Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geng Toren
Di dalam kamarnya, Ren duduk di atas kasur bersama seorang gadis berambut pendek berwarna cokelat, wajahnya bulat dan lembut, dia adalah Flame Biasfa.
Flame memakai piyama putih yang sedi kit transparan, membuat Ren bisa melihat sedikit tubuhnya yang halus.
" Flame..."
" I-iya..."
" Aku mencintaimu..."
Melihat wajah Flame yang memerah, membuat Ren tidak bisa menahan gairah di dalam dirinya, dia mendekatkan wajahnya lalu dengan cepat mencium bibir Flame.
Ren mendorong Flame untuk berbaring di kasur, disana dia mulai melakukan apapun yang dia suka dengan tubuh Flame.
••• ••• ••• •••
Pagi hari, di saat cahaya fajar menyinari seluruh permukaan.
Ren bangun dengan wajah penuh keringat, dan di bagian bawahnya, tepatnya di area selangkangannya, dia merasakan celananya basah.
" Ini..."
Apa yang baru saja Ren alami adalah mimpi basah, dia baru saja memimpikan sedang melakukan sesuatu bersama Flame.
Ren menutupi wajahnya menggunakan tangannya, tidak habis pikir jika dia akan mengalami sesuatu seperti mimpi basah disaat seperti ini, terlebih lagi lawannya adalah Flame, gadis yang hanya dia lihat dari jauh.
" Kuh..."
Dengan gerakan cepat, Ren mengambil handuk lalu keluar untuk pergi ke kamar mandi, dia berharap jika tidak ada satupun orang disana sekarang, jika tidak, wajahnya akan benar-benar hancur.
Untungnya harapan Ren terkabul, dia tidak melihat satupun orang di kamar mandi, nyonya Smir bahkan belum bangun jadi kemungkinan yang lain juga sama.
Selain mandi, Ren juga mencuci pakaiannya, terutama celana dan celana dalamnya.
" Astaga..."
Setelah selesai mandi dan mencuci pakaiannya, Ren pergi halaman belakang menggunakan handuk dan kemejanya untuk menjemur kedua celananya.
Untuk menuju halaman belakang, seseorang bisa menggunakan pintu belakang yang ada di sebelah kamar mandi pria, setelah keluar mereka akan bisa melihat halaman belakang yang cukup luas, sumur, dan tempat untuk menjemur pakaian.
Di saat Ren sedang menaruh celananya di jemuran, seorang wanita paruh baya muncul di samping, dia adalah nyonya Smir, dia pasti menggunakan pintu yang ada di kamar mandi perempuan.
Melihat Ren menjemur celananya, senyuman menggoda terbentuk di wajah nyonya Smir.
" Selamat Ren kecil, mulai sekarang aku akan memanggilmu Ren besar "
Ren mengalihkan wajahnya, dia sangat malu sekarang.
" Tidak perlu malu, nanti malam pergilah ke rumah bordil untuk mendapatkan pengalaman dewasa "
" Kumohon berhenti, aku bisa mati karena rasa malu ini! "
" Hahaha! "
Karena tidak ingin mendengar perkataan nyonya Smir lebih jauh, Ren pergi meninggalkannya sendirian.
Di dalam kamarnya, Ren mengambil kemeja putih, baju luar cokelat, dan celana abu-abu, setelah memakai semuanya, dia merapikan rambutnya lalu keluar dari kamar.
Karena kali ini Ren tidak berniat untuk mengambil misi, dia tidak membawa Oblivion bersamanya, hari ini dia pergi ke guild hanya untuk mencari informasi tentang dimana dia bisa mendapatkan berbagai macam artefak.
Di jalan menuju guild, Ren melihat seorang gadis kecil yang akrab, itu adalah Efil, sudah lama Ren tidak melihatnya.
Tapi ada yang salah dengan ekspresi Efil, dia terlihat sedang sangat ketakutan.
" Efil "
" Ah kak Ren, lama tidak bertemu "
" Ya...apa kamu baik-baik saja, kamu terlihat seperti sedang ketakutan "
Efil terkejut lalu berusaha mengalihkan wajahnya" I-iya...aku takut besok aku dan ibu tidak bisa memakan sesuatu karena tidak punya uang "
Ren merasa ada yang salah dengan Efil" Apa kamu tidak memandu seseorang akhir-akhir ini? "
" Ya, sejak markas geng Hunting Dog di hancurkan, mereka melemah dengan sangat cepat, geng-geng kecil menggunakan kesempatan ini untuk menyerang mereka "
" Keributan yang mereka buat membuat para pelancong takut untuk datang "
"..."
