Ini adalah kisah dimana seorang pengembala kambing yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat.
Lei Yu adalah seorang pengembala kambing, dia tiba-tiba mendapatkan kekuatan dahsyat dari petir hitam yang menyambarnya. Lei Yu mengira kekuatannya akan sangat bagus untuk dirinya, namun dengan kekuatan dahsyat yang berada di tubuhnya Lei Yu harus menanggung tugas yang sangat berat, dimulai dari mencari kunci portal sampai-sampai dia tidak sengaja menyinggung bangsa iblis yang akan merenggut orang-orang yang dia sayang.
Cuplikan:
Para serigala yang tadinya mundur maju kembali ke arah Lei Yu, tapi sekarang serigala itu mendekat dengan cara menerkam Lei Yu
"Groarrdd!".
"Habislah sudah, aku akan mati disini......".
Lei Yu berpikir dirinya akan mati tapi takdir berkehendak lain, petir hitam tiba-tiba menyambar ke arah Lei Yu juga ke arah ke 4 serigala.
"Jlegeerrrrrrrerrrrerrr!".
Para kambing berlarian ketakutan, sedangkan Lei Yu dan ke 4 serigala gosong tersambar petir. Bagimana cerita selanjutnya? Yuk simak ceritanya di novel Dewa Petir Kegelapan.
Jangan lupa Like, Komen, favorit, dan vote nya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riffky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerang Sekte Tengkorak
Selama Lei Yu mengikuti Dai Tiun dan Mu Jin Lei Yu tidak menemukan bahaya sedikitpun padahal Lei Yu sendiri mendengar dari orang-orang jika hutan ini sangat berbahaya.
Sesampainya di dekat Sekte Tengkorak Lei Yu berhenti
"Yah sepertinya kalian sudah tidak berguna lagi" Lei Yu bersuara kecil.
Dai Tiun dan Mu Jin terkejut mendengar perkataan Lei Yu
"Apa yang tuan maksud tidak berguna lagi?" Tanya Mu Jin.
"Maksudku, kalian sudah pantas mati!" Lei Yu mengayunkan kapak yang dia pegang ke arah leher Mu Jin hingga kepalanya pun terpisah.
Dai Tiun yang melihat itu terkejut bercampur ketakutan
"Apa yang kau maksud! Apa kau bukan tamu dari Sek-.........".
Sebelum menyelesaikan perkataannya kepala Dan Tiun sudah terpisah dari tubuhnya.
***
Di dalam Sekte Tengkorak terdapat puluhan tetua yang sudah mencapai pendekar kelas tinggi, di sana juga terdapat tiga orang pendekar yang sudah mencapai pendekar kelas bumi.
"Kabar akhir-akhir ini ku dengar Kekaisaran Tang sedang dalam masalah" Ucap Yang Xie Matriack Tengkorak Merah.
"Kekaisaran Tang sekarang tengah memanas putra-putri mereka sibuk memperebutkan tahta ini kesempatan kita untuk membuat onar di seluruh wilayah Kekaisaran Tang" Ucap Yang Shin Patriack Tengkorak Putih.
"Sepertinya itu ide buruk, beberapa tahun lagi semua sekte aliran putih yang berada di wilayah Diguo akan mengadakan turnamen untuk para bakat muda dan yang jadi masalah mereka akan mengadakannya di Kekaisaran Tang" Ucap Yang Sing Patriack Tengkorak Hitam.
"Tumben kau memiliki akal cerdas Yang Sing, bukannya biasanya kau bertindak bodoh seperti kemarin kau menyerang Sekte Harimau Kelabu" Ucap Yang Xie mengejek.
"Kau!" Yang Sing melotot ke arah Yang Xie.
"Sudahlah, kalian jangan bertengkar!" Yang Shin melerai mereka.
Yang Xie dan Yang Sing tidak terima mereka di bentak oleh Yang Shin, mereka sangat ingin marah tapi mau bagaimana lagi jika mereka terpecah belah maka kekuatan Sekte Tengkorak akan turun drastis.
"Nah sekarang bagaimana pendapat para tetua apa kalian akan diam saja membiarkan sekte aliran putih berdiri dengan tenang?" Tanya Yang Shin pada para tetua.
"Kami memang tidak bisa membiarkan mereka hidup dengan tenang mengingat perbuatan mereka di masa lalu tapi jika kita melawan aliansi aliran putih sendirian maka Sekte Tengkorak akan hancur" Ucap salah satu tetua.
"Jadi apa diantara kalian memiliki ide?".
"Tentu saja Patriack Shin saya memiliki ide".
"Cepat katakan apa ide mu!".
"Begini, bagaimana jika kita melakukan seperti yang dilakukan sekte aliran putih".
"Maksudmu?" Ucap ketiga Patriack bersamaan.
"Maksudku adalah bagaimana jika kita juga membentuk aliansi dengan sekte aliran hitam lainnya dan jika kita berhasil kita bisa langsung mengacaukan turnamen itu".
"Ide mu sangat bagus Tetua Yan, tapi bagaimana kita menyatukan sekte aliran hitam lain yang selalu saling curiga?" Tanya Yang Xie.
"Matriack untuk itu bagaimana jika kita menjanjikan kunci portal?".
"Hah? Apa? Apa kau sudah gila Tetua Yang?" Ucap Yang Xie terkejut.
