Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEJUTAN DAN KEBARUAN
Setelah beberapa jam beristirahat dan merenungkan apa yang telah terjadi, Patti merasa cukup kuat untuk duduk di kursi dan mulai makan sedikit makanan. Tubuhnya masih merasa lemah, tapi pikirannya sudah jauh lebih jernih dan hati nya merasa penuh dengan kedamaian yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Teman-temannya tetap berada di sisinya, tidak ingin meninggalkannya sendirian setelah pengalaman menyakitkan yang baru saja dia lalui. Corviniann sedang membaca catatan yang dia buat tentang energi magis yang mereka temui di dalam dunia bawah sadar Patti, mencoba menemukan hubungan dengan sihir gelap yang mereka hadapi di Gua Bayangan.
“Ada kesamaan yang mencolok antara kedua energi tersebut,” katanya setelah beberapa saat dengan wajah yang penuh dengan fokus. “Sama seperti yang aku duga sebelumnya orang yang menyebabkan kebakaran di rumahmu kemungkinan besar adalah bagian dari kelompok yang sama yang membuat kontaminasi di Pegunungan Beracun. Mungkin mereka tidak hanya sekadar ingin menghancurkan rumahmu, tapi juga melihat potensi yang kamu miliki dan khawatir kamu akan menjadi hambatan bagi rencana mereka.”
Patti mengangguk perlahan, masih mencerna informasi tersebut. “Saat aku menghadapi sosok itu di dunia bawah sadarku,” ucapnya dengan suara yang lembut tapi jelas, “dia menyebutkan bahwa keluargaku adalah ancaman bagi rencana mereka. Aku selalu merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan kebakaran itu, tapi aku tidak pernah berani berpikir bahwa itu disengaja.”
Luminarianna menjepit tangan Patti dengan lembut. “Kamu tidak perlu takut lagi,” katanya dengan suara yang penuh dengan dukungan. “Kita semua akan membantu kamu mencari kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dan jika ada orang yang bertanggung jawab atas itu, kita akan memastikan mereka mendapatkan hukuman yang layak.”
Borthworgiann mengangguk dengan setuju. “Aku akan memeriksa catatan kuno tentang kelompok tersebut,” tambahnya. “Mungkin ada informasi tentang tujuan mereka dan bagaimana kita bisa menghentikan mereka sebelum mereka menyebabkan kerusakan lebih banyak lagi.”
Pada saat itu, pintu ruang perawatan terbuka dan Tharvonnian masuk bersama dengan seorang wanita yang tidak dikenalnya. Wanita tersebut berusia sekitar lima puluhan tahun, dengan rambut perunggu yang mulai berpucat dan mata yang penuh dengan kebijaksanaan. Dia berpakaian dengan gaun sederhana namun elegan, dan membawa dirinya dengan cara yang menunjukkan bahwa dia adalah orang yang dihormati.
“Patti, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” ucap Tharvonnian dengan suara yang lembut, menunjukkan pada wanita tersebut. “Ini adalah Professor Melania dari Akademi Sihir Nasional. Dia telah mendengar tentang apa yang kamu alami dan ingin memberikan bantuan.”
Wanita tersebut mendekati Patti dengan senyum yang hangat dan penuh dengan empati. “Saya mendoakan pemulihanmu yang cepat, Pattiwisiana,” katanya dengan suara yang merdu. “Saya telah mengikuti perkembangan karirmu selama beberapa waktu dan sangat kagum dengan apa yang kamu capai. Ketika saya mendengar tentang apa yang kamu alami hari ini, saya merasa perlu datang dan bertemu denganmu secara pribadi.”
Patti merasa sedikit terkejut namun juga terhormat. Akademi Sihir Nasional adalah institusi paling bergengsi di seluruh kerajaan, dan dia tidak pernah menyangka bahwa profesor dari sana akan ingin bertemu dengannya. “Terima kasih banyak atas kunjungannya, Bu Professor,” jawabnya dengan hormat. “Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?”
Professor Melania tersenyum lembut. “Sebaliknya, saya yang ingin membantu kamu,” katanya sambil mengambil tempat duduk di sebelah tempat tidur Patti. “Saya telah melakukan penelitian tentang keluarga kamu selama bertahun-tahun. Keluarga Klobahrgeevinik dikenal sebagai keluarga penyihir penyembuh yang sangat berbakat, dan kamu adalah keturunan terakhir dari garis utama keluarga tersebut.”
