NovelToon NovelToon
Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Nikah Kontrak; Istri Cegil Si Direktur Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Aksarasastra

Premis:
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang hampir bangkrut, Alya Prameswari terpaksa menerima perjodohan dengan Adrian Wijaya, seorang Direktur muda yang dingin dan terkenal tidak menyukai wanita “cegil”. Namun pernikahan mereka hanyalah kontrak.
Alya yang sebenarnya cukup tenang justru berpura-pura menjadi istri paling menyebalkan agar Adrian segera menceraikannya.
Sayangnya rencananya gagal. Semakin Alya bersikap cegil, Adrian justru semakin sabar dan mulai melindunginya.
Ketika akting Alya berubah menjadi perasaan yang nyata, ia harus memilih: terus berpura-pura… atau mengakui bahwa ia tidak lagi ingin pernikahan kontrak itu berakhir.
Saksikan Terus Cerita ini, update setiap hari 💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Aksarasastra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Bergaun Putih.

“Maaf… itu siapa yang datang pakai gaun putih?”

Bisikan itu awalnya kecil, nyaris seperti suara yang tidak sengaja lepas, tetapi efeknya langsung menjalar seperti virus di grup chat keluarga..., cepat, liar, dan tidak bisa dihentikan.

Alya yang berdiri di dekat altar otomatis menoleh, refleks, seolah tubuhnya punya radar sendiri untuk hal-hal mencurigakan yang berhubungan dengan baju pengantin.

Jam sudah lewat pukul 09.15, dan setiap detik terasa makin berat, seperti waktu sengaja diperlambat demi menonton penderitaannya secara live. Nafasnya belum stabil sejak tadi, telapak tangannya dingin dan lembap, dan perasaan tidak enak di perutnya mulai naik seperti notifikasi yang tidak bisa di-snooze.

Lalu ia melihatnya.

Seraphina Claudine masuk dengan langkah yang terlalu tenang untuk seseorang yang jelas-jelas akan jadi bahan gosip lima grup keluarga sekaligus. Gaun putihnya jatuh sempurna, elegan, mahal, dan yang paling penting..., sangat tidak tahu diri untuk dipakai di pernikahan orang lain.

Rambutnya tertata rapi, make-up-nya flawless, dan auranya itu… aura orang yang tahu dia akan jadi pusat perhatian dan menikmati setiap detiknya. Dalam tiga langkah saja, fokus ruangan pindah total, seperti semua kamera tak terlihat langsung zoom in ke arahnya.

Alya membeku di tempat, otaknya langsung looping satu kalimat yang sama seperti lagu rusak. Itu warna pengantin. Itu warna pengantin. Itu warna pengantin. Di budaya mana pun yang ia tahu, putih itu bukan sekadar warna, itu hak eksklusif. Itu simbol. Itu “reserved only.”

Dan sekarang simbol itu dipakai orang lain dengan santai, seperti datang ke pesta ulang tahun tapi pakai mahkota si yang ulang tahun.

OMAYGATTT!

“Ini… konsepnya apa sih?” gumam Alya pelan, matanya masih tidak lepas dari sosok itu. “Wedding atau kompetisi siapa paling putih?”

Seraphina tidak terlihat canggung sedikit pun. Ia malah tersenyum kecil, seolah benar-benar datang untuk merayakan, bukan untuk memancing konflik yang potensial viral. Bahkan saat bisikan tamu mulai terdengar lebih jelas, yang biasanya levelnya ‘kode keras tapi masih sopan’, ia tetap melangkah santai, seperti sedang jalan di catwalk, bukan di medan perang sosial.

Alya menelan ludah, tenggorokannya tiba-tiba kering seperti habis makan kerupuk tanpa minum.

Tangannya mulai gemetar, tapi tubuhnya tetap diam, seolah kakinya dipaku ke lantai. Di dalam kepalanya, skenario-skenario aneh mulai bermunculan tanpa izin.

Dan seperti biasa… pikirannya mulai ngaco.

Dalam sekejap, dunia di sekitarnya berubah. Lampu kristal di atas terasa terlalu terang, lalu meredup seperti efek drama berlebihan. Suara tamu berubah jadi gema aneh, seperti audio rusak. Dan tiba-tiba...,

Alya berdiri di altar.

Tapi kali ini… tidak sendirian.

Di sebelahnya, Adrian berdiri rapi dan tampan seperti biasa. Di sisi lain; Seraphina, dengan gaun putih yang sama, berdiri sejajar, tersenyum manis seolah ini konsep yang sudah disepakati bersama.

Alya berkedip, mencoba memastikan ini bukan trailer acara TV.

“Ini… kita lagi nikah apa lagi audisi reality show ‘Siapa Paling Layak Jadi Istri’?” gumamnya pelan, matanya bergerak cepat dari kanan ke kiri.

