Follow yuk, ig nya Lady
@lady.nuree
__
Ini Skuel ke II dari Mafia Girls.
Ketiga anak kembar itu mewariskan sifat monster dari kedua orang tua nya. Mereka tumbuh menjadi sosok yang tak kenal ampun. Bahkan darah pun akan menjadi minuman untuk mereka.
Anak kembar itu adalah
SEAN LUCIFER ABRAHAM, pria berwajah tegas, berjiwa iblis dengan kepribadian dingin mengalahkan dingin nya es di antartika. Memiliki penglihatan tajam setajam elang dan bernetra indah. Posesif terhadap kembaran nya terutama pada Shane, adik bungsu nya.
SHABILA LUCIFER ABRAHAM, gadis cantik bak dewi pemegang kekuasaan di atas langit. Berambut panjang madu legam, bola mata bulat bernetra hitam namun menyejukkan. Kejam pada mereka yang menyakiti keluarga nya terutama pada mereka yang menyakiti kembaran nya.
SHANE LUCIFER ABRAHAM, pewaris sebenarnya dari tahta sang Lady dan King. Penguasa tertinggi dari Mafia terkenal kekejaman nya. Berwajah tegas dengan dagu sedikit terbelah, salah satu anak yang di manjakan oleh kedua kembaran nya.
Tiga anak kembar itu, tidak lain adalah putra putri dari RUBY ALDERIA SMITH dan EDWARD LUCIFER ABRAHAM, Lady dan King dari Mafia Red Phoenix yang terus berjaya dari tahun ke tahun tanpa bisa di sentuh oleh jari tak bertuan.
Tiga anak kembar itu pula memiliki Kakak perempuan bernama NARA LUCIFER ABRAHAM JEFFREY, si monster yang bersembunyi di balik kecantikan nya. Pewaris dari Mafia terkenal Jerman-Dark Blue Dragon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekuat apa mereka ?
" Bagaimana ?". Tanya mereka bersamaan saat tangan mereka semua berselancar di atas keyboard masing-masing di dalam kamar kerja pribadi milik Edward.
" Tidak ada, tidak ada yang mencurigakan !". Seru David terlebih dahulu dan berfokus kembali pada layar.
Mereka tengah mencari kebenaran tentang dugaan yang mereka pikirkan termasuk Ruby. Ruby masih terdiam berusaha mencari informasi tentang anak-anak nya, karena saat ini, dia yakin jika anak-anaknya bukan lagi seseorang yang hanya melatih fisik dan juga keahlian nya di markas, tapi sepertinya mereka telah melakukan hal yang mungkin tak dapat dia bayangkan, mengingat ucapan Shane beberapa jam lalu.
" Maaf Lady !". Seru Kenzi yang baru saja sampai, semalam Kenzi dan juga Lucky memutuskan untuk bermalam di markas yang sudah lama tidak ia datangi.
" Dugaan kita benar, penggagalan operasi penyelundupan senjata rakitan itu di gagalkan oleh nona muda dan tuan muda !". Lapor Kenzi ambigu.
" Nara ? Sean ?". Ujar Ruby menajam.
" Bukan, tapi nona muda Shabila dan juga tuan muda Shane !". Seru Kenzi membuat mereka tak mengedipkan matanya.
" Apa kau tidak salah orang Ken ? tidak mungkin mereka menggagalkan operasi besar seperti itu !". Tidak percaya Edward.
" Tidak hanya itu tapi semua kerjasama yang merugikan Red Phoenix akan mereka gagalkan dengan mudah !". Yakin Kenzi.
" Baiklah, terimakasih informasinya ". Ucap Ruby.
" Pantas saja selama ini tak ada berita miring terhadap kita dan juga organisasi aman-aman saja, ternyata di balik itu ada iblis yang bersembunyi di tempat kita baby !". Ucap seringai Edward.
" Baiklah, kita yang sudah tua ini bisa apa ?!". Sungging Rayzen.
" Sekuat apa mereka ?! aku hanya tahu kemampuan Nara tapi tidak dengan adik-adik nya ?!". Ujar Brayn.
" Entahlah, tapi banyak isu yang mengatakan jika beberapa orang tengah berada di atas daun tanpa terlihat pengikut nya ! aku hanya tahu beberapa pemimpin baru di berbagai negara telah muncul sebagai pemegang kekuasaan tertinggi termasuk di Irlandia, Ka Lio dan juga Leo pun tengah menjadi incaran mereka !". Jelas Ruby.
