Sepanjang perjalanan Alton tak henti mengingat wajah cantik serta senyum manis Selena. Memang Selena bukan type gadis yang Alton inginkan. Tetapi saat mengasuh Austin, mendadak perasaan nya menjadi lain.
Aku memang membutuhkan pengganti Alice, tapi baru tiga bulan kepergian nya. Aku tidak mungkin juga memilih nya sebagai pengganti Alice. Itu sangat tidak adil untuk Selena. Menatap wajah kecil Austin dan memikirkan hal ini sepanjang perjalanan pulang. Hai Alton, kamu jangan gila! Dia adik ipar nya, jangan karena dia mirip dengan Alice lalu kamu egois ingin memiliki nya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Brian Melamar
"Ah ini aku nggak ngerti semua, please keluar lah dari dalam sana kak." gerutu Selena saat menatap lembaran berkas di atas meja.
Alton yang merasa sudah terlalu lama di dalam kamar, membuka pintu lalu melangkah keluar dari ruang kamar. Sontak membuat Selena terkejut dan langsung membawa pandangan nya kembali ke berkas di meja kerja.
Alton berhenti sejenak, menatap Selena lalu membawa langkah nya mendekat pada Selena.
"Ada yang tidak kamu mengerti?" tanya Alton tiba-tiba
"I..iya." jawab Selena pelan
'Ah wangi ini, sialan. Membuatku ingin jatuh ke pelukan nya.' batin Selena
Alton meraih laptop pribadi nya lalu membuka nya, Selena menatap ke arah layar walpaper laptop Alton. 'Ah, sudah di ganti gambar nya, kenapa? Apa kakak sudah melupakan kak Alice.'
Sedikit membungkuk Alton mendekatkan tubuh nya di samping Selena. Menatap heran pada Alton seraya bertanya, "Austin?"
Alton menarik tubuh nya kembali lalu memutar nya dan bersandar pada meja kerja dan membuat membuat tubuh nya berhadapan dengan Selena.
'Setiap menatap mu membuat ku selalu ingin memilikimu seutuh nya.' batin Alton
Menatap lembut ke arah Selena, lalu memegang dagu Selena lembut. Alton mendekat kan wajah nya pada Selena.
"Apa hanya Austin yang kamu rindukan?" ucap nya lembut
Selena selalu menutup kedua mata nya cepat saat Alton berusaha menghipnotis nya dengan tatapan lembut nya.
'Lihat lah, bahkan kamu mulai menyukai nya.' batin Alton
Alton mulai mendekatkan bibir nya dan hendak menempelkan nya kembali pada bibir Selena, dan..
Plak!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Alton dari tangan kanan Selena yang semula mengepal di bawah meja.
"Jangan kakak berani melakukan nya lagi, jika tidak ingin aku melakukan nya lagi lebih dari ini!" ancam Selena
Mendorong tubuh Alton dan melangkah lalu meraih tas milik nya dan pergi meninggalkan ruang CEO.
Duduk di atas kursi kerja nya dan terdiam. Mengusap lembut pipi bekas tamparan Selena. "Aku hanya membutuhkan sedikit waktu untuk membuat mu menerima nya, Selena."
.
.
.
Makan Malam
Selena memenuhi undangan makan malam ulangan yang dikatakan Brian. Di restoran yang berbeda dari sebelum nya, Selena melangkah masuk ke dalam restoran tersebut. Melenggang dengan kecantikan nya mengenakan dress berwarna hitam yang panjang nya di atas lutut dan sepatu heels. Semua tamu di restoran tersebut menatap kagum pada nya, begitu pula Brian yang sejak tadi memberikan senyum manis nya dari tempat nya dia duduk.
Brian lalu berdiri dan seperti biasa melayani Selena seolah wanita paling cantik di dalam ruangan ini. Membuat semua mata para wanita menatap iri pada nya.
"Silahkan, Nona." ucap Brian seraya menarik satu kursi di samping nya.
Selena memberikan senyum manis nya, rambut nya di buat sedikit bergelombang dan di biarkan nya ter urai. Brian sudah memesan beberapa hidangan sebelum kedatangan Selena.
"Selamat menikmati, Tuan dan Nona." ucap seorang pelayan setelah menghidangkan makanan di atas meja.
"Kam sudah memesan nya?" tanya Selena heran menatap Brian
Brian tersenyum pada Selena dan meletakkan potongan daging di atas piring Selena.
"Ini best seller di sini, nikmati lah."
Setelah beberapa saat menikmati hidangan, seorang pelayan menuangkan anggur ke dalam gelas di samping Brian dan Selena.
"Maaf, boleh di ganti dengan jus jeruk." pinta Selena
"Baik, Nona." jawab pelayan tersebut
Belum meminum anggur nya, Brian meraih sesuatu dari saku celana nya. 'Ku rasa ini waktu yang tepat.'
Brian meraih tangan kiri Selena lalu mengusap nya lembut, mengatakan yang sejak kemarin dia tahan.
"Aku ingin melamar mu." ucap Brian
Selena terkejut saat Brian mengatakan itu, bibir nya kelu saat ingin menjawab nya. Menatap kedua mata Brian penuh harap pada nya, membuat Selena tak mampu menjawab nya.
untuk selena istri murahan
cerita novelis menunjukkan karakter novelisnya
suami atau lelaki egois memuja pelakor dan melaknat pebinor
istri atau wanita egois memuja pebinor dan melaknat pelakor
alton lebih baik cari istri lain ndak usah cari istri yang kalau ada masalah dengan suami pergi dan tinggal berduaan dengan lelaki lain
Semakin menarik 🤗🤗🤗