Tidak hanya Yang Xie, Yang Shin dan Yang Sing pun ikut tersedak napasnya karena mendengar ide yang sangat buruk itu.
"Tetua Yan dari semua ide genius mu yang pernah kudengar hanya ide inilah yang terburuk" Ucap Yang Shin.
"Tenang saja Patriack, Matriack, yang kita perlu tunjukan kepada para sekte aliran hitam itu adalah kunci palsu, memangnya mereka pernah melihat kunci asli dengan teliti apa?".
"Wow, Tetua Yan kau sangat cerdas!" Ucap Yang Xie.
Mereka berdiskusi lebih lanjut membicarakan hal lainnya, akan tetapi ketika mereka berdiskusi terdengarlah suara teriakan-teriakan di luar.
"Suara apa itu?" Tanya Yang Sing.
"Entahlah, mari kita cek!" Ajak Yang Shin.
"Patriack biar saya saja yang melihatnya Patriack tunggu saja disini" Ucap Tetua Yan.
"Baiklah, jika ada yang aneh kau harus lapor kesini".
"Baik".
****
Disisi lain Lei Yu hampir saja ketahuan oleh para pendekar yang menjaga tempat ini, untung saja Lei Yu langsung memenggal kepala siapa saja yang berhasil menemukannya.
"Kalau begini terus aku akan benar-benar ketahuan" Gumam Lei Yu lalu memasuki lebih dalam Sekte Tengkorak dengan berhati-hati.
Langkah Lei Yu terhenti ketika suara seseorang terdengar di belakangnya
"Hey, berhenti!".
"Siapa kau?" Tanya pria itu ke arah Lei Yu.
"Sialan, aku ketahuan" Gumam Lei Yu.
"Kenapa kau tidak menjawabnya?".
Lei Yu masih diam mematung tidak menjawab perkataan pria itu, sementara pria itu bertanya lagi ke arah Lei Yu
"Apa kau yang menyebabkan suara-suara teriakan tadi?".
"Sialan, kalau begini aku tinggal membunuh dia saja" Gumam Lei Yu membalikan badan.
"Yah memangnya kenapa? Apa kau mau membunuh ku?" Tanya Lei Yu tersenyum kecil.
"Hahaahah......... Kau orang pertama yang berhasil menyusup kesini, katakan apa mau mu kesini!".
"Apa kau pikir aku akan memberi tahu mu?".
"Haih, tadinya aku akan melepaskan mu tapi melihat sikap mu aku berubah pikiran" Ucap Tetua Yan setelah itu menyerang Lei Yu.
Tetua Yan mendaratkan beberapa pukulan ke tubuh Lei Yu, Lei Yu tidak sempat menghindar dan berakhir terpental menabrak tembok.
"Duarrrd".
"Ahkkkhh".
"Bagaimana bocah? Apa sekarang kau sudah pasrah mati?" Tetua Yan menghampiri Lei Yu dan bersiap membunuh Lei Yu.
"Ahkkh, kekuatan orang ini jauh di atas ku" Gumam Lei Yu
Tetua Yan mengeluarkan tombak kayu berlapis api dan menusukan tombak itu ke arah Lei Yu, namun untungnya Lei Yu langsung berteleport ke belakang Tetua Yan.
"Kemana bocah itu?".
"Aku di sini" Ucap Lei Yu mengeluarkan kapak lalu mengayunkan kapaknya ke punggung Tetua Yan.
"Ahkkhhhk".
Tetua Yan terpental membentur tembok hingga tembok itu hancur
"Dasar kau bocah licik!".
Tetua Yan melesat ke arah Lei Yu dan mengeluarkan teknik bertarungnya
"Tombak Kaisar Api!".
Lei Yu hendak mengalirkan petir hitam ke kapaknya namun kapak itu menolak aliran petir hitam Lei Yu.
Karena kapaknya menolak petir hitam Lei Yu, Lei Yu akhirnya terkena serangan Tombak Kaisar Api milik Tetua Yan.
"Matilah kau bocah!"
"Ahkkkhhhh
Lei Yu terpental sangat jauh, dadanya yang terkena serangan Tetua Yan mulai berubah menjadi hitam pekat.
Lei Yu menubruk beberapa tembok hingga akhirnya dia menubruk tembok terkahir dan jatuh pingsan, sebelum Lei Yu pingsan dia mengaktifkan teknik teleportasi nya.
Seketika tubuh Lei Yu menghilang dari sana tanpa jejak. Tetua Yan yang sudah menghampiri Lei Yu kebingungan karena bocah yang tadi dia hadapi sudah hilang dari tempatnya.
"Bang**t! Kemana bocah itu? Beraninya dia kabur!" Ucap Tetua Yan marah.
"Awas kau bocah, aku Yan Ming akan membunuh mu!" Teriak Yan Ming sangat keras.
****
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA NOVEL INI, MAAF BANGET KARNA NOVEL INI ENGGAK SESEMPURNA YANG KALIAN KIRA, NOVEL INI MASIH BANYAK KEKURANGAN.
KALO KALIAN NGELIAT ADA KESALAHAN KATA ATAU KESALAHAN NAMA KALIAN LANGSUNG AJA KOMEN DI BAWAH SAMA KASIH TAU KESALAHAN NYA ADA DI CHAPTER MANA, NANTI BAKAL DIBENERIN.