu. Jadi, jaga sikapmu!"
Yuki menceramahi istrinya. Dia telah banyak mendengar berita tentang Kei dan sepak terjangnya. Bermusuhan dengan dia sama halnya menggali kehancuran untuk bisnis keluarga.
"Kau suamiku, tapi mengapa kau malah membela wanita itu? Atau aku masih mencintai mantanmu itu?" Satomi yang pencemburu mulai menaruh curiga pada suaminya.
"Sudahlah! Ini bukan perkara Yuri, tapi masalah kau yang akan membuat masalah dengan Tuan Muda Yamamoto. Kita bisa hancur jika melawannya," tegas Yuki.
"Itu hanya alasanmu, kau masih menyukai dia, bukan?" kejar Satomi.
"Jika aku berpikir untuk mengejar dia, aku tidak akan menikah denganmu!" Yuki merasa kesal dengan sikap istrinya. Karena tidak ingin beradu mulut lebih lama, laki-laki itu akhirnya bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Satomi menatap suaminya juga dengan pandangan kesal. Dia tetap merasa bahwa Yuki masih menyukai Yuri.
"Jika yang ada di samping Yuri bukan Tuan Muda Yamamoto, apa artinya kau akan mengejar wanita itu lagi?" tanya Satomi lirih. Tentu saja pertanyaan itu tak dapat ditangkap pendengaran Yuki yang sudah berada di dalam kamar mandi.
"Yuri ... lihat saja, aku akan menghancurkanmu sekali lagi. Aku tidak akan membiarkan Yuki kembali padamu. Tuan Muda Yamamoto itu pun akan kubuat meninggalkanmu. Kau akan sendirian dan tak akan berani muncul di sini lagi!" gumam Satomi penuh kedengkian.
Satomi lalu kembali berselancar ke dunia maya. Semua situs berita dan gosip masih menampilkan profil Yuri dan Kei. Semua berita menulis hal-hal positif. Tidak ada yang menulis sisi negatif Yuri. Bahkan, tak satu pun media yang berani menulis tentang kehamilan Yuri di di luar nikah dan anak har*mnya. Mereka justru mengeskpos Akirra Matsumoto, anak Yuri dan Kei yang menggemaskan. Dalam sekejap, dunia maya juga heboh dengan idola baru kaum hawa. Mereka memuja ketampanan Akirra alias Lucas.
Membaca semua itu, Satomi bertambah geram. Dengan marah, wanita itu membanting ponselnya ke lantai hingga pecah.
"Aku pasti akan menyingkirkanmu!" ucap Satomi penuh emosi.
ceritanya bagus, tidak bertele-tele...dan seru...👏👏👏
keren bet Thor 👏🙏👏🙏👏