Dia kemudian menarik sebuah buku tua dari tasnya dan membukanya ke halaman tertentu. “Menurut catatan yang saya miliki, keluargamu memiliki kemampuan khusus untuk mengendalikan energi penyembuhan pada tingkat yang sangat tinggi kemampuan yang jarang ditemukan bahkan di kalangan penyihir yang paling berbakat. Kemampuan seperti itu dianggap sebagai ancaman oleh mereka yang ingin menggunakan kekuatan gelap untuk tujuan jahat, karena energi penyembuhan yang murni bisa melumpuhkan bahkan sihir gelap yang paling kuat.”
Patti mendengarkan dengan seksama, mata nya semakin melebar seiring dengan setiap kata yang diucapkan oleh profesor tersebut. “Jadi mereka sengaja menghancurkan keluargaku karena khawatir dengan kemampuan kami?” tanyanya dengan suara yang penuh dengan kejutan.
“Sayangnya, itu tampaknya menjadi kebenaran,” jawab Professor Melania dengan nada yang penuh dengan simpati. “Namun ada hal lain yang perlu kamu ketahui. Keluargamu tidak hanya dikenal karena kemampuan penyembuhan mereka, tapi juga karena mereka menyimpan pengetahuan kuno tentang cara mengendalikan dan meniadakan sihir gelap. Pengetahuan tersebut disimpan dalam sebuah artefak bernama ‘Buku Hati Sejati’ yang dipercaya telah hilang setelah kebakaran yang menghancurkan rumahmu.”
“Buku itu masih ada?” tanya Corviniann dengan suara yang penuh dengan rasa ingin tahu, mendekati mereka untuk melihat buku yang dibawa profesor tersebut.
“Kita tidak bisa memastikannya,” jawab Professor Melania. “Beberapa orang percaya bahwa buku tersebut terbakar bersama dengan rumahmu, namun yang lain berpikir bahwa mungkin disembunyikan sebelum kebakaran terjadi. Jika kita bisa menemukan buku tersebut, kita akan memiliki senjata yang sangat berharga melawan mereka yang ingin menggunakan sihir gelap untuk tujuan jahat.”
Patti merasa hati nya berdebar kencang mendengar informasi tersebut. Meskipun masih merasa lemah, dia merasakan semangat baru muncul di dalam dirinya. “Jika buku itu benar-benar ada dan bisa membantu kita menghentikan mereka,” ucapnya dengan suara yang penuh dengan tekad, “maka aku akan melakukan segala yang bisa untuk menemukannya.”
Professor Melania mengangguk dengan senyum yang penuh dengan penghargaan. “Itulah semangat yang saya cari,” katanya. “Akademi Sihir Nasional siap untuk memberikan dukungan penuh dalam pencarianmu. Kita akan memberikan akses ke perpustakaan kita dan sumber daya lainnya yang mungkin kamu butuhkan.”
Setelah berbicara lebih lama dan bertukar informasi, Professor Melania berpisah dengan janji untuk segera menghubungi mereka dengan informasi lebih lanjut. Tharvonnian juga meninggalkan mereka dengan pesan bahwa guild akan memberikan semua dukungan yang dibutuhkan untuk membantu Patti mencari kebenaran tentang masa lalunya dan menemukan artefak yang hilang.
Setelah mereka pergi, teman-temannya berkumpul kembali di sekitar Patti dengan wajah yang penuh dengan semangat baru. “Ini adalah peluang besar,” ucap Luminarianna dengan mata yang bersinar. “Jika kita bisa menemukan buku tersebut, kita tidak hanya bisa mengungkap misteri masa lalu Patti tapi juga melindungi banyak orang dari bahaya sihir gelap.”
“Aku akan mulai mengumpulkan semua informasi yang ada tentang lokasi rumah lama Patti,” tambah Corviniann dengan antusiasme. “Mungkin ada petunjuk tersembunyi tentang di mana buku itu disembunyikan.”
