NovelToon NovelToon
Love You More

Love You More

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Bagaimana jadinya kalau sad boy bertemu dengan sad girl.

Disarankan membaca Dosenku Suamiku dulu biar feel-nya dapat. Novel ini merupakan squel dari Dosenku suamiku.

"Sayang..... jangan bobo dulu aku mau lagi." ~ Zidane

"Apaan sih Bang, tinggal comot aja langsung."~ Anna

"We....asyik...."~Zidan

"Abaaang.... gubrak"~Anna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ngambek

"Makan malam udah siap...." Mama Alin berseru senang.

"Hmmm dari baunya kayaknya enak nih...." Icha mengendus-endus makanan yang sudah tersaji di atas meja.

"Cha, nggak sopan loh kamu," tegur Mama Alin kesal.

"Iya Ma iya, nggak sampai nyicip kok cuma ngendus doang." Icha langsung kicep begitu melihat Pak Dahlan menempati kursi di ruang makan.

"Ayo mari makan jangan cuma dilihatin," selorohnya menginterupsi.

"Lho Zidan belum turun? Cha tolong panggilin Cha itu anak pasti tidur."

"Biar aku aja Ma," saut Anna menyela. Mau tidak mau ia harus menyuruh suaminya turun ke bawah untuk makan malam.

Anna berjalan gontai menaiki anak tangga. Dengan perasaan yang entah, bingung yang pastinya cara menyikapi suaminya saat ini.

Ceklek

Anna membuka pintu kamar dengan hati berdebar, dilihatnya Zidan tengah memainkan ponselnya sambir menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang.

Ekhem

Anna berdehem sejenak demi menetralisir rasa gugup yang melanda. Berbicara dengan Zidan harus mempunyai stok sabar yang banyak agar tekanan darah tetap normal.

"Dan, di panggil Mama buat makan malam?"

Hening

Tidak ada sautan sama sekali dari dia, bahkan sekarang Zidan terlihat merebahkan tubuhnya dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

Anna tahu Zidan mungkin masih marah, tapi tindakanya menurut Anna sangat kekanakan. Anna mendekati dan sedikit menggoncang bahunya.

"Dan, kalau nggak mau makan ke bawah aku ambilin ya, makan di kamar saja," ujar Anna mengalah.

Satu fakta yang baru saja terkuak yang membuat Anna harus menambah stok sabar, Zidan itu orangnya pundungan, ambekan. Jadi lah kalau sudah begini giliran Anna yang harus membujuk suaminya dengan sabar. Tak apalah yang penting Zidan mau makan.

Anna berjalan ke luar kamar. Ia lebih memilih untuk makan terlebih dahulu kemudian membawakan untuk Zidan setelah dirinya makan. Anna berharap siapa tahu Zidan berubah pikiran dan mau turun ke bawah untuk makan malam.

"Zidannya tidur Mah, kayaknya pules banget jadi aku kasihan mau banguninnya. Nanti, biar makan malamnya aku bawa ke kamar aja Mah."

"Oh gitu... ya udah kita mulai saja makan malamnya," ujar Mama Alin kemudian.

Setelah acara makan malam selesai, Anna langsung menuju kamarnya sambil menenteng nampan berisi makanan dan minuman untuk Zidan, ya itung-itung untuk menebus kesalahannya karena belum bisa menjadi istri yang sempurna.

Anna masuk kamar dengan perlahan, ia melirik ranjang yang lengah tak berpenghuni. Kemana Zidan? pandangannya menyapu ke seluruh ruangan dan nampaklah sosoknya sedang bertelfon ria di balkon kamar sambil cengengesan. Tak ada lagi raut muka kesal yang sedari tadi ia tampilkan. Siapakah gerangan di sebrang sana yang bisa sangat ajaib membuat Zidan Nicholas mampu mengalihkan dunianya.

Anna tidak mau kepo, ia lebih memilih diam dan tidak banyak bicara. Dari pada sudah banyak berkata tetapi malah di acuhkan.

Cukup lama Zidan berbincang dengan telfonya, terakhir kalau tidak salah dia mengucapkan selamat tidur pada lawan bicaranya, sungguh ucapan yang manis.

Zidane berjalan gontai menuju ranjang, ia melirik Anna yang tengah memainkan ponselnya sambil menyandar di kepala ranjang. Zidane hanya diam, sejurus kemudian menempati ranjang di sebelah Anna dengan posisi tidur memunggunginya.

Anna yang sedang fokus dengan ponselnya pun langsung berhenti dan melirik pada makhluk di sampingnya yang terlihat cuek.

"Dan, kamu udah mau tidur? makan malam dulu aku udah bawain ke kamar?"

Lagi-lagi Zidane hanya diam saja, ia malah memilih menenggelamkan wajahnya di bawah selimut.

Mengalah lebih baik dari pada harus bertengkar dalam diam.