Jadi apa yang para kesatria sihir katakan jika yang Evan lakukan itu mengganggu keteraturan waktu itu benar apa adanya, Ren berpikir jika mereka hanya ingin menyelamatkan wajah mereka saja.
"...Aku mengerti "
Efil melihat kearah Ren, dia terlihat seperti ragu untuk mengatakan sesuatu.
" Jika kamu ingin mengatakan sesuatu katakan saja "
"..."
Dengan kepala menghadap ke bawah, Efil mengatakan apa yang ada didalam pikirannya.
" Ibuku bekerja sebagai pelacur di rumah bordil yang ada di dekat sini, kemarin dia tiba-tiba jatuh sakit dan tidak bisa bekerja..."
"...Aku butuh uang untuk membawa ibu ke rumah sakit..."
Ren mengangguk" Aku mengerti, berapa banyak yang kamu butuhkan? "
Dia sangat tidak tahan melihat gadis berusia 12 tahun pusing karena uang, di usianya itu Efil seharusnya menikmati waktunya bersama teman-temannya.
" Terimakasih..."
Air mata mengalir dari sela-sela mata Efil, sepertinya dia sangat kesulitan mencari uang untuk membawa ibunya berobat.
" Jangan khawatirkan hal ini, katakan berapa banyak yang kamu butuhkan? "
"...50 Fond "
" Baiklah "
Ren dengan tenang mengeluarkan 50 Fond dari dompetnya, uang yang dia terima dari Arent bahkan belum habis seperempatnya, jika semua uangnya di ubah menjadi Fond, sekarang Ren akan memiliki 1,000,000 Fond lebih!
Jika dia mau, Ren bisa membeli sebuah rumah di ibukota Avalonia.
Efil menerima 50 Fond tersebut" Terimakasih kak Ren, aku berjanji akan mengembalikannya dalam waktu dekat "
" Tidak usah terburu-buru, sekarang pergilah,bawa ibumu ke rumah sakit "
" Ya! "
Setelah itu, Efil pergi untuk kembali ke rumahnya, Ren melihatnya dengan tatapan curiga.
Ren tahu jika Efil berbohong, jika ibunya sedang sakit, dia seharusnya memiliki ekspresi khawatir daripada ketakutan, untuk mengetahui alasan kenapa Efil berbohong padanya, Ren memutuskan untuk mengikutinya.
Melihat Efil yang bekerja keras di usianya yang masih muda membuat Ren mengingat dengan dirinya di masa lalu.
Sambil menjaga jarak, Ren mengikuti Efil dengan langkah tenang.
Efil pergi jauh ke barat, sekitar satu kilometer dari penginapan nyonya Smir.
' Apa dia tinggal di sekitar sini? '
Akhirnya Efil berhenti di depan pintu bangunan yang mirip gudang, melihat seberapa buruk penampilannya, Ren yakin jika gudang itu sudah di tinggalkan.
Temboknya terbuat dari batu yang sekarang sudah di penuhi lumut, atap kayu yang terlihat akan roboh kapan saja, dan pintu kayu ganda.
' Kenapa gadis ini pergi ke tempat seperti ini, seperti yang kuduga, ada yang salah darinya '
Saat Efil membuka pintu, Ren melihat ada banyak orang di dalam, mereka semua adalah laki-laki yang berusia lebih dari dua puluh tahun.
Efil masuk kedalam dengan tangan gemetaran, dia menatap semua orang dengan ekspresi ketakutan.
" A-aku disini untuk membayar uang tebusan ibuku "
Uang tebusan ibu...Ren menyipitkan matanya,mungkinkah ibu Efil tidak sakit.
Salah satu pria menatap Efil dengan mata dingin, itu bukanlah tatapan yang seharusnya di arahkan pada manusia.
" Hm...siapa anak ini? "
" Bos, dia adalah anak dari pelacur yang kita ambil kemarin " Jelas orang yang berada di sampingnya.
" Ah wanita yang kita rencanakan untuk di jual ke orang itu ya, aku mengerti "
Melihat ekspresi pria itu yang tidak terlalu peduli membuat Efil tertekan.
Sambil mengelus dagunya, dia menatap Efil dengan senyuman jahat di wajahnya.