Borthworgiann mengangguk dengan setuju. “Aku akan membuat peralatan khusus yang bisa membantu kita mendeteksi artefak kuno dan melindungi kita dari jebakan magis yang mungkin ada,” katanya. “Kita tidak akan mengambil risiko yang tidak perlu seperti sebelumnya.”
Patti merasa sangat terhormat melihat dukungan yang diberikan oleh teman-temannya. Meskipun dia tahu bahwa perjalanan yang akan datang tidak akan mudah, dia merasa lebih siap daripada sebelumnya karena dia tidak lagi sendirian dalam perjuangan ini.
Pada malam hari yang sama, ketika sebagian besar anggota guild sudah beristirahat, Patti meminta teman-temannya untuk membawanya ke kebun magis guild. Dia merasa perlu berada di dekat tanaman-tanaman yang dia rawat dengan cinta, terutama bibit Bunga Pembebas Jiwa yang telah memberikan banyak bantuan bagi dia dan orang lain.
Mereka duduk bersama di tengah kebun yang tenang dan damai, dengan hanya sinar bulan yang menerangi sekitar mereka. Udara segar dan penuh dengan aroma bunga dan daun membuat Patti merasa lebih tenang dan damai.
“Aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan sampai sejauh ini,” ucap Patti dengan suara yang lembut, melihat bibit Bunga Pembebas Jiwa yang sedang tumbuh dengan baik. “Dari seorang anak yang merasa tidak berharga hingga seseorang yang memiliki tujuan dan teman-teman yang mencintaiku. Semua yang aku alami baik yang menyakitkan maupun yang menyenangkan telah membuatku menjadi orang yang aku adalah sekarang.”
“Kamu selalu memiliki potensi yang luar biasa,” jawab Luminarianna dengan senyum lembut. “Kita hanya membantu kamu melihatnya dan mengembangkannya.”
“Dan kita akan selalu ada di sisimu,” tambah Corviniann. “Baik untuk menghadapi masa lalu, menghadapi masa sekarang, atau membangun masa depan yang lebih baik.”
Borthworgiann mengangguk dengan setuju, memberikan tap lembut di bahu Patti. “Kita adalah tim,” katanya dengan suara yang penuh dengan kehangatan. “Dan tim selalu bersama-sama, tidak peduli apa yang terjadi.”
Saat mereka duduk bersama dalam keheningan malam, Patti merasa hati nya penuh dengan rasa syukur dan tekad yang baru. Dia tahu bahwa masih banyak misteri yang perlu diapecahkan, banyak tantangan yang perlu diahadapi, dan banyak pekerjaan yang perlu dia lakukan untuk membantu orang lain. Tapi dengan teman-temannya yang setia di sisinya, dukungan dari guild dan akademi, dan kekuatan yang dia miliki dari dalam dirinya sendiri, dia merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.
Dia memandang ke arah langit yang penuh dengan bintang-bintang, merasa bahwa bintang-bintang tersebut seolah-olah sedang membimbingnya menuju jalan yang benar. Dia berpikir tentang orang tuanya yang telah meninggal, tentang keluarga baru yang dia temukan di guild, dan tentang semua orang yang dia telah bantu selama perjalanan hidupnya.
Dengan hati yang penuh dengan harapan dan keyakinan, dia berjanji untuk diri sendiri bahwa dia akan terus menggunakan kemampuannya untuk kebaikan, bahwa dia akan mencari kebenaran tentang masa lalunya, dan bahwa dia akan melakukan segala yang bisa untuk melindungi orang-orang yang tidak bisa melindungi diri sendiri. Karena dia telah belajar bahwa sejatinya, kebahagiaan dan pemenuhan sejati tidak datang dari kekayaan atau kehormatan, tapi dari kemampuan kita untuk membantu orang lain dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang.
Di kejauhan, mereka bisa melihat cahaya lembut yang menyala dari arah perpustakaan guild cahaya yang menandakan bahwa pekerjaan baru sedang menunggu mereka di pagi hari. Tapi untuk saat ini, mereka hanya ingin menikmati kedamaian malam dan persahabatan yang mereka miliki satu sama lain, bersyukur atas semua yang telah mereka alami dan penuh dengan harapan untuk masa depan yang lebih terang dan penuh dengan makna.