" Itu kami pun tahu, tapi untuk di sini tak ada yang tahu siapa mereka sebenarnya karena kalian juga tahu bukan data mereka begitu rapat tertutup sampai Ruby pun tak bisa meretas nya ?! ". Ucap David mengingat jika Ruby masihlah hacker handal di atas semua para hacker.
" Saat waktunya tiba, mereka akan keluar dengan sendirinya, saat ini kita hanya akan fokus pada Mafia Scorpion terlebih dahulu karena mereka masih mengincar tempat kita !". Seru Ruby.
" Baiklah !". Ucap mereka semua.
Rayzen yang kebetulan berdiri dekat jendela melihat ada orang yang datang.
" Sepertinya kau kedapatan tamu Brayn !". Ujar Rayzen menyingkap sedikit lapisan gorden putih tanpa menoleh pada Brayn.
" Siapa ?!". Seru Ruby mendekati Rayzen.
" Mana ?!". Ruby mengedarkan pandangan nya ke luar tapi tak mendapati siapapun di halaman rumah.
" Istri gila nya !". Ucap Rayzen berbisik pada telinga Ruby. Wajah Ruby seketika memerah dan tanpa bicara langsung keluar.
" Siapa ?!". Ucap Edward dan juga David bersamaan.
" Kalian akan tahu, ayo kita kembali ke bawah !".
Brayn dan juga Rayzen terlebih dahulu keluar, sedangkan Edward dan juga David masih saja terduduk sampai punggung Rayzen dan juga Brayn tak terlihat lagi.
" Dev, apa kau menemukan sesuatu tentang mereka ! aku yakin mereka tidak hanya memiliki keahlian dalam mengoperasikan sistem tapi juga ada keahlian yang lain !". Ucap Edward serius.
" Tidak ada, semuanya berjalan seperti biasa, mereka tidak terlihat berselisih dengan siapapun dan tak ada bukti pasti jika mereka sama seperti kita !". Jelas David.
" Tapi ka, bukankah bagus jika mereka sama seperti kita ? jika seperti itu mereka akan sangat dihormati dan juga di segani ". Ucap David.
" Tidak Dev, kaka hanya menginginkan kehidupan normal untuk mereka tanpa ada ancaman dari segi apapun, kaka ingin mereka bahagia tanpa takut musuh menyerang mereka ". Tatap Edward pada David sembari menghela nafas nya yang seolah terdengar berat.
" Itu sangat tidak mungkin jika mereka memiliki kehidupan normal, secara tidak sadar kita sendiri yang telah menyeret mereka ke dalam jurang berbahaya ini ka ! Tapi kami semua berusaha untuk tetap menyembunyikan identitas mereka agar tak banyak orang yang tahu, untuk itu kami hanya fokus menjaga Nara karena semua orang tahu hanya dia putri mu, putri dari Lady dan King Red Phoenix !". Ujar David.
" Kau benar Dev, kaka akan berusaha untuk keselamatan mereka termasuk putra dan juga putri mu ! kita tak boleh lengah Dev ". Ucap Edward.
" Tentu ". Sahut David.
Di ruang tamu, Ruby terduduk menyilang sangar berhadapan dengan istri dari Brayn yang tak menyangka dia langsung pergi mencari Brayn setelah Sean mendatanginya tadi malam.
Wajah gugup, tangan gemetar tengah melanda Valery, dia berlutut di hadapan Ruby yang masih menatap tajam. Brayn berdiri di samping Ruby dengan tangan menyilang begitupun Rayzen di samping yang lain.
" Hiks,,hiks,,hiks ". Tangis Valery tercekat-cekat.
" Maafkan aku, maafkan aku ". Pinta Valery ketakutan. Di dalam kepala dan juga matanya hanya ada ucapan dan bayangan wajah Sean di sana, sampai semuanya tidak sinkron seolah.
" Ssshh, siapa kau berani datang ke rumah ku ?!". Sarkas Ruby.
" Maaf, aku hanya ingin bertemu dengan suamiku ". Ucap Valery, Suasana dingin tercampur panas dan juga tegang membuat siapapun yang belum terbiasa akan mendapati nafas mereka tak normal di hembuskan.
" Brayn maafkan aku, maafkan aku !".
Valery sampai tersujud di hadapan mereka, tak elak tajam nya mereka terlihat tercampur rasa bingung dengan sikap Valery saat ini.