Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, akan tercium juga. Begitulah kata pepatah.
Meira Andana, gadis cantik yang baru menginjak kelas 3 SMA. Harus menikahi CEO tampan yang sifatnya random sekali.
Karena unsur persahabatan Papanya dengan Papi CEO, ia pun setuju untuk menikah. Ekonomi keluarga menurun karena sang Papa meninggal dalam kecelakaan tabrak lari
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siska febrianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Jason menarik tangan Meira membawa gadis itu ke taman belakang sekolah. Biar lebih enak untuk mengobrol tanpa gangguan.
Saat sampai di taman, Meira melepaskan tangan Jason. Ada rasa kecewa di hati Jason.
"Gue serius sama lo," kata Jason.
"Gue nggak bisa!" tolak Meira.
"Kenapa lo nggak bisa? Gue suka sama lo dari lama! Mei, cinta gue buat lo nggak main-main. Gue cinta mati sama lo! Gue bakal lakuin apa aja demi lo."
Jason meraih tangan Meira dan menggenggam kedua tangan Meira. Menatap dalam gadis itu.
Tatapan Jason tidak bohong. Ia memang benar mencintai Meira setulus itu. Namun Meira tak bisa membalas cinta Jason.
Lelaki di hadapannya ini memang tampan. Satu sekolah juga tau, tapi Jason hanya menyukai Meira saja.
"Kasi gue kesempatan buat bahagia sama lo."
Perlahan Meira melepaskan genggaman tangannya. Ia memberanikan diri menatap manik mata Jason.
"Gue udah bahagia."
"Mei---"
"Sulit untuk balas cinta lo, Jason. Gue nggak bisa cinta sama lo! Gue udah punya suami. Gue udah nikah."
Duar!
Perasaan Jason hancur saat mendengarnya. Ia tertawa dengan perasaan yang kecewa. Meyakinkan dirinya bahwa yang dikatakan Meira adalah bohong.
Berharap jika Jason bisa mengerti perasaannya sekarang dan keadaan yang memaksa Meira.
Lagian Meira sudah mencintai Reyhan lebih dari apapun itu. Cinta Meira untuk Reyhan tak perlu diragukan lagi.
"Jangan kayak gini caranya lo menghindari dari gue," lirih Jason.
Meira mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin pernikahannya dan Reyhan yang selalu melingkar manis di jarinya.
Ia menunjukkan cincin itu pada Jason saat ini. Lelaki itu hampir tak percaya dan mengira jika itu hanya cincin biasa.
"Ini cincin pernikahan gue. Gue rahasia kan ini semua karena gue masih sekolah, Jason. Gue lakuin ini karena permintaan terakhir almarhum Papa gue. Gue cinta sama suami gue."
Tidak tau lagi gimana hancurnya hati Jason saat ini. Bahkan lelaki itu mematung dengan tatapan kosong.
Meira harus melakukan ini. Ia tau jika Jason tak akan membeberkan masalah pernikahan ini.
Katakan pada Jason jika ini adalah mimpi buruknya. Tolong bangun kan ia dari mimpi ini.
Cinta nya untuk Meira sangat besar melebihi apapun itu. Bahkan saat Meira mengatakan kebenaran saja Jason masih tak percaya dengan hati yang kecewa.
"Gue bisa nunggu lo." biarkan saja jika Jason sudah gila sekarang.
"Lo nunggu gue cerai?" tanya Meira tak percaya.
"Itu doa gue."
Plak!
Meira menampar keras pipi Jason saat lelaki itu berpikir bahwa ia dan Reyhan akan bercerai.
Dengan mata yang memerah, Meira menatap Jason tak percaya. Namun lelaki itu kukuh dengan apa yang ia katakan.
"Masih banyak diluaran sana perempuan yang lebih baik dari gue! Buka mata lo, hapus nama gue di hati lo! Terima orang lain untuk diri lo! Dengan cara lo begini, lo nyakitin diri lo sendiri! Gue udah jelas berkeluarga. Mustahil kalo lo berpikir seperti itu, Jason!"
"GUE CINTA SAMA LO MEIRA!!"
"CINTA GUE NGGAK PUNYA ALASAN!!"
"GUE BAKALAN NUNGGU LO!!"
"Lo pikir gampang buang nama lo di hati gue? Gue suka sama lo bukan sebulan atau dua bulan. Udah bertahun-tahun. Cinta gue cinta mati buat lo. Mustahil gue buang nama lo di hati gue."
"Maaf, Jason," ucap Meira dan pergi.
Jason terduduk di bangku taman. Ia kecewa dan tak percaya. Kebenaran ternyata sangat menyakitkan.
Tapi ia tak akan menyerah. Cinta selama ini tak akan ia sia-siakan begitu saja. Dia akan menunggu Meira.
Jika tidak bisa bersama di dunia. Setidaknya ia bisa bersama di akhirat.