"Mau makan atau.... aku pulang sekarang," ancam Anna pada akhirnya karena tidak melihat pergerakan Zidan sedikitpun.

"Ok fine, aku mau pulang ke rumah Mama. Memang tidak seharusnya kita berada dalam jalan yang sama," ujar Anna sendu.

Anna tahu dia salah, tapi bisakah hubungan ini tidak melulu soal ranjang. Terlebih untuk dirinya yang baru mulai membuka hati, ya bisa di bilang belajar sama-sama mencintai. Anna pasti akan memberikan hak itu tapi mungkin tidak sekarang, ia hanya perlu waktu meyakinkan perasaan dirinya sendiri. Setidaknya sampai ia lulus nanti, pikirannya dan konsentrasinya benar-benar sedang bubrah, terbagi dengan skripsi.

Ia hanya ingin Zidan mengerti sedikit saja dan satu hal yang membuat Anna masih ambigu. Karena Zidan sampai detik ini belum pernah mengutarakan sedikitpun perasaannya untuk Anna, yang Anna tahu mereka saling dekat karena adanya ikatan dan tuntutan tanggung jawab.

"Diam berarti kamu menginginkan aku pulang," ujar Anna sambil turun dari ranjang.

Anna mengambil tas yang biasa ia bawa ke kampus, mulai memasukan barang yang seperlunya besok di bawa. Anna kesal karena Zidan terus bersikap cuek padanya.

"Aku mau makan asal disuapin." Akhirnya Zidan bersuara juga, walaupun terdengar menggelikan dalam hati Anna ingin tertawa.

Apa tadi katanya disuapin, oh yang benar saja bukanlah dia masih ngambek?

Anna menghentikan jari jemarinya yang tengah memasukan barang ke dalam tasnya.

"Iya, aku suapin." Ingin tertawa tapi takut dosa, itulah yang terjadi saat ini di benak Anna.

Ana mengambil makanan yang tadi di bawa dirinya, Ia duduk di dekat Zidan segaris saling berhadapan.

Satu suap, dua, empat,...... sepuluh, sampai licin tandas tak tersisa. Diam-diam ternyata lapar juga.

"Udah kenyang kan? udah sana kalau mau tidur. Nggak usah lihatin orang cantik kaya gitu," seloroh Anna.

"Temenin Ann, nggak bisa tidur." Rengeknya tapi entah mengapa suaranya terdengar berat.

"Anna... sini dong jangan jauh-jauh, kaya orang lagi marahan aja."

"Ck, bukannya emang kamu lagi marah?"

"Nggak lagi, ayo Ann sini... usap Ann."

"Nggak mau entar kaya kemarin lagi," salak Anna waspada.

"Janji deh, aku nggak macam-macam. Ayo Ann... usap, aku nggak bisa tidur." Anna melongo seketika mendengar penuturannya.

"Takut banget sih gue apa-apain?" Zidan mendekat. "Halal juga," sambung Zidan lirih.

"Eh! aku tidur di sofa aja deh," ujar Anna awas.

"Nggak ada Anna, gue sabar nungguin lo wisuda. Sini cepet usap Anna... aku udah ngantuk."

Zidan mendekatkan dirinya di dekapan Anna. Mereka mengikis jarak, bahkan Zidan menenggelamkan dirinya di ceruk leher Anna. Sapuan hangat nafasnya begitu terasa membuat Anna seketika meremang.

"Usap terus Ann, sampai aku tertidur." Kata Zidan di tengah-tengah hampir terlelap.

Jangan tanyakan bagaimana perasaan Anna sekarang. Ia bahkan sulit bernafas karena saking sesaknya, Zidan memeluk Anna dalam tidurnya. Pria itu begitu tenang dan nyaman bahkan tanpa memperdulikan hati Anna yang sudah tidak karuan.

Fikirannya mendadak blank, dan pastinya tidak bisa tidur dengan tenang. Berbeda dengan Zidan yang sudah terlelap dengan nafas teratur.

Jantung gue, tenang dong..... oh my God.

1
mei
kocak... waras??macam tak ad cowok lain lagi ckckckck
wiwin winarti
ini namanya jodoh🤣
nobita
salah faham berujung nikah
Siti Nurbaidah
seru💖💖👌👍suka dg alur cerita ny
Zana Putri Zakhira
Lumayan
Wiwik murniati
Luar biasa
gia nasgia
zidan pecicilan 😂
gia nasgia
zidan 😁
gia nasgia
Nggak sabar lihat mereka jadi pasangan halal 😍
gia nasgia
Zidan mode posesif 😂
gia nasgia
Next
gia nasgia
cieee 😊☺
gia nasgia
katanya nggak ada rasa
gia nasgia
Zidan menang banyak
gia nasgia
Alurnya Darren dan Naya belum aku kepoin 🤭
gia nasgia
Nah lho
gia nasgia
zidan tengil juga 😂
gia nasgia
Next
gia nasgia
Aku mampir kak 😊
Nuryati Yati
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!