NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Benturan kembali terjadi.

Keras.

Tanpa ampun.

Liang Wei menyerang lebih dulu, pukulan cepat mengarah ke wajah Nathan.

Nathan menghindar tipis, lalu langsung membalas dengan pukulan lurus ke perut.

BUGH!

Tubuh Liang Wei tertekuk.

Nathan maju tanpa memberi jarak, sikunya menghantam rahang.

DUK!

Kepala Liang Wei terpental, langkahnya goyah.

Ia mencoba membalas, serangannya mulai melambat.

Nathan menangkap momen itu.

Dalam satu gerakan cepat, ia menarik lengan Liang Wei, memutar tubuhnya, lalu membantingnya ke lantai.

BRAK!

Liang Wei jatuh telentang di atas beton.

Belum sempat bangkit.

Nathan sudah di atasnya.

Lututnya menghimpit dada Liang Wei, menekan kuat hingga napas pria itu tertahan.

Pukulan langsung menghantam wajahnya tanpa jeda.

BUGH! BUGH! BUGH!.

Darah memercik.

Liang Wei mencoba mengangkat tangan untuk menahan...

Nathan menangkap pergelangan tangannya, lalu membantingnya ke samping, menekannya kuat ke lantai.

Gerakannya kasar.

Tidak memberi ruang.

Liang Wei mencoba memutar tubuh...

Nathan menekan lebih dalam dengan lututnya, membuatnya sulit bergerak.

Tangan satunya mencoba menyerang...

Nathan langsung menahannya, menghantamnya kembali ke lantai.

BRAK!

Kedua tangan Liang Wei kini tertekan di sisi tubuhnya, terkunci oleh tenaga Nathan.

Tubuhnya tidak punya ruang untuk bangkit.

Napasnya terengah.

Lemah.

Nathan mencengkeram kerah bajunya, menariknya sedikit ke atas.

Tatapannya dingin.

“Semua telah berakhir.”

Liang Wei mencoba bergerak...tidak berhasil.

Tenaganya habis.

Perlahan tubuhnya melemah sepenuhnya di bawah tekanan itu. Ia tidak lagi mampu melawan.

Nathan menahannya beberapa detik, memastikan tidak ada perlawanan lagi.

Sunyi.

Hanya suara napas berat yang tersisa.

Angin malam berhembus dingin.

Nathan akhirnya berdiri.

Tubuhnya sedikit goyah, tangannya kembali menekan luka di perutnya yang masih berdarah.

Di bawahnya..

Liang Wei tergeletak tak berdaya.

Tidak bergerak.

Tidak berkutik.

Pertarungan itu telah berakhir.

Angin malam masih berhembus di atas atap saat Marcus dan anak buahnya datang. Mereka langsung mengamankan Liang Wei yang sudah tidak berkutik, tangan dan kakinya diikat agar tidak bisa melawan.

Di sisi lain, Nathan masih berdiri dengan napas berat. Keringat dingin membasahi wajahnya, tangannya menekan luka di perut, darah terus mengalir semakin deras.

“Tuan—”

Belum sempat selesai, tubuh Nathan goyah lalu jatuh. Marcus sigap menangkapnya, wajahnya langsung berubah tegang melihat kondisi itu.

“Cepat, bawa ke mobil!”

Tanpa menunda, mereka membawa Nathan turun, sementara dua orang tetap menjaga Liang Wei yang sudah dilumpuhkan.

Mobil melaju kencang menembus malam. Marcus menekan luka itu kuat-kuat, namun darah tetap merembes. Wajah Nathan semakin pucat, napasnya melemah.

Mobil berhenti mendadak di depan rumah sakit.

“Pasien kritis!” teriak Marcus.

Petugas medis datang membawa ranjang pasien beroda. Nathan segera dipindahkan dan langsung didorong masuk.

Di meja administrasi, Liora mengangkat kepala. Ia berdiri saat melihat sosok di atas ranjang itu lewat di depannya.

Wajah itu... tidak asing.

Jantungnya berdegup lebih cepat.

“Siapa dia…” gumamnya pelan.

“Luka tembak, kehilangan banyak darah!” teriak tenaga medis.

Ranjang pasien beroda langsung didorong masuk dengan cepat.

Beberapa tenaga medis langsung bergerak, suasana menjadi tegang.

“Kita kekurangan orang! Cepat panggil bantuan!” teriak perawat lain.

Di meja administrasi, Liora mengangkat kepala.

“Liora! Sini bantu!” panggil salah satu perawat.

Tanpa ragu, Liora langsung berlari mendekat dan ikut mendorong ranjang pasien menuju ruang tindakan.

Saat jaraknya semakin dekat ia melihat wajah pria itu.

Langkahnya sempat terhenti sesaat. Wajah itu…terasa tidak asing. Ada sesuatu yang mengusik di dalam hatinya.

Namun ia tidak tahu apa.

“Jangan diam! Cepat bantu tekan lukanya!” bentak perawat.

Liora langsung tersadar.

Ia segera mendekat, tangannya sigap menekan luka di perut pria itu untuk menahan pendarahan.

Darah terus mengalir.

“Tekanan darah turun!” teriak perawat.

“Percepat!” balas dokter.

Suasana semakin kacau.

Liora menggigit bibirnya, fokus penuh pada luka itu.

Meski pikirannya dipenuhi rasa asing yang tidak bisa dijelaskan...

Seolah tubuhnya mengingat sesuatu yang tidak bisa diingat oleh pikirannya.

Dan tanpa ia sadari

ini bukan pertama kalinya ia menyelamatkan pria itu.

Liora menatap luka itu sejenak.

Alisnya perlahan berkerut.

Bentuk jahitannya terasa familiar. Pola dan letaknya… sama.

Beberapa hari lalu ia pernah menangani luka seperti ini.

“Cepat fokus!” bentak perawat.

Liora tersentak.

“Iya…”

Ia kembali bekerja, membantu dokter membersihkan luka itu.

Marcus menunggu di luar dengan gelisah. Ia berdiri di depan ruang tindakan, sesekali berjalan mondar-mandir.

Satu jam berlalu.

Pintu akhirnya terbuka.

Dokter keluar bersama beberapa perawat, termasuk Liora.

Marcus langsung mendekat.

“Bagaimana keadaannya?”

Dokter melepas masker.

“Lukanya sempat terbuka dan pendarahannya cukup parah, tapi sudah kami tangani. Untuk sementara stabil.”

Marcus menghela napas lega.

“Dia selamat?”

“Ya, tapi harus istirahat. Jangan biarkan banyak bergerak.”

Marcus mengangguk.

“Terima kasih, Dokter.”

Dokter dan perawat mulai pergi.

Liora ikut keluar seperti biasa, berjalan bersama mereka tanpa berhenti.

Marcus sempat melirik sekilas ke arahnya, lalu kembali fokus ke ruang perawatan.

Beberapa saat kemudian, Nathan dipindahkan ke ruang rawat inap untuk pemulihan.

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!