NovelToon NovelToon
Perempuan Yang Bangkit Setelah Dikhianati

Perempuan Yang Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Obsesi / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mamah AllRey..

Tidak semua luka meninggalkan darah. Ada luka yang tersembunyi di balik senyum seorang perempuan, di balik suara lembut yang tetap terdengar tenang meski hatinya sedang runtuh perlahan. Pengkhianatan adalah salah satu luka terdalam yang mampu mengubah hidup seseorang dalam sekejap, terutama bagi perempuan yang selama ini menggantungkan cinta, kepercayaan, dan harapannya pada keluarga yang ia perjuangkan dengan sepenuh hati.

Novel ini menghadirkan kisah tentang ketegaran seorang perempuan menghadapi pahitnya pengkhianatan cinta, kekecewaan, serta perjuangan menemukan kembali harga dirinya. Kisah ini bukan hanya tentang air mata dan kehilangan, melainkan juga tentang keberanian untuk bangkit ketika dunia terasa runtuh. Tentang bagaimana seorang perempuan belajar memaafkan, bukan karena luka itu kecil, tetapi karena ia memilih untuk hidup lebih kuat daripada rasa sakitnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan yang Kembali Kutemui

Tiga hari setelah semuanya mulai membaik, Joyce kembali berdiri di tempat yang paling ia kuasai. Gadis itu tersenyum dan menghirup naafas panjang. Di atas panggung. Penampilannya terlihat elegan, dan penuh rasa percaya diri.

Malam itu, Ballroom Nusantara di sebuah hotel bintang lima Jakarta dipenuhi para pemimpin perusahaan, pejabat publik, akademisi, dan tokoh bisnis nasional. Acara yang dipandunya juga bukan acara biasa. Melainkan Indonesia Business Excellence Award, salah satu ajang penghargaan paling bergengsi yang disiarkan secara nasional. Bagi seorang MC profesional, ini adalah panggung impian. Ada prestise bisa berdiri di atas stage. Membentuk personal branding yang kuat

Dan bagi Joyce..., ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia belum selesai. Sekaligus menunjukkan perform terbaik, untuk mereduce issue terakhir yang menerpanya. Untuk menunjukkan harga diri, Joyce dengan tegas membatalkan kesanggupan untuk tampil di Imperial hotel. Di balik panggung, kru sibuk melakukan koordinasi terakhir.

"Opening VT ready!"

"Ready!"

"Sound check final!"

"Clear!"

"VIP sudah masuk ballroom!"

“Segera bersiap”

Joyce menarik napas panjang. Gaun navy midnight yang dikenakannya membuatnya terlihat elegan dan berkelas. Stiletto melengkapi penampilannya. Tania yang berdiri di sampingnya tersenyum lebar. Selalu kekaguman muncul ketika melihat penampilan partner kerjanya.

"Kamu cantik banget malam ini Joy..."

Joyce tertawa kecil.

"Semoga acara ini berjalan lancar."

"Harus. Aku akan totalitas di depan Tan. Doakan aku, semua berjalan lancar"

Tania menggenggam bahunya.

"Yakinkan dirimu Joy..

“Karena setelah semua yang terjadi, malam ini adalah malam pembuktianmu."

“Kamu adalah kamu, yang selalu membuktikan diri dengan prestasi, bukan karena koneksi.”

Dia berbisik di telinga Joyce. Joyce tersenyum dan mengangguk pelan. Dan saat musik pembuka mulai dimainkan... ia melangkah menuju panggung.

"Good evening, distinguished guests, ladies and gentlemen..."

Suara Joyce langsung memenuhi ballroom. Percaya diri. Tenang. Dan memukau, seakan ada magnet yang menarik perhatian mereka. Dalam hitungan menit, seluruh ruangan berhasil ia kuasai. Ia menyapa para tamu dengan elegan, menyisipkan humor ringan pada momen yang tepat, dan menjaga ritme acara tetap hidup. Bahkan beberapa tamu VIP mulai berbisik kagum.

"MC-nya luar biasa."

"Pembawaannya berkelas."

"Siapa namanya?"

Malam itu Joyce bersinar. Bukan karena gaun yang dikenakannya. Tetapi karena keteguhan yang lahir dari semua luka yang pernah ia alami. Dan saat sesi penghargaan kedua berlangsung, pandangan Joyce tanpa sengaja menyapu area VIP. Lalu tatapan matanya mendadak berhenti. Jantungnya hampir lupa berdetak.

Di meja utama. Baris paling depan. Duduk seorang wanita yang sangat dikenalnya. Berpenampilan elegan, dengan senyum yang selalu mengembang. Wanita yang pernah ia temui secara tidak sengaja di sebuah kafe beberapa minggu lalu. Wanita yang saat itu tampak pusing dan hampir terjatuh.

Dan Joyce masih mengingat percakapan hangat mereka sore itu. Namun ia tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya wanita tersebut. Yang ia tahu hanya satu. Namanya Ratih. Tidak lebih. Tidak kurang.

Joyce mengabaikan ingatannya itu, dan dia kembali berperilaku sebagai MC profesional. Karena itu, ketika mata mereka bertemu sesaat dari atas panggung, Joyce hanya tersenyum sopan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang yang pernah ia kenal. Lalu ia kembali melanjutkan tugasnya.

Sementara itu, di kursi VIP. Ratih memperhatikan perempuan yang sedang memandu acara dengan penuh percaya diri. Suaranya jelas. Pembawaannya elegan. Dan entah mengapa terasa sangat familiar. Ratih sedikit menyipitkan mata. Perempuan itu... Bukankah... itu gadis bernama Joyce yang menolongku beberapa minggu lalu.

Ingatan wanita tua itu perlahan kembali pada sebuah sore di kafe. Seorang gadis muda yang membantunya saat merasa tidak enak badan. Gadis yang menemaninya berbincang hampir satu jam tanpa mengetahui siapa dirinya. Ratih tersenyum kecil.

"Dunia memang sempit." gumamnya pelan.

“Aku ingin kembali bertemu dan berbincang dengannya, Tuhan melancarkan”

Ratih benar-benar tidak menyangka akan bertemu kembali dengan gadis itu. Dan yang lebih mengejutkan..., gadis tersebut ternyata seorang MC profesional yang sangat berbakat.

“Gadis itu bukan MC sembarangan..” gumamnya.

Namun sampai detik itu, Ratih sama sekali tidak mengetahui nama lengkap Joyce. Begitu pula Joyce yang tidak pernah tahu bahwa wanita yang pernah ditemuinya adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia bisnis Indonesia.

Keduanya hanya melihat satu sama lain sebagai dua orang asing yang pernah dipertemukan oleh kebetulan. Tanpa menyadari bahwa takdir sedang menyusun sebuah pertemuan yang jauh lebih besar daripada yang mereka bayangkan.

*******************

Acara berakhir hampir pukul sepuluh malam. Tepuk tangan meriah memenuhi ballroom setelah Joyce menutup acara dengan sempurna. Begitu turun dari panggung, beberapa tamu langsung menghampirinya. Ada yang beberapa mengucapkan selamat. Meminta kartu nama. Bahkan menawarkan peluang kerja sama. Tania yang melihat dari samping stage, hampir melompat kegirangan.

"Kita menang besar malam ini!"

Namun sebelum Joyce sempat menjawab, seorang pria berjas hitam mendekat.

"Permisi, Mbak Joyce."

"Iya?"

Pria itu sedikit membungkuk.

"Nyonya Ratih ingin bertemu dengan Anda."

Joyce membeku. Namun ada rasa bangga, ketika tahu jika perempuan tua itu mengingatnya. Tania membelalak kaget.

"Yang... itu?"

Pria itu mengangguk.

“Baiklah.. aku akan ganti busana dulu, nanti aku menyusul.”

*****************

Di sudut VIP lounge hotel.

Ratih sedang duduk sambil menikmati secangkir teh hangat. Begitu Joyce masuk, wajah wanita tua itu langsung berubah cerah.

"Kamu."

Joyce tersenyum.

"Selamat malam, Nyonya."

Ratih tertawa kecil.

"Pantas saja aku merasa wajahmu familiar."

Joyce duduk di hadapannya.

"Apa kabar, Nyonya?"

"Jauh lebih baik daripada saat kita bertemu pertama kali."

Mereka tertawa bersama. Percakapan mengalir begitu alami. Seolah mereka adalah teman lama yang kembali bertemu. Ratih bertanya kembali tentang pekerjaan Joyce. Tentang keluarganya.Tentang bagaimana ia bisa menjadi MC profesional.

Dan semakin lama berbicara..., semakin besar rasa suka yang tumbuh di hati wanita tua itu. Perempuan ini tidak hanya sopan. Ia juga cerdas. Mandiri. Dan memiliki ketenangan yang jarang dimiliki anak muda seusianya. Tanpa sadar, Ratih mulai membandingkannya dengan banyak perempuan yang pernah diperkenalkan kepadanya. Dan hasilnya membuatnya terkejut sendiri.

Di tengah percakapan, Ratih tersenyum hangat.

"Joyce."

"Iya, Nyonya?"

"Kapan-kapan datanglah ke rumah."

Joyce sedikit terkejut atas permintaan tiba-tiba itu.

"Rumah?"

Ratih mengangguk. Senyuman selalu tersungging pada bibirnya.

"Kita minum teh bersama."

"Saya senang berbicara denganmu."

Joyce tersenyum sopan.

"Tentu, Nyonya. Jika saya pas tidak ada acara, saya akan menyempatkan datang"

“Kapanpun Joyce.. rumahku menunggumu. Dan ada yang akan aku kenalkan padamu disana..”

Joyce mengerenyit dan menatap ke wajah Ratih.

“Jangan khawatir, aku tidak akan memintamu untuk melakukan sesuatu yang tidak masuk akal.” Ucapnya sambil mengulum senyum.

“Maksud nyonya..?”

“Aku akan mengenalkan cucuku kepadamu nak Ratih.”

„Cucu..”

Joyce agak terkejut.

„Santailah.. cucuku bukan orang sembarangan kok. Aku yakin, jika kita saling mengenal pasti akan ada kecocokan di antara kalian.”

Tidak mau membantah, dia hanya tersenyum mendengarkan perkataan Ratih.

1
Mundri Astuti
Adrian kebangetan lembek, berarti sama" cucunya Oma Ratih kah ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!