Pendeta di depan mereka terlihat panik, membuka buku lalu menutupnya lagi seperti orang yang salah bawa materi presentasi. Para tamu mulai ribut, tidak lagi bisik-bisik, tapi sudah full komentar live tanpa sensor.

“Ini paket hemat atau gimana, kok satu suami tiga istri sekalian?” “Diskon bundle ya?” “Yang sah yang mana? Kita tepuk tangan ke siapa?”

Alya menoleh ke arah Adrian dengan harapan yang sangat kecil. “Kamu mau jelasin atau aku harus bikin voting sekarang?” tanyanya setengah putus asa.

Namun Adrian hanya tersenyum tipis.

Dan itu bukan ke arahnya.

Melainkan ke Seraphina.

“...Oke, noted,” gumam Alya dengan senyum yang langsung kaku.

Tiba-tiba seseorang di antara tamu berdiri. “Turun aja kamu!” teriaknya tanpa basa-basi, dan sebelum Alya sempat memproses, sebuah botol plastik melayang dan mendarat di bahunya.

“Astaga!” Alya tersentak.

Lalu satu lagi..., tisu.

Kemudian gelas kosong.

Dalam hitungan detik, hujan benda-benda ringan berubah jadi lemparan massal. Sampah, kertas, bungkus makanan, semuanya beterbangan ke arah altar seperti promo buy one get one chaos.

“Eh! Ini resepsi apa lempar kado gagal?!” teriak Alya panik sambil menutup kepala.

Para tamu berdiri, wajah mereka berubah dari elegan menjadi netizen kolom komentar. “Turun! Kamu nggak pantas di situ!” “Ngaca dulu sebelum nikah sama dia!” “Numpang hidup ya?!” teriak mereka bertubi-tubi.

Alya mundur satu langkah, lalu satu lagi, tapi kakinya terasa berat seperti pakai sepatu isi semen. Ia menoleh lagi ke arah Adrian. “Halo? Kamu ini patung dekorasi atau calon suami sih? Tolong dong ngomong sesuatu!” katanya setengah memohon.

Namun Adrian tetap diam.

Di sampingnya, Seraphina tersenyum tenang, seperti sedang menikmati pertunjukan yang sudah ia hafal ending-nya.

Sampah kembali mengenai gaun Alya. Putihnya ternoda, kusut, dan perlahan terlihat menyedihkan. Alya menunduk, napasnya berat, dadanya sesak, dan di tengah kekacauan itu ia bergumam pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri.

“…Jadi… aku ini siapa sebenarnya? Figuran? Penonton? Atau korban prank nasional?”

“Alya!”

Suara itu memecah semuanya.

Keras. Jelas. Nyata.

Dunia khayal itu hancur seperti kaca, dan Alya tersentak kembali ke kenyataan. Ia masih berdiri di altar yang sama, dengan lampu kristal yang normal, tamu-tamu yang masih rapi, dan tidak ada satu pun yang melempar sampah. Nafasnya masih cepat, jantungnya berdegup seperti habis lari, tapi semuanya… normal.

Ibunya memegang lengannya erat. “Alya, kamu pucat sekali. Kamu kenapa?” tanyanya cemas.

Alya tidak langsung menjawab. Matanya masih tertuju ke arah Seraphina yang berdiri tidak jauh dari orang tuanya, tampak tenang seperti tidak terjadi apa-apa. Pelan-pelan, wanita itu menoleh.

Tatapan mereka bertemu.

Seraphina tersenyum tipis.

Bukan senyum ramah.

Bukan juga senyum jahat.

Lebih seperti… senyum orang yang tahu sesuatu yang orang lain belum tahu.

Lalu ia mulai berjalan mendekat.

Setiap langkahnya terdengar jelas di telinga Alya, seperti hitungan mundur menuju sesuatu yang tidak bisa dihindari.

Alya menelan ludah, tubuhnya masih kaku, sementara Seraphina berhenti tepat di depannya, jaraknya terlalu dekat untuk disebut nyaman.

Seraphina memiringkan kepala sedikit, matanya menelusuri Alya dari atas ke bawah dengan cara yang halus tapi terasa menekan. Alya menahan napas, berusaha terlihat tenang meskipun dalam hati ia sudah siap kabur kalau perlu.

Lalu Seraphina membuka mulut.

Suaranya lembut.

Tapi kalimatnya—

“Alya…” katanya pelan, “kamu yakin… masih mau lanjut menikah hari ini?”

Alya berkedip pelan, lalu tanpa sadar menjawab dalam hati, Boleh nggak aku pilih ‘skip episode’ dulu?

1
Aphing Zora
suka ceritanya bagus. lanjut Thor 👍
Aksara_Sastra: uwwu, maacii. Dukung terus yaaak, biar bisa update tiap hari dan crazy up. wopyuuu 💚
total 1 replies
April Mei
kerennnnnnnn
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Aksara_Sastra: Dukung terus yaaa, 💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!