" Sesuai kesepakatan, kau harus membayar 1,000 Fond jika ingin ibumu kembali "
Mata Efil membelak" Apa, kemarin kau dengan jelas bilang jika tebusannya adalah 50 Fond! "
" Heh...apa kau tidak pernah belajar tentang naik turunnya harga barang, alasan uang tebusan ibumu naik karena dia adalah barang populer! "
" Hahaha!! "
" Sebagai penjual, kami geng Toren dapat memasang harga sesuai keinginan kami! "
" Hahaha! "
Efil tidak bisa berkata apa-apa, dia menatap semua orang di depannya seolah sedang menatap monster.
Geng Toren adalah salah satu geng kecil yang mengambil kesempatan setelah geng Hunting Dog berada dalam kondisi sulit, mereka memperluas area kekuasaan, memperkuat kekuatan, dan yang lain.
Di saat bos geng Toren akan mengatakan sesuatu, sebilah cahaya biru melesat kearahnya dan memotong lehernya, darah mengalir dari kepalanya yang terpotong, di tengah daging merah itu, semua orang dapat melihat tulang leher yang terpotong rapi.
Ren yang sudah muak mendengar perkataan anggota geng Toren, memutuskan untuk ikut campur, dia mengirim Bilah Aura untuk memotong kepala bos geng Toren.
" Hei kalian, apa membully gadis kecil itu menyenangkan? "
Tangan kanan Ren di tutupi oleh Aura biru yang berbentuk pedang, Ren memanipulasi Auranya menjadi sebuah pedang.
Efil yang awalnya terkejut dengan kematian bos geng Toren, sekarang bingung kenapa Ren bisa ada disini.
" Kau, siapa kau? "
Ren tidak menjawab, dia mengayunkan tangan kanannya berkali-kali, mengirim puluhan Bilah Aura.
Anggota geng Toren yang melihat puluhan Bilah Aura itu mencoba menghindar, ada yang berhasil dan ada juga yang tidak.
Mereka yang berhasil selamat dengan cepat berlari untuk mengambil senjata yang ada di pojok ruangan, sebelum mereka dapat meraih senjata, Ren mengira Bilah Aura untuk memotong mereka.
Alhasil hanya ada satu orang yang selamat, dia adalah orang yang berada di posisi paling depan, dia selamat berkat teman-temannya yang menjadi tameng daging.
Ren mendekatinya dengan tatapan mata dingin.
Pria itu mengambil pedang di dekatnya lalu mengarahkannya kepada Ren" J-jangan mendekat! "
" Katakan padaku, dimana ibu Efil sekarang, hidupmu tergantung pada jawabanmu "
Mendengar hal itu membuat pria itu gemetar ketakutan.
" A-aku tidak tahu..."
Ren mendekati pria tersebut, bilah pedang yang terbuat dari Aura itu semakin memanjang, dengan ayunan ringan, pedang yang pria itu pegang langsung terpotong menjadi dua.
" Apakah wajahku terlihat seperti sedang bercanda? "
Pria itu semakin ketakutan, kakinya gemeteran, celananya basah.
" B-bos sudah menyerahkannya kepada orang itu "
Mendengar hal itu, ekspresi wajah Efil berubah menjadi ekspresi ketidakpercayaan.
" T-tidak mungkin... kenapa..."
Ren berbalik untuk melihat Efil lalu kembali menatap pria anggota geng Toren di depannya,dia menyingkirkan Auranya lalu dengan cepat mencengkram leher pria tersebut.
" Kapan kalian menyerahkannya? "
" T-tadi malam...bos menyerahkannya setelah bersenang-senang dengan tubuhnya..."
Cengkraman tangan Ren semakin kuat, kenapa bajingan seperti ini masih hidup.
" Dimana dia sekarang, siapa orang itu yang kau maksud, dan kenapa kalian menyerahkan ibu Efil padanya? "
" Di mansion dekat mansion tuan kota, bos memanggilnya Nyonya Erin, mengenai kenapa bos menyerahkan ibu gadis disana, aku tidak tahu "
Erin...Ren tidak pernah mendengarnya, tapi karena dia tinggal di dekat rumah penguasa kota, statusnya pasti sangat luar biasa.
" D-dan aku juga tidak tahu kenapa dia menginginkan wanita-wanita cantik..."
' Jadi ibu Efil bukan satu-satunya! '
KREEK!!!
Leher pria itu patah, karena Ren sudah mendapatkan semua informasi yang dia inginkan, dia memutuskan untuk membunuh pria tersebut.