SINOPSIS :
"Tuan, aku ini diangkat menjadi sekretaris mu atau kucing ini?" Liora tak percaya, mengapa harus mengurus kucing ini? Liora memang suka sekali dengan kucing, tapi Liora heran mengapa ia harus menjadi asisten pribadi seorang owner perusahaan besar hanya untuk mengurus kucingnya.
Billionaire itu melirik Liora, dalam lirikannya dia menampilkan secarik senyuman yg kecil. Sepertinya dia tertarik pada Liora. Tapi ia segera menepis senyuman nya. Ia mengingat kejadian 5tahun lalu, dan ia tidak ingin jatuh kedalam lubang cinta lagi. Terlalu muak rasanya untuknya.
REGRADS,
Cicankyuu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Gita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. BEAUTIFUL
Denting sendok berbunyi, membelah keheningan suasana yang sunyi tanpa suara. Liora hanya berfokus pada hindangan nya. Sedangkan David terus memperhatikan Liora yang selalu menutup rapat suaranya. Suasana menjadi canggung, setelah tadi–
-Flashback On-
"Hei kau berani ya melemparkan handuk ini kepadamu huh?" David melipat tangannya didepan dada bidangnya.
"Tentu. Memang kau siapa huh?" Liora menempatkan tangannya pada pinggangnya. Seolah sedang menantang David yang berada diseberang nya.
"Oh kau tidak takut kepada ku?" Timpal David. David melangkahkan kakinya maju mendekati Liora. Liora tetap disana dalam posisi menantang David.
"Apakah kau yakin huh?" David menyeringai tepat di depan wajah Liora. Tertampak wajah Liora yang gugup, dan tubuhnya tidak bisa berkutik. Tentu saja tidak berkutik. Bagaimana tidak, Liora sedang berhadapan dengan pria tampan yang wajahnya bak dewa Yunani dengan kondisi yang shirtless. Siapa yang kuat jika menjadi Liora? Tentu kalian semua akan terhanyut dalam ketampanan David.
"Katamu kau tidak takut padaku, mengapa sekarang kau terlihat tampak gugup?" David semakin mendekatkan langkahnya sehingga sudah tidak ada jarak dengan tubuh Liora. Sedangkan Liora hanya meneguk salivanya. Apa yang akan terjadi?
Liora mencoba untuk melangkahkan dirinya belakang. Berharap akan ada sebuah jarak di antara mereka. Tiba-tiba tubuhnya berhenti bergerak padahal David tidak sedang menahan dirinya. Liora tetap memaksakan langkahnya untuk bergerak ke belakang. Tiba-tiba...
Boom!
Tali bathrobe milik Liora terbuka di hadapan David. Betapa mengejutkan nya itu. Ternyata tali itu tersangkut di meja tepat di samping Liora berdiri. Dan itu yang membuatnya sedari tadi tidak bisa bergerak dengan bebas. Pantas saja Liora bingung, David kan tidak mencekalnya sama sekali.
Bagaimana dengan David?
Oh tentu pria itu merasa beruntung melihat pemandangan indah di depannya. Walaupun tidak sepenuhnya tubuh Liora terlihat, tetapi tetap saja itu membuat David merasa senang. Melihat itu pun David menggigit bibir bawahnya.
"OH SHITTTTTT!" Umpat David. Matanya tidak bisa berhenti memandang kesempatan emas itu. Ia tidak menyia-nyiakannya sama sekali. Dengan segera Liora kembali menutupi tubuhnya lalu berlari membuka lemari. David tersenyum melihat tingkah Liora. Sepertinya David semakin tertarik pada wanita itu.
"Cepatlah memakai bajumu dan turun ke bawah. Aku akan mandi terlebih dahulu. Tunggu aku di meja makan. Kita akan makan bersama" David tahu bahwa wanita itu sedang malu karena kejadian barusan. Maka dari itu David segera mengalihkannya dengan pembicaraan. Tentu itu semua karena David takut Liora marah lagi kepadanya. Setelah itu David segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
-Flashback off-
David tahu mengapa Liora sampai sekarang belum mengangkat suaranya. Tentu pasti karena ia sedang malu. Hanya dentingan sendok dan piring yang beradu terdengar memenuhi ruang makan itu.
"Liora.." David membuka pembicaraan saat ini. Tetapi saat mendengar itu Liora seperti merasa tubuhnya tersentak. Matanya mengerjap, Liora sudah bangun dari lamunannya.
"Ah iya, hmm?" Mengapa Liora menjadi salah tingkah seperti itu? Liora berusaha mencoba untuk tersenyum.
"Hmmm, aku akan membawamu untuk berkenalan dengan ibuku besok. Apakah kau bersedia?" Tawar David. Liora membelalak, sulit tak dipercaya. Berarti Liora akan bertemu dengan Marco dan juga Freya? Tentu saja mereka pasti mengenali siapa dirinya. Tetapi Liora sudah tidak bisa mengelak.
"Ahh, baiklah. Aku bersedia" jawab Liora mengangguk dengan ragu. Pikirannya sudah kalut. Gerak-gerik nya tampak gelisah. Bagaimana jika nanti orang tua David memberi tahu keluarganya tentang keberadaannya? Pasti Liora akan ditarik paksa untuk pulang.
"Baiklah, habiskan makananmu. Setelah ini bersiaplah dan ikut aku ke sebuah tempat" ajak David. Liora hanya tersenyum kikuk mendengarnya.
***
Mobil David berhenti melaju, mereka sudah sampai pada tujuannya. Terlihat sebuah bangunan megah yang menyerupai butik yang besar. Liora mengernyitkan dahinya. Untuk apa David mengajaknya ke sini?
"Ayo cepat turun Liora" perintah David. David keluar terlebih dahulu dari mobilnya. Dengan sigap David membuka pintu mobil Liora. Liora melangkahkan kakinya keluar. memasuki butik besar itu bersama dengan David disampingnya. Terlihat sudah ada beberapa pegawai di sana yang menyambut mereka berdua.
"Selamat datang tuan dan nyonya Mcknight" sapa para pegawai itu kepadanya. Liora tersenyum, namun David tetap dalam pandangan datarnya.
"Hei David, sudah lama sekali kau tidak berkunjung kemari" ucap wanita paruh baya di seberang sana seolah sedang menyambut kedatangan mereka berdua.
"Maafkan aku bibi, aku sangat sibuk. Oh ya, membawa pasangan ku kemari. Tolong berikan baju yang termewah untuknya. Buat dia secantik mungkin" wanita paruh baya itu mengangguk mantap. Melirik Liora yang berada di samping David. Betapa terkejutnya wanita itu, Ms. Watsons sudah berada di hadapannya.
"Jadi dia adalah pasanganmu? Kau sangat beruntung David! Dia sangat cantik. Betulkan Ms– "
"Liora" timpal Liora memotong pembicaraan wanita paruh baya itu. Sepertinya Liora tahu bahwa wanita itu mengenal identitas aslinya. Maka dari itu dari orang segera memotong ucapannya.
"Ah baiklah nona Liora, ayo ikut denganku. Mari kita memilih gaun gaun yang cantik" Liora mengangguk lalu meninggalkan David disana. Langkahnya terus mengikuti wanita paruh baya yang sudah melangkah lebih dahulu di depannya. Mereka memasuki ruangan galeri yang sangat indah. Banyak sekali gaun-gaun cantik yang terpampang. Liora terpesona dengan semua gaun itu. Tapi menurutnya apakah itu tidak berlebihan? David kan hanya akan mengenalkannya kepada orang tuanya. Tetapi harus tampil mewah seperti ini?
"Nona silakan pilih yang kau mau" ucap wanita paruh baya itu dengan suara yang rendah dan lembut. Sangat terlihat bahwa wanita itu memiliki sisi yang lembut nan keibuan. Liora tersenyum. Tiba-tiba pandangannya menangkap sebuah gaun berdada rendah dan berwarna hitam. Liora tampak terpesona dengan keunikan gaun itu.
"Aku ingin mencoba gaun itu bibi" ucap Liora dengan girang.
"Tentu, kau bisa mencobanya" wanita paruh baya itu mengambil gaun yang dipasangkan pada manekin yang miliknya. Liora segera mencobanya di dalam ruang ganti.
Tak berapa lama kemudian Liora keluar dari sana. Menunjukkan seberapa pantasnya gaun itu melekat pada tubuhnya. Wanita paruh baya itu menganga kagum. Betapa cantiknya Liora. David akan tentu semakin tertarik pada Liora jika melihat ini.
"Itu sangat cocok untukmu nona Watsons!" Liora tersenyum. Benar dugaannya, wanita itu tahu identitas asli Liora.
"Tolong jaga rahasia ini ya bi. Jangan beritahu David bahwa aku putri dari Alden Watsons" Lirih Liora. Seolah mengerti apa yang Liora minta, wanita itu mengangguk mantap selalu tersenyum kepadanya.
"Baiklah jika begitu aku akan membungkus kan baju ini untukmu. Aku yakin David akan semakin jatuh kepadamu. Kau sangat cantik nona!" Wanita itu tersenyum. Liora kembali masuk ke dalam ruangan untuk melepas gaun itu.
-TBC-
****
Nanti aku kasih visual Liora saat pakai gaun itu ya. Tapi nanti aja kalau Liora mau otw kerumah keluarga David.
Oh ya berhubung cerita ini uda g dibayar lagi sama NovelToon walaupun sedikit. Aku bakal tetep lanjut demi kalian. Tapi ada syaratnya.
Like
Komentar
Vote yang banyak
Kasih rating 5.
Seenggaknya kalaupun NovelToon udah ga nyemangatin aku, kalian yang yang terus semangatin aku dengan cara itu. Kalau kalian ga ngehargain aku juga yaa mohon maaf deh kita putus. Wkkw
Terimakasih.
Regrads,
Cicankyuu
dr td q bc smua ny tnggung2 smw
😢
....
semangat thor
turut berdukacita untuk kucing'nya
turut berduka cita tuk c empus nya..
penasaran...
semangatttttttt