NovelToon NovelToon
The Return Of The Mighty Mother

The Return Of The Mighty Mother

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Reinkarnasi
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Rania Anandira, mati mengenaskan di tangan sahabatnya sendiri yang cemburu pada kehidupannya. Tak ada yang tahu tentang kematiannya itu, suami dan anaknya hanya tahu Rania menghilang tiba-tiba.
Shakira, sahabatnya itu kemudian tinggal di rumah Raina dengan alasan menggantikan Raina sebagai ibu pengasuh untuk anaknya. Namun, perlakuannya terhadap Rasya, tidaklah manusiawi. Bersama paman dan bibinya, mereka menekan Rasya yang masih berusia tujuh tahun.
Karena tangisan anak itu, jiwa Rania tak tenang. Dia kembali menggantikan jiwa seorang gadis nelayan yang hidup di bawah garis kemiskinan, jauh dari tempatnya tinggal dulu. Rania harus mencari cara untuk bisa kembali ke sisi sang anak.
Bagaimana caranya dia kembali untuk membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Ibu!" Rasya menggeliat dalam tidurnya, keringat memenuhi wajah, gelisah di alam bawah sadar.

"Ibu!" Ia terbangun dengan napas memburu hebat.

Matanya melilau ke segala arah, menatap setiap sudut ruangan. Tak ada siapapun di dalam ruangan itu, hanya ada dirinya seorang ditemani kehampaan. Rasya mulai menangis, menatap jendela yang terbuka di mana sinar matahari telah menampakkan dirinya.

"Ibu! Ibu di mana? Apakah semuanya hanya mimpi?" Dia memanggil sang ibu, menangis sendirian.

Brak!

"Ibu!" Rasya memanggil Rania, menatap dengan mata yang basah.

Pintu terbuka cepat, Rania berlari dari luar karena mendengar tangisan Rasya. Dia mendekat, memeluk anaknya segera.

"Sudah, jangan menangis. Ibu di sini," bisik Rania sembari mengusap kepala Rasya dengan lembut.

Perlahan-lahan tangis anak itu berhenti, kehangatan cinta Rania membuat hatinya merasakan ketenangan dan kedamaian. Rania melepas pelukan, menangkup wajah mungil anaknya. Mengusap air mata yang membasahi pipi mulus Rasya.

"Kenapa menangis?" Ia duduk di ranjang anaknya, menggenggam jemari Rasya.

Rasya mengangkat wajah, memandang sang ibu lebih lama. Dia takut semuanya hanya mimpi, seperti sebelumnya.

"Ibu, benarkah Ibu telah kembali? Ibu tidak akan pergi lagi, bukan?" tanyanya dengan sisa isak tangis yang membuat dada Rania sesak.

Rania tersenyum, menarik kepala Rasya ke dalam dekapan. Mengecup ubun-ubunnya cukup lama, menumpahkan kerinduan. Dia sendiri pun bertanya dengan pertanyaan yang sama. Akankah selamanya dia berada di dunia itu? Ataukah akan kembali ke alamnya?

"Ibu, jangan pergi lagi! Semua orang tidak menginginkan aku, semua orang membenciku," pinta Rasya, tangannya memeluk erat tubuh Rania.

Suaranya yang bergetar, sentuhan kecilnya di tubuh Rania, membuat hati wanita itu bergetar penuh amarah. Ia melepas pelukan, mengusap pipi sang anak.

"Ibu akan tetap di sini, Ibu akan menemanimu tumbuh hingga dewasa," katanya meski ragu.

Tuhan, dengarkan permintaanku. Aku hanya ingin menemani anakku tumbuh. Jika memang aku harus kembali, tunggu sampai dia mampu melawan kerasnya dunia.

Batin Rania bergumam lirih, melangitkan harapan. Matanya menatap manik Rasya yang jernih meski sayu. Ada banyak kesedihan di dalam sana, kebencian dan dendam yang membara. Rania bisa melihat itu.

"Siapa namamu, sayang?" tanya Rania, mengusap lembut kepala anaknya.

"Rasyaka Fattana," jawab Rasya tegas.

Rania tersenyum, mengecup dahi anaknya cukup lama dan memeluknya kembali.

"Rasya, Ibu sudah di sini. Bagaimana dengan ayahmu?"

Rania teringat pada Hadrian, setiap kali pikirannya menyebut nama itu, setiap itu juga hatinya dipenuhi kemarahan. Rasya melepas pelukan, memalingkan wajahnya yang menunduk. Kesedihan seketika melanda hatinya bila teringat akan sang ayah.

"Ayah tidak menginginkan aku. Setiap hari ayah sibuk bekerja, tidak pernah pulang ke rumah. Kata bibi ayah sangat membenciku dan tak ingin bertemu denganku. Ayah tidak ingin melihatku," jawab Rasya dengan suara yang lirih.

Rania geram, mengepalkan tangannya kuat-kuat. Sungguh keterlaluan, tapi dia masih menolak untuk percaya. Hadrian adalah tipe laki-laki yang bertanggungjawab.

"Bagaimana mungkin, sayang. Ayah paling menyayangi kita, ayah paling menyayangimu. Dia sudah menantikan dirimu sejak lama. Rasanya tidak mungkin, apakah ada kesalahpahaman?" ujar Rania meski hatinya menahan geram karena sikap Hadrian.

Rasya tercenung, teringat kisah di mana Hadrian menolak pelukannya saat datang ke rumah. Saat itu, usia Rasya baru menginjak lima tahun. Dia ingin bercerita, dia ingin bermain dengan ayahnya, tapi Hadrian yang baru saja kembali dari luar negeri menolak memeluk Rasya.

"Ada apa, sayang?" Rania mengusap kepala anaknya.

Rasya mendongak, jejak kesedihan jelas terlihat di kedua matanya dan itu membuat hati Rania sakit. Rasya menggelengkan kepala pelan, memeluk Rania kembali.

"Ibu jangan pergi! Jangan tinggalkan aku sendiri lagi. Semua orang mengatakan Ibu sudah mati dan tidak akan pernah kembali lagi. Mereka mengatakan Ibu sudah tidak mencintai ayah dan tidak menginginkan aku. Tapi, aku tetap yakin mereka semua berbohong. Aku tetap percaya Ibu akan kembali," tutur Rasya di dalam pelukan Rania.

Sekali lagi, hati Rania bagai dihantam godam berduri. Sesak dan sakit mendengar cerita dari bibir anaknya.

Mereka sungguh kejam. Kenapa memperlakukan anakku seperti ini?

"Mereka itu siapa, sayang?" Sambil menahan geram, Rania bertanya.

"Paman, bibi, dan Shakira. Dia mengatakan bahwa dia menggantikan Ibu untuk menjadi ibuku. Aku menolak, aku tidak menyukai Shakira. Tapi, ayah mengatakan bahwa dia adalah sahabat terbaik Ibu," jawab Rasya lagi tanpa melepas pelukan.

Sahabat terbaik? Sahabat yang menginginkan kematianku hanya karena cemburu kehidupanku jauh lebih baik darinya. Shakira, kau tidak akan pernah aku lepaskan!

Mata Rania menyipit, bara dendam berkilat-kilat di sana. Dia harus mendatangi Hadrian dan bertanya langsung kepadanya.

"Kita akan temui ayahmu setelah kau sembuh. Sekarang, kau makan dulu. Ibu membelikanmu bubur. Katanya, ini bubur terenak di rumah sakit ini," ucap Rania seraya melepaskan pelukan dan membuka kotak makan.

Rasya tersenyum sumringah, menunggu suapan pertama dari sang ibu dengan sangat antusias.

"Mmm ... benar-benar enak! Ini makanan terenak yang pernah aku makan!" serunya.

Setiap kata yang diucapkan Rasya selalu berhasil meremukkan perasan Rania.

"Ini makanan terenak yang pernah kau makan? Selama ini apa saja yang kau makan, sayang?" tanya Rania tak percaya.

Ayahmu sangat kaya, bagaimana mungkin bubur jalanan ini adalah makanan terenak yang pernah dimakan anakku?

Hati Rania kembali bertanya-tanya. Benar-benar mencengangkan.

"Mereka hanya memberiku sayuran rebus, katanya agar aku tetap sehat," jawab Rasya seraya kembali membuka mulutnya.

"Kurang ajar! Biadab!" Rania menggenggam sendok dengan kuat, meluapkan kemarahan.

"Ibu, aaaa ...."

Eh?

Rania kembali menyuapi anaknya hingga bubur itu habis. Mereka menghabiskan hari dengan bercerita, bercanda, tertawa bahagia. Kebahagiaan pertama yang didapatkan Rasya selama hidupnya.

1
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Beranina keroyokan 😏
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah mak lampir datang
Tiara Bella
Shakira br nongol tinggal suaminya Rania nh gk nongol² gk gercep bngt deh kynya
Dwi Setyaningrum
dih rumahku..ngimpi aja loe..bangun loe Shakira ntar jatuh sakit tauk..
kaylla salsabella
rumah mu... mimpi🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Nyonya Gunawan
Shakira datang siap" ketemu dgan rania,,,Eeeeh bisa" nya blg rumahnya mimpi kali yeeee..
😄😄
Dwi Setyaningrum
yaelah bodo dipelihara hasutan Shakira utk menyiksa Rasya untungnya di km apa coba kalau niatmu spy Hardian mau bantu ayahmu..hadehhh..kalau Hardian tau yg ada km malah ga dibantu mgkn malah di kek 🤪🤪
Aisy Hilyah: nah bener itu
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Emang dasar otakna kriminal semua 😏
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ..... menyesal sudah terlambat🤭🤭🤭
Aisy Hilyah: Rania sudah datang
total 1 replies
Tiara Bella
gk sabar Shakira ketemu sm Rania tp btw suaminya ko gk nongol² ya .
Aisy Hilyah: yey datang
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Baru sadar lo shakira licik.,kalian berdua g' akan lepas bgtu az di tangan rania
Aisy Hilyah: bener banget
total 1 replies
Tiara Bella
pecatin aja semua pembatu apa masukin ke penjara sekalian sm Shakira....
Tiara Bella: iya juga ya😄
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Seret mereka semua ke kantor polisi 😏 biar preman tahanan yg siksa mereka
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Cakeepp
total 2 replies
Dwi Setyaningrum
duh gemes aku sama kepala pelayan ga ada nyesel2nya ya 🤦..hmm gmn ya Shakira ketemu sama Rania apakah jantungan atau langsung pingsan🤔😁😁
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭 logika nya jalan gak mungkin kan
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Siang" gni ngsh kopi ke authornya enak kli y..🤣🤣
Biar authornya upnya double" trus biar g' nanggung bacanya..😄😄
Aisy Hilyah: haiiihhh otw otw sabar lagi ngetik
total 1 replies
kaylla salsabella
😭😭😭😭😭 kakek tukang kebun meninggal😭😭😭
Aisy Hilyah: gak mungkin tubuh udah tua disiksa gak bakal tahan. yang nyuri dua labu aja mati kan ya
total 3 replies
Allea
ngetik2 itu bapa dajal ga pernah liat anaknya kah thor😁
Aisy Hilyah: semedi cari Ilham dia
total 3 replies
Nyonya Gunawan
Waktunya pembalasan di mulai..
Aisy Hilyah: tegang gak hehehe
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kurung semua digudang ga usah kasi makan kyk Rasya disiksa seperti itu..biar kapok tuh para pelayan sdh berani sm tuan rumah🤪
Dwi Setyaningrum: iya thor bener itu ga layak disebut manusia tuh🤪
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Patahin tuh semua tangan na trus usir semua
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Iya biarin tumaann